Zorin OS, Distro Linux untuk Pengguna Pemula

webhosting Indonesia

Jika sebelumnya saya pernah merekomendasikan Linux Mint untuk pengguna pemula Linux, maka sekarang saya berani merekomendasikan Zorin OS sebagai alternatif lainnya. Mengapa? Ada beberapa hal yang membuat Zorin OS layak dijadikan pilihan bagi mereka yang baru mulai ‘mencicipi’ Linux, terutama jika sebelumnya sudah terbiasa dengan Microsoft Windows.

logo zorin os

Sebenarnya Zorin OS merupakan distro Linux (varian Linux) turunan Ubuntu, yang notabene adalah salah satu distro terpopuler sejak beberapa tahun terakhir ini. Lalu, apa sih bedanya dengan Ubuntu? Apa yang membuat Zorin OS layak dipilih oleh pengguna pemula daripada Ubuntu?

8 Hal yang Membedakan Zorin OS dengan Ubuntu:

  1. 1. Sudah ‘built-in’ dengan codec multimedia.

    Ya, di dalam paket ISO instalasi Zorin OS ini sudah dilengkapi dengan ‘Ubuntu
    restricted extras’. Paket tersebut berisi beberapa plugin/ekstensi untuk memutar berbagai format file audio maupun video. Contohnya beberapa varian ‘Gstreamer’. Bahkan juga sudah ditambahkan dengan Adobe Flash plugin. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi ketika ingin memutar lagu, video, maupun file animasi berupa flash. Nah, kalau di Ubuntu, Anda masih harus berjuang lagi untuk menginstal paket codec multimedia ini :)

  2. 2. Sudah ‘include’ dengan Microsoft Truetype Corefonts.

    Artinya, Zorin OS ini sudah dilengkapi dengan koleksi fonts standar dari Microsotf. Misalnya Andale, Arial, Verdana, Georgia, Times New Roman, Courier New, Trebuchet MS, Comic Sans MS, dan Webdings. Jadi, Anda tak perlu khawatir jika tampilan font pada website atau pada aplikasi Office yang Anda buka tidak sebagus atau seperti yang biasa tampil di Windows.

    msttcorefonts

  3. 3. Sudah dilengkapi dengan aplikasi Wine.

    Wine bisa diibaratkan sebagai jembatan atau media perantara untuk menjalankan aplikasi berbasis Windows di Linux. Misalnya Anda ingin menginstal Macromedia Dreamweaver di Linux. Maka Anda cukup menjalankan file .exe installernya, lalu tinggal melakukan langkah-langkah instalasi seperti yang biasa Anda lakukan di Windows. Jadi dengan Wine ini, kita bisa menginstal aplikasi berbasis Windows di Linux (walaupun ada beberapa aplikasi yang masih gagal diinstal berdasarkan pengalaman saya menggunakannya).

    Enaknya, paket Wine di Zorin OS ini sudah pula dilengkapi dengan ‘PlayOnLinux’ dan ‘Winericks’ (untuk mempermudah Anda melakukan konfigurasi atau pengaturan dalam menggunakan Wine).

  4. 4. Sudah dilengkapi dengan GIMP.

    GIMP adalah aplikasi untuk mengedit gambar di Linux. Bisa dibilang sebagai Photoshop-nya Linux. Nah, jika Anda baru menginstal Ubuntu, Anda tidak akan menemukan aplikasi ini dalam default aplikasi Grafisnya. Jadi, Anda masih harus menginstalnya melalui Ubuntu Software Center. Beda dengan Zorin OS ini yang sudah ‘built-in’ dengan GIMP. Anda tinggal pakai saja (tak perlu repot-repot instal lagi).

  5. 5. Sudah dilengkapi dengan GParted dan Ubuntu-Tweak.

    Gparted adalah aplikasi untuk melakukan segala pekerjaan terkait dengan ‘partitioning’ atau pembagian partisi. Termasuk pengeditan partisi yang ada. Sedangkan Ubuntu-Tweak berfungsi untuk melakukan pembersihan sistem dari file-file sampah. Selain itu, juga bisa untuk melakukan kustomisasi Linux Anda. Nah, kedua fitur/aplikasi in belum ‘include’ pada Ubuntu, sedangkan pada Zorin OS sudah bisa langsung Anda gunakan.

    gpartedubuntu-tweak

  6. 6. Sudah dilengkapi aplikasi FireWall.

    Aplikasi ini harus Anda aktifkan dulu melalui sub menu ‘System’ > ‘Administration’. Untuk cara penggunaannya, silakan cari tutorialnya di Internet :)

  7. 7. Sangat enak untuk dikustomisasi.

