Redesain Satu Kolom KafeGue [dot] com

Akhirnya selesai juga proses modifikasi theme pressplay yang saya gunakan saat ini. Dari dua kolom menjadi satu kolom seperti yang Anda lihat sekarang. Proses modifikasinya sendiri lumayan memakan waktu dan menyedot pikiran saya. Sempat juga mencari-cari theme gratis wordpress yang satu kolom. Namun sepertinya tidak ada satu pun yang benar-benar sesuai selera saya.

Ya sudah, saya pun memodifikasi theme 2 kolom yang saya gunakan sebelumnya. Jadilah theme pressplay one column seperti ini. Konsepnya, sidebar yang sebelumnya ada di samping kanan saya ubah posisinya ke bagian bawah area posting. Lalu saya mengubah perataan elemen ‘wrapper’ dan ‘content’ menjadi center, biar tampilan theme tepat berada di tengah-tengah layar monitor PC (terutama pada widescreen). Perataan pada header, sidebar, dan footer juga saya ubah menjadi center.

Setelah itu, saya harus membenahi menu navigasi atas agar lebih informatif dan berguna bagi pengunjung. Terakhir, saya sengaja menambahkan beberapa tautan pintas (jump-link), yaitu pada navigasi atas dan di bawah posting. Silakan Anda maksimalkan keberadaan ‘jump-link’ tersebut agar bisa lebih cepat menuju area/menu tertentu pada halaman yang Anda sedang Anda buka.

Apa alasan saya memilih theme satu kolom?

  • Saya ingin mencari suasana baru. Lama menggunakan theme 2 dan 3 kolom, rasanya tidak ada tantangan lagi dalam hal utak-atik kode CSS dan X/HTML. Saya juga mulai jenuh dengan theme model tersebut.
  • Saya ingin lebih memanjakan pengguna Linux. Walau mereka kaum minoritas di negeri ini, rasanya tidak boleh diabaikan begitu saja. Salah satu kekurangan theme yang lebih dari satu kolom ketika tampil di Linux (Ubuntu) yaitu jadi melebar, sehingga untuk melihat daftar menu di sidebar, pengunjung mesti menggeser layar ke kanan. Dilihat dari sisi estetika tampilan, kondisi tersebut juga kurang mendukung. Nah, di situlah theme dengan satu kolom terlihat lebih ramah dan bersahabat bagi para pengguna Linux.
  • Saya ingin pengunjung lebih fokus. Dengan tidak adanya kolom lain di sisi kolom posting, diharapkan pembaca/pengunjung blog ini bisa lebih nyaman dan lega ketika menyimak konten.
  • Saya ingin memberikan pengalaman baru bagi pengunjung. Terutama bagi mereka yang merasa lebih terbiasa dengan theme multi kolom. Ya, theme satu kolom kemungkinan akan memberi sensasi berbeda dan bisa jadi malah akan sedikit membingungkan pengunjung yang masih kurang familiar. Jadi perlu sedikit kreativitas agar pengunjung bisa dengan mudah beradaptasi dan menelusuri konten. Oleh sebab itulah, saya sengaja memasang beberapa menu navigasi dan ‘jump-link’.
  • Saya ingin menekan hasrat memasang banner. Tak bisa dipungkiri, theme yang cuma terdiri dari satu kolom sangat kurang bersahabat bagi upaya monetisasi blog, terutama dengan pemasangan banner. Positifnya, saya bisa lebih fokus pada membangun konten dulu. Toh, blog ini masih baru dan belum layak untuk dimonetisasi dengan banner. Termasuk iklan PPC atau link komersil.

Bagaimana dengan Anda? Tertarik menggunakan theme satu kolom? Ada komentar atau masukan soal tampilan baru blog ini?

Referensi yang layak dibaca (di daniiswara.Net) :

Quick Link >>> Beri Komentar | Baca Ulang Posting

Posting Terkait :

Sudah ada 93 komentar untuk posting di atas. Mau nambahin?

  1. Firefox 3.6.3Windows XP

    mantap sob, biar bagaimanapun yang penting isi bukan tampilan yang profesional

        iskandaria says :

    @hendro-prayitno,
    Kalau menurut saya tampilan sama pentingnya dengan isi mas. Bagaimana kalau pengunjung jadi malas menelusuri blog kita jika tampilannya buruk? Bagaimana pengunjung mau berlama-lama membaca postingan kita kalau tipografi pada area postingnya jelek alias kurang rapi?

        ardianzzzz says :

    @hendro-prayitno,
    Hehehe… bagi saya tampilan termasuk dalam “isi” sebuah blog..

