Tentang Wacana Mengambang dan Terlalu Normatif dalam Mengemukakan Gagasan

wacana-normatifWacana mengambang dalam pemahaman saya ialah paparan gagasan/ide yang masih kurang mengkristal. Bisa pula dianggap masih kurang konkret (jika tidak mau dikatakan tidak jelas). Saya sendiri mengakui terkadang masih terjebak pada kondisi demikian. Jadi, tulisan ini tidak bermaksud menggurui anda. Justru ini sebagai pengingat bagi diri saya sendiri.

Toh, tidak ada yang salah dalam hal berwacana (baca : beropini). Apalagi jika wacana yang dilontarkan ternyata mampu merangsang pikiran pembaca. Itu adalah salah satu ciri kecakapan intelektual. Pun termasuk kemampuan menulis yang patut untuk diapresiasi. Lagipula, sulit sekali untuk meniadakan unsur wacana saat kita hendak menulis tulisan non fiksi.

Berwacana ialah salah satu wujud penyampaian pemikiran.

Jadi, dalam hal ini kita sepakat bahwa tidak ada yang ‘salah’ dalam hal berwacana.

Nah, yang menjadi ‘masalah’ ialah ketika kita terkesan terlalu normatif dalam memaparkan pemikiran atau wacana tersebut. Terlalu normatif di sini tidak jauh berbeda dengan makna wacana mengambang. Jangan salahkan pembaca jika akhirnya muncul anggapan seperti :

“ah, ternyata cuma wacana klise”.

“ah, tulisannya terlalu normatif. Kurang menyentuh akar permasalahan. Terlalu retoris. Semuanya juga setuju kalau begitu”.

“ah, maksud tulisannya nggak jelas nih. Ngambang banget kayaknya”.

Dan beberapa komentar senada lainnya.

Walau tak terlontar secara terang-terangan, saya kira asumsi-asumsi seperti itu terkadang muncul di benak pembaca saat menyimak tulisan tertentu. Entah itu di media cetak maupun media online seperti internet (blog contohnya).

Sebagai contoh, coba anda simak penggalan paragraf berikut ini (beserta sub judulnya) :

Bersikeras dengan tanggapan Anda yang benar, akan membuat Anda lebih bijaksana.
Namun, Anda perlu melihat hal-hal lain untuk bisa menjelaskan pendapat Anda adalah ‘benar’ daripada yang lain. Jangan biarkan siapa pun meluruskan pendapat anda bahwa itu benar-benar ‘salah’. Dan mengakui kesalahan Anda kepada diri Anda sendiri akan memberikan pengaruh besar pada banyak orang. Ini membutuhkan keberanian, dan dapat mengundang reaksi besar dari orang lain. Berani mengungkapkan fakta merupakan daya tarik utama bagi pembaca Anda.

Nah, bagaimana komentar anda tentang paragraf di atas?

Apakah anda benar-benar mengerti dengan maksud yang terkandung dalam rangkaian kalimatnya? Apakah menurut anda antara sub judul dan penjelasannya nyambung? Apakah rangkaian antar kalimatnya terasa padu atau malah rancu? Tidakkah membingungkan anda sebagai pembaca?

Coba bandingkan dengan paragraf berikut ini :

Kebanyakan blogger baru melakukan kesalahan dalam memilih topik blog. Memilih topik blog dengan melihat potensi advertiser atau iklan yang bagus dan potensi traffic yang tinggi (seperti yang banyak disarankan oleh master-master blog) menurut saya sangat tidak tepat untuk seorang blogger pemula. Kenapa? Cobalah untuk berpikir jauh ke depan. Mengambil topik blog yang tidak sesuai dengan keahlian hanya akan membuat blog menjadi tidak terurus suatu saat nanti. Kesalahan dalam memilih topik blog yang tidak dikuasai tentu saja akan membuat inspirasi menulis semakin lama semakin berkurang.

