Tren Boyband Girlband dan Demam K-POP di Indonesia
Mungkin sudah banyak yang tahu, bahwa tahun 2011 kemarin dan bahkan hingga saat tulisan ini diposting pun, dunia musik Indonesia sedang dilanda apa yang dikenal sebagai boyband dan girlband. Sebelumnya, rasanya kita semua setuju kalau “musik melayu” menjadi sebuah fenomena yang cukup mengherankan dan bahkan akhirnya juga menjadi sebuah tren. Sampai seorang Yovie Widiyanto (salah satu musisi ternama Indonesia) saja sempat dibuat jengah.
Pada akhirnya, perlahan namun pasti, “musik melayu” (ala ST 12, Wali, Kangen Band, Hijau Daun, D’Bagindas, Armada, dan sebangsanya) mulai tergerus oleh kehadiran boyband dan girlband yang mulai menjamur sejak pertengahan 2011 lalu. Itu ditandai dengan kemunculan grup Smash dan 7 Icons sebagai pelopor era kebangkitan Boyband dan Girlband di Indonesia. Tidak ada yang patut diperdebatkan dalam hal ini. Inilah sebuah siklus. Sebuah siklus biasanya identik dengan sebuah roda yang terus berputar. Akan ada masa-masa di mana sebuah genre musik akan muncul kembali ke permukaan dan digemari lagi.
Saya masih ingat betul, dulu sempat ada masa di mana musik rock berjaya di tanah air. Misalnya pada tahun 90-an (masa saya masih SD dan mulai menginjak bangku SMP). Waktu itu, cukup banyak grup musik rock tanah air yang meramaikan kancah musik domestik. Sebut saja mulai dari Slank, Dewa 19, Whizzkid, Sket, Elpamas, Kaisar, Lochness, Sahara, Voodoo, Power Metal, Power Slaves, SAS, Ucamp, Edane, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tambahin sendiri ya :)
Saya bahkan sempat memiliki kaset dari sebagian besar grup musik rock yang saya sebutkan di atas (punya abang saya sih sebenarnya, soalnya dia dulu doyan mengoleksi kaset dan juga suka ngeband). Lalu, saya juga masih ingat ketika muncul tren musik SKA, musik alternatif, dan musik rap atau hip-hop. Yang paling saya ingat yaitu album Pesta Alternatif dan Pesta Rap. Saya sendiri sempat mempunyai kasetnya.
Apakah semua itu adalah sebuah tren?
Tren? Kalau begitu, cuma sesaat dong? Ya. Sah-sah saja kalau kita anggap sebagai sebuah tren, tepatnya tren musik. Nah, bagaimana dengan tren boyband dan girlband di Indonesia yang sampai saat ini masih mewabah? Ya. Fenomena ini pun sesuatu yang sangat alamiah dan wajar. Sebenarnya ini bukan hal baru lagi. Dulu pun sempat ada masa di mana Boyband ataupun Girlband sangat digemari dan berjaya.
Saya bahkan sempat menggandrungi beberapa Boyband maupun Girlband yang dulu pernah populer. Umumnya dari barat. Di antaranya yaitu Backstreet Boys, Boyzone, N’Sync, hingga Westlife. Kalau Girlband, yang saya tahu dan suka cuma Spice Girls. Kalau yang berasal dari dalam negeri (Indonesia), dulu saya cukup menggemari Trio Libels, T-Five, ME, Ab Three, dan Bening. Nah, kalau sekarang? Jangan tertawakan saya kalau saya bilang saya suka Cherry Belle :) Lalu juga Six Starz. Tidak banyak sih yang saya sukai dari Indonesia, soalnya rata-rata masih mengandalkan satu lagu hits saja dan tidak semuanya juga saya sukai (kecuali ‘Cherry Belle’ yang sudah mengeluarkan beberapa buah hits dan rata-rata enak didengar buat saya).
Selain itu, ‘Cherry Bell’e juga punya konsep dan ciri khas yang menurut saya paling kuat di antara Girlband Indonesia lainnya. Packaging mereka juga sangat komplit. Kalau Boyband? Sejauh ini saya melihat baru ‘Smash’ yang sudah menelurkan hits lebih dari satu. Jadi, tidak hanya mengandalkan lagu yang itu-itu saja, sehingga penikmat musik tidak cepat bosan.
Tahun 2012, masih bisa bertahankah boyband dan girlband di kancah musik Indonesia?
