Tentang Tulisan Berkualitas
Ya, kita semua masih belajar menulis yang baik. Termasuk saya. Tapi bukan berarti keharusan meng-‘update’ blog membuat kita kurang memperhatikan kualitas tulisan. Hmm, kualitas? Bukankah itu relatif? Betul sekali. Tapi serelatif apa pun sifatnya, tetap ada ukuran universal untuk menilai kualitas sebuah tulisan atau posting.
Kalau begitu, ada beban baru dong, yaitu beban harus memperhatikan kualitas tulisan? Ya, memang tidak ada paksaan ataupun sanksi jika Anda mengabaikan atau tidak pernah mau peduli dengan apa yang disebut sebagai kualitas. Peduli amat dengan kualitas? Yang penting gue happy dan enjoy
. Saya cukup setuju dengan pemikiran tersebut.
Namun tentunya kita sepakat untuk menjadi lebh baik lagi, bukan? Ketiadaan niat untuk terus memperbaiki mutu tulisan menandakan ketiadaan semangat untuk terus meng-‘upgrade’ kapasitas diri. Jika demikian, tidak heran jika tidak ada perkembangan berarti yang bisa kita hasilkan, walau [mungkin] sudah ratusan kali menulis.
Ah, sepertinya bicara kualitas tulisan terkesan sebagai sesuatu yang terlalu idealis atau tinggi. Mungkin banyak di antara Anda berpikir demikian. Seringnya karena pemahaman ‘berkualitas’ yang terlalu sempurna. Padahal, makna berkualitas pada tulisan itu tidak setinggi yang kita bayangkan. Tak pula selalu berkaitan dengan subjektivitas pembaca.
Tulisan sudah layak dianggap berkualitas jika :
- Antar kalimat dalam satu paragraf terasa mengalir/nyambung.
- Antar paragraf dalam satu posting terasa saling berkaitan.
- Kata-kata dan gaya bahasa yang digunakan mudah dipahami target pembaca.
- Fokus pada satu objek pembahasan (tidak bercabang atau meluas).
Lantas, apakah dengan demikian kita harus memikirkan masalah kualitas ketika menulis?
Tentu saja tidak perlu. Yang terpenting, fokuskan saja pada pemilihan kata yang tepat, gaya bahasa yang sekiranya mudah dipahami target pembaca, dan yang tak kalah penting yaitu berusaha merangkai antar kalimat dan paragraf sebaik mungkin.
Sebisanya, jangan sampai ada kata atau kalimat yang terkesan mubazir. Makna mubazir di sini yaitu jika kata/kalimat tersebut dihilangkan, maka tidak akan mengurangi kejelasan pesan yang hendak kita sampaikan dalam tulisan.
Coba ingat kembali pelajaran bahasa Indonesia yang pernah kita pelajari di bangku sekolah. Ada ide pokok, ada ide tambahan. Ada kalimat utama, ada pula kalimat penjelas. Nah, yang sering kita lakukan [mungkin] terlalu banyak menulis kalimat penjelas. Hasilnya, kesan bertele-tele!
Namun, memangkas banyak kalimat penjelas juga berpotensi mengurangi mutu/nilai tulisan kita. Ada kalanya beberapa kalimat penjelas terasa sangat dibutuhkan untuk menerangkan (menguraikan lebih lanjut) sebuah kalimat utama atau ide pokok yang hendak kita sampaikan. Tanpanya, mungkin ide pokok atau kalimat utama tersebut akan terasa ‘menggantung’.
Jadi sebaiknya bagaimana?
Teruslah menulis dan berusaha membedakan antara kalimat utama dan kalimat penjelas. Kuncinya terletak di situ! Kalau sudah bisa membedakan keduanya, lanjutkan dengan terus berlatih menulis kalimat penjelas yang efektif. Akhirnya, tajamkanlah insting Anda dalam membedakan mana kalimat penjelas yang lebih penting dan mana yang kurang penting.
Ya, antar sesama kalimat penjelas pun masih ada kasta/tingkatan kepentingannya. Jika sudah mampu membedakannya, tulisan berkualitas pun tidak sulit untuk kita hasilkan.
Sederhana, bukan? Atau malah terkesan rumit? :)
Referensi yang layak dibaca terkait tulisan berkualitas :
- Tips Membuat Artikel Anda Terasa Unik dan Mengesankan (kafe28.blogspot.com)
- Cara Membuat Artikel Blog Berkualitas untuk Pemula (gnupi.com)
- Bagaimana Menulis Artikel Berkualitas (liudin.com)
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS
Posting Terkait :
- Campur Aduk Penggunaan Kata “Aku” dan “Saya” di Dalam Posting Blog
- Kegagalan dan Keberhasilan Terbesar Penulis Blog, Mau Tahu Apa Itu?
- Antara Latar Belakang Penulis dan Materi Tulisan, Apakah Harus Sesuai?