Nah, saya rasa anda semua setuju jika dikatakan bahwa paragraf kedua di atas terasa jauh lebih mudah untuk dipahami/dicerna. Walau mungkin masih pada tahap wacana, gagasan yang disampaikan terasa lebih konkret dan tidak terlalu normatif.

Semoga ulasan singkat ini bisa memberikan sebuah input yang baik bagi kita semua.

Silakan berkomentar jika ada sesuatu yang ingin ditanggapi.

Quick Link >>> Beri Komentar | Baca Ulang Posting

Posting Terkait :

Sudah ada 27 komentar untuk posting di atas. Mau nambahin?

  1. Isnuansa says:
    Opera Mini 4.1.13572J2ME/MIDP Device

    Mematuau wacana yang mudah dipahami oleh orang lain dan tidak terkesan dangkal membutuhkan keahlian tersendiri Mas, sama seperti menulis. Seiring dengan banyaknya latihan yang dijalani, makin hari makin membaik kok.

    Dan namanya wacana, ya siapapun boleh berbeda pendapat. Semalam, gara gara baca tulisan ini, saya langsung menulis juga satu tulisan tapi belum tahu mau dipublish kapan.

    Wah, jadi penasaran nih ama tulisan mbak Nunik tentang topik di atas. Ditunggu banget nih mbak

    [Balas]

  2. Firefox 3.5.8Windows XP

    informasi menarik Is
    thanks banget yah..

    mampir yah Is..

    Ntar saya liat ya bro. Makasih buat awardnya

    .-= Award Milad Bertuah, Blogger Pekanbaru´s last blog ..Award Milad Bertuah, Blogger Pekanbaru =-.

    [Balas]

  3. Firefox 3.5.8Windows Vista

    saya sependapat dengan mbak isnuansa, bahwa menulis dengan wacana yang mudah dipahami dan tidak dangkal itu membutuhkan pengalaman dan waktu, bahkan saya sendiri sering gagal mempublish artikel saya yang saya pikir terlalu susah untuk dipahami orang lain.

    Tulisan yang bagus mas is….thank’s ya
    .-= Andrik Sugianto´s last blog ..Festival Keakraban Budaya =-.

    [Balas]

        iskandaria says :

    Betul mas, pengalaman dan latihan terus-menerus aja. Namun yang paling penting menurut saya adalah niat. Kalo emang diniatkan agar pembaca lebih mudah memahami, saya kira akan terasa mudah. Coba posisikan diri kita sebagai pembaca dulu saat menulis. Dengan begitu, saya kira akan lebih mudah untuk menyusun kalimat atau tata bahasa yang mudah dicerna dan sekaligus tidak terlalu normatif.

    Makasih ya buat apresiasinya Mas.

    [Balas]

  4. Rafi says:
    Firefox 3.6Windows XP

    Menurut Sy Berbeda Wacana/Opini itu hal yg wajar, sejauh itu masih dlm konteks pembelajaran. Nice Posting mas :)

    [Balas]

        iskandaria says :

    Wajar banget malah. Yang kurang wajar ialah ketika wacana tersebut terlalu normatif :)

    [Balas]

  5. TuSuda says:
    Firefox 3.5.7Windows XP

    Dalam pola proses pembelajaran kreatif, setiap wacana mesti dikembangkan dengan alur yang saling terkait dengan ide pokoknya, sehingga mudah dicerna sebagai suatu gagasan baru. Namun setiap orang memiliki perbedaan gaya berkreasi dalam menuangkan wacananya, yang bisa saja menambah keunikan atau keberagaman opini dalam dunia ngeblog.
    .-= TuSuda´s last blog ..RWA BHINNEDA : DUA HAL YANG BERBEDA SELALU BERDAMPINGAN =-.

    [Balas]

        iskandaria says :

    Setuju mas dengan kesimpulannya.

    Perbedaan gaya dalam menuangkan tulisan itulah yang memberikan khasanah beragam dalam dunia tulis-menulis. Yang saya tekankan pada ulasan di atas cuma masalah tingkat tataran wacana yang dikemukakan.