Kalau saya amati, demam Boyband dan Girlband masih akan terus berlanjut di tahun 2012 ini. Setidaknya hingga pertengahan tahun. Dan bahkan mungkin akan terus bertahan hingga penghujung tahun 2012. Di tahun 2013 (tahun depan), prediksi saya akan muncul lagi tren musik baru, namun boyband-girlband tetap masih akan digemari, walaupun sudah tidak akan seheboh sebelumnya. Setelah itu, entahlah :)
K-POP dan Pengaruhnya pada Tren Boyband-Girlband di Indonesia
Perkembangan musik Korea dewasa ini cukup pesat dan bahkan sudah merambah ke dunia internasional. Saya sendiri akhirnya ikut terbawa pengaruh tersebut. Saat ini, saya sedang menggandrungi musik K-POP dari Korea. Ya. Saya tidak malu mengakuinya. Sebagai seorang penikmat & pencinta musik, saya butuh sesuatu yang baru atau fresh. Dan kebetulan musik K-POP (Korean Pop) cukup bisa memenuhi kebutuhan saya tersebut.
Semua ini juga dampak dari tren boyband-girlband yang belakangan ini sedang mewabah di Indonesia. Tak bisa dipungkiri lagi kalau mayoritas boyband-girlband yang ada di Indonesia saat ini berkiblat ke musik Korea, terutama K-POP. Mulai dari gaya tarian (koreografi), gaya busana, hingga bahasa tubuh saat bernyanyi, walaupun tidak 100 % meniru.
Sebenarnya K-POP sudah mulai berkembang pesat sejak beberapa tahun sebelum tahun 2011 lalu. Saya sendiri tergolong agak telat mengikuti perkembangan musik pop Korea tersebut. Awalnya saya hanya penasaran dengan sebuah polling di salah satu situs entertainment ternama Indonesia. Polling tersebut memuat pertanyaan tentang manakah yang lebih disukai/difavoritkan antara Girlband SNSD atau Wonder Girls (yang kebetulan sama-sama akan merilis album baru mereka di saat hampir bersamaan).
Nah, dari situlah, pencarian atau rasa penasaran saya terhadap musik K-POP mulai berawal. Saya pun mulai melakukan searching lagu-lagu kedua girlband tersebut di Youtube, terutama dari grup SNSD (Girl’s Generation). Dan ternyata, saya mulai menyukai lagu-lagu mereka ^_^ Asyik juga buat didengerin dan juga ditonton :)
Dari situ, mulailah pengembaraan saya dalam memburu dan mengoleksi video-video klip lagu dari SNSD dan akhirnya ke sejumlah Girlband Korea lainnya (seperti KARA, MISS A, APINK, hingga SISTAR). Kalau boyband Korea sih cuma Super Junior saja yang saya koleksi lagu-lagunya, soalnya saya tidak begitu suka Boyband Korea. Sukanya cuma Girlband mereka. Abisnya cantik-cantik sih…wkwkwwk (tapi lagu-lagunya juga banyak yang saya sukai). Jadi, bukan cuma suka penyanyinya.
Pengaruh Positif Tren Boyband-Girlband dan K-POP bagi Dunia Musik Indonesia
Segala sesuatu pasti ada sisi positif negatifnya. Begitu pula tren musik yang mulai mewabah sejak pertengahan tahun 2011 lalu di Indonesia. Dalam hal ini, saya sangat sependapat dengan opini dari Igor Saykoji, yang menilai bahwa musik K-Pop telah membawa perubahan kecenderungan musik di Indonesia, dari yang sebelumnya rada ‘mellow’ dan ‘mendayu-dayu’ (musik melayu ala Malaysia), menjadi lebih up-beat.
Ya. Musik K-POP sebagai kiblat tren boyband-girlband di Indonesia memang terkenal agak up-beat atau bertempo tinggi. Rata-rata berirama pop-dance. Kuping saya sendiri tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan musik-musik K-POP dari Korea. Sebab pada dasarnya, saya suka musik pop-dance. Musik K-POP juga punya rentang nada dan irama yang bagi kebanyakan telinga orang Indonesia mungkin kurang familiar. Tapi justru di situlah letak kelebihannya. Ia kaya akan part dan dinamika nada/irama, sehingga tidak cepat bosan pula untuk dinikmati (walaupun mungkin butuh waktu agak lama untuk bisa menangkap feel-nya).

Di sisi lain, musik K-POP dan tren boyband-girlband juga memberi warna baru di atmosfir musik Indonesia. Mungkin banyak penikmat musik sudah agak jenuh dengan penampilan grup band maupun penyanyi solo. Nah, ketika hadir fenomena baru berupa grup vokal yang bernyanyi sambil menari, tentu saja ini memberi sebuah suguhan baru. Penikmat tak lagi hanya disuguhi seni suara, namun dalam waktu yang sama juga disajikan seni tari. Ini tentu saja menarik, walaupun bagi sebagian orang mungkin agak aneh dan kurang begitu suka.
