Review Linux ArchBang 2011.11 with Openbox and PCMan

webhosting Indonesia

Enaknya menggunakan Sistem Operasi Linux yaitu tersedianya berbagai macam alternatif yang bisa kita pilih sesuai selera maupun kebutuhan. Mau yang tampilannya menarik/cantik, tinggal pilih yang berbasis dekstop KDE (misalnya pada Kubuntu) atau Enlightment (seperti pada Bodhi Linux). Di sisi lain, dekstop Unity bawaan Ubuntu 11.10 atau 11.04 pun layak dianggap menarik.

Nah, kalau mau yang tampilannya tidak ‘neko-neko’ atau sederhana, Anda bisa memilih Linux Mint atau distro Linux lainnya yang murni menggunakan Gnome sebagai dekstop managernya. Selain itu, tersedia pula dekstop Xfce dan LXDE yang lebih sederhana tampilannya. Tentunya lebih ringan juga.

Di luar semua itu, ada satu jenis dekstop manager lagi (tepatnya window manager) yang bisa dibilang menganut paham kesederhanaan, yaitu Openbox. Salah satu distro Linux yang menggunakan dekstop manager Openbox ini yaitu ArchBang (turunan dari Arch Linux).

Kebetulan saya baru beberapa hari ini mencobanya. Versi yang saya coba tergolong masih ‘fresh’, yaitu ArchBang 2011.11 (yang dirilis secara resmi pada 2 November 2011 lalu). Ukuran file ISO-nya cuma 423 MB. Seperti biasa, saya membuat ‘installer’-nya melalui USB flash-disk. Namun entah kenapa, hanya aplikasi Linux Live USB Creator yang cocok atau berhasil membuat Live USB ArchBang 2011.11 ini. Ketika sebelumnya saya menggunakan UNetbootin, ternyata Live USB-nya gagal dijalankan, walaupun tetap muncul list pada tahap awal bootingnya.

Begitu pula ketika saya menggunakan Universal USB Installer dari PendriveLinux. Masalahnya sama, yaitu tidak ditemukan ‘boot-configuration’ untuk masuk ke proses selanjutnya. Kira-kira begitu kurang lebihnya. Nah, baru setelah menggunakan aplikasi Linux Live USB Creator, saya baru berhasil menjalankan ArchBang 2011.11 ini melalui USB Stick.

Review kali ini saya dasarkan pada saat menjalankannya via mesin virtual saja, berhubung saat saya menjalankannya via Live USB, resolusi layarnya masih belum maksimal sesuai resolusi asli laptop saya. Maklum, ArchBang ini ternyata masih belum mendeteksi VGA SiS pada laptop saya :(

logo archbang

Sekilas Review

Tampilan awal ArchBang 2011.11 yaitu berupa list menu grub (‘boot-loader’). Gambar latarnya cukup cantik menurut saya. Mengingatkan saya pada tampilan Burg (yang digunakan sebagai default Grub pada Chakra Linux, salah satu turunan Arch Linux juga).

grub-menu

Lalu, mungkin ada yang bertanya, di manakah letak menu utamanya? Kok tidak ada ya? he..he..he. Ternyata menu utamanya tersembunyi (alias ‘ngumpet’ kalau bahasa Inggrisnya). Namun Anda bisa menemukan cara untuk mengaksesnya pada list daftar ‘keyboad shortcuts’ di dekstop ArchBang ini. Ya, caranya yaitu dengan menekan kombinasi tombol Super + Space pada keyboard komputer Anda. Tombol super biasanya dilambangkan dengan icon logo Windows, sedangkan tombol space (spasi) tak lain berupa tombol yang biasa kita gunakan untuk memberi spasi antar kata ketika mengetik sebuah kalimat.

Cara lain untuk mengakses menu utama (‘main menu’) ArchBang 2011.11 ini adalah lewat penggunaan mouse/tetikus, yaitu dengan cara melakukan klik kanan pada sembarang area di dekstopnya. Anda akan disuguhkan menu utama untuk mengakses berbagai aplikasi dan utilitas di ArchBang begitu melakukan klik kanan di dekstopnya.