    Karena itu saya tidak pernah membaca via RSS reader.

        iskandaria says :

    @ardianzzzz,
    Saya juga bisa dibilang jarang banget baca blog via RSS reader. Saya lebih suka berkunjung langsung, sebab akan lebih terasa personalitas dari blog tersebut. Nilai keunikan dan user experience-nya akan lebih terasa.

  2. Firefox 3.6.3Windows XP

    komen lagi itu salah alamat..sory sob

  3. rismaka says:
    Firefox 3.6.6Windows 7

    Wah, sekarang jamannya orang nge-redesain ya ;)
    Lumayan bagus mas, lebih fokus ke konten saya setuju. :thumbup

    Kalau boleh kasih saran, judul di title-container disejajarkan dengan wrapper, agar perataannya lebih enak dilihat.

    Terus Textarea, lebar (width) dijadikan 100% atau 99% saja, jadi ketika membalas melalui trit komet uliran terakhir, lebar tidak menjorok/menembus ke kanan.

    Penulisan unordered list (ul li) di atas kurang benar. Lebih baik seperti ini agar lebih valid:

    <ul>
    <li><p>Paragraf pertama</p></li>
    <li><p>Paragraf kedua</p></li>
    <li><p>Paragraf ketiga</p></li>
    </ul>
    
        ardianzzzz says :

    @rismaka, @Iskandaria
    Lha, tidak ngikut trend blogazine? heheh

    Mengenai memanjakan pengguna Linux, sepertinya tidak bermasalah dengan multi kolom. Mungkin bisa dicek ulang. Kebanyakan rekomendasi ukuran untuk desain full width adalah 960px (fixed) jika hal ini bermasalah pada layar Ubuntu, bukankan bisa ditekan, 800px saya rasa masih mencukupi.

    Sekedar saran dari saya, 1px sangat berharga dalam desain web. Dalam membuat desain antarmuka jangan mengabaikan kesalahan meski hanya 1px. kalkulator mungkin bisa sangat membantu :)

        rismaka says :

    @ardianzzzz,
    Blogazine adalah trend kuno yang hampir ditinggalkan sebentar lagi.

    Saya sendiri bukan bermaksud mengikuti blogazine, tapi lebih suka menyebutnya sebagai “dinamic style”

        iskandaria says :

    @ardianzzzz,
    Blogazine? Belum tertarik sih mas. Cukup sebagai penikmat dulu ^_^ Mengenai setelan width, mungkin bisa jadi solusi. Entahlah kalau pada tampilan di Linux lainnya selain Ubuntu. Mengenai saran tentang 1px, ya. Itu sangat berpengaruh. Gara-gara 1px saja bisa merusak layout kan? hehe. Kayaknya masih ada setelan yang kurang saya teliti nih. Mohon diingatkan ya kalau ada. Kali aja saya kurang jeli.

        dani says :

    @ardianzzzz,
    saya setuju dengan pendapat Mas Ardian tentang Linux. Di netbook saya kok ngga masalah ya? Setelan semacam antialias atau resolusi layar mungkin?

        iskandaria says :

    @dani,
    Entahlah. Tapi kemungkinan terbesar karena tipe VGA card laptop saya yang berjenis SIS dan ukuran/kapasitasnya pun kecil (64MB). Sepertinya itu berpengaruh. Soalnya ketika saya menginstall Linux Ubuntu dan pada awal sebelum booting, timbul semacam layar acak pada monitor. Mirip seperti siaran TV yang masih dalam pencarian sinyal :-)

        ganda says :

    @iskandaria, Mungkin masalah driver?

        iskandaria says :

    @ganda,
    Yap. Kayaknya memang masalah driver deh. Saya belum menginstall driver ternyata..hehe. Thx sudah diingetin bro.

        ganda says :

    @iskandaria, Sama-sama. :)

        dani says :

    @iskandaria,
    SIS masih sulit dipakai di Linux sepertinya. :(

        iskandaria says :

    @dani,
    Kayaknya sih. Tapi tampilan web di Linux saya malah bikin lega karena nggak perlu pake teknik zooming teks lagi, soalnya udah lumayan besar.

        iskandaria says :

    @rismaka,
    Sudah saya benahi mas Adi (untuk perataan title container). Untuk lebar textarea, sudah saya antisipasi dengan menyetting persen di bawah 100 pada settingan plugin WP thread comment. Untuk default di CSS sih saya biarkan saja dengan ukuran 485px. Jadi maksudnya settingan 100 persen itu pada bagian mana tepatnya mas?