Pada akhirnya, yang berbicara adalah kualitas dan seleksi alam. Tidak ada yang abadi di dunia musik, kecuali mereka yang benar-benar mampu terus berkarya dan kreatif. Begitu pula tren boyband-girlband. Belajar dari sejumlah grup K-POP Korea yang jelas-jelas menjual kualitas suara dan sekaligus koreografi, maka sudah selayaknyalah para boyband-girlband Indonesia meneladaninya. Jika perlu, ciptakan ciri khas boyband-girlband Indonesia sendiri dan lebih bagus lagi kalau bisa go internasional. Semoga.
Apa pendapat Anda sendiri mengenai tren boyband-girlband di Indonesia? Silakan berkomentar di kotak komentar.
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS



Google Chrome 7.0.517.44 | Windows 7
Saya setuju banget nih dengan pendapat Anda. Coba tetap berpikir objektif, positif, dan terbuka ngadepin hal-hal, sekalipun kita tidak suka…
Saya punya pendapat menanggapi postingan anda, tapi ga mungkin saya tumpahin di sini soalnya kepanjangan. Jadi, saya tumpahin di sini deh, http://nebukadian-writing.blogspot.com/2012/04/komentar-saya-devi-wenda-keluar-dari.html
Btw, thanks buat opininya. Mantab banget…
[Balas]
Google Chrome 18.0.1025.162 | GNU/Linux
Nebukadian, terima kasih atas apresiasinya. Salam kenal saja. Saya akan segera membaca ulasan Anda.
[Balas]
Firefox 11.0 | Windows 7
Kalau menurut saya sih memang benar apa yang anda katakan bahwa GB/BB yang ada indonesia cuma musiman…hehehe
Kemungkinan cuma ada satu atau dualah BB/GB yang masih akan bertahan setidaknya untuk 1 thn kedepan selama mereka menunjukkan kualitas yang baik dari segi vokal maupun dance dan mampu bersaing dengan BB/GB yang lainnya.
Menurut pengamatan saya kemungkinan untuk boyband yang akan bertahan agak lama adalah SM*SH karena mereka pelopornya BB/GB yang ada di indonesia…
Sedangkan untuk girlband kemungkinan saya memprediksi Cherrybelle akan bertahan agak lama karena mereka mempunyai kelebihan dan karakter yang tidak dipunyai para GB lain dan juga mempunyai fanbase yang banyak…
Sekian pendapat dari saya terima kasih.
[Balas]
CoolNovo 2.0.2.26 | Windows 7
wah, sepertinya musik di indonesia selalu hanya sebatas tren. padahal hakekat sebuah musik bukanlah karena tren, tapi karena dorongan ekspresi diri sebagaimana hakekat seni itu sendiri. tiap seniman, termasuk musisi haruslah memiliki khas sendiri yang membedakan dirinya dengan musisi lain, dan itulah yang membuat pemusik2 zaman dahulu lebih bisa eksis di jagad musik tanah air tanpa terpengaruh tren daripada pemusik2 zaman sekarang.
Semoga hal ini bisa diresapi oleh para pemusik indonesia. amin.
[Balas]
Safari 5.0.5 | Mac OS X 10.6.8
saya sangat setuju dengan pendapat anda bahwa dengan munculnya boyband serta girlband di Indonesia memang membuat perindustrian musik di indonesia maju dan berkembang akan tetapi boyband dan girlband Indonesia cenderung mencontoh budaya musik lain dalam hal ini K-pop yang berasal dari Korea. Hal tersebut membuat perindustrian musik yang ada di Indonesia menjadi cenderung kurang kreatif karena mereka hanya menjiplak dan tidak bisa menciptakan lagu sendiri. bukan hanya itu saja mereka pun masih membeli lagu dari musisi lain. Belum lagi kalau mereka pentas di panggung secara live, mereka bernyanyi bukan secara live akan tetapi lipsync maupun playback, hal tersebut sangat memalukan industri musik. Boyband dan girlband pun cenderung hanya mencari popularitas dengan modal ketampanan maupun kecantikan yang dimilikinya akan tetapi kemampuan serta bakat tidak di tonjolkan, lama kelamaan boyband dan girlband tidak akan bertahan lama layaknya band-band lain yang ada Indonesia pasalnya mereka sudah bisa menciptakan lagu sendiri dan sudah berkembang sedangkan boyband dan girlband akan hilang pada waktunya.
[Balas]
Google Chrome 11.0.696.14 | Windows 7
Mungkin K-pop cuma bertahan di tahun 2012 ini,,kalau 2013 yg akan dominan adalah I-POP :)
[Balas]
Chromium 17.0.963.79 | Ubuntu 11.10
Abed Saragih, kalau K POP sih saya yakin masih akan terus eksis. Yang akan menurun mungkin tren boy-girband di Indonesia aja. Kalau di dunia dan di Korea, K POP masih akan terus eksis karena mereka punya kualitas.