    Ada beberapa utilitas atau fitur pendukung kustomisasi yang bisa sangat memanjakan Anda pada Zorin OS ini. Di antara fitur tersebut yaitu:

    • Zorin OS Look Changer.
      look-canger

      look-changer

      Seperti yang Anda lihat pada screenshot-nya di atas, Anda bisa memilih tampilan menu utama, apakah mau seperti Windows 7, Gnome (Linux), atau Windows XP.

    • GnoMenu Settings.

      Menu ini bisa Anda akses dengan cara melakukan klik kanan pada tombol menu utama Zorin OS (yang ada di sudut kiri bawah), tepatnya yang berupa huruf Z di dalam bulatan itu. Setelah melakukan klik kanan di situ, coba pilih ‘Properties’. Maka akan muncul jendela menu untuk melakukan kustomisasi tema seperti di bawah ini.

      gnomenu-settings

      Ada total 15 tema yang bisa Anda pilih sesuai selera untuk tampilan menu utama Zorin OS ini. Inilah salah satu fitur yang paling saya sukai dari Zorin OS. Membuat saya tidak mudah jenuh dengan tampilan yang itu-itu saja ^_^ Mayoritas tema yang disediakan juga keren-keren menurut saya.

  8. 8. Sudah dilengkapi VLC Media Player & OpenShot Video Editor.

    VLC merupakan salah satu aplikasi pemutar video yang paling populer. Di antara kelebihannya yaitu mendukung lebih banyak format video dan sudah dilengkapi dengan fitur effect serta equalizer. Nah, kalau OpenShot Video Editor tentu Anda sudah tahu jika hanya membaca nama aplikasinya. Ya, gunanya yaitu untuk melakukan editing video.

Itulah beberapa poin yang membedakan Zorin OS dengan Ubuntu. Jadi kesimpulannya, Zorin OS sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi siap pakai yang belum dimasukkan sebagai default aplikasi pada Ubuntu. Dalam hal ini, Zorin OS mirip dengan Linux Mint (salah satu distro Linux turunan Ubuntu yang juga mengusung konsep ‘out off the box’). Bedanya, jumlah aplikasi default multimedia di Zorin OS tidak sebanyak yang terdapat di Linux Mint, terutama aplikasi pemutar videonya. Namun dengan ‘Totem Movie Player’ dan’ VLC’ saja sebenarnya sudah mencukupi.

Zorin OS = Ubuntu Rasa Windows 7 ?

Dalam beberapa hal, tampilan antarmuka (‘interface’) Zorin OS memang agak meniru/mengadopsi Windows 7. Misalnya pada menu utama yang ada di sudut kiri bawah.

menu zorin os

Begitu pula tampilan ‘tooltip’ saat kita mengarahkan pointer mouse di atas task jendela aplikasi yang sedang aktif (pada panel bawahnya). Lihatlah tampilan ‘tooltip’ berikut ini.

tooltip

Mirip dengan di Windows 7, bukan? Ya, walaupun masih belum sehalus di Windows 7 dan di desktop KDE versi 4.7.

Di luar kedua hal itu, tampilan jendela aplikasi pada Zorin OS masih belum bisa menyamai keindahan Desktop ‘Aero’ milik Windows 7-nya Microsoft. Tidak ada sesuatu yang istimewa dari desain/tampilan jendela aplikasi di Zorin OS, kecuali efek ‘shadow’-nya (efek berbayang). Begitu pula pada jendela ‘pop-up’-nya.

Tampilan File Manager

Aplikasi file manager Zorin OS ini menggunakan Naulitus Elementary 2.32.2.

home

Kurang suka dengan Google Chrome sebagai peramban default-nya?

Jangan khawatir. Anda tinggal buka menu ‘Internet Browser Manager’ di kategori Internet. Lalu tinggal klik tombol Install untuk memasangnya pada komputer Anda. Tentu saja komputer Anda harus terhubung dengan Internet. Sebelumnya Anda perlu memasukkan password root terlebih dahulu.

internet manager

Manajemen Paket Aplikasi dan Pembaruan Sistem.

Untuk poin ini, Zorin OS tidak ada bedanya dengan Ubuntu. Repositori aplikasinya masih menggunakan repositori Ubuntu. Misalnya pada Zorin OS versi 5.2 yang merupakan turunan dari Ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Reponya bersumber pada repo Natty Narwhal. Bahkan keterangan sistemnya juga jelas-jelas masih berupa Ubuntu 11.04 (lihat pada screenshot di bawah ini).

sistem zorin os

Hmm, kenapa tidak diubah saja ya menjadi Zorin OS? Kesannya, pengembang Zorin OS masih kurang berani keluar dari kotak atau membuat perbedaan yang tegas. Coba lihat Linux Mint yang jelas-jelas berani mengubah keterangan nama sistem atau nama kodenya.