    Untuk penulisan unordered list (ul li), sudah saya lakukan sesuai sintaks yang semantis kok mas. Entah kenapa tampilan list coding ul li pada source code bisa berbeda, padahal pada teks editor di dashboard sama kayak yang mas Adi rekomendasikan itu.

    Ketauan nih kalo mas Adi ngintip source code ^_^ Oya, penulisan elemen XHTML mas Adi di kolom komentar blog ini sebaiknya menggunakan elemen pre jika ingin menuliskan list kode yang lebih dari satu baris.

    Jadi, saya edit ya penulisan elemennya.

        rismaka says :

    @iskandaria,
    Settingannya bukan diatur di pluginnya mas, tapi pada CSS dari template ini.

    Mungkin kode berikut bisa ditambahkan atau disisipkan:

    textarea#comment {width: 100%;}

        rismaka says :

    @iskandaria,
    Maaf mas is, jadikan 95% aja biar pas. Saya tadi udah nyoba yg 100% terlalu lebar.

        iskandaria says :

    @rismaka,
    Sudah saya tambahkan dan bahkan setelan dalam bentuk 485px sudah saya hapus mas. ternyata efeknya bagus. Tampilan lebar textarea saat komentar berlapis tidak lagi menjorok ke kanan. Makasih atas tips jitunya :thumbup:

        satrya says :

    @rismaka, Iya mas kayanya lagi musim redesign nih ;)
    Mas Is satrya mau kasih saran sedikit, tambah warna yang agak cerahnya mas Is, perasaan warnanya gelap semuanya nih :D

    Tapi rapih euy mas editingnya :2thumbup

        iskandaria says :

    @satrya,
    Warna gelap pada header dan latar utama sengaja saya pilih sebagai penyeimbang warna latar cerah pada area posting, komentar, dan sidebar mas. Kalo terlalu dominan cerah, agak kurang baik bagi kesehatan mata saat browsing di malam hari atau kondisi kurang pencahayaan :P

  4. rismaka says:
    Firefox 3.6.6Windows 7

    BTW, baru nyadar kalau gravatar ditiadakan :P

        iskandaria says :

    @rismaka,
    Ujicoba dulu mas. Ternyata bikin lega juga nih :P

  5. M Mursyid PW says:
    Firefox 3.6.3Windows XP

    Theme-nya simple tapi elegan, Mas.

  6. dani says:
    Firefox 3.6.6Arch Linux

    Mas Iskandaria,
    ini sekadar perasaan saya saja. Bukan protes. Jangan terlalu diambil hati ya. Masih dengan ‘disable images mode’ (beberapa ‘dejavu’): :)

    a) menu ‘skip to main content’ esensinya ada paling awal/atas halaman.

    b) saya pribadi berharap ada ‘clickable post-title’.

    c) ‘whitespace’ di kanan/kiri konten terasa kurang lebar.

    d) untuk yang li, selain saran Mas Adi-Rismaka di atas, mungkin bisa disetel jarak antar li (khusus konten) yang lebih lebar, jika memang itu maksudnya.

    e) beberapa ‘vertical alignment’ ada yang kurang pas. Ada elemen yang terlalu menjorok ke dalam.

    f) saya pribadi berpendapat, jika ctrl+[+] lalu huruf menjadi nampak tercetak tebal, berarti ukuran set huruf terlalu besar.

    g) dulu Mas Ardian pernah bilang jarak antar elemen (paragraf, blok teks, div) kurang konsisten. Saya setuju itu.

    h) efek ‘hover’ textarea beda ukuran/deklarasi border ya?

    i) di ‘footer’, baris teks ‘back to top’ terpotong. Itu 2 kolom ya?

    Lainnya, biar rekan-rekan yang melengkapi sambil jalan. :)

        dani says :

    Untuk kondisi yang sekarang, Fangs–emulator ‘screen reader’ membacanya:
    six Link dani says colon Link six slash seven slash two thousand ten at twenty-three colon nineteen using Firefox three point six point six on Arch Linux

    ya maklum, plugin baru dipasang. Itu bisa dikustomisasi kok. :)

        ardianzzzz says :

    @dani,

    g. “Spasi dalam tipografi seperti ritme musik”—Rutter, R Compose to a vertical rythm

        rismaka says :

    @dani,
    Saya merasa anda kurang konsisten mas :)
    Dulu mas dani agak mempermasalahkan link to self yang ada di judul.