[Balas]
Firefox 10.0.2 | Windows XP
I like I-POP
I love I-POP
I like K-POP
I love K-POP
I LIKE IT !!!!!!!!!!!
[Balas]
Firefox 11.0 | Windows XP
Wihiii…lengkap amat mas pembahasannya :D
Yang jelas buat saya sih, Boyband/Girlband Korea itu lebih matang dari Boyband/Girlband di Indonesia.
Persiapannya aja bertahun2, ada latihannya sendiri.
Beda dengan disini, asal ada temen walau suara pas2an dan modal berani, ya udah langsung nyanyi :D
Emang sih gak semua, tapi rata2 :D
Tapi lagi2 seleksi alam emang berlaku :)
[Balas]
Google Chrome 17.0.963.79 | GNU/Linux
Zippy, betul banget mas. Itulah kenapa boyband dan girlband Korea rata-rata lebih berkualitas daripada punya kita. Mereka benar-benar lahir dari sebuah proses. Nggak kayak kita yang serba instan. Keliatan banget pas manggung secara live dan tanpa lipsing. Kita rata-rata jelek bin ancur kalau nggak lipsing.
[Balas]
Opera 10.10 | Unknown
menurut gue ch gan, boy band girl band indonesia.. bgus 2 Nz keren kren abiszz !!.. guuwwe tuh suka bnget, apa lg tuh cheribelle , mreka tuh menurut q yg pling kreatif andz punya ciri khas, buat girl band and boy bands indonesia maju terus, end moga aj ada yg bisa go international,,(~_~)
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | Windows XP
Ini semua nggak lebih dari strategi marketing bisnis hiburan saja. Nanti juga bakalan hilang dengan sendirinya. Ingat, masyarakat Indonesia itu pelupa. Kasus yang bulan kemarin ramai dibahas sekarang sudah nggak ingat.
Kelompok vokal favorit saya tetap nggak berubah: Srimulat.
[Balas]
Opera 11.61 | Linux Mint
Agus Siswoyo, wah, ternyata Srimulat bisa nyanyi juga ya kalau gitu..wkwkwk
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | Windows 7
Waduh, saya ga begitu demen boyband mas, tapi kalo girlband hehehe demen beraat! Meski banyak yg beranggapan miring dengan keberadaan mereka, tapi saya sependapat dengan Uya Kuya yg mengatakan bahwa ini adalah industri/bisnis. Dan maju/mundurnya suatu bisnis adalah apa kata pasar. Kalau pasar banyak permintaan ya kenapa nggak?
Ngga peduli lypsinc atau gimana, lha buktinya banyak yg suka kok. Bisnis jalan terus deh :D
Hidup Cherry Belle! #eh :D
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
Darin, hehehe. Setuju dengan pendapat mas Darin di atas. Ya, zaman sekarang, musik cenderung menjadi sebuah industri. Apa yang kira-kira bisa dijual dan laku, pasti akan banyak yang melakukannya. Soal lipsing yang tetap disukai, mungkin karena ketutup oleh performa dan penampilan para anggota boy-grilbandnya Mas. Plus karena musiknya juga kali ya, sehingga penonton nggak begitu merasa bermasalah atau sebel.
Kalau dalam industri musik itu, bagi saya ada beberapa bagian yang bisa saling menutupi atau melengkapi. Pertama ya suara dulu. Kedua, penampilan fisik sang penyanyi. Ketiga, cara ia menyanyikan/membawakan lagunya. Keempat, aransemen musiknya. Dan kelima, harmonisasi nada/irama antar part lagu dan juga liriknya.
Kalau satu poin ada sedikit kekurangan, itu bisa disiasati dengan memaksimalkan poin lainnya. Kalau semuanya sempurna, tentu saja akan lebih baik dan itu bisa menyebabkan sang penyanyinya sukses besar. Nah, kalau pada boy/girlband, saya melihat yang lebih dijual/lebih dioptimalkan yaitu pada poin selain faktor suaranya.
Ini sah-sah saja dalam industri musik. Toh, yang penting pendengar atau konsumen bisa tetap suka.
Eh, hidup juga buat Cherry Belle ^-^
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | Windows 7
Seperti ini kumpulan artikel ya?