Oya, untuk menginstal atau meremove aplikasi di Zorin OS, Anda bisa melakukannya melalui 3 cara, yaitu:

  1. Melalui ‘Ubuntu Software Center’.
  2. Melalui ‘Synaptic Package Manager’.
  3. Melalui ‘Update Manager’.

Ketiga utilitas tersebut sama persis dengan yang ada pada Ubuntu. Kalau untuk sekadar memperbarui sistem maupun daftar paket aplikasi, Anda bisa lakukan lewat Terminal saja. Begitu pula jika ingin mengupgrade versi semua aplikasi. Dengan sebaris perintah ‘sakti’ berupa sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade saja sudah terselesaikan.

Kustomisasi Lebih Lanjut melalui Compiz.

Zorin OS ini juga sudah dilengkapi dengan aplikasi ‘Compiz’ untuk mempercantik tampilan desktop Anda, terutama untuk memberi efek-efek menarik nan atraktif. Dijamin para pengguna Windows akan ‘ngiri’ melihatnya ^_^ Sayangnya, saya tidak bisa memanfaatkannya (berhubung ‘VGA card’ yang saya miliki tidak mendukung) :(

Pilih Mana, Zorin OS 5.2 atau 3.2 LTS?

Saya sengaja mengunduh dan memasang kedua versi terkini Zorin OS tersebut (agar bisa mengetahui perbedaan nyata antara keduanya). Hasilnya:

‘VLC Media Player’ pada Zorin OS 5.2 terkadang masih suka ‘hang’ saat memutar video tertentu. Ini tidak saya alami ketika menggunakan VLC bawaan Zorin OS 3.2 LTS. Begitu pula ‘Totem Movie Player’. Kasusnya sama (lebih stabil di Zorin OS 3.2 LTS).

‘RhythmBox’ menjadi aplikasi default pemutar audio di Zorin OS 3.2 LTS, sedangkan pada Zorin OS 5.2 sudah diganti dengan Banshe. Saya pribadi lebih menyukai ‘Banshe’ ketimbang ‘RhythmBox’

.

Jadi, jika ingin performa yang lebih stabil, lebih baik Anda pilih Zorin OS versi 3.2 LTS (yang notabene merupakan turunan dari Ubuntu 10.04 Lucid Lynx). Lagipula, masa dukungnya lebih lama, yakni sampai bulan April 2013. Sedangkan dukungan terhadap Zorin OS 5.2 lebih singkat, yaitu hingga Oktober 2012. Namun jika ingin yang lebih ‘up-to-date’, silakan pilih versi 5.2.

Dari sisi kernel, Zorin OS 3.2 menggunakan kernel 2.6.32 generic, sedangkan Zorin OS 5.2 menggunakan kernel Linux 2.6.38-12-generic. Mana yang terbaik? Sulit menjawabnya.

desktop

Kesimpulan

Zorin OS adalah distro Linux yang jelas-jelas diperuntukkan bagi pengguna pemula, tepatnya bagi mereka yang ingin mudah beradaptasi dengan Linux (setelah sekian lama terbiasa dengan Windows). Anda serius ingin pindah ke Linux dari Windows? Atau sekadar ingin lebih serius mencoba Linux? Zorin OS adalah pilihan yang tepat untuk itu (selain Linux Mint).

Dengan default aplikasi yang lumayan lengkap, tampilan menawan, keleluasaan kustomisasi, kemudahan instalasi paket-paket software, serta antarmuka yang sangat ramah dan mudah digunakan, rasanya distro ini akan menjadi pesaing Linux Mint untuk target pemula.

Lalu apa kekurangannya? Kalau menurut saya cuma masih tanggung saja dalam membuat pembedaan dengan Ubuntu sebagai induknya. Terutama dari sisi nama manajer paket dan nama sistemnya. Misalnya keterangan pada list menu di ‘boot-loader’ GRUB (yang jelas-jelas masih tertulis Ubuntu).

Sebagai penutup, Anda bisa melihat langsung demo desktop Zorin OS yang sengaja diduelkan dengan Windows 7 pada video berikut ini. Selamat menikmati.

Sudah ada 65 komentar untuk posting di atas. Mau nambahin? (atau silakan baca komentar terbaru dulu)

<a href=""></a> <abbr title=""></abbr> <blockquote></blockquote> <cite></cite> <code></code> <del datetime=""></del> <em></em> <q></q> <strong></strong>





  1. Taufik
    Firefox 8.0.1 | Windows XP

    Bagus masbro, saya ingin beralih ke open source, hanya masih banyak pakai program yang untuk windows, kalau pakai wine bisa kompatibel tidak yaa?

    terimakasih atas sarannya…

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux

    Taufik, tidak semua aplikasi Windows bisa berjalan sempurna di wine. Berdasarkan pengalaman saya, biasanya karena masalah library. Yang pernah sukses saya jalankan melalui Wine misalnya Macromedia Dreamweaver 8 dan Notepad ++. Kalau yang masih belum sempurna misalnya Visual Basic 6.0 (tidak bisa resize form di area aplikasinya). Kalau aplikasi di luar 3 itu, saya belum pernah nyoba install melalui Wine.