    Sederhananya, jika kita sudah ada di halaman yang dimaksud, mengapa pula ada tautan ke halaman yang sama? Begitu, bukan?

    Memang kalau hanya sebatas yang ada di judul saja, hal itu mungkin agak usable, karena berfungsi seperti refresh halaman, tanpa perlu menekan tombol refresh atau Keyboard.

        dani says :

    @rismaka,
    saya masih konsisten kok untuk mempertanyakan ‘self-linking post-title’. Karena itu saya pernah menulisnya. Masih menunggu alasan yang lebih bagus, kenapa ‘self-linking post-title’ ada yang tidak memakainya. :)

    Jika ‘self-linking’ lebih dari itu, ya sepertinya rugi. Karena yang diindeks Google hanya pranala pertama yang muncul di awal. Pun jika banyak ‘self-linking’ di konten, berpeluang mengecoh pengguna. Dua atau lebih teks ‘anchor’ berbeda (coba jangan lihat bar status), tapi menuju halaman yang sama. Klik/buka halaman yang sudah terbaca/terbuka sebelumnya. ‘Useless’, ‘not usable-accessible’.

        iskandaria says :

    @dani,
    Ah, tidak diambil hati kok Bli. Biasa saja. Namanya juga pendapat dari pengguna :)

    a) Mengenai Skip to Content, saya setuju jika esensinya di paling atas. Jadi tanpa perlu melalui pranala judul blog terlebih dahulu. Lebih efisien rasanya yach. Mungkin nanti akan saya coba. Kayaknya dari sisi estetika juga lebih baik yach. Sip deh (sambil jalan). No problem.

    b) Mengenai post-title yang bisa diklik, kembali lagi pada tujuannya untuk apa? Apakah untuk sekadar merefresh halaman yang sedang dibuka? Atau untuk mengopi url halaman tersebut mungkin? Atau untuk tujuan lain?

    c) Mengenai whitespace di kanan kiri, mungkin maksudnya ukuran padding antara tepi paragraf dengan batas kolom posting ya? Sementara ini sudah saya tambah/perbesar. Nanti saya akan terus bereksperimen soal whitespace ini.

    d) Mengenai jarak antar li pada konten, mungkin maksud bli Dani agar tidak perlu lagi menggunakan br untuk memberi jarak antar baris li ya? Sebab pada postingan di atas saya sengaja menggunakan br antar setiap list li.

    e) Mengenai ‘vertical alignment’, kayaknya saya kelewatan nih. Mau teliti dulu kalo gitu.

    f) Mengenai huruf yang nampak menebal jika dizoom, apa itu pengaruh ukuran yang saya setel (1em) atau penggunaan em ? Punya solusi dalam hal itu?

    g) Saya teliti dulu ya.

    h) dan i) Sudah saya perbaiki. Trims berat :-)

        dani says :

    @iskandaria,

    b) Mengenai ‘post-title’ yang bisa diklik, kembali lagi pada tujuannya untuk apa? Sementara saya temukan 2 tujuan itu saja. Salin URL dan ‘refresh/reload’. Terasa repot saat memakai peramban Web berbasis teks.

    d) Mengenai jarak antar li pada konten. Pemakaian elemen br (‘break’) tidak semestinya disana. :)

    f) Mengenai set huruf yang nampak menebal jika di-zoom, bisa karena pengaruh ukuran set huruf. Ini hanya preferensi/pilihan/selera saya saja. Teorinya/situasinya, mungkin ada (daripada berasumsi tidak ada) pengguna yang merasa ukuran set huruf ini kurang besar, lalu di-zoom. Tapi malah tercetak tebal. Mengurangi kenyamanan baca.

        iskandaria says :

    @dani,
    Bukankah ukuran font di blog ini sudah cukup besar? hehehe. Jadi kecil kemungkinan pengguna akan menzoom hurufnya. Mungkin karena saya tidak menggunakan setelan persen pada font.

        dani says :

    @iskandaria,
    maaf lupa. Yang zoom itu saya tidak punya saran. Karena itu hanya preferensi saya saja.

        ardianzzzz says :

    @dani,
    Mungkin saya akan melakukannya saat menggunakan monitor LCD 40 inch. Siapa tahu ;)

        dani says :

    @ardianzzzz,
    layar 40 inch masih pakai zoom? Ya kalau tetikusnya wireless dan duduknya 10 meteran. :P

        ardianzzzz says :

    @dani, Siapa tahu, nonton membaca bareng blog jadi trend setelah piala dunia usai…
    eh, OOT :P

        iskandaria says :

    @dani,
    Mungkin karena warna font yang saya gunakan terlalu pekat kali ya, sehingga ketika di-zoom jadi menebal.