Melihat layout dan warna latarnya saya anggap ada 5 artikel berbeda dalam satu posting ini. :)
BTW. Boyband favorit saya masih sama dengan yang dulu. Guns N Roses. \m/
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
Jeprie, awalnya pengen saya pecah dalam beberapa postingan sih Mas. Tapi rasanya nanggung aja. Jadi ya saya gabungkan saja. Kebetulan antara satu sub judul/sub topik dengan lainnya masih ada saling keterkaitan. Jadi, masih ada alur logisnya :)
Wah, kalau Guns N Roses itu salah satu grup rock legendaris sepanjang masa versi saya. Tapi rasanya mereka kurang layak disebut sebagai boyband, soalnya mereka tidak menari saat perform. Anggota mereka juga sambil main alat musik. Nah, kalau yang disebut sebagai boyband itu kan yang menyanyi sambil menari dan juga tidak ada anggotanya yang memainkan musik :)
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | Windows 7
iskandaria, Boyband itu mereka yang menutupi kelemahan vokalnya dengan menari dan tampang keren ya pak? :)
Grup begitu yang menurut saya bagus itu cuma Boyzone dan Wet Wet Wet. Tapi, saya ga begitu tahu apakah mereka masuk Boyband juga.
[Balas]
Google Chrome 17.0.963.46 | GNU/Linux
Jeprie, Boyzone itu masuk kategori boyband kok Pak. Dulu saya juga cukup menyukai lagu-lagu mereka. Soal menutupi kelemahan, ya begitulah, walaupun tidak semua boy/girlband itu punya suara pas-pasan. Ada juga kok yang para personelnya memang benar-benar “bisa nyanyi” dan basicnya memang penyanyi.
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | Windows XP
Entah mengapa saya cenderung kurang suka (bukan berarti benci yaaa) dengan Boyband-Girlband yang ada saat ini, padahal tadinya penggemar Boyband-Girlband macam Trio Libels, AB Three, Tofu, Backstreet Boys, Boyzone, Westlife, New Kids On The Block dll, sampai sekarang juga masih suka mengenang lagu2nya.
Tapi untuk Boyband-Girlband yg sekarang macam Smash, 7Icon, Cherry Belle, XO IX dll, entah mengapa saya cenderung kurang suka, malah kalau lagi nonton TV ada Boyband-Girlband tsb langsung saya ganti chanelnya hiii..hiii.. (kejam), apa karena umur saya sudah kepala 4 yaaa tapi nyatanya kok masih suka lagu2 AB Three, Tofu, Backstreet Boys, Boyzone, Westlife, New Kids On The Block heeee … atau apa karena tadinya penggemar musik yg berat dan keras, veavy metal sampai undeground semacam GNR, Metallica, Iron Maiden sampai Spultura? tapi gak juga karena saya juga suka musik2 yg lembut, musik klasik, jazz, blues sampai keroncong dll.
Tapi walau umur sudah kepala 4 saya suka juga band2 tanah air saat ini macam Slank, Gigi, Kotak, Lyla, D’masiv, Armada, dll kecuali Kangen Band dari dulu gak suka heeee ….
Bens Leo sudah memprediksi tren Boyband-Girlband tersebut tidak akan bertahan lama, karena semuanya seragam, baik dalam lagu, musik maupun dance. Menurut Bens Leo, kekurangan yang paling fatal dari boy dan girlband adalah mereka tak bisa mencipta lagu, mereka tidak kreatif, itu yang membuat boy dan girlband tak akan mampu bertahan lama di panggung musik Indonesia.
Boyband-Girlband menjadi legend? sepertinya saya masih ragu, karena yg ada saat ini lebih karena tren industri musik yang sangat2 terbantu oleh kemajuan dan kecanggihan teknologi, mungkin beda banget kualitasnya jika dibandingkan dg AB Three Elfa’s Singer dll, terkecuali mereka terus mengasah kemampuan vokal, musikalitas, bisa mencipta lagu (tidak sekedar nyanyi doang) dll seperti pendapat Bens Leo di atas baru mungkin bisa bertahan lama dan tidak menutup kemungkinan malah bisa jadi legend
[Balas]
Firefox 4.0.1 | Windows XP
Alwi, Setuju mas bro, saya rasa kalau belajarnya dari sekarang pun juga sama saja, lihat saja Idol-idol yang dikarantina itu hanya beberapa saja yang kualitasnya bisa bertambah bagus. Melirik penyanyi yang sekarang sudah top hits, mereka belajar & mengasah kemampuan mereka sejak masih kecil.