    [Balas]

  6. Zaiful Anwar says:
    Firefox 3.6b2Windows XP

    Menurut saya kedua-dua wajar, apalagi dalam tahpan penbelajaran
    .-= Zaiful Anwar´s last blog ..Alhamdulillah Ya Allah, Akun Google sudah Kembali =-.

    [Balas]

        iskandaria says :

    Dulu waktu di awal belajar nulis saya juga suka begitu kok mas. Namanya juga masih belajar yach.

    [Balas]

  7. fadly muin says:
    Google Chrome 4.0.249.89Windows XP

    saya fikir, kolom komentar di tutup untuk artikel ini mas iskandar. atau mungkin tak sengaja ter-klik yah?

    selain saya sepakat dengan pendapat yang mengatakan bahwa “butuh latihan” untuk memperdalam wacana.

    selain itu, saya ingin katakan bahwa membangun wacana yang fokus dan tajam, akan sangat berguna menentukan posisi kita dalam memandang sebuah persoalan.

    pembaca juga akan lebih mudah mencerna, berdialog dan beroposisi jika mengalami perbedaan pendapat.

    jadi saya sangat mendukung pembangunan wacana yang berbobot dan jelas sudut pandangnya.
    .-= fadly muin´s last blog ..Mencari Ide Menulis Yang Mulai Redup =-.

    [Balas]

        iskandaria says :

    Nggak sengaja ketutup mas ketika abis upgrade ke wp 2.9.2 :)

    Sepakat deh mas. Upaya untuk membangun wacana yang fokus dan jelas salah satu tujuannya ialah agar pembaca lebih mudah mencerna, berdialog, serta beroposisi jika punya perbedaan sudut pandang. Semuanya demi tercapainya sebuah pertukaran pikiran/diskusi yang jelas dan terfokus.

    Thx nih buat dukungannya :)

    [Balas]

  8. Aldy says:
    Firefox 3.6Windows XP

    Dari dua contoh diatas, semua pasti sepakat contoh kedua merupakan contoh yang baik.
    Tetapi pada kenyataannya ( yang juga diakui oleh Mas Iskandar sendiri ), sering kita hanya terjebak dengan sebuah wacana kosong.
    Tetapi semuanya membutuhkan proses, jadi jika pada saat ini kita sering mengambang, segeralah membumi. Saya yakin jika kita mau belajar, pasti bisa mengikisnya sedikit demi sedikit.

    [Balas]

        iskandaria says :

    Kuncinya pada niat untuk terus belajar dan terus berusaha membumikan gagasan ya mas. Thx buat tambahan singkatnya. Kita masih sama-sama belajar nih :)

    [Balas]

  9. hanif IM says:
    Firefox 3.5.8Windows Vista

    kalau saya menamakannya bahasa tingkat tinggi dan bahasa populer. bedanya, bahasa tingkat tinggi butuh pemahaman bukan sekali baca dan juga hanya orang-orang tertentu saja yang mampu memahaminya, yang berarti kurang populer untuk konsumsi umum. Sedangkan bahasa populer, bahasa yang mana hampir setiap orang yang membacanya akan mengerti dengan mudah maksud yang membaca.

    [Balas]

        iskandaria says :

    Wah, tambahan yang DAHSYAT mas.

    Saya dapat pencerahan baru nih dari tambahan mas Hanif. Ya, bahasa tingkat tinggi dan bahasa populer. Saya kira klasifikasinya sudah pas banget mas. Untuk lebih memaksimalkan kadar manfaat tulisan kita, menurut saya lebih baik kita gunakan BAHASA POPULER deh.

    Lain soal jika kita ingin fokus pada gaya tulisan sastra atau lebih ditujukan buat kalangan yang terbatas. Dalam kondisi seperti itu, menulis dengan bahasa tingkat tinggi tidak menjadi masalah.

    Thx berat ya buat komentar cerdasnya.