Bagaimana tampilan menu utama ArchBang ini? Lihat screenshot berikut.

menu utama

Masuk ke tampilan dekstop utama. Kita disuguhkan dekstop super minimalis dengan latar gelap. Tampak tidak menarik bagi yang mengharapkan desain interface menawan :) Yang ada di dekstopnya cuma keterangan sistem, ‘resource’ proses yang sedang berjalan, daftar ‘shortcuts’, serta keterangan waktu saat ini (pada panel kanan bawah).

dekstop

Screenshot di atas sedikit terpotong (tidak menampilkan panel bawah, berhubung keterbatasan resolusi pada jendela VirtualBox). Sebagai pelengkap, berikut ini penggalan panel kanan bawah yang tidak terlihat pada screenshot di atas.

panel bawah

Selanjutnya, coba kita lihat satu per satu sub menu pada menu utama tersebut. Mulai dari Applications >.

aksesoris

internet

office

aplikasi lain

sound video

sistem dan tools

preferences

Instalasi Berbasis Teks

Untuk memasang/menginstal ArchBang 2011.11 ini, Anda mau tau mau harus berhadapan dengan mode teks (bukan GUI). Tampilan mode instalasi berbasis teksnya mirip dengan mode instalasi Windows (yang dominan berlatar biru). Saya sendiri tidak mengalami kesulitan berarti dalam memahami step-step yang ada. Namun saya sedikit perlu beradaptasi ketika hendak melakukan pembuatan partisi baru. Cuma satu poin tersebut yang kita perlu sedikit cermat, soalnya agak berbeda dengan yang berbasis grafis.

instalasi1

instalasi2

Peramban Default & File Manager

Peramban (‘web browser’) yang disertakan yaitu Aurora 9.0a2 (produk dari Mozilla). Sedangkan file manager yang digunakan adalah PCManFM 0.9.10.

aurora

pcman

Utilitas atau Fitur Kustomisasi

Walau menganut kesederhanaan, pada ArchBang Linux 2011.11 ini Anda masih bisa melakukan kustomisasi tampilan menu maupun temanya. Sejumlah fitur kustomisasi bisa Anda manfaatkan, di antaranya:

Openbox Configuration Manager

configuration manager

Bisa Anda temukan pada sub menu Applications > Other (di menu utama).

Wallpaper

wallpapers

Pengaturan wallpaper ini ada di sub menu Preferences.

Customize Look anda Feel > Widget

Customize Look anda Feel1

Customize Look anda Feel > Icon Theme

Customize Look anda Feel2

Fitur ini juga dapat Anda akses di sub menu Applications > Other.

Sedikit Catatan pada ArchBang 2011.11

Saya masih bingung dengan aplikasi office (yaitu Zathura) dan grafis (Geegie) yang terinstall sebagai ‘default’ (bawaan) pada ArchBang Linux 2011.11 ini. Wujudnya agak aneh dan cara menggunakannya juga membingungkan. Jauh sekali jika dibandingkan dengan LibreOffice dan GIMP (yang menjadi default di Linux Mint).

Di sisi lain, saya juga tidak menemukan semacam ‘software manager’ untuk mempermudah pengguna dalam memasang atau menghapus aplikasi yang sudah terinstal. Dengan kata lain, tidak ada utilitas berbasis GUI untuk itu. Kemungkinan besar Anda harus melakukannya secara manual lewat terminal. Untuk hal tersebut, sepertinya Anda perlu menyimak tutorial tentang 10 things to do after installing Archbang (linuxandlife.com).

Di luar kekurangan tersebut, saya merasa ArchBang ini sangat ringan, stabil, dan cepat (walaupun dicoba di mesin virtual). Sesuai sekali dengan slogan yang diusung oleh pengembangnya. Dekstop Openbox adalah pilihan tepat untuk komputer dengan spesifikasi agak rendah atau komputer lawas. Namun tetap saja tidak membuat saya tertarik untuk menggunakannya (berhubung saya sudah merasa cocok dan nyaman dengan Linux Mint Debian).

system-info

Tautan cepat & Menu Utama:

Jika Anda tertarik mencoba ArchBang 2011.11 ini, silakan langsung menuju halaman unduhnya di situs distrowatch.com

Maaf, karena alasan tertentu, kotak komentar ditutup!