  7. febriyanto says:
    Firefox 3.6Windows XP

    mantep gan, klo satu kolom gini mata lebih konsentrasi baca postingannya, hhe… tapi kyknya agak kurang lebar dikit gtu gan, kyknya sih, menurut pandangan saya… :D
    :thumbup

        iskandaria says :

    @febriyanto,
    Ntar saya tambahin deh lebarnya Gan.

  8. Erdien says:
    Opera 10.00Windows XP

    Wuih master terus berotak atik nih. Baca komentar-komentarnya seru ya, asyik kalo dah pada ngerti yang gni! Jadi ngiler nih :)

        iskandaria says :

    @Erdien,
    Jangan kelamaan ya ngilernya Pak. Saya yakin lama-lama Pak Erdien bakalan ngerti juga. Buktinya bisa juga tuh dipraktekin di blognya (salah satunya jump-link).

  9. Cahya says:
    Opera 10.60Windows Vista

    Saya cukup nyaman kok membacanya, tapi bagian footer apa memang didesain selebar itu ya?

    Oh ya, plugin comluv jika tanda cek/centang-nya otomatis aktif, mereka yang memasukkan tanggapan dari pada alamat blog terlebih dahulu akan melakukan dua kali cek pada kolom tersebut. Pertama untuk melepas tanda yang sudah default tercentang, kedua mencentang lagi agar comluv membaca alamat blognya.

    Hmm…, apa di blog saya juga begitu ya?

    Oh ya, sejak dulu kenapa ya ada dua notifikasi follow up by email – rasanya saya sudah sempat bertanya deh.

        iskandaria says :

    @Cahya,
    Untuk footer sengaja saya lebarkan, menyesuaikan dengan lebar header saja kok mas. Soal comluv itu, kayaknya sudah lumrah begitu deh mas. Tapi pas loading halaman belum tuntas, url postingan terakhir kita biasanya belum terlacak, walau sudah centang berkali-kali.

    Untuk notifikasi yang dobel, sudah saya jawab di komentar mas Cahya pada postingan itu (kalo gak salah pada artikel merapikan area komentar). Ini masalah teknis yang belum bisa saya selesaikan sampe sekarang :D

  10. rismaka says:
    Firefox 3.6.6Windows 7

    @iskandaria,
    Saran tambahan mas. Biar lebih klop sama tombol submit comment/kirim komentar, lebih baik textarea dan commentform dijadikan menjorok ke dalam:
    border: inset;

    Ikut ngoreksi:

    1. Navigasi halaman page-list tidak diisi ya? strukturnya jadi rusak.

    2. Ada dua buah id='quick-link', yang mana tidak dibenarkan. Mending masing2 mempunyai ID yang berbeda. Misal, utk di atas “Beri Komentar”, jadikan id='quick-link2'

    3.Di bagian judul sidebar sidebar, elemen li tidak mempunyai parent unordered list (ul).

    4. Di bagian footer, <ul class="footer-widget"></ul> sebaiknya dihapus saja.

        iskandaria says :

    @rismaka,
    Sip banget deh sarannya. Langsung saya benahi mas. Untuk page-list memang sengaja tidak saya isi. Mungkin sebaiknya dihapus saja ya kodenya, termasuk kode CSS-nya, biar tidak merusak struktur dan juga tidak mubazir pada CSS.

    Untuk id quick-link, gimana kalo saya hapus saja dan menggunakan elemen p yang disetel khusus via CSS? Sebab menurut saya kayaknya nggak perlu lagi pakai div id atau div class. Jadi sekarang saya gunakan elemen p.c9

    Untuk masukan poin 3 dan 4, langsung saya lakukan mas. Makasih berat buat masukannya yang detail.

