Tag <HTML> yang Jarang Digunakan pada Halaman Web
Berdasarkan pengamatan saya dari hasil berselancar ke berbagai situs web (termasuk blog), ternyata ada beberapa tag HTML (termasuk tag XHTML) yang masih sangat jarang digunakan, padahal bisa mendukung terciptanya konten web yang lebih ‘semantic’. Para webmaster maupun narablog yang cenderung terlalu fokus ke SEO umumnya lebih sering menggunakan tag berupa strong, heading (h1, h2, h3, h4, dst), underline (u), italic (i), emphasis (em), bold (b), blockquote, code, pre, dan textarea.
Sebenarnya ada sejumlah tag HTML lain yang bisa digunakan dan cocok untuk tujuan penggunaan tertentu. Di antaranya yaitu:
7 Buah Tag <HTML> yang Jarang Digunakan
pada Konten Website
Tag ini berfungsi untuk menampilkan keterangan berupa ‘tooltip’ yang berisi kepanjangan dari sebuah singkatan. Penggunaan tag ini wajib diikuti dengan penggunaan atribut title agar keterangan ‘tooltip’-nya bisa muncul saat dihover. Contoh nyatanya bisa Anda lihat/cek sendiri pada keterangan yang muncul ketika Anda mengarahkan kursor ke atas teks “HTML” pada paragraf pertama dan kedua di atas.
Tag <abbr> sendiri mempunyai fungsi yang sama dengan tag <acronym>, namun saya pribadi lebih memilih tag <abbr> berhubung pengunjung web/blog ini sedikit sekali yang masih menggunakan peramban Internet Explorer lawas. Mayoritas sudah menggunakan peramban modern dengan versi terkini (yang sudah mampu merender tag <abbr>).
Mungkin ada yang bertanya, seberapa pentingkah menampilkan keterangan ‘tooltip’ berupa kepanjangan singkatan menggunakan tag <abbr>? Menurut saya cukup penting, walaupun tidak ada istilah wajib dalam penggunaannya. Para pengunjung yang mengakses halaman web menggunakan pembaca layar (screen-reader) kemungkinan akan sangat terbantu dengan penggunaan tag <abbr> untuk menjelaskan kepanjangan singkatan tertentu. Ini yang saya ketahui, walaupun saya belum pernah mengecek kebenarannya secara langsung menggunakan alat pembaca layar.

Sesuai namanya, tag <button> berfungsi untuk memberi makna/tanda bahwa teks yang diapit olehnya adalah teks yang berupa tombol atau menjelaskan tentang tombol. Saya sendiri sudah beberapa kali menggunakan tag <button> pada sejumlah postingan blog ini, terutama yang berisi tutorial.
Tampilan default penggunaan tag <button> pada peramban atau halaman web tak jauh beda dengan tampilan sebuah . Jadi, kita tidak wajib menyetelnya dengan kode CSS khusus. Kecuali kalau kita ingin membuat tampilannya lebih menarik atau berbeda. Contoh nyata penggunaan tag <button> bisa Anda lihat pada teks “tombol” di paragraf ini.

Merupakan tag HTML yang berfungsi untuk menguatkan makna teks khusus yang dimaksudkan sebagai keterangan tombol tertentu di keyboard (papan ketik) komputer. Misalnya tombol Enter. Perhatikan tampilan teks “Enter” yang barusan saya tulis. Itu menggunakan tag <kbd> yang saya kustom tampilannya dengan kode CSS berupa kbd{border:outset;background:#ecf0d9;color:#111;padding:0.04em 0.5em;font:100 .9em arial,sans-serif} agar tampak mirip dengan tampilan tombol di keyboard.
Saya kurang tahu tampilan default tag <kbd> jika tidak dikustomisasi dengan CSS atau style baru. Namun yang jelas, tag <kbd> sudah beberapa kali pula saya gunakan pada sejumlah postingan di blog ini.

Elemen HTML ini biasanya dipergunakan untuk menuliskan beberapa istilah beserta definisi atau penjelasannya. Dikutip dari Elemen HTML Lists yang Semantik pada Konten (side22.com). Selain itu, juga cocok untuk penggunaan konten berupa tanya jawab. Seperti yang pernah ditulis oleh Dani Iswara dalam Menulis Konten Tanya Jawab yang Semantik (Dani Iswara .com).