Menurut saya Boyband-Girlband itu hanya jual tarian sama tampang saja Mas Is. :)
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
agung, kalau dianggap cuma jual tampang dan tarian aja, nggak semuanya sih kalau saya lihat Mas. Ada juga yang tetap punya kualitas suara yang bagus, walaupun itu tetap melalui proses. Contohnya aja beberapa grup K-POP dari Korea dan juga dari Barat. Walau saya cuma mendengar file MP3 mereka, tetap aja saya suka. Itu artinya, mereka mampu menyampaikan feel dari lagu tersebut. Kalau yang dari Indonesia, untuk masa sekarang memang masih agak sulit mencari yang benar-benar punya kualitas vokal bagus. Tapi saya masih tetap bisa terhibur oleh performa mereka. Tarian dan tampang mereka cukup bisa menutupi kekurangan dari sisi vokal itu :) Asalkan nyanyinya nggak kedodoran dan bisa menyampaikan feel dari lagu aja, bagi saya udah cukup baik.
Segalanya kan pasti punya konsep. Kalau boy/girlband sekarang, konsep yang dijual memang cenderung ke tarian dan tampang. Plus aransemen musiknya. Sedangkan vokal agak sedikit dikesampingkan.
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
Alwi, sebelumnya terima kasih banyak sudah melengkapi postingan ini dengan sangat baik Mas. Pada dasarnya, saya juga sangat setuju dengan pendapat Om Bens Leo tersebut. Kuncinya memang di kualitas vokal dan kreativitas. Dan juga kualitas tarian mereka sendiri (kalau tambahan dari saya). Kalau punya suara/teknik bernyanyi yang baik dan diiringi dengan konsisten mengeluarkan hits, plus juga dengan kemampuan dancing yang makin matang, bukan mustahil boy/girlband Indonesia bisa lebih bertahan lama.
Setidaknya seperti sejumlah boy/girlband Korea yang saya lihat memang berkualitas dan punya sesuatu. Bahkan untuk bisa menembus pasar dunia. Mengapa beberapa boy/girlband Korea bisa menembus pasar dunia? Kalau saya lihat sih karena mereka memang benar-benar digarap/ditempa secara matang. Contohnya aja grup SNSD yang punya banyak sekali fans, baik itu di Asia Timur, Asia Tenggara, maupun di Eropa. Bahkan sudah menembus pasar Amerika. Mereka bahkan sudah melakukan tour konser di sejumlah negara di luar Korea. Mereka juga bukan girlband dadakan, tapi sudah sejak beberapa tahun lalu dan sampai saat ini masih tetap populer atau berkarya.
Jadi, biarpun tidak bisa mencipta lagu, asalkan pihak manajemen bisa memberi dukungan maksimal, saya rasa boy/girlband tetap bisa bertahan agak lama.
Kalau Mas Alwi kurang suka dengan boy/girlband yang ada sekarang, bisa jadi karena kualitas mereka yang kurang dan juga karena lagu-lagunya yang kurang cocok dengan selera/kuping mas Alwi. Yach, saya sendiri hanya menyukai girlband/boyband tertentu aja. Memang tidak bisa dipungkiri, kalau rata-rata terbantu oleh kemajuan teknologi di industri musik sekarang. Jadinya, mereka terkesan tidak terlalu memaksimalkan sisi vokal atau suara. Buktinya bisa dilihat saat penampilan live mereka di atas panggung.
Tapi saya tetap salut kepada beberapa boy/girlband Indonesia sekarang yang bisa tetap menjaga ‘pitc’ vokal mereka saat tampil secara live, walaupun mereka sambil menari saat bernyanyi. Itu bukan perkara mudah lho Mas :) Saya lihat ada beberapa/sebagian yang tidak kedodoran vokalnya dan koreagrafinya juga tetap enak dilihat. Penyanyi yang sudah berpengalaman saja kadang masih suka ‘ngos-ngosan’ kalau nyanyi sambil nari.
Btw, saya juga mantan penggila musik cadas (rock maupun underground). Mau grup apa? Sebut aja, saya pasti kenal atau pernah mendengar lagu-lagunya :) Tapi saya tetap fleksibel juga. Ada masanya saya menyukai/menggilai musik tertentu. Kalau sekarang, kebetulan lagi suka K-POP dan juga J-POP (Japanese Pop). Dan mungkin juga karena saya pada dasarnya suka dengan seni tari, maka saya cenderung menyukai penampilan boy/girlband (yang bernyanyi sambil nari). Asal nyanyinya nggak ngasal dan tarian plus lagunya memang bagus aja sih.
[Balas]
Firefox 8.0 | Windows XP
Semoga saja tren boyband dan girlband di negeri kita ini bukan merupakan sebagai bentuk ikut2an.
kalau memang ini sebagai ajang ikut2an, hmmm… dunia musik Indonesia bisa2 terbawa arus yang deras nie. Tak tahu arahnya kemana
Terima kasih atas postingannya, sangat informatif
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | Windows 7
kalo di sekolah saya, cuma cewek2 aja yang suka ginian mas,, kalo cowok suka yang kayak ginian biasanya dibilang homo,, (*ngiri mungkin).. wkwkwk..
yah, namanya juga zaman, pasti suatu saat tren seperti ini akan hilang juga digantikan dengan tren yang lain mas..