    Sebenarnya di Linux kan ada banyak aplikasi pengganti yang fungsinya sama. Kecuali untuk beberapa aplikasi tertentu yang memang masih sulit dicari pengganti setaranya.

    [Balas]

  2. Zuardin Sopyanto
    Firefox 10.0 | GNU/Linux

    patut dicoba,tapi masih setia dengan maverick,,:D

    [Balas]

  3. iwan
    Firefox 10.0 | Windows 7

    bang kenapa ane gak bisa connect internet di zorin 5.2 pake modem venus vt-18 evdo ane pake wvdial selalu error seperti ini:Scanning your serial ports for a modem.

    ttyS0: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
    ttyS0: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
    ttyS0: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
    Modem Port Scan: S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8
    Modem Port Scan: S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16
    Modem Port Scan: S17 S18 S19 S20 S21 S22 S23 S24
    Modem Port Scan: S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31

    Sorry, no modem was detected! Is it in use by another program?
    Did you configure it properly with setserial?

    Please read the FAQ at http://open.nit.ca/wiki/?WvDial

    If you still have problems, send mail to .

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux

    iwan, maaf sebelumnya, saya juga kurang tahu solusinya, soalnya saya belum pernah pakai wvdial. Modem saya sendiri tidak ada masalah. Sekali colok langsung terdeteksi dan tinggal isi settingan operator. Mungkin karena modem saya tergolong modem GSM.

    [Balas]

  4. chairul munajib
    Firefox 9.0.1 | Windows 7

    bang ada petunjuk instalasi gak buat dual boot zorin sama windows 7, pengen nyoba aja sih…

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux

    chairul munajib, kalau cara install Zorin OS sebenarnya sama saja dengan cara install Ubuntu. Misalnya kalau Zorin OS versi 5.2, instalasinya sama dengan Ubuntu 11.04

    Jadi, coba googling saja dengan kata kunci “dual boot ubuntu 11.04 windows 7″. Banyak kok tutorialnya.

    [Balas]

  5. mbambut182
    Google Chrome 16.0.912.63 | GNU/Linux

    whaa, yang komen jadi ketahuan pake OS apa :D
    saya juga kebetulan pakai vga sis :(.
    pernah coba pasang opensuse di vga sis belum mas?

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 16.0.912.75 | GNU/Linux

    mbambut182, pernah mas. Dan ternyata nggak perlu install VGA sis lagi. Resolusi monitornya langsung maksimal tuh.

    [Balas]

    mbambut182
    Google Chrome 16.0.912.63 | GNU/Linux

    iskandaria, waahh, nyoba yang versi berapa mas? saya coba live cd yang 11.4 sama 12.1 resolusi monitornya kok cm mentok 1024×768 ya? :(

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 16.0.912.75 | GNU/Linux

    mbambut182, versi 12.1 KDE. Waktu masuk ke Live CD-nya, kan ada pilihan resolusi di bagian bawah. Pilih aja yang paling besar. Dan pas udah saya install, resolusinya juga langsung maksimal (1280×800 sesuai resolusi asli laptop saya).

    Tapi ketika saya mengupdate GRUB milik distro berbasis Ubuntu/Debian yang juga saya install, ternyata resolusi openSUSE-nya malah balik lagi ke 1024×768. Aneh banget. Padahal saat masih booting melalui GRUB bawaan openSUSE, resolusi monitor di openSUSE masih maksimal.

    Btw, GRUB bawaan openSUSE KDE 12.1 ternyata masih menggunakan grub lama. Dan parahnya tidak menampilkan boot-loader untuk masuk ke distro lain yang menggunakan GRUB2. Kalaupun disetting agar bisa menampilkan, ternyata masih error pas masuk ke distro lain tersebut. Makanya saya menggunakan GRUB2 bawaan distro berbasis Ubuntu/Debian. Eh, pas masuk/booting ke openSUSE-nya, resolusi malah jadi nggak maksimal. Aneh banget.