Contoh nyata penerapan atau penggunaan tag <dl>, <dt>, dan <dd> ini bisa Anda lihat pada postingan saya tentang Pengertian Hit, Pageviews, Visits, Unique Visitor, dan Bandwidth (KafeGue.com).
Intinya, ketiga tag/elemen HTML tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Mirip dengan penggunaan <ol> / <ul> dan <li>. Lebih jelasnya silakan Anda simak saja dua buah referensi bacaan yang saya sisipkan di atas.
Tag ini fungsinya khusus untuk menampilkan kutipan (kuotasi) berupa kalimat pendek, terutama jika kutipan itu tidak ingin kita pisahkan dalam paragraf khusus. Jadi, jika kutipan itu ingin kita satukan dengan kalimat lain di dalam satu paragraf yang sama, maka menggunakan tag <q> adalah pilihan tepat daripada menggunakan tag <blockquote> (yang fungsinya untuk menampilkan kutipan agak panjang dan terpisah pada paragraf baru).
Tag <q> sendiri pernah beberapa kali saya gunakan di postingan blog ini. Terakhir kali saya gunakan di postingan sebelumnya tentang ‘Studi Kasus Postingan Blogazine yang Membingungkan’. Coba perhatikan teks yang bercetak miring dan diapit oleh tanda petik dua di salah satu paragraf menjelang penutup posting tersebut.
Secara default, efek dari penggunaan tag <q> di halaman web (pada peramban/browser) akan berupa tanda petik dua yang mengapit teks kutipannya. Saya sendiri memilih efek tambahan berupa teks bercetak miring dengan cara menambahkan kode CSS berupa font-style:italic pada tag <q> tersebut. Mengapa tidak menggunakan tag <em> atau <i> saja sekalian? Tujuan saya hanya ingin memberikan visualisasi berupa teks bercetak miring saja, sedangkan dari sisi semantic-webnya, saya pikir sudah cukup terwakili oleh penggunaan tag <q> itu sendiri.
Nah, di antara tag/elemen HTML di atas (yang menurut saya jarang digunakan), manakah di antaranya yang belum pernah Anda gunakan atau sudah pernah tapi jarang? Atau jangan-jangan belum pernah Anda gunakan sama sekali?
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS



Google Chrome 17.0.963.79 | Windows XP
Kalau “Button” kayaknya umum
Google Chrome 17.0.963.79 | GNU/Linux
Fadel SAWI, yang lebih sering dipakai kan yang pakai input type = button. Nah, kalau yang khusus makai tag button saja itu yang jarang Del.
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows XP
Semua tag di atas belum pernah kepake’ mas hehe… Biasanya cuma pakai yang umum-umum aja, soalnya belum tahu banyak fungsinya jadi takut salah. kalau udah dapat info gini jadi berani nyoba hehe..
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows 7
untuk tag html yang button, biasanya pada pake <input type=”submit”> , jujur saya jarang pake tag <button>
sebenarnya menurut saya masih banyak tag2 html yang jarang dipake, sebagai contoh seperti <acronym>, <address>, <applet> dan lain sebagainya..
mas is bisa liat di http://www.w3schools.com/tags/default.asp
banyak sekali yang jarang dipaket tuh.. :)
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
Dery, makasih atas referensinya Der. Kalau untuk tombol submit, menurut saya sih lebih tepat jika kita menggunakan <input type=”submit”> saja.
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows XP
Hmm… dari 7 Tag HTML tersebut, yang Ayas tau dan pernah makek tuh cuma tag doang Bang Is. Sekarang udah jarang Ayas makeknya, cuma makek class .button aja, jadi pake CSS gitu Bang!
Kalo Ayas perhati’in, tag itu irip ama yach?
Artinya mengandung Link gitu Bang??
Ayas taunya tag ini, adanya cuma di CSS Blog aja Bang Is.
Belum pernah tau ada yang makek dalam postingan tuh!!
Hwehehe..
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows XP
BagiBagiBlog, Wadaw.. Ayas nulis tag buttonnya gak muncul tuh Bang… ama dl dd dd juga!!
Ayas kasi gituan jadi gak muncul!!
Hwehehee,, PiZZ
Chromium 17.0.963.56 | Ubuntu 11.10
BagiBagiBlog, hayoo. Coba cari tau kenapa bisa nggak muncul…wkwkwk
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows XP
iskandaria, Hmmm.. kasi tau enggak yaaach???