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
Dery, ada juga yang bilang boyband itu banci..hehe. Tapi nggak juga sih, soalnya tarian ala Boyband kan nggak kayak tarian cewek. Jadi, pasti dibuat macho-lah gerakannya. Menari kan nggak selalu identik dengan cewek atau feminim.
[Balas]
Firefox 11.0 | Windows 7
Jujur saja kalo saya kurang minat dengan girlband [apalagi boyband] Indonesia. Yang korea juga gak suka, entah mengapa mungkin ya emank kurang suka aja. Padahal dulu suka lagu-lagunya westlife, hahaha :D
Sekarang ini yang lagi suka tuh AKB48 yang jepang tuh, seneng kalo ngliat vidio klipnya ma denger lagunya. Kalo yang JKT48 belum begitu mengikuti.
Tapi tu kalo sebanyak itu termasuk girlband apa paduan suara yah? upppss….. :D
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
zholieh, wah, kalau AKB48 saya juga suka tuh, terutama lagu ‘Heavy Rotation’ (yang jadi soundtrack salah satu iklan minuman ion dari Jepang). Kalo yang JKT48 saya baru liat video mereka di Youtube. Yach, bisa dibilang girlband juga sih, soalnya mereka nyanyi sambil nari. Kalau paduan suara kan biasanya nggak nari.
[Balas]
Google Chrome 12.0.733.0 | Windows 7
iskandaria, vidio klipnya AKB48 kayaknya gak bisa beredar di Indonesia mas, lha wong secara vidio klipnya gitu sih tapi aq suka hahaha [wajar, cowok normal]. Aq juga paling suka yang heavy rotation, gemes ngliat ‘kucing jadiannya’ hahaha :D
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
zholieh, hahahahaaaa. Setuju banget. Tos dulu kalau gitu!
[Balas]
Firefox 11.0 | Windows 7
iskandaria, Tossss mas :D
[Balas]
Google Chrome 13.0.767.1 | Windows 7
Adakah boyband girlband Indonesia yg akan melegenda? bukan hanya mengikuti tren saja =)
Menurut saya ini salah satu cara untuk mengembangkan industri musik di Indonesia.
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
Riky Rizkiyana, saya juga berharap ada boy/grilband Indonesia yang bisa melegenda. Misalnya kayak Trio Libels dan AB Three. Kalau untuk yang zaman sekarang, saya lihat Smash dan Cherry Belle punya potensi untuk itu, walaupun masih harus banyak berlatih dan belajar.
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | Windows XP
waktu muncul 7icons saya masih g suka dengan Girlband (nyanyi kok satu RT), tapi setelah muncul Cherry belle jadi sering mengikuti deh soalnya manis2 personelnya.
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
ajurna, selain manis-manis, mereka juga tampak lebih ‘girly’ dan lebih punya konsep plus ciri khas yang kuat. Makanya saya nggak heran kalau Cherry Belle bisa dengan cepat disukai dan masuk nominasi di sejumlah ajang penghargaan musik tanah air. Bahkan sempat jadi Girlband terfavorit di ajang Inbox (mengalahkan senior mereka, 7 icons).
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | Windows 7
ajurna, Wakakaka! satu RT hahaha :D
[Balas]
Firefox 10.0 | Ubuntu
Darin, itu mah belum seberapa mas jumlahnya. Kalau mas Darin penasaran, coba lihat-lihat videonya AKB 48 :)
[Balas]
Firefox 4.0.1 | Windows XP
Saya sendiri dan beberapa teman yang suka bermain bola terkadang membuat status di facebook, salah satunya “Katy Perry is amaizing!!!(sambil nge-share videonya), Masak iya sih saya suka Sma*h dkk. wkwkwkwkwk”. :lol:
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
agung, kalau nggak suka smash atau boyband sih masih wajar (mengingat mas Agung berjenis kelamin laki-laki). Tapi masa’ sih juga nggak suka Girlband?
[Balas]
Google Chrome 18.0.972.0 | openSUSE
iskandaria, Tentu saja saya suka paras cantik mereka Mas Is tapi dari segi kualitas musik/suara hanya pas-pasan & aksi’lipsing’ mereka dipanggung nggak banget (IMO). Saya lebih menyukai penyanyi dengan membawa alat musiknya, apalagi penyanyinya pegang gitar-top abis deh. Avril, Katy Perry, Bruno Mars, D’Cinnamons :).
