Pentingnya Meminta Masukan Terhadap Desain Blog Anda
Ingin blog Anda bisa lebih berkembang dan semakin membuat nyaman para pengunjungnya? Jika ya, mulailah dengan meminta masukan terhadap desain yang Anda gunakan. Mintalah masukan dari sisi interface (antarmuka), tipografi, readability (keterbacaan), accessibility (kemudahan akses), serta usability (kebergunaan). Termasuk dari sisi penulisan konten.
Kepada siapa seharusnya meminta masukan?
Mintalah masukan kepada 2 golongan, yaitu mereka yang awam terhadap seluk-beluk desain web dan mereka yang mengerti dengan konsep desain web (termasuk mereka yang mengerti dengan pemrograman web dari sisi coding dan desain grafis).
Dengan meminta masukan kepada mereka yang awam, Anda akan tahu “standar kenyamanan” menurut selera mayoritas. Saya katakan mayoritas karena pengguna internet terbanyak ialah kalangan yang tidak mengerti tentang pemrograman web atau konsep desain web. Mereka bisa dikatakan sebagai pengguna awam. Walau begitu, pendapat mereka tidak bisa diabaikan.

Lalu, buat apa meminta masukan kepada mereka yang mengerti tentang konsep desain web (yang baik) atau mereka yang mengerti coding web? Gunanya yaitu agar Anda bisa dengan mudah merealisasikan masukan yang diberikan olehnya berupa modifikasi kode HTML maupun CSS. Manfaat lain yaitu agar Anda bisa memperoleh masukan berharga tentang konsep desain web yang baik. Apalagi kalau bukan berasal dari mereka yang sudah berkompeten di bidangnya.
Saya kan udah jago utak-atik theme/template. Malahan saya udah bisa bikin template sendiri lho! Jadi, buat apa menjatuhkan harga diri dengan meminta masukan soal desain blog saya?
Sikap tersebut menandakan kesombongan Anda. Meminta masukan terhadap hasil karya pribadi Anda sama sekali tidak akan merendahkan gengsi Anda sebagai jagoan coding. Justru malah akan membuat respek orang lain dan akan lebih menyempurnakan hasil karya Anda tersebut! Dengan catatan, Anda benar-benar mau membuka diri terhadap masukan apa pun kelak. Termasuk “mau mendengar” masukan yang bisa lebih meningkatkan kualitas desain blog Anda dari sisi antarmuka, tipografi, keterbacaan, kemudahan akses, serta kebergunaan.

Ah, saya kan menggunakan theme premium yang sangat canggih fitur-fiturnya. Malahan sangat SEO friendly. Buat apa saya minta masukan lagi?
Itu dia masalah Anda! Theme premium secara default belum tentu memenuhi konsep desain web yang baik. Beberapa masalah seputar tipografi dan keterbacaan masih bisa ditemukan, seperti yang saya paparkan di tulisan tentang perlunya narablog memahami dasar HTML dan CSS.
Artinya, buktikan jika theme premium itu memang canggih. Caranya? Mintalah masukan seputar desain blog Anda yang menggunakan theme premium tersebut! Jika ada masukan yang dirasa baik, coba segera realisasikan lewat menu framework yang tersedia pada dashboard. Buktikan kalau theme yang Anda gunakan tersebut memang canggih. Salah satunya dengan tampilan yang tidak standar dan bisa memenuhi konsep desain web yang baik.

Desain blog ini pun sudah melewati berbagai masukan.
Walau belum final, secara umum desain blog ini sudah jauh lebih baik dari beberapa bulan lalu. Ini berkat masukan-masukan berharga dari beberapa rekan yang lebih expert dalam hal desain web daripada saya. Di antara dari mereka yaitu :
- Bli Dani Iswara (Dani Iswara .Com)
- Mas Ardianzzz (ardianzzz.com)
- Mas Adi Rismaka (rismaka.Net)
- Bro Ganda Manurung (gandamanurung.com)
- Pak Aldy (aldymy.name)
- Mas Jeprie (DesainDigital.com)
- Mas Satrya (margasatrya.com)
- dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Pun dari rekan-rekan yang tergolong masih awam mengenai konsep desain web dan coding.
Walau demikian, masukan tetap terbuka lebar untuk desain blog ini. Tentunya tidak semua masukan akan saya penuhi. Toh, setiap desain pasti ada alasannya. Begitu bunyi salah satu jargon yang cukup populer dalam dunia web design.
Bagaimana dengan Anda?
Sudah pernahkah meminta masukan kepada para pengunjung mengenai desain/tampilan blog Anda? Jika belum, tidak ada salahnya mulai membuka diri soal itu. Jika blog Anda dibuat bukan sekadar untuk diary online dan ada visi jangka panjang (misalnya untuk branding dan monetize), mintalah masukan kepada pengunjung!
Source image : www.newmediadesign.co.nz
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS



Firefox 3.6.24 | Windows 7
wah tulisannya bagus , ikut share http://www.stisitelkom.ac.id
Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom) merupakan salah satu perguruan tinggi pelopor khusus di bidang Seni Rupa dan Desain, dengan program studi terlengkap. STISI Telkom memfokuskan lulusannya untuk dapat menjadi tenaga ahli di bidang Seni Rupa dan Desain yang terampil, memiliki wawasan luas, serta memaksimalkan potensi berwirausaha, sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan kebutuhan masyarakat serta Indrustri Kreatif Indonesia dan Dunia saat ini yang sangat pesat.
Firefox 4.0b7 | Windows XP
maaf saya terpaksa mendarat di sini..semoga ketahuan Mas Is…
mas,saya minta saran dan pertimbangan…
saya pingin ganti template yang compatible dengan semua browser..dan rencana mau pakai yang ini :
http://testerkometral.blogspot.com/
kira-kira kalau dengan template yang sekarang,bagusan mana mas?
Firefox 3.6.8 | Windows XP
mas saya mau tanya blh gak……???
saya kan mau banget sama template maniefest yang di convert oleh Template-Godown…
tapi pas saya download dan mau pasang terjadi eror tulisannya seperti ini “XML: Content is not allowed in prolog” mohon cara mengatasinya gimana mas…
Google Chrome 7.0.517.41 | Windows XP
wahh manteb nih blog, baru kenal langsung jatuh hati ane. good job ! langganan dlu ahh
Opera 10.62 | Windows XP
Saya juga masih menggunakan theme sementara untuk blog saya mas Iskandaria, soalnya sampai sekarang saya belum nemu theme blog yang sesuai dengan karakter saya yang cool, baik hati dan tidak sombong, hehe.. narsoo dikit.
Menurut saya desain blog mas Iskandaria sangat bagus, saya suka theme yang desain home dan single postnya berbeda. Terkesan seperti portofolio dan itu menandakan karakter kuat pemilik blognya.
Kira2 theme blog yang tepat utk blog saya yang seperti gimana ya mas? saya belum sreg dg theme saya sekarang, Maklum nol besar kalo masalah desain dan css, seo apalah itu kawan-kawannya.
Salam kenal mas
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@dHaNy, pertanyaannya agak sulit saya jawab mas. Untuk memilih theme yang tepat, tentunya harus disesuaikan dengan konsep yang ingin kita bangun/bentuk dan juga tujuan utama blog tersebut dibuat (untuk apa).
Untuk theme yang mas dhany gunakan sekarang, secara umum tidak ada masalah berarti sih. Cuma untuk area komentar, ukuran