    [Balas]

    mbambut182
    Google Chrome 16.0.912.63 | GNU/Linux

    iskandaria, jiaahh kok aneh sekali gitu mas. g konsisten resolusi monitor e. klo saya lebih suka yg pegang grub pclinuxos mas, ada fitur redo mbr. bs untuk ngreload klo ada grub yg g kedetek. meskipun msh pake grub 1/1.5 (bukan grub 2 pokok e, hehehe) tp bs ngreload distro yg sdh grub2 dengan catatan grub distro lain diinstall di partisi.
    oke besok tak coba cek lg livecd opensuse nya mas. thank you_

    [Balas]

    mbambut182
    Firefox 7.0.1 | GNU/Linux

    mbambut182, sudah pasang opensuse 12.1 mas. lumayan dpt resolusi 1280x768_

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux

    mbambut182, wah, kalau resolusi segitu sih sudah lumayan juga untuk laptop saya yang resolusi aslinya 1280×800. Sebenernya untuk VGA sis nggak selalu harus install driver lagi. Pada beberapa versi distro, kita cukup membuat konfigurasi file xorg.conf dari teks-mode (sebelum masuk ke desktop mode). Nah, nanti file xorg.conf-nya tinggal dikopi ke /etc/X11 dan sedikit diedit dengan menambahkan settingan sesuai resolusi yang diinginkan. Tapi untuk resolusi 1280×800, harus disetting menjadi 1280×768, soalnya kalau diset pakai 1280×800 malah melebar ke bawah. Aneh juga.

    [Balas]

  6. gadgetboi
    Firefox 8.0 | Ubuntu

    sudah pernah mencoba ZevenOS belum mas? ditunggu yah reviewnya :lol:

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 16.0.912.75 | GNU/Linux

    gadgetboi, belum pernah mas. Ini saya lagi nyobain salah satu distro yang cantik. Mudah-mudahan bisa saya review ntar lagi. Masih ngumpulin energi dulu buat nyiapin postingannya :lol:

    [Balas]

  7. Arief
    Firefox 8.0 | Windows XP

    Mas, Zorin OS bis ga ya diinstal Modem GSM (USB) soalnya dulu pernah oba pakai Garuda OS (turunan dari distro PCLinuxOS (varian Mandriva) yg sama2 pakai WINE hasilnya Aplikasi modem hanya bisa diinstal, tapi driver dan perangkatmodemnya sendiri tidak support.
    Mohon dibalas ya mas, sudah ga sabar pengen download nih..:)
    Trims.

    [Balas]

    iskandaria
    Opera 11.60 | Linux Mint

    Arief, kalau masalah modem USB, itu tergantung lagi pada merek modemnya mas. Ada yang sudah langsung bisa terdeteksi (misalnya modem Sierra 885) tanpa perlu install driver begitu ditancapkan. Tapi ada juga yang belum dan perlu install driver lagi. Jadi, saya tidak bisa memastikan. Semuanya harus melalui proses trial (mencoba dulu). Kalaupun nanti misalnya modemnya nggak terdeteksi, coba cari solusinya di google dengan kata kunci install driver modem bla-bla-bla (sesuai nama/mereknya) di Ubuntu 11.04 (karena Zorin OS, terutama versi 5.2 adalah turunan Ubuntu 11.04).

    [Balas]

    DistributorPulsa
    Google Chrome 15.0.874.106 | GNU/Linux

    iskandaria, ngikut nambah mas, kalau modem usb di ubuntu biasanya langsung kedetect, apalagi yang pakai Chipsets – Qualcomm. kalau tidak langsung ke detect biasanya karena modem juga berfungsi sebagai card reader. karena yang dikenali pertama adalah card readernya. solusinya harus di eject… bla…. bla… di google banyak kok.

    [Balas]

    gadgetboi
    Firefox 8.0 | Ubuntu

    Arief, distro indonesia yang paling bagus itu BlankON :D karena memang dikhususkan untuk hardware yang ada di Indonesia. USB modem hampir semua (baik yang modem maupun plus Card) kedetek karena memang itu tujuan BlankOn: memudahkan pengguna awam indonesia. coba deh BlankOn terbaru.

    [Balas]

  8. DistributorPulsa
    Google Chrome 15.0.874.106 | GNU/Linux

    saya nahan napas, baca komen dari atas samapai bawah.
    ane 4 tahun pake ngubuntu baru tahu kalo sudah melahirkan anak dan diberi nama zorin, mungkin karena saya lebih memperhatikan anak yang satunya, yang lahir di indonesia, si blankon.

    saya masuk ke web mas, ketika bertanya ke google tentang linux mint yang bikin kesel karena sering log out sendiri. {but, nggak apa2 lah tersesat yang penting dapat info yang bagus}. dan setelah baca2, kayaknya saya terprovokasi untuk mendownload zorin

    salam kenal mas,

    hamzah

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 16.0.912.63 | GNU/Linux

    DistributorPulsa, sebenarnya anak Ubuntu banyak banget malahan. Bukan cuma Zorin dan BlankOn. Makasih atas kesesatannya ke sini dan salam kenal kembali mas.

    [Balas]

  9. Nurul Imam
    Firefox 9.0.1 | GNU/Linux

    Bener Bener Windows Banget dah… Tapi kayaknya berat banget yah ? So Tampilannya Sevendddddd !