  11. Rudy Azhar says:
    Firefox 3.6Windows XP

    tampilan blognya jadi tampak lebih sederhana dengan desain 1 kolom Mas, saya hanya ingin kasih pendapat sedikit ditinjau dari kacamata awam (bukan secara tehnis) :

    1. Pendapat saya blog ini seperti berurutan kebawah Mas, seperti kereta api.

    2. Tidak sebaiknya kalau sidebar yang dibawah posting ini dirubah menjadi footer saja? ya kurang lebih footer 3 kolom gitu. Jadi tidak ada pemborosan ruang.

    Mas bisa lihatkan kalau widget-widget dibawah terasa kelebaran.

    itu saja dulu pendapat saya Mas… :malu2

        iskandaria says :

    @Rudy Azhar,
    Jadi tinggi ya halaman blog ini. Pendapat Bang Rudi ada benarnya juga. Tapi saya lebih senang jika kolom pada sidebarnya cuma 2. Kalau 3 jadinya malah sempit banget untuk setiap kolomnya. Sementara ini saya sengaja melebarkan menu navigasi pada sidebar bawah, biar tampilan judul posting lebih nyaman (terutama jika judulnya agak panjang).

        Rudy Azhar says :

    @iskandaria, kalau sidebarnya disisipkan kedalam footer-container gimana Mas? dan footer-container dibuat lebih lebar. misalnya menjadi 800px gitu?

        iskandaria says :

    @Rudy Azhar,
    Bisa juga sih. Ntar saya liat dulu kode CSS-nya. Kalau memang memungkinkan kenapa tidak.

  12. imadewira says:
    Firefox 3.6.6Windows XP

    gimana ya, selain memang kurang mampu otak-atik theme, saya masih suka yang 2 atau 3 kolom

  13. imadewira says:
    Firefox 3.6.6Windows XP

    lho, komen saya barusan kok dikira spam ya? hehe

  14. Firefox 3.5.10Windows XP

    boleh beda ya mas, maaf saya lebih suka tampilan yang dulu, lebih elegan dan enak nyimaknya, kalo yang sekarang bikin mata berkunang2 (..jadi inget kolom ebook apaan ya?)

    btw sukses aja deh mas :)

        iskandaria says :

    @Catatan Blogger Amphibi,
    Yang bikin berkunang-kunang tepatnya karena apa ya kalo saya boleh tau mas? Mungkin bisa lebih spesifik lagi. Apa karena warna latar di bagian komentar yang saya ubah? Atau karena apa?

    Setiap pendapat jadi masukan berharga kok buat saya.

        Rudy Azhar says :

    @iskandaria, nengoknya mungkin dari tempat gelap Mas…. :mewek

        Catatan Blogger Amphibi says :

    @Rudy Azhar, nengoknya habis jongkok mas ;)

        ardianzzzz says :

    @Catatan Blogger Amphibi,
    Wkwkwk, kolom ebook? minisite maksudnya? ;p

  15. Jeprie says:
    Firefox 3.6.6Windows 7

    Sebetulnya ini lebih tepat disebut realignment bukan redesain.
    Sumber: http://www.webdesignerdepot.com/2010/06/redesign-vs-realign/

        iskandaria says :

    @Jeprie,
    Oh, begitu ya. Saya cuma menafsirkan redesain sebagai merancang ulang layout dan tampilan antarmuka blog/situs. Dari pola lama ke pola baru yang agak berbeda. Tapi makasih atas opininya.

        ardianzzz says :

    @Jeprie,
    Setuju.. karena hanya memindahkan sidebar ke bawah menjadi satu kolom. Dari sisi filosofi desain sepertinya hampir tidak ada perubahan :)

  16. Firefox 3.6.6Windows 7

    Agar pengunjung lebih fokus, setuju dengan itu mas Is….

    Pengen juga pake theme satu kolom, tapi ntar ah kl theme yang lama udah bosen baru dirombak jadi satu kolom…..

  17. Juragan says:
    Firefox 3.6.2Windows 7

    saya malah baru tau kalo pengguna linux cukup kesulitan dgn template 2 kolum mas is :malu
    secara kesuluruhan saya suka bgt style themenya yg baru.. :2thumbup

    mungkin pada tulisan “lihat daftar artikel baru” sebaiknya diberi title “skip to recent post” / “lompat ke artikel terbaru”. hanya saran sih, biar linknya lebih deskriptif. krn saya harus ngelirik ke status bar dulu untuk meyakinkan linknya menuju mana. awalnya saya kira menuju halaman khusus. :)

        iskandaria says :

    @Juragan,
    Masukan yang bagus Gan. Saya tampung dan pasti akan saya pertimbangkan. Masuk akal juga sih. Tapi untuk pengunjung awam non blogger, menurut saya anchor teks pada jump link tersebut cukup deskritif.