Hohohohoho…
Yang Ayas tau siy cuma gara2 Ayas kasi Tanda ( ) Bang Is???
^_^
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows XP
BagiBagiBlog,
Tuuuh kan Bang Is… Masih gak muncul lagi deh???
Ayas Nyeraah Bang.. Ammpuun!!!!
Hwehehee…
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
BagiBagiBlog, kalau masih penasaran, coba aja terus Yas….wkwkwkwk
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows 7
Boleh dibilang aku ndak pernah menggunakan tag keyboard
kbd.Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
die, sebenarnya Pak Aldy juga bisa menggunakan tag <button> untuk menampilkan teks yang berupa tombol. Jadi, tidak perlu menggunakan class CSS untuk itu. Kalau tampilannya kurang bagus, baru dikustom pakai CSS (khusus pada tag button-nya).
Firefox 10.0.2 | Windows XP
Ane, masih suka menggunakannya termasuk definition list, namun benar sesuai kebutuhan juga sih.
Yang jarang banget yaitu button.
Oia mas IS mengapa tidak mencoba merubah markup blog ini menjadi HTML5. Nah, nantikan mas IS bisa belajar lebih lagi tag seperti header, section, article, footer, video, canvas dan masih banyak lagi.
Dan draft HTML5 di w3c hampir fixed untuk section dan article. Namun belum last call, asik loh tag HTML5 itu banyak yang powerfull. Seperti canvas, video, aside dan segalanya.
Pokonya mantap deh HTML5 tag.
Chromium 17.0.963.56 | Ubuntu 11.10
amdhas, sebenarnya saya juga pengen sih belajar HTML 5 dan menerapkannya pada markup blog ini. Tapi karena masih dalam masa pengembangan, saya tunda dulu. Kalau memang sudah hampir final untuk mayoritas tag atau elemennya, nanti juga bakalan saya gunakan Bang. Yang jelas perlu sedikit utak-atik dan belajar fungsi & penerapan tag-tag baru.
Chromium 18.0.991.0 | GNU/Linux
saya tag ‘q’ kadang masih pake mas untuk membuat kutipan.. tp kalau lainnya memang jarang atau g pernah dipake…
pak mars mgkn yg sering pake klo yg tag tool tip :D
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
tomi, iya mas. Seingat saya, Pak Mars memang cukup sering pakai tag HTML untuk menampilkan tooltip pada sebuah teks berupa singkatan. Tapi beliau (yang saya ingat) menggunakan tag <acronym>
Firefox 11.0 | Windows 7
waaa… bahkan arti kata semantic baru saja ngerti mas… :)
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
Sriyono Semarang, sebenarnya saya sendiri belum terlalu mengerti makna ‘semantic’ yang lebih dalam jika dikaitkan dengan penyajian konten website. Pemahaman saya, semantic lebih ke arah “bermakna”.
Firefox 10.0.2 | Windows 7
iskandaria, dari dari penelusuran google kesimpulan saya juga gitu.
Hemm meski tidak terlihat (kecuali view code/source) tag ini punya arti sendiri. dan saya setelah ini akan mengubah kebiasaan lama :D
emm sapa atau dimana saya bisa cari info si pamerhati web usability itu, Pak?
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
Ferry Lee, blog sang pemerhati web usability itu kan sudah saya sisipkan linknya di pembahasan tentang tag dl,dt,dan dd. Coba saja kunjungi link tersebut.
Opera 11.61 | GNU/Linux
He he, saya jadi malu, ilmu semantik web saya sudah sangat tumpul :).
Chromium 17.0.963.56 | Ubuntu 11.10
Cahya, kalau gitu, saatnya mengasah kembali..xixixi
Firefox 10.0.2 | Windows 7
Wah.. nice nih wat saya yagn baru belajar.
Tadi jadi googling tentang beda <i> ma <em>
Ternyata ada maknanya yah :D
hemm… Jadi, gimana nih solusinya?
sementara saya sering menggunakan <em>, <strong> dan <blockquote> ketimbang yang sejenisnya.