    [Balas]

    iskandaria
    Opera 11.60 | Linux Mint

    Nurul Imam, berat kalau di kompi yang agak jadul atau netbook kali ya. Kalau di kompi yang pakai RAM 2 GB dan prosesor core 2 duo sih ringan kok mas.

    [Balas]

  10. Rio Chikara
    Firefox 9.0 | Windows XP

    Ngecek software ini buat PC nih. Mau beli laptop tapi ga tau harga dan spesifikasi laptop yang murah

    [Balas]

  11. dhenycahyoe
    Firefox 8.0 | Ubuntu

    iskandaria, koneksi internet saya masih belum bisa diandalkan mas is, kemarin saja download linux mint 12 dvd hampir 3 jam, kayaknya saya masih betah dengan linux mint ini

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    dhenycahyoe, 1 GB dalam waktu hampir 3 jam itu sudah tergolong cepat mas kalau menurut saya. Oya, keterangan User-Agent nama OS yang tertangkap oleh plugin wp-useragent ternyata berupa Ubuntu. Aneh juga. Biasanya kalau kita browsing lewat Firefox di Linux Mint, maka keterangan nama OS-nya berupa GNU/Linux atau Linux Mint+ versinya.

    Saya juga sudah tes ketika browsing menggunakan Linux Mint 12 via Firefox dan Chromium. Ternyata nama OS yang terdeteksi oleh plugin wp-useragent adalah Ubuntu :) Nah, ketika saya tes pakai Opera, nama OS-nya baru berupa Linux Mint.

    [Balas]

  12. Miftakhudin
    Firefox 4.0 | Windows XP

    Baru dengar nih mas ZOrin OS, kalau mau makai nih OS download atau belinya dimana mas ?

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    Miftakhudin, link downloadnya ada di bagian akhir postingan ini mas (lengkap dengan link ke situs pengembangnya). Kalau mau beli CD/DVD-nya, saya agak sulit menemukan situs Indonesia yang menjualnya mas. Mungkin karena OS ini masih kurang populer.

    [Balas]

  13. farizalfa
    Firefox 3.6.8 | Windows XP

    OOT dikit mas.. mana bagus ini daripada UBUNTU??
    soalnya aku mau selingkuh dari UBUNTU..

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    farizalfa, tergantung dilihat dari sisi mana sih (kalau masalah bagus nggak bagus). Misalnya kalau dari sisi kelengkapan aplikasi default yang terinstal, jelas Zorin OS lebih baik karena lebih lengkap atau lebih siap pakai. Jika dari sisi kemudahan menggunakan navigasi, menurut saya Zorin OS lebih baik daripada Ubuntu. Tapi tampilan desktop Unity Ubuntu mungkin lebih indah.

    Namun Zorin OS lebih enak aja buat dikustomisasi atau diubah-ubah tampilannya, terutama tampilan menu utama atau ‘start-menu’-nya. Ada 15 tema pilihan di situ. Kelebihan lain Zorin OS yaitu jarang sekali muncul notifikasi update-nya. Nah, kalau Ubuntu biasanya cukup sering tuh (hampir tiap hari). Sebenarnya nggak masalah kalau kita punya koneksi dan bandwidth Internet yang lumayan bisa diandalkan.

    Tapi kalau mau lebih hemat kuota bandwidth, Zorin OS lebih baik dipilih (karena notifikasi update-nya tidak sesering Ubuntu).

    Akhirnya, cuma masalah selera dan kebutuhan aja sih. Plus kondisi koneksi Internet kita juga.

    [Balas]

  14. Outbound Malang
    Firefox 6.0.2 | Windows XP

    berkunjung sob..salam blogger
    sukses selalu ..:)

    [Balas]

  15. gadgetboi
    Opera 11.52 | Windows XP

    OTT yah mas … saya sekarang sudah males lagu jadi playboy distro linux :D … kepengen belajar pemograman (java/php/dsb) ada rekomendasi ebook atau situs untuk memulainya engga mas? …

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    gadgetboi, udah kenyang nih kayaknya makan Linux :D (mungkin udah agak neg juga kali ya). Kalau saya masih pengen terus nyicipin. Mungkin ada saatnya nanti saya berhenti juga. Pemrograman apa dulu nih? Kan banyak tuh. Mau yang berbasis Windows (kayak Visual Basic dan Delphi) atau yang lintas platform (kayak Java, C++, C#, PHP, JSP, dsb).