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
agung, kalau soal ‘lipsing’ memang sudah umum diketahui sih. Tapi nggak semuanya juga kok. ‘Lipsing’ biasanya hanya pada performa di awal-awal pentas live mereka. Setelah itu, biasanya nggak ‘lipsing’ lagi. Beberapa boy/girlband yang sudah relatif terkenal seperti Smash, 7 Icons, dan Cherry Belle saya lihat sudah tidak ‘lipsing’ lagi ketika mentas. Begitu pula yang dari Korea. Biasanya mereka ‘lipsing’ cuma di masa-masa mereka belum begitu terkenal. Wajar juga sih, mengingat mungkin pertimbangan untuk menghindari resiko performa buruk akibat belum terbiasa bernyanyi sambil menari (takut ‘pitch’ vokal mereka kedodoran/goyang).
Masalah kualitas suara, memang ada sebagian yang masih pas-pasan. Tapi masih wajar, mengingat lagunya juga tidak membutuhkan teknik vokal yang begitu rumit. Jadi, tingkat kesulitan lagunya juga tidak begitu tinggi. Lagipula, bernyanyi sambil menari juga bukan perkara mudah sih. Seringkali malah jadi ‘ngos-ngosan’. Ini juga ada kaitannya dengan alasan ‘lipsing’ pada sebagian aksi panggung mereka. Terutama di tahap-tahap awal promo. Namun kalau bagi saya, tidak semua lagu harus dinyanyikan dengan kualitas atau teknik vokal yang mumpuni. Kadang atau tak jarang, bernyanyi terlalu ‘technical’ malah bisa merusak lagu dan jadi tidak enak didengar. Oleh sebab itu, saya maklum jika kebanyakan girlband bernyanyi secara biasa saja. Yang penting tidak goyang/kedodoran dan bisa menyampaikan feel dari lagu tersebut.
Kalau saya, entah kenapa kurang begitu suka liat penyanyi cewek nyanyi sambil main gitar. Rasanya kurang girly aja :) Nah, kalau yang sambil nari saya lebih suka karena tampak ‘lebih cewek’ aja. Misalnya girlband dan para penyanyi solo kayak Beyonce, Shakira, Jennifer Lopez, Ciara, dan sebagainya. Mungkin ini cuma masalah selera aja sih.
[Balas]
Google Chrome 18.0.972.0 | openSUSE
iskandaria, [OOT] komentar Mas Cahya tadi kemana Mas Is? Kok menghilang, hayoo…? :lol:
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
agung, memang sengaja saya hapus, soalnya di luar topik sama sekali (termasuk komentar reply dari saya). Tapi kalau mau dilanjutkan di postingan sebelumnya, silakan saja, mumpung topiknya berkaitan dan silakan juga kalau dirasa masih ada yang mengganjal, mari kita diskusikan lebih lanjut di postingan sebelumnya :)
[Balas]
Firefox 9.0.1 | Windows 7
Saya mah jg suka atuh Cherry Belle, geulis2 mulus2… lainnya gak tahu, mungkin 7icon saja… Kurang mengikuti soalnya…
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
dHaNy, tos dulu kalau gitu Mas. Kalau di Cherry Belle, lebih suka ama personel yang mana Mas? (kalo saya boleh tau)…heheheh
[Balas]
Firefox 9.0.1 | Windows XP
Masih bisa bertahan mungkin, Mas. Kemarin salah satu girlband jadi sampul majalah Bob*. Tapi tidak tau itu sampul beneran atau ulas Kaskuser yang pinter sotoshop. :)
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
febriosw, majalah Bobo kah maksudnya Mas? Kalau iya, lucu juga, soalnya itu kan majalah anak-anak :)
[Balas]
Firefox 4.0.1 | Windows 7
klo mo eksis ya harus latihaaaan terus, baik vocal maupun koreografi, sperti agnes monica, terlebih lagi chrisye, walau sudah ngetop masih berlatih vocal 12 jam sehari sebagai bentuk dedikasinya di dunia tarik suara, dan tentu saja kolaborasi dengan yang bisa buat lagu bagus, klo nggak bisa tetap kreatif yaaaah, numpang lewat dengan satu lagu atau satu album sajalah… lumayan… :)
[Balas]
Google Chrome 16.0.912.77 | GNU/Linux
Sriyono Semarang, setuju banget Mas!
[Balas]
Firefox 10.0 | Windows XP
Mungkin sekarang ini boyband sama girlband indonesia masih berkiblat sama korea, tapi semoga aja akan punya corak tersendiri khas boy & girlband indonesia itu sendiri.
Ternyata diam2 mas is penggemar cherybelle :p Iya sih mereka ngga cuma punya satu hits sehingga pendengar ngga bosan.
[Balas]