    Tidak semua pengguna Linux sih bermasalah dengan theme lebih dari satu kolom. Mungkin ada yang keliru pada setelan Linux di laptop saya.

        Juragan says :

    @iskandaria, oia mas is, mau nanya juga, ngomong2 soal monetisasi. kapan waktu yg tepat untuk itu ? :bingung

        iskandaria says :

    @Juragan,
    Kalau menurut versi saya sih, tergantung lagi pada jenis monetisasi yang akan dipilih Gan. Kalo sekadar berupa banner affiliasi/iklan sendiri, ya tidak perlu syarat/kondisi yang terlalu berat. Ketika sudah ‘merasa’ punya pengunjung tertarget, bisa langsung dimonetize dengan banner affiliasi atau link affiliasi di dalam posting.

    Lain soal kalo PPC, spot iklan mandiri, atau paid review. Semua itu ada kaitan erat dengan trafik harian, alexa rank, dan juga pagerank.

  18. Firefox 3.5.10Windows XP

    @iskandaria, warna kanan kiri ini lho mas bikin kurang nyaman aja,kolom tengah ini agak lebar dikit biar terasa lebih lapang bisa gak mas?
    thx dan sukses mas

        iskandaria says :

    @Catatan Blogger Amphibi,
    Warna kanan kiri yang berwarna biru itu menurut saya malah bikin nyaman mas. Fungsinya sebagai penyejuk mata dan meminimalisir efek kontras dari latar cerah pada area posting dan komentar. Kayaknya itu tidak akan saya ubah deh.

    Untuk kolom tengah, bisa kok dijadiin lebih lebar. Makasih sarannya mas.

  19. suarakelana says:
    Firefox 3.6.2Windows 7

    betul-betul inovasi tanpa henti ya Mas Is.
    Saya baru menyadari bahwa dengan 1 kolom begini ternyata membuat lebih fokus perhatian ke artikel. Pembaca dituntun untuk menekuni satu persatu hidangannya, tidak terganggu info2 lain pada saat bersamaan.

        iskandaria says :

    @suarakelana,
    Yups. Kayak slogan salah satu iklan aja Pak (inovasi tiada henti). Yang jelas, itulah kelebihan theme satu kolom. Tertarik menggunakan Pak? :-)

        Rudy Azhar says :

    @iskandaria, saya tertarik, bisa berbagi ilmunya Mas?

        iskandaria says :

    @Rudy Azhar,
    Ah, Bang Rudy kan jago utak-atik template. Saya rasa nggak ada masalah kalo cuma memodifikasi theme menjadi satu kolom..hehe

  20. ganda says:
    Safari 5.0Windows XP

    Untuk drop cap, saya sarankan penggunaan atribut CSS first-letter.

    Bagian statistik itu sepertinya tak ada gunanya bagi pembaca, gimana kalau disetting agar Mas Iskandar saja yang bisa melihat? Sebab saya yakin, widget-widget tidak “fancy” ini sangat bernilai bagi Mas Iskandar. Tapi bukan bagi pembaca. Ini hanya pendapat saya, boleh didengar boleh diabaikan. :D

        iskandaria says :

    @ganda,
    Soal statistik, menurut saya belum tentu tidak berguna untuk semua pembaca/pengunjung. Ada sebagian pengunjung dari kalangan blogger yang masih butuh info statistik tersebut ketika berkunjung ke blog lain. Jadi saya berusaha merangkul mereka dengan memberikan info statistik tersebut. Lain soal bagi pengunjung awam atau mereka yang tidak peduli soal itu. Jadi sementara ini akan tetap saya pertahankan untuk bisa dilihat semua pengunjung.

        ganda says :

    @iskandaria, bagaimana kalau fitur untuk menghilangkan bagian statistik itu? Bisa permanen selama cookie browser saya belum dihapus?

        iskandaria says :

    @ganda,
    Wah, kalo masalah itu saya jujur aja masih kurang menguasai bro. Jadi nggak bisa jawab nih.

        ardianzzz says :

    @ganda,
    Dropcap, saya sarankan menggunakan image saja.. lebih artistik.. hehe :P

    Sekedar berbagi kalau membutuhkan referensi untuk web tipografi, 12 Example of Paragraph Typography oleh Jon Tangerine.