    [Balas]

  16. dhenycahyoe
    Chromium 17.0.950.0 | Ubuntu 11.10

    Wah baru dengar saya mas is kalau zorin OS, tetapi kayaknya perlu dicoba juga distro linux yg satu ini, Go..Go..Open Source,hehehe lebay ya :D

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    dhenycahyoe, perlu dicoba bagi yang penasaran dan kebetulan punya koneksi Internet yang bisa diandalkan saja Mas ^^

    [Balas]

  17. Dadang Herdiana
    Firefox 8.0.1 | Windows 7

    Maaf ni mas mau tanya, blm tau bnyak tentang linux jd mendasar.. hehe
    itu Zorin OS nya bisa dipasang kaya Ubuntu Desktop gk jd bisa di pasang di dlm OS windows?? kalo bisa, saya pngen minta link downloadnya, hehe coz saya blm baca semua artikel dari mas ia

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    Dadang Herdiana, kalau mau tampilan kayak Ubuntu, ya sebaiknya pakai Ubuntu saja Mas. Kalau pasang di dalam Windows, sebenarnya bisa (pakai bantuan aplikasi Wubi). Coba googling dengan keyword “menginstall ubuntu di dalam windows menggunakan wubi”. Banyak kok tutorialnya. Link donlotnya ada di akhir postingan di atas.

    [Balas]

    Dadang Herdiana
    Firefox 8.0.1 | Windows 7

    iskandaria, kalau Ubuntu 11.10 saya sudah pasang yg pke wubi, kalau yg zorin bisa gk mas kya yg pke wubi….??? :)

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    Dadang Herdiana, menurut saya bisa mas, soalnya Zorin ini adalah turunan dari Ubuntu. Bedanya cuma pada tampilan/navigasi dan default aplikasinya saja. Coba aja install Zorin OS ini melalui Wubi. Nanti pada list nama OS-nya, coba pilih Ubuntu 11.04 (jika Zorin-nya versi 5.2) atau pilih Ubuntu 10.04 (jika Zorin-nya versi 3.2 LTS). Saya belum nyoba sih, soalnya saya langsung install di partisi baru (bukan pada partisi Windows).

    [Balas]

  18. Sriyono Semarang
    Firefox 8.0 | Windows 7

    menyimak saja mas, belum begitu mudeng :)

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    Sriyono Semarang, kayaknya Linux masih terlalu bikin mumet yach bagi yg blm pernah nyobain..wkwkwk

    [Balas]

  19. die
    Firefox 9.0 | Windows 7 x64 Edition

    Kayaknya ini lebih cocok untuk saya :D

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    die, wah, Pak Aldy merendah nih kayaknya :)

    [Balas]

  20. Kaget
    Firefox 7.0.1 | GNU/Linux

    Sepertinya Zorin bukan hanya untuk pemula ya, orang seperti saya yang sering kesal dengan jaringan internet mungkin menjadi salah satu opsi disamping ribetnya dengan download ext dan plugin lainnya :)

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    Kaget, tapi file ISO Zorin ini 1 GB lho mas. Masalah download ekstensi/plugin, kalau pada Ubuntu biasanya tidak terlalu sulit sih, asalkan terkoneksi dengan Internet saja pas mutar file audio/video (biasanya akan muncul tombol download pluginnya secara otomatis).

    Tapi bagi pemula, tetap saja tidak siap pakai ya kalau begitu :)

    [Balas]

  21. @dhanz_ztya
    Firefox 3.6.24 | Windows 7

    Makin menggila saja nih distro2 linux.. makasih rekomendasinya mas Is..

    [Balas]

    iskandaria
    Firefox 8.0 | Ubuntu

    @dhanz_ztya, nggak pengen nyobain Linux mas?

    [Balas]

  22. gadgetboi
    Opera Mini 4.3.13337 | J2ME/MIDP Device

    saya lupa kalau ada linux yang sudah default menginstall GNOMENU favorit saya :D … tapi sayang sekali zorin masih menggunakan turunan ubuntu …. coba saja kalau turunannya mint pasti saya download …

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    gadgetboi, wah, yang suka ama GnoMenu..he..he..he.. Tapi GnoMenu emang asyik sih. APalagi yang ada di Zorin OS ini. Ada 15 tema/tampilan GnoMenu yang keren-keren dalam default menu kustomisasinya. Jadi, nggak cepat bosen deh, coz bisa kita gonta-ganti.

    Emangnya kenapa kalau turunan Ubuntu mas? Masalah pada reponya kah? Atau karena apa?

    [Balas]

    gadgetboi
    Opera 11.52 | Windows XP

    iskandaria, standard kaum fakir benwit :mrgreen: distro yang masih manut sama ubuntu biasanya update-nya TERLALU *rhoma style* sering :D … Linux Mint pengecualian .. soalnya mint akan memilih update yang paling stabil, jadi engga ada tuh update setiap hari … saya sangat terbantu sekali semenjak menggunakan linux mint :D

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    gadgetboi, oh, sudah saya duga alasannya :) (pura-pura nggak tau aja). Tapi Linux Mint kan ada dua versi juga. Satu turunan Ubuntu dan satu lagi turunan Debian. Kalau pengen yang jarang banget update-nya, pilih aja yang Debian based (LMDE). Ini pengalaman saya selama menggunakannya kurang lebih 2 bulan terakhir.