  1. andank
    Google Chrome 13.0.782.112 | Windows XP

    wah tambah keren aja nih linux

    iskandaria
    Opera 11.52 | Linux Mint

    andank, lebih keren lagi kalau kita berani mencobanya..wkwkwkwk

  2. arif
    Google Chrome 13.0.782.215 | Windows XP

    Arch, distro yang dah lama pengen saya coba tapi gk kesampean.. Openbox memang sangat ringan, walau kadang membingungkan sangat.. kalo package manager berbasis gui di arch memang belum ada sepertinya, karena memang arch linux berbeda dengan debian based atau red hat based..

    iskandaria
    IceWeasel 8.0 | GNU/Linux

    arif, betul sekali mas. Arch sepertinya lebih banyak bermain di Terminal atau berbasis CLI. Kurang saya rekomendasikan untuk pengguna Linux pemula. Bisa-bisa nanti mereka malah ‘il-feel’ pada Linux…hehehe.

  3. agung
    Google Chrome 17.0.922.0 | openSUSE

    Ayo coba Green Gecko Mas Is. :kompor :)

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux

    agung, pasti dong Mas. Tapi belum selesai ngunduh nih. Tadi udah keburu pagi. Baru seperempatnya :) (untung pakai torrent).

  4. Wandi Sukoharjo
    Pale Moon 7.0 | Windows XP

    Saya pernah nyoba nginstall Ubuntu 8.0 mas Is, namun setelah selesmai nggak suprot ama modem dan yang lainnya di lapto eMachineku, akhirnya aku kembali ke XP2. Apakah Linux versi terbaru sekarang sudah suprot ya mas? Modemku : Broadband Indosat 3.5G.

    iskandaria
    Chromium 14.0.835.202 | Ubuntu 11.10

    Wandi Sukoharjo, tergantung modemnya juga sih. Kalau modem sierra saya selalu terdeteksi pada Linux yang sudah saya install. Nggak tau juga kalau merk lainnya.

  5. Kaget
    Firefox 7.0.1 | GNU/Linux

    walah Mas, sampe sekarang aku masih belum bisa nyicipi banyak distro. Pasalnya,…. ngga punya banyak partisi :(

    iskandaria
    Chromium 14.0.835.202 | Ubuntu 11.10

    Kaget, lah, kan bisa diakalin dengan me-resize ukuran partisi yang telah ada. Saya juga pakai trik itu lho Mas. Nanti setelah kita meresize (mengurangi ukuran partisi yang sudah terbentuk), akan muncul partisi berupa ‘unlocated’. Nah, partisi itulah yang bisa kita bagi-bagi lagi untuk instalasi Linux.

    Kaget
    Firefox 7.0.1 | GNU/Linux

    iskandaria, Udah kebanyakan partisi Mas. Jadi kalau mau mencicipi distro lain, harus korban salah satu distro/OS.
    Linux sih, kalau diikuti ngga kan sanggup. Masing2 distro punya kelebihan dan daya pikat sendiri. :)

    iskandaria
    Chromium 14.0.835.202 | Ubuntu 11.10

    Kaget, betul juga kalau begitu :) Space hard-disk saya saja sudah hampir penuh. Partisinya juga sudah saya bagi-bagi dan hampir tidak ada lagi sisa untuk install distro baru. Satu-satunya jalan ya menghapus distro yang kira-kira udah nggak akan saya gunakan lagi.

  6. Rudy Azhar
    Safari 5.1.1 | Windows XP

    Beberapa postingan terakhir banyak membahas tentang tips linux. Aneh, saya kok belum kepengen mencoba ya?…he…he…he….

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux

    Rudy Azhar, mungkin belum waktunya aja. Nanti suatu saat siapa tau jadi kepincut. Segala sesuatu pasti ada masanya :) Saya aja kalau nggak gara-gara ikutan seminar tentang Linux, sampai sekarang mungkin belum mencoba linux.