- Kesalahan Menulis di Blog Terkait Penggunaan Imbuhan dan Kata Depan
- Kesalahan Sepele yang Masih Sering dilakukan Narablog Ketika Menulis



WordPress 3.0.4
[...] lain bisa Anda lihat pada screenshot posting saya tentang tulisan berkualitas di bawah [...]
WordPress 3.0.4
[...] Tentang Tulisan Berkualitas [...]
WordPress 3.0.1
[...] → cek sumbernya [...]
WordPress 3.0.1
[...] posting terdahulu tentang tulisan berkualitas — salah seorang pengomentar, yaitu Bung Eko — sempat memberikan respon di luar topik, [...]
Firefox 3.6.10 | Windows XP
Menurut saya tulisan berkualitas hanya pengunjung yang bisa menilai, pendapat mereka juga berbeda-beda, sampai saat ini tulisan saya tidak ada yang berkualitas :(
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
kualitas sebuah tulisan itu hanya pembaca saja yg mengetahuinya, kalo kita yg menjudge khan gak objektif dong hehehe….
Firefox 3.6.8 | Windows XP
@Blog Pengembangan Diri, bener juga. yang bisa menilai tulisan kita bagus atau tidak kan orang lain.
tapi mungkin ada baiknya kita juga mengetahui dan mempunyai standart seperti apa tulisan yang berkualitas itu.
mungkin seperti itu kali ya? hehe
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@dimasangga, setuju mas Dimas. Memang sebaiknya memiliki standar penulisan tersendiri. Itu demi menjaga kualitas tulisan-tulisan blog kita. Kecuali blog kita tersebut sekadar untuk curhat online :)
Lama nggak muncul nih?
Firefox 3.6.8 | Windows XP
@iskandaria, Tapi kalau curhatnya berkualitas juga gak masalah kok, mas. hehehe
Iya, saya sudah lama menghilang, dan sekarang sedang mencoba memulai lagi dari awal.
semoga bisa istiqomah
hahaha
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@Blog Pengembangan Diri, betul sih mas. Namun sebaiknya kita memiliki standar kualitas versi kita sendiri. Apalagi jika blog kita ingin dikelola secara profesional atau ingin dimonetize. Maaf, saya terpaksa memangkas/meringkas anchor-text pada nama Anda karena jika terlalu panjang agak merusak tampilan di area komentar ini.
Firefox 3.6.3 | Windows XP
Waduh lebih bingung nih bro….. But menurut gue blogging jalan terus aja, kemudian kita mulai mengevaluasi kualitas tulisan kita yang dahulu… Nanti kan kita bisa melihat sambil memperbaiki secara perlahan
Firefox 2.0.0.14 | Windows XP
Saya kok merasa g konsisten ya dengan tulisan saya, kadang lumayan bagus, kadang bikin bingung….
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@adin, mungkin karena mas Adin belum punya standar kualitas sendiri untuk tulisan-tulisan mas. Jadinya ya gitu.
Opera Mini 5.1.21214 | J2ME/MIDP Device
sebelumya maaf, saya terpaksa memaksa anda untuk walking back ke blog saya.
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@indam, oh, ada posting baru ternyata. Sudah saya baca dan komentari :)
Firefox 3.6.8 | Windows XP
tulisan berkualitas ? hm…saya masih belajar untuk itu. selama ini saya berusaha menulis dengan cara yang santun dan tidak menyinggung. apa itu bisa di kategorikan berkualitas ? entahlah…
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@Sang Pencerah, kesantunan dalam menulis menurut saya tidak ada hubungannya dengan kualitas. Itu lebih kepada etika penulisan saja.
Google Chrome 6.0.472.59 | Windows 7
yg berlabel SNI tuh baru berkualitas :lol:
Opera Mini 4.2.20663 | J2ME/MIDP Device
@Arif R., berarti ada standar juga ya untuk sebuah tulisan jika ingin dinilai berkualitas.
Safari 5.0 | Windows XP
@Arif R., haha, setuju.:D
Firefox 3.6.6 | Windows Vista
Kalau dilihat dari sudut pandang orang2 sastra sejarah, setidaknya tulisan harus mengandung dua unsur. Pertama, data yang komprehensif, trus yang kedua harus bernilai sastra. Untuk diksi, tata bahasa, , pemahaman dan unsur keindahan, itu sudah masuk kategori yang kedua. Tapi itu katanya temen saya lho mas, hehe; Salam kenal..
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@Acacicu, wah, terima kasih atas pengayaan opininya. Sangat bagus. Masalah data yang komprehensif, menurut saya tidak wajib menjadi syarat kualitas sebuah tulisan. Soalnya tidak semua jenis tulisan memerlukan data yang komprehensif.
Salam kenal kembali dan makasih atas kunjungannya.