        iskandaria says :

    @ardianzzz,
    Tetap saja tidak aksesibel bagi pengguna yang sengaja mematikan fitur image pada sisi peramban..hehehe

        ganda says :

    @ardianzzz, udah ada fitur CSS 3 @font-face kenapa harus diabaikan?

        ardianzzz says :

    @Iskandaria
    pakai atribut alt dong :)

    @ganda
    @font-face? kasihan buat server yang miskin bandwith haha… Pengennya sih menggunakan font semacam Mrs Eaves buat bodycopy. Sayang harganya sama dengan sebuah netbook :P

    Typekit mungkin bisa jadi alternatif (yang gretongan tentunya) haha :D

        ganda says :

    @ardianzzz, bukannya yang menyebabkan bandwith habis itu google font face ya?

        ganda says :

    @ardianzzz, typekit bukannya berbayar?

  21. Remaja Helda says:
    Firefox 3.6.6Windows XP

    Widget-widget statistik di bawah ituh, kayak Alexa, PageRank widget dan HiStats, dibuat ke tengah dunkz, Om. Biar jangan aneh sendiri.
    Trus, blogroll-nya juga ke tengah.

    Ituh ajah saran dari sayah. Anyway, Helda juga seneng banget sama theme satu kolom, plus simple (spt yg Om sebut di post sebelum ttg blog yang loading-nya ringan amir). Elegan gituh. Tapii, utk sekarang, teteup dg alasan sayah sebelumnya, nunggu terkenal dulu dah.. Xixiixi. *Lagian lumayan nih iklan PPC yg lg nangkring di helda.info, lg bokek soalnya. :P *

        iskandaria says :

    @Remaja Helda,
    Ups, iya juga yach. Kelupaan saya. Ntar dibenerin biar perataan widgetnya di tengah. Emang rada nggak sinkron jadinya yach. Weh, kayaknya lagi panen dari PPC tuh blognya Helda. Salut deh :angel

  22. TuSuda says:
    Firefox 3.6.6Windows XP

    Bila menyimak hasil desain ulang ini, sudah patut diacungi jempol karena selalu punya pembaruan dalam ngeblog. Hal-hal lainnya, lanjutkan saja Mas.
    Selamat berkreasi penuh inovasi.

  23. isnuansa says:
    Firefox 3.6.6Windows XP

    Mantap nih, berubah tampilan, yang komentar masta semua, sampe bengong-bengong saya bacanya. Setengah jam, nggak ngerti apa-apa. ;-)

    Saya cuma memperhatikan desain blog dari sisi keindahan dan kenyamanan mata saja melihatnya, soal teknis sama sekali nggak ngerti.

    Satu kolom jadi terlihat lega, suka deh! Tapi tetep, saya susah komentar kalo online dengan mobile phone, soalnya kaskus emoticon-nya berat sangat.

        dani says :

    @isnuansa, coba matikan tampilan javascript dan gambar…sekali-sekali pengguna mengalah dan menyiasatinya… :)

        iskandaria says :

    @dani dan isnuansa,
    Saya belum punya niat untuk melepas kaskus emoticon. Biarlah pengguna minoritas mengalah dulu. Inilah dilema antara aksesibilitas dan usability :matabelo

  24. Padly says:
    Firefox 4.0b1Windows XP

    Hmmm… Satu kolom dengan header & judul center. Bikin seperti Mark Boulton aja sekalian Mas. Dijamin keren deh :thumbup

        ardianzzz says :

    @Padly,
    Haha, nyewa font dari typekit mahal Pad :P

        Padly says :

    @ardianzzz,
    Bukan fontnya mas, Antar mukanya aja…

  25. indovision says:
    Firefox 3.6.6Windows 7

    Bagus juga theme 1 kolom kelihatan lebih simple, kl sy lebih suka yg 2 kolom.

  26. Bung Eko says:
    Firefox 3.5Windows XP

    Hahahaha, kalo saya mah, biar satu kolom juga tetap ada aja hasrat memeasang banner, ditaruh di bawah header, di header, di bawah posting, sampai di bawah komentar dan bawahnya kolom/form komentar. Hehehe….

  27. iskandaria says:
    Firefox 3.6.7Ubuntu 10.04

    @ Bung Eko,
    Itu namanya kreatif Bung. Berusaha mengakali penempatan banner pada template yang minim kolom merupakan satu tantangan tersendiri :D

Blogroll :