    Padly
    Chromium 15.0.874.106 | GNU/Linux

    Rudy Azhar
    Kalau ga dicoba, mana bisa mengerti? :P
    Sekarang aja aku lebih tertarik belajar Linux daripada Blogazine :D

    @Mas Is… sama-sama openbox, aplikasi Crunchbang lebih bersahabat dibanding Archbang.

    iskandaria
    Chromium 14.0.835.202 | Ubuntu 11.10

    Padly, sama kalau gitu Mas Padly. Sekarang saya juga lebih semangat belajar Linux (plus mencoba berbagai distro Linux). Mudah-mudahan semua distro yang saya coba akan saya review di blog ini. Oya, soal CrunchBang saya belum banyak tahu sih. Mau nyari infonya dulu ah..

  7. luthfi
    Firefox 8.0 | GNU/Linux x64

    have you read the DOC file in /home/username ? it contain the information that you need to correctly install sis driver .

    iskandaria
    SeaMonkey 2.4.1 | GNU/Linux

    luthfi, thank’s a lot for your information. I will try it soon.

  8. ada-akbar.com
    Firefox 7.0.1 | Windows 7

    Review yang bikin orang kepengen nyoba. .hehe
    sangar. .
    serius pengen cba neh.. .

    iskandaria
    Firefox 7.0.1 | GNU/Linux

    ada-akbar.com, kalau untuk pemula Linux, ArchBang ini kurang saya rekomendasikan mas. Bisa ‘ilfeel’ ama Linux nantinya kalau langsung nyobain yang ini :)

  9. Cahya
    Google Chrome 15.0.874.120 | Windows 7

    ArchBang update-nya terlalu cepat, mungkin ngikuti openBox, btw, saya tidak bisa komentar via Opera…

    iskandaria
    Firefox 9.0a2 | GNU/Linux

    Cahya, iya nih, saya juga nggak bisa submit komentar pakai Opera. Aneh juga. Mungkinkah karena settingan custom-post pada halaman ini? Kalau iya, kok pada peramban lain bisa yach.

    Oya, Sabayon juga cepet banget update-nya Mas. Katanya setiap 4 bulan sekali ada rilis versi baru.

  10. ibnu ismadi
    Google Chrome 15.0.874.120 | Windows XP

    owh aurora di gunakan untuk linux juga tho?
    oh ya mas, bisa ngga install linux dengan flash disk?

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux

    ibnu ismadi, pada dasarnya hampir semua web-browser ada versi Linuxnya Mas. Ya, Linux sangat bisa diinstall melalui flashdisk. Selama ini, saya bahkan selalu menginstal Linux lewat flashdisk. Prosesnya malah jauh lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan CD (terutama untuk komputer dengan RAM 2 GB dan prosesor Core 2 Duo).

    ibnu ismadi
    Google Chrome 15.0.874.120 | Windows XP

    iskandaria, wah bagus banget tuh.. btw link untuk mendownload linux apa ya??

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux

    ibnu ismadi, Linux itu sangat banyak variannya Mas. Sampai ratusan loh. Untuk varian-varian Linux terbaru bisa dilihat di situs distrowatch.com (lengkap dengan link downloadnya masing-masing). Di sisi kanan situs tersebut juga terpampang list varian Linux, mulai dari yang paling populer. Kalau untuk pemula, saya lebih menyarankan menggunakan Linux Mint saja. Dalam paket ISO-nya sudah dilengkapi dengan banyak aplikasi yang siap pakai. Tapi kalau emang mau download Linux Mint, tunggu rilis resmi versi terbarunya aja ntar (kalau nggak salah tanggal 20 November 2011 ini).

    ibnu ismadi
    Google Chrome 15.0.874.120 | Windows XP

    iskandaria, setelah saya buka link na ternyata linux mint yang keluaran 2011-11-12 Development Release: Linux Mint 12 RC…
    btw, linux mint terbaru sekarang dah versi brp yaah?

    iskandaria
    Firefox 9.0a2 | GNU/Linux

    ibnu ismadi, kalau yang versi final releasenya ada 2, yaitu Linux Mint 11 dan Linux Mint Debian Edition (LMDE) 2011.09

    Nah, yang mas Ibnu buka itu versi mendekati final release untuk Linux Mint 12. Kalau nggak salah tanggal 20 November 2011 nanti, Linux Mint 12 versi final akan dirilis secara resmi.