Firefox 3.6.10 | Windows Vista
@iskandaria, Tengkyu mas,,
Firefox 3.6.8 | Windows 7
setuju, yah, seperti ilmu, jika kita belajar pelajaran anak SD pun tidak banyak memberikan manfaat dan tantangan dibandingkan pelajaran yang lebih seperti kuliah atw seminar, jadi butuh update pembelajaran begitu juga menulis.
Opera 10.60 | Windows XP
Met Lebaran mas. Mohon maaf lahir dan batin.
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@Agus Siswoyo, sama-sama mas. Maaf kalau selama ini ada komentar saya yang kurang berkenan di hati.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
walahhhh tetep dengan tulisannya yang mantapp…
apa kabar bang??? uda kawin blom???
oh iya, selamat hari raya idul fitri *telaaaaaat haha
[bukannya memberi komentar malah nyapa] -_-”’
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@alid abdul, walah. Ketemu lagi ama alumni PintuNet di sini. Kabar baik dul (eh..lid). Belon kawin nih. Pacar aja belom punya. Tumben manggil pake bang. Seingat saya, dulu waktu di Pintu manggil mas :)
Met lebaran juga. Maaf lahir batin. Gimana nih nasib Pintunetter.com? (*mati suri kayaknya tuh*).
Firefox 3.6.8 | Windows XP
Mas Iskandaria, saya cenderung hanya memanfaatkan perasaan saya saja dalam menulis. Memcoba sejelas dan sebaik mungkin, meski kadang jujur saya mengejar kuantitas juga.
Saya suka bahasa yang mengalir, gampang dipahami, meski nggak terlalu memperhatikan detail mana kalimat utama dan kalimat penjelas.
Kalau antar paragraf suka nggak nyambung, baca satu tulisan saja nggak ngerti apa yang sedang coba diungkapkan oleh blogger itu, sudah cukup alasan buat saya nggak datang lagi. ;)
Opera 10.62 | Windows XP
@isnuansa, sejauh yang pernah saya baca sih, tulisan-tulisan mbak Nunik mengalir dan mudah dipahami. Tulisan curhatnya juga enak dibaca (saya sering baca, walau nggak selalu komen) :)
Google Chrome 6.0.472.59 | Windows XP
dear iskandria,
saya hendak mengirim email berhubungan dengan kerjasama dengan blog Mas, tapi lewat halaman contact selalu gagal.
ada email Mas?
trims
Opera Mini 4.2.14912 | J2ME/MIDP Device
@Mikael, kirim aja email Anda ke iskandarias at gmail.com
Firefox 3.6.8 | Windows XP
Saya teh yang penting ngalir aja mas :) Berkualitas atau tidak, itu penilaian orang dari segi kemanfaatannya kok :) Lagi pula kalo ‘nyengko’ (baca : maksa) nulis berkualitas kadang jadi aneh hehehe.. Ngalir ajalah, yang penting point yang pengen di sampein ke pembaca kena :)
Opera Mini 4.2.14912 | J2ME/MIDP Device
@mastanto, saya cukup setuju jika berusaha mengalir saja dalam menulis. Toh, mengalir kan juga identik dengan antar kalimat dan antar paragraf yang nyambung :-)
Firefox 3.6.8 | Windows XP
saya rasa sederhana, tetapi dalam prakteknya belum tentu sederhana.
walaupun relatif, saya rasa setiap blogger (walaupun tidak disadari) pasti berusaha untuk membuat tulisan yang lebih berkualitas dari hari ke hari.
Opera 10.62 | Windows Vista
Seni menulis ada banyak, seperti melukis – ada banyak aliran. Saya tidak mampu menilai masing-masing sisi yang berkualitas itu, apa yang menjadi tulisan, maka biar saja menjadi tulisan, jika seseorang berjodoh dengan pengembangan kualitas menulis yang lebih baik lagi, maka toh peningkatan itu akan terjadi dengan sendirinya.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Cahya, jika tulisannya berjenis sastra atau memang sengaja ditulis bergaya sastra, maka saya akan angkat tangan (tidak bisa menilai). Namun jika berjenis essay, opini, tutorial, dan sejenisnya, kita bisa memberikan penilaian dari sisi tata bahasa, efektivitas kata/kalimat yang digunakan, serta kejelasan maknanya.
Opera Mini 4.2.14912 | J2ME/MIDP Device
Wah, ternyata berhasil.
Firefox 3.6.9 | Windows XP
Terus menulis, intinya ituh yah, Om. Helda sendiri sampe’ sekarang sulit banget untuk nulis. Kalu dibaca-baca lagi post2 terdahulu, kalimat mubazir Helda ituh kaya’nya terlalu berlebihan. :(
Hope next time, Helda bisa nerapin. Amiiin…
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Remaja Helda, tulisan Helda kan banyak bernuansa ngobrol. Jadi sulit dihindari kayaknya untuk nggak nulis yang agak mubazir. Dibilang mubazir mungkin kurang tepat juga sih kalau untuk tulisan model ngobrol. Tapi menurut saya, untuk tulisan model apa pun, tetap bisa kita upayakan agar padat berisi.
Opera Mini 4.2.14912 | J2ME/MIDP Device
@iskandaria, tes komentar reply dari Opera Mini 4.2 pada theme bloggering buatan rismaka :)
Firefox 4.0b6 | Windows XP
@iskandaria, nggak sebaiknya memakai theme dari mobilePRess aja seperti yang dulu Mas?
Karena sejak Mas Is ganti thema saya agak susah mengakses lewat HP, soalnya HP saya masih jadul…he..he..he…
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Rudy Azhar, masalahnya, thema mobilepress tidak mau akur dengan plugin antispam invisible captcha yang saya gunakan. Nah, semenjak saya beralih pada tema mobile lainnya, ternyata bisa tuh berkomentar pada versi mobile blog ini.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
@iskandaria, Inih yg pertama kali tulisan aku dibilangin model ngobrol. Xixixi. Istilah yg baru aku denger jg, Om. Jadi makin semangat nih..
^.^
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@Remaja Helda, Xixixi juga deh. Gaya tulisan ngobrol punya kelebihan tersendiri menurut saya. Banyak juga yang suka dengan model tulisan kayak gitu. Yang penting tidak terlalu bertele-tele saja sih.
Google Chrome 6.0.472.55 | Windows 7
dari diskusi di atas, terkesan “kualitas tulisan” akan bermuara pada relatifitas lagi mas is. pembaca sangat berperan disini.
jika terus di gali, bisa berahir pada segmentasi pembaca. model serius, santai, dewasa atau anak-anak.
apalagi soal tulisan di blog, saya merasakan ada 2 model mas. ada yang memang berusaha mengasah tulisannya, ada juga yang memang lebih mengedepankan personalitasnya atau bahkan berusaha menggabungkan keduanya.
saya lebih sepakat untuk, kita sama-sama membenahi dari sisi pengetahuan dan “emosi” karena dari sinilah lahir sebuah tulisan yang representatif diri kita. berkarakter dan ujung-ujuungnya pembaca akan merasakan sensasi yang berbeda dalam menikmati apa yang kita ungkap lewat tulisan.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Fadly Muin, gabungan antara otak kiri dan otak kanan ya kalau begitu. Otak kiri cenderung pada analisis, sistematis, logis, dan runut. Sedangkan otak kanan lebih kepada kreativitas untuk menciptakan ‘letupan-letupan’ dalam tulisan kita. Jika digabungkan, keduanya akan menghasilkan tulisan yang tidak saja memenuhi kaidah ilmiah, namun juga tetap enak dibaca dan punya pesona tersendiri.
Opera Mini 4.2.13918 | J2ME/MIDP Device
Tidak ada pilihan seperti itu mas.Yang ada seperti ini :
Max Nesting Levels
Shrink Font By %
Custom Comment Target
mohon bantuan.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Sandro, jelas saja. Setelah saya cek, ternyata blog sandrositompul menggunakan plugin brian-thread-comment. Benar nggak? Kalau benar, jelas beda settingan menunya. Saya tidak bisa bantu kalau begitu, soalnya saya tidak pernah menggunakan plugin tersebut.
Opera Mini 4.2.13918 | J2ME/MIDP Device
@iskandaria, iya mas.Beda ya?Pikir sama saja.Trus kalo untuk fitur Reply gmana mas buatnya?Soalnya fitur reply di blogku tidak berfungsi.
Opera Mini 4.2.13918 | J2ME/MIDP Device
Mas Iskandaria, gmana cara buat widget notifikasi apabila komentar kita diblas sama seseorang? Seperti punya mas Iskandaria.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Sandro, saya menggunakan fitur bawaan plugin WP-thread-comment. Kalau blog mas Sandro menggunakan plugin itu, coba masuk ke dashboard. Klik menu Settings pada sidebar. Klik WP Thread Comment, lalu beri centang (tanda ceklis) pada opsi di bawah kalimat bercetak tebal yang bertuliskan . Kemudian klik ‘Update Options’ pada tombol paling bawah.
Kalau langkahnya sudah benar, akan muncul kotak centang pilihan notifikasi via email pada bawah kotak komentar atau di bawah tombol submit komentar. Selamat mencoba.
Firefox 3.6.9 | Arch Linux
Dari diskusi di atas, saya hanya melihat makna ‘berkualitas’ lebih dekat ke makna ‘kebergunaan’. Dalam hal ini kemudahan pemahaman akan isi konten.
Jika memakai bahasa Inggris, itu semua bisa terukur secara kualitatif dengan indikator ‘readability’ seperti algoritma ‘Gunning Fog Index’, Flesch Kincaid, Coleman Liau Index. Ada banyak juga tes ‘readability’ daring. Bisa berangkat dari artikel terkait di Wikipedia.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@dani, jika dinilai dari sisi kemudahan pemahaman akan isi konten, berarti unsur tata bahasa (termasuk pilihan kata dan gaya bahasa) sangat mempengaruhi. Jika demikian, pelajaran bahasa Indonesia tetap berperan penting :) (jangan dilupakan).
Penggunaan tanda baca yang tepat juga sangat mendukung pemahaman. Termasuk keterkaitan (hubungan klausal) antar kata, kalimat, serta antar paragraf.
Firefox 3.6.8 | Windows 7
mohon maaf lahir dan batin mas yaa.. :)
maaf baru bisa berkunjunga, hehe.
Firefox 3.0.6 | Windows XP
Terimakasih banyak atas tipsnya…
Saya coba…
Salam kenal…
Opera Mini 4.2.14912 | J2ME/MIDP Device
Maaf, mas sebelemunya. Saya cma mw coba gravatar uda nongol blom?
Firefox 3.6.3 | Windows XP
@Sandro, kok gravatar saya tidak muncul ya mas……..?
Firefox 3.6.3 | Windows XP
@Sandro, kalau saya mau balas komentar kok gravatarnya tidak muncul ya? :)
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Sandro, itu udah muncul tuh? Tapi kok miring ke kiri ya :lol:
Opera Mini 4.2.13918 | J2ME/MIDP Device
@iskandaria, iya gambarnya miring. Tapi kok kalau bls komentar di blog saya sbgai admin gk muncul gambarnya ya?
Firefox 3.6.9 | Windows 7
kalau boleh usul tulisanku bisa dijadikan contoh tulisan yang gak bermutu.. salam kenal bung..
Opera Mini 5.1.21214 | J2ME/MIDP Device
Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin :)
lagi cobain opera mini 5.1 (laju)
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@indam, akhirnya bisa juga ya komentar via Opera Mini ke blog ini. Ternyata masalahnya pada plugin mobilepress yang tidak bisa akur dengan antispam saya.
Firefox 3.6.9 | Windows XP
@iskandaria, owh mobilepressnya ya, saya pikir anti spamnya, masalahnya di blognya aldy dan gus ikhwan ok ok aja.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@indam, wah. Avatar baru nih. Keren juga dam. Ya, antispamnya juga gak cocok kalo dipadukan dengan mobilepress. Makanya saya coba ganti theme untuk versi mobile. Sekarang malah saya ganti lagi theme-nya.
Firefox 3.6.9 | Windows XP
@iskandaria, ia mas, gravatar baru.
Firefox 3.6.9 | Windows 7
Mas Iskandar,
saya menilai berkualitas atau tidaknya sebuah artikel tergantung kebutuhan saya sendiri (egosentris).
Kalau artikel tersebut berguna bagi saya, suck kata orang lain, ya baik/berkualitas menurut saya.
Paragraf yang saling berkaitan? ach…kadang-kadang saya membutuhkan fluff(ardianzzz), tetapi ada kalanya saya hanya butuh inti sarinya saja.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@aldy~pf, fluff biasanya sulit dihindari ketika kita menulis posting model opini atau curhat. Untuk tutorial, sebaiknya minim fluff (tentunya dengan sedikit pengantar yang deskriptif). Oya, selamat Idul Fitri ya Pak Aldy. Mohon maaf lahir batin.
Firefox 3.6b3 | Windows XP
setuju mas, tulisan yg berkualitas memang sebaiknya memenuhi 4 aspek diatas, terutama nomor 3 yaitu kata² dan gaya bahasa mudah dipahami. seandainya postingannya bagus dan lengkap tp tulisannya pake huruf 4l4y sama aja gak berkualitas menurut saya mas
Firefox 3.0 | Windows XP
Lha terus bagaimana dengan orang-orang yang menulis untuk kontes SEO? Biasanya untuk kontes itu kan yang banyak dimasukkan ialah keyword-keywordnya. Seperti saya lah contohnya.
Safari 5.0.1 | Windows XP
@Jamal, kalau menulis untuk kontes SEO — jika isinya cuma menebar kata kunci & backlink serta mengesampingkan tata bahasa yang baik — tentu saja tidak bisa dinilai berkualitas. Tulisan blog yang berkualitas biasanya tidak terlalu dicampuri oleh motivasi optimasi di mesin pencari.
Firefox 3.0 | Windows XP
@iskandaria, Oh…saya paham sekarang. Jadi, kalau untuk SEO itu artikelnya lain lagi ya ceritanya?
Opera 10.61 | Windows XP
@Jamal, sebenarnya artikel untuk SEO atau untuk optimasi juga bisa berkualitas kok. Sepanjang tata bahasanya tidak rancu/aneh, pengulangan kata kunci masih wajar, dan isinya berbobot, saya rasa masih bisa berkualitas. Jadi sebenarnya masalah pada tata bahasa dan penggunaan variasi kata/kalimat saja. Ditambah dengan pemberian muatan pesan yang unik, menarik, atau dalam.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
Tulisan berkualitas emang perlu sih mas.
Dan itu hanya bisa didapat ketika kita rajin nulis.
Gimana mau berkhualitas kalo nulis aja jarang? Hheheehe…
Khualitas menentukan harga jual, wkakakkaka… :D
Firefox 3.6.3 | Windows 7
@Zippy, Haha, saya melihat tulisan sendiri jadi rasa mau tertawa :lol
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Zippy, setuju abiz Bro..wkwkwkwk
Opera 10.60 | Windows XP
Sejauh saya ngeblog, kata kualitas seringkali bersifat relatif. Artinya tergantung dari mana kita mengambil sudut pandang. Pada satu topik yang sama, beda kepala beda interpretasi.
Pada dasarnya saya lebih suka menulis bebas, otak kanan dulu baru otak kiri. Tidak terikat aturan ini itu yang seringkali bikin ribet dan memusingkan kepala. Hehehe…
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Agus Siswoyo, mengenai menggunakan otak kanan dulu baru otak kiri, saya setuju mas. Kalau saya tafsirkan, itu berarti kita menulis dulu sebebas mungkin. Baru setelah itu, kita edit/sunting dari sisi tata bahasa, penggunaan kata/kalimat, dan keterkaitan antar elemen penyusunnya. Bukankah itu juga membutuhkan otak kanan (dalam menyunting)? :)
Opera Mini 4.2.14912 | J2ME/MIDP Device
All,
thanks ya atas masukkanya, semoga dgn ini saya bisa menjadi lebih baik.
Suarakelana,
saya sangat menyukai komentar anda :)
Firefox 3.6.7 | Windows 7
Kadang masalah tulisan berkualitas ini menjadi penghalang seorang pemula untuk menulis. Khawatir tulisannya tidak berkualitas. Karenanya saya memaklumi jika orang sedang tahap belajar memiliki tulisan yg masih berantakan. Yang penting mau terus menulis dan berlatih. Tentunya mesti ada peningkatan.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@suarakelana berbisik, untuk pemula yang penting terus berlatih saja. Kuantitas biasanya akan membentuk kualitas. Begitu kan Pak? Makasih atas tambahannya.
Firefox 3.5.6 | Windows XP
Tambahan : Dilarang Bajak Alias Copas Tanpa Ijin
Firefox 3.5.8 | Windows XP
Bung, maaf kalau OOT.
Saya menilai tampilan blog ini kok malah datar banget ya? Selain kontennya yang berkualitas jempolan, tidak ada hal lain yang membuat saya tertarik memandang halamannya. Oke, untuk urusan simpel memang simpel dan ringan banget diakses, tapi mata saya butuh dimanjakan dengan tampilan yang lebih atraktif. Tidak perlu terlalu rame, tapi jangan pula terlalu polos seperti ini/
Sekedar saran, harap maafkan kalau tidak berkenan.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@bungeko, Bungeko, sudah coba install firebug? :D
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@ardianzzz, apa hubungannya antara tampilan datar/minimalis dengan firebug?
Google Chrome 5.0.375.127 | Windows XP
@iskandaria, Firebug ‘kan bisa digunakan untuk mengedit CSS secara live & menyimpannya. ;)
Firefox 3.6.9 | Windows 7
@ArdianZzZ, Ini untuk mendidik user lagi? ach…bro. Ada-ada saja, cukuplan firebug itu digunakan pada admin blog untuk mengecit CSS yang dia gunakan :D
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@aldy~pf, setuju banget Pak Aldy.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@bungeko, memang sengaja saya desain secara datar Bung. Adanya padding dan ‘whitespace’ yang cukup luas ialah demi memberi ruang bagi mata untuk beristirahat. Juga agar pembaca bisa lebih fokus ke konten dan tidak terlalu banyak gangguan (distraksi). Sekadar referensi (pengayaan wawasan soal desain web dan tren ke depannya), silakan Bung Eko baca :
– 13 Inspirasi Desain Blog yang Modern dan Elegan (jurusgrafis.com)
– Minimalis Dalam Desain Web (putragaluh.web.id)
– Web Design Minimalis (gravisware.com)
– Minimalis? (ardianzzz.com)
– Prediksi dan Tren Desain Grafis 2010 (jurusgrafis.com)
Mengenai tampilan yang atraktif, jujur saja saya kurang mampu untuk mendesain yang seperti itu Bung :)
Firefox 3.6.8 | Windows Vista
tidak bercabang atau meluas.. akan saya koreksi masalah ini.. yang saya lihat tulisan saya terus meluas.. sepertinya memang kalau tulisan menyempit akan lebih mudah dimengerti oleh pembaca…
makasih atas poinnya mas..
Opera 10.61 | GNU/Linux
@Arief Rizky Ramadhan, bukan cuma lebih mudah dimengerti, tapi juga sangat baik untuk mempertajam pesan yang hendak kita sampaikan Rief.
Firefox 3.6.8 | Windows Vista
@iskandaria, sip saya akan coba belajar.. makasih ya mas..
Opera Mini 4.2.14912 | J2ME/MIDP Device
Tes komentar dari Opera Mni 4.2 menggunakan plugin mobile pack.
Opera 10.61 | Windows XP
@iskandaria, Tes berhasil mas is..
Tapi bagaimana kalau copas dari blog luar tanpa di edit lagi, kan biasanya kalau hasil dari translate dari blog luar bahasanya terlalu berat dan sulit dicerna.
Tulisan berkualitas juga bisa menggambarkan karakter narablog sendiri.
selama ini saya menulis cenderung asal saja mas is mengikuti kata hati, jadi latihan terus menerus untuk bisa menjadi berkualitas
Opera 10.61 | GNU/Linux
@Gus Ikhwan, nah, kalau mentranslate dari bahasa Inggris, itu tantangan bagi kita untuk merevisi tata bahasanya. Namun itu hanya bisa kita lakukan kalau punya pengetahuan grammar bahasa Inggris yang bagus. Kalau tidak, sulit sekali untuk bisa merevisi hasil translate agar bahasanya tidak rancu.
Ya, sering-sering saja menulis kuncinya. Tentunya dengan niat untuk terus meningkatkan mutunya.
Opera Mini 4.2.14912 | J2ME/MIDP Device
wew, inilah kendala utama saya sekarang. Saya sangat bingung ketika mau nulis, padahal kalau ide-ide seputar tutorial sangat bnyak.
Ceritanya gini.
Misal, saya lg baring2 atau sdg merokok, kan pasti menghayal tuh. Beberapa saat kemudian, pasti muncul ide. Nah, ketika sudah di depan layar “ber, malah bingung”.
Kadang juga, ketika sudah lahir beberapa paragraf. Dibaca ulang, astaga hancur. Ya terpaksa di delete lagi.
Minta masukanya dong, agar saya bisa pandai menulis. Pandai dalam artian, mudah dipahami, kata-katanya nyambung dan yg terpenting adalah bermanfaat.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@indam, agar bisa pandai menulis? Ya sering-sering nulis aja. Setelah itu, lakukan evaluasi. Baca berulang-ulang apa yang sudah ditulis. Kalau ada kalimat yang terasa janggal atau agak sulit dipahami, coba ganti gaya bahasa atau susunan katanya. Satu lagi, banyaklah membaca. Itu kunci lainnya.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
@indam, Cukup memhahami konsep SPOK dalam kalimat seperti diuangkapkan Mas Is dalam komentar di atas. Trus menentukan ide dalam tiap paragraf dan kalimat penjelasnya. Bisa benbentuk induktif, deduktif, ataupun campuran :D
Kalo masih perlu, bisa juga diakali dengan membuat kerangka tulisan :D
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Erdien, tambahan yang mantap Pak. Makasih berat ya. Ternyata pelajaran bahasa Indonesia masih sangat berguna ketika kita ingin mahir menulis :lol:
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
@indam, practice make perfect.
Firefox 3.6.8 | Ubuntu 10.04
Ya, saya juga masih harus banyak belajar menulis mas, saya tidak begitu pandai menulis, artikel saya lebih banyak langsung ke intinya. Haha, “No Fluff”.
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@afriandi, tulisan blog Anda kan lebih banyak tutorial. Jadi memang lebih baik langsung pada intinya. Kecuali untuk tulisan model opini seperti yang banyak terdapat di blog ini. Atau tulisan model curhat yang sulit dihindari fluff di dalamnya.
Firefox 3.6.8 | Windows 7
Kalau saya setiap menulis berusaha agar tulisan saya mudah dipahami dan berkualitas. Namun, pada kenyataanya, saya rasa belum cukup bagus apalagi berkualitas.
Firefox 3.6.8 | Ubuntu 10.04
@Dunia Komputer, biasanya yang blog-nya sering update kan sudah bisa dibilang pandai menulis pak? :p
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@Dunia Komputer, tulisan-tulisan di blog mypc-spot sudah cukup mudah dipahami dan efektif. Jadi sudah bisa dibilang berkualitas. Lagipula, kebanyakan isinya kan tutorial. Jadi tidak terlalu banyak mengumbar kata/kalimat.
Google Chrome 5.0.375.127 | Windows XP
Saya setuju sama Mas Is, dengan terus menulis, sedikit demi sedikit kualitas tulisan akan berkembang. :)
Firefox 3.6.8 | Windows XP
@iskandaria
Memahami lain dengan tidak mengerti
Opera Mini 5.1.21051 | J2ME/MIDP Device
Soal dari segimana sebuah tulisan dianggap berkualitas, di pemikiran saya mungkin lebih simpel.
Yg berkualitas itu > bermanfaat bagi pembaca.
yg tidak berkualitas itu > tidak bermanfaat bagi pembaca.
Begitu saja, soal tata bahasa juga penting, tapi walau tata bahasanya tidak terlalu baik, asal mudah dipahami saja sudah cukup. ;)
Firefox 4.0b4 | Windows XP
@Juragan, kalau cuma ditinjau dari sisi bermanfaat/tidak, jadinya sangat sulit Gan untuk menilai kualitasnya. Saya pribadi lebih senang jika meninjau dari sisi tata bahasa dan pemilihan kata yang pas. Plus kejelasan makna setiap kalimat serta tidak adanya penggunaan kata/kalimat yang mubazir.
Safari 5.0 | Windows XP
@Juragan, Hehe, sama dengan usabilitas dong. :) Saya punya yang lebih simpel lagi:
berkualitas berarti laku dijual, tidak berkualitas berarti tidak laku. Hahah…
Mas Is, mengenai 7 tools mungkin saya perlu membuka-buka referensi dulu. memang menarik, dan sepertinya metode ini sangat cocok diterapkan untuk mengukur usabilitas sebuah web.
Safari 5.0.1 | Windows XP
@ardianzzz, bisa jadi tulisan baru tuh Mas. Saya tunggu deh. Oya, yang tidak laku dijual belum tentu karena tidak berkualitas kan? Soalnya bisa saja karena kurang promosi..hehe
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@iskandaria, Bkan kurang promosi, tetapi memang tidak dijual, maaf oot & ngawur. padahal banyak sekali ebook yang dijual mahal padahal “isinya angin doang” ya… :)
Oh ya, saya sudah membuka kolom komentar, tetapi akan saya moderasi karena saya mengaktifkan fitur pemberian gambar. :)
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows 7
@ardianzzz, Bukannya sudah hafal diluar kepala tuh 7 tools?
Google Chrome 6.0.472.55 | Windows XP
@aldy, Kalau hafal di dalam kepala tidak perlu membuka referensi lagi Pak Aldy. :D
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
Kalau menilai tulisan saya rasa cukup susah, bukan bidang saya. Tapi kalau menilai kualitas produk, itu bidang saya. Saya mempelajarinya di bangku kuliah. :)
Ada dua parameter yang digunakan, kualitatif (cenderung subyektif, tidak terukur) dan kuantitatif (lebih obyektif, terukur). Seperti halnya pada usabilitas web, rekomendasi aksesibilitas dari WCAG adalah standar kualitas secara kuantitatif. Misalnya pemilihan kontras warna, ada ukuran-ukuran tertentu disana.
Tetapi apakah dengan mengikuti WCAG lantas pengunjung merasa terpuaskan? belum tentu! Ada untsur-unsur kualitas yang tidak terukur disana. Misalnya faktor emosi, psikologis dan sebagainya yang cenderung subyektif.
Faktor kualitas ini dapat diukur dengan melakukan pengujian langsung oleh user — Pak Aldy bilang menjadi kelinci percobaan :D — seperti uji sensoris, user testing, 7 tools dsb.
Firefox 4.0b4 | Windows XP
@ardianzzz, saya baru tahu ada dua parameter yang digunakan untuk menilai sesuatu (termasuk tulisan). Saya rasa parameter kualitatif memang sulit untuk diukur. Mungkin pada tulisan di atas saya lebih menilai dari sisi kualitatif (yaitu pada 4 poin).
Bagi pembaca yang cenderung sudah berpengalaman, menilai secara kualitatif baginya mungkin tidak terasa sulit lagi. Bagi saya sendiri — jika saya merasa tulisannya enak dibaca, mengalir, dan tidak banyak pemborosan kata/kalimat — itu sudah layak dianggap berkualitas. Nah, yang membuat enak dibaca dan mengalir itu kan karena faktor pemilihan kata dan gaya bahasa. Pokoknya jangan lupakan pelajaran bahasa Indonesia aja deh :)
Hmm, saya penasaran dengan 7 tools itu. Mungkin bisa dijelaskan apa saja poinnya Mas ^-^
Firefox 4.0b4 | Windows XP
@ardianzzz, oya. Unsur SPOK yang jelas pada kalimat-kalimat yang kita tulis juga sangat berperan. Kalimat panjang pun tidak masalah jika bisa dibedakan dengan jelas unsur-unsur SPOK-nya.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
malah saya tidak memahami gaya bahasa tulisan artikel ini, mungkin target pembaca blog ini yang berbeda, saya kurang paham tentang target pembaca
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@hendro, maksudnya sama sekali tidak mengerti apa yang saya tulis, begitu? Atau mungkin tulisan saya di atas terlalu panjang dan agak bertele-tele? Saya punya alasan mengapa banyak sekali menyisipkan kalimat penjelas pada tulisan di atas. Salah satunya agar lebih mempermudah pemahaman pembaca.
Soal target pembaca, sederhana saja. Jika memang ingin membidik pembaca dari kalangan (misalnya) lebih luas, ya sebisa mungkin gunakan gaya bahasa yang ringan (tanpa mengurangi bobot/nilai/pesan yang hendak kita sampaikan). Begitu saja.