    [Balas]

  10. richo says:
    Firefox 3.5.5Windows XP

    salam kenal,kunjungan perdana

    [Balas]

  11. hpnugroho says:
    Firefox 3.6Windows XP

    maaf mas kalau pemahaman saya salah, …
    dalam membuat sebuah wacana/opini bukankah sudah seharusnya kita memiliki dasar yang kuat terlebih dahulu sebelum melontarkannya ke publik
    yang menjadikan wacana tersebut hilang kekuatannya biasanya disebabkan oleh ketidak teraturan bahasa/kalimat yang digunakan …
    .-= hpnugroho´s last blog ..Persahabatan itu tak kenal Ruang Waktu =-.

    [Balas]

        iskandaria says :

    Setuju banget mas dengan pendapatnya. Nggak perlu minta maaf lho. Apa pun pendapat, tentunya akan saya terima sepanjang berkaitan dengan ulasan yang saya tulis.

    Kalo dari pendapat mas Nugroho, faktor penguasaan materi dan kemampuan menulis ternyata sangat menentukan kualitas tulisan yang dihasilkan yach. Semoga saya termasuk yang tidak mengabaikan 2 faktor penting tersebut.

    Thx buat tambahannya yang konstruktif mas.

    [Balas]

  12. Firefox 3.5.8Windows XP

    Mungkin karena masih dalam perkembangan Mas… :D
    .-= Hangga Nuarta´s last blog ..Resensi Buku Leadership Golden Ways by Mario Teguh =-.

    [Balas]

  13. suarakelana says:
    Firefox 3.6Windows 7

    dalam proses menulis sering terjadi memang beberapa paragraf kita terasa ngambang. Karena saya biasa membaca ulang sebelum publish, jika ada yg demikian biasanya saya coba membuat paragraf yg sama sekali baru dgn cara pemaparan yg berbeda, membandingkannya, mencoba melihat dari sisi pembaca, dan mengambil yg saya anggap paling mudah dicerna pembaca.

    btw, contoh paragraf pertama di atas itu memang membingungkan, tapi kayaknya bukan karena normatifnya, tapi susunan katanya memang sulit dipahami.
    .-= suarakelana´s last blog ..Seberapa Berubahkah Anda ? =-.

    [Balas]

        iskandaria says :

    Tambahan yang bagus Pak. Sepertinya teknik yang biasa Bapak pakai bisa saya praktekkan juga tuh. Soal paragraf pertama, susunan katanya memang bikin bingung yach. Kalo masalah normatifnya, menurut saya masih rada normatif sih.

    [Balas]

  14. Christine says:
    Firefox 3.6Windows XP

    He..he.. aku harus lebih bnyk belajar nulis lg nih, sekarang aja asal-asalan… ada tekniknya ga yah Mas?
    .-= Christine´s last blog ..Dukungan Special Sebar Iklan Baris Gratis Radhityanotes.com =-.

    [Balas]

  15. Google Chrome 4.0.249.89Windows XP

    Iya kita juga gag bisa sembarangan bikin konten, tujuan konten kita itu dibaca pembaca MANUSIA, bukan search engine yang merupakan MESIN, bedakan MESIN dan MANUSIA. Sering saya nemuin artikel kek gitu, jadi fresh translate dari artikel luar negeri wkwkwk susah dibaca
    .-= Graha Nurdian´s last blog ..Cara menulis artikel desain yang efektif =-.

    [Balas]

        iskandaria says :

    @ Graha Nurdian :
    Wah, kalo hasil translate dari bahasa Inggris seringnya jadi aneh malah :ngakak

    [Balas]

  16. social media says:
    Firefox 3.6Windows 7

    Namanya juga wacana, kan masih bisa diperdebatkan….sepakat kl tidak ada yang salah dengan wacana….
    .-= social media´s last blog ..Social media =-.

    [Balas]

  17. Id-Mac says:
    Firefox 3.0.1Windows XP

    waduh.. agak berat nih tulisannya :)

    [Balas]

Beri Komentar untuk Tulisan di Atas

XHTML : You can use these tags: <a href=""> <abbr title=""> <blockquote> <cite> <pre> <code> <del datetime=""> <em> <q> <strong>




Blogroll