  11. Endy
    Firefox 7.0.1 | GNU/Linux

    patut dicoba juga neh mas Iskandar..

    tampilannya bersih yah mas, jadi terkesan elegan…

    iskandaria
    Midori 0.4 | Mac OS X

    Endy, kalau mas Endy sendiri pakai Linux apa nih pas komen di postingan ini?

    Endy
    Firefox 8.0 | Windows 7

    iskandaria, Saya pake BT5 mas…compatible dengan wireless saya..

  12. jarwadi
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux x64

    wah, saya sih suka dengan tampilan yang sederhana dan mengutamakan performa. dan yang terpenting tidak ribet dengan komputer yang terlalu terbebani sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting.

    sekali waktu memasang dan menghapus aplikasi/setting via terminal sih tak masalah :)

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux

    jarwadi, terlalu banyak aplikasi, tapi cuma segelintir yang sering kita gunakan tergolong mubazir/pemborosan juga kalau begitu ya mas. Soal terminal, sebenarnya lumayan mengasyikkan sih bekerja di situ (terutama ketika melihat hasilnya). Rasanya gimanaaa gitu (*lebay*)

  13. Miftakhudin
    Firefox 4.0 | Windows XP

    wuih ternyata banyak juga ya mas varian dari OS Linux, kalau yang Linux ArchBang 2011 ini kembangan dari apa mas and dikembangkan anak negri atau luarnegri…?

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux

    Miftakhudin, Linux ArchBang ini turunan/pengembangan dari Arch Linux. Bikinan dari luar negeri sih.

    Unknown
    Firefox 6.0.2 | Windows 7

    iskandaria, yah dalam segi desainnya. Terlalu banyak menggunakan css atau CSS3 mungkin ?? Kenapa ga nyoba pake gambar aja ?? Maksudnya dari Photoshop ke HTML gitu..

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux

    Unknown, pertanyaan saya belum dijawab tuh. Maksud Anda apakah desain secara keseluruhan atau cuma pada halaman ini? Apa hubungannya kalau pakai CSS itu kurang enak dipandang? Apakah kalau pakai gambar itu menjamin akan enak dipandang? Lagipula, halaman ini sudah banyak saya sisipkan gambar (pada postingannya). Kalau saya pakai gambar lagi untuk desain theme-nya nanti malah makin berat. Lagian, saya tidak tahu cara konvert dari photoshop ke HTML. Saya juga sudah jarang menggunakan Windows (beralih ke Linux).

  14. Unknown
    Firefox 6.0 | Windows XP

    Mas, saya cuma nyaranin, theme blog ini menurut saya kurang enak banget di pandang sama mata. Yah, walaupun loading nya kuencang. Thanks.

    iskandaria
    Google Chrome 15.0.874.120 | GNU/Linux

    Unknown, theme secara keseluruhan atau cuma halaman posting ini? Soalnya halaman ini pakai theme khusus (custom-post). Sengaja saya pilih kombinasi warna abu dan hitam seperti ini karena menyesuaikan dengan warna utama Linux ArchBang yang saya review.

    Oya, kurang enak dipandangnya apa karena pilihan warnanya atau karena apa ya? Mungkin bisa lebih detail lagi, biar saya tahu kekurangannya.

  15. Download One Piece
    Firefox 8.0 | Windows XP

    untuk instal linux di server ada gak mas tutornya?

    iskandaria
    Midori 0.4 | Mac OS X

    Download One Piece, saya kurang tahu juga ya. Lagipula, saya belum pernah melakukannya.

  16. Sriyono Semarang
    Firefox 4.0.1 | Windows 7

    aw aw aw… mantep pisan ripiu nya gan…

Blogroll :