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    gadgetboi, oya, selama saya nyobain Zorin ini (sudah kira-kira seminggu), ternyata update-nya jarang banget kok mas. Boro-boro tiap hari, 2 atau 3 hari sekali aja belum tentu ada. Mungkin karena nggak pakai desktop Unity. Tapi ini baru seminggu pemakaian sih (dalam kondisi selalu online pas saya masuk ke distro ini). Masih perlu saya lihat lagi selama sebulan ke depan, apa memang benar jarang update atau malah kayak Ubuntu.

    [Balas]

  23. Cahya
    Opera 11.52 | Windows 7

    He he…, coba pakai Zorin Ultimate Mas Is, tapi saya belum ada duit buat beli paketnya :D.

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    Cahya, wah, berapa duit tuh yang Ultimate. Bayarnya pun kayaknya pakai Euro kalau nggak salah..he..he..

    [Balas]

    Cahya
    Opera 11.52 | Windows 7

    iskandaria, he he…, kayanya setara dengan Windows 7 Ultimate, tapi saya lupa berapa.

    Setidaknya Windows 7 masih bisa dinegosiasi harganya dengan kartu pelajar. Tapi ndak tahu nanti kalau sudah statusnya bukan pelajar lagi, aoa masih bisa dapat murah meriah :D.

    [Balas]

  24. ibnu ismadi
    Google Chrome 15.0.874.121 | Windows XP

    lebih baik download yang mana dulu ya mas is?

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    ibnu ismadi, maksudnya antara Zorin OS dan Linux Mint ya? Dari sisi ukuran file ISO-nya sih nggak jauh beda. Tapi Linux Mint sedikit lebih kecil ukurannya (beda 100 MB aja sih). Kalau dari segi kelengkapan aplikasi defaultnya hampir setara sih. Bedanya, Linux Mint dilengkapi 3 aplikasi pemutar video. Kalau Zorin OS cuma 2. Tapi Zorin OS sudah dilengkapi dengan GParted dan Ubuntu Tweak. Fungsinya sudah saya jelaskan di atas.

    Perbedaan lain, Linux Mint (versi 12) lebih ‘up to date’ karena merupakan turunan Ubuntu 11.10, sedangkan Zorin OS versi terbaru (5.2) diturunkan dari Ubuntu versi sebelumnya, yaitu 11.04

    Kalau dari segi kemudahan penggunaan untuk pemula, sama-sama mudah sih antara Linux Mint dengan Zorin OS. Dari sisi tampilan, juga sama-sama bagus antara keduanya. Tapi Zorin OS lebih enak dikustomisasi (diubah-ubah) tampilannya.

    Btw, sulit juga saya merekomendasikan yang mana dulu mau dicoba. Kalau pengen yang lebih ‘up to date’ sih, mas Ibnu bisa coba Linux Mint 12 dulu (cuma ada versi Live DVD-nya yang berukuran 1 GB dalam bentuk file ISO).

    [Balas]

    ibnu ismadi
    Google Chrome 15.0.874.121 | Windows XP

    iskandaria, syukron deh atas rekomendasi na.

    [Balas]

  25. ibnu ismadi
    Google Chrome 15.0.874.121 | Windows XP

    yap. kegunaan PlayOnLinux sebagai itu tho? makasih bos

    [Balas]

  26. Endy
    Google Chrome 15.0.874.121 | Windows 7

    bagus neh mas, buat pemula seperti saya..

    [Balas]

  27. ibnu ismadi
    Google Chrome 15.0.874.121 | Windows XP

    kalau begitu mending coba kedua2 ya mas is.
    mau tanya ne, apa tu PlayOnLinux?

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    ibnu ismadi, maksudnya coba Linux Mint dan Zorin OS ini ya mas? Kalau pengen tau kelebihan & kekurangan masing-masing, bagusnya memang coba keduanya aja. PlayOnLinux adalah aplikasi untuk menjalankan program/software yang berbasis Windows di Linux. Tapi saya belum pernah mencobanya sih. Yang pernah saya gunakan cuma Wine.

    [Balas]

    die
    Firefox 7.0.1 | GNU/Linux

    iskandaria, Menurut saya, PlayOnLinux lebih baik dari wine, bahkan saya berhasil mengistall Safari Browser dari ‘PoL’.

    [Balas]

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.121 | GNU/Linux

    die, kalau Safari, saya juga pernah berhasil menginstalnya melalui Wine Pak. Oh ya, tampilan PlayOnLinux sepertinya juga lebih ramah dan mudah digunakan. Desain GUI-nya cukup menarik.

    [Balas]

lompat ke kotak komentar ⇑

Blogroll :