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
Ferry Lee, tag <i> gunanya sekedar untuk visual semata, yaitu agar teksnya bercetak miring tanpa makna apa-apa bagi pembaca layar, sedangkan tag <em> lebih ke arah semantic atau lebih bermakna (terutama untuk penekanan, selain untuk mencetak miring juga). Tag <em> akan terdengar lebih berteriak jika dibaca menggunakan pembaca layar. Itu yang saya ketahui dari seorang pemerhati masalah ‘web usability’.
Begitu pula tag <b> dan tag <strong>. Tag <strong> fungsinya sama dengan tag <em>, sedangkan tag <b> sama dengan tag <i> (sebatas visualisasi tampilan di web browser tanpa punya makna apa-apa di sisi pembaca layar).
Kalau tag <blockquote> sudah saya jelaskan sedikit fungsinya pada bagian menjelang akhir tulisan di atas. Oya, cara penulisan tanda siku pembuka dan penutup di kolom komentar ini yaitu harus menggunakan entities/karakter HTML khusus agar bisa muncul. Silakan lihat karakter/entity-nya pada source-code komentar balasan saya ini atau pada postingan di atas :)
Firefox 11.0 | Windows XP
haha, kalo button saya pernah make tuh mas is, tapi kalo abbr, dan yang lain saya cuma pernah nyoba pas belajar di w3schools aja, haha
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
Ijal Fauzi, sekali-sekali juga kudu diterapin langsung di postingan blog Jal. Biar ilmunya bisa lengket dikit…wkwkwkwk
Firefox 11.0 | Ubuntu
hemm.. bicara tag html, saya sendiri juga jarang menggunakannya mas is, yg serign digunakan adalah tag
dansaja, selebihnya belum pernah saya gunakan :D, maklum saja pemahaman html saya masih minim sekaliGoogle Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
dhenycahyoe, kayaknya mas Dheny harus menggunakan karakter/entity HTML khusus untuk tanda kurung siku yang mengapit tag HTML (agar bisa muncul di komentar). Silakan lihat karakternya di source-code halaman ini :)
Chromium 18.0.997.0 | Ubuntu 11.10
iskandaria, hehe… iya mas is lupa tadi karena buru2 kirim komentarnya jadi gak diteliti lagi maksud saya tag
dan , hehehe...Chromium 18.0.997.0 | Ubuntu 11.10
dhenycahyoe, nah loh kan kagak muncul lagi, wkwkwkwkwk….
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
dhenycahyoe, ayooo. dipecahkan lagi kodenya mas (sampai bisa muncul)…wkwkwk
Firefox 11.0 | Ubuntu
iskandaria, pasti ini muncul dah hehehe, <code></code> dan <pre></pre>
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
dhenycahyoe, akhirnya :D
Firefox 10.0.2 | Windows 7
Lama gak main.. ternyata makin dalem aja pembahasanya. Sudah saatnya mas Is artikelnya dibuat ebook nih.. Salam Blogger :D
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows 7
TonyKoes, IYa setuju.. mending dibuat ebook ajah
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
TonyKoes, bikin ebook sih gampang mas. Tinggal ketik di Word, lalu konversi ke PDF. Selesai…hehehe. Tapi sampai saat ini saya belum punya niat nulis ebook. Lagian, juga masih bingung mau nulis topik tentang apa.
Firefox 10.0.2 | Windows 7
iskandaria, Mungkin berawal dari konten yang terlaris diblog ini masbro.. kalau gak salah kan bisa dilihat dari dashboard google analytic (sotoy gue :D ) Atau gimana kalo tentang pemrograman Visual basic, selama ini saya mencari-cari belum dapet yang mengena, beli buku ditoko paling berapa point saja yang bisa diambil, malah ada yang mengupas sejarah lahirnya visual basic, bukan pada inti memulai darimana dan harus bagaimana. Ini menutut saya sebuah kesalahan dalam membuat buku, lha kita kan sedang gak belajar sejarah program kan..? :)
Google Chrome 17.0.963.56 | Windows 7
Saya malah baru tahu ada tag segala mas Is :D
Ternyata banyak juga ya tag2 yang jarang dipakai, apa itu sama dengan mubazir? Hmm…
Google Chrome 17.0.963.56 | GNU/Linux
Darin, bisa dibilang mubazir juga sih, padahal sebenarnya sangat bermanfaat untuk memperkuat konten yang telah kita tulis/posting agar bisa lebih bermakna atau lebih semantic jika diakses menggunakan alat pembaca layar maupun sekedar di’crawler’ oleh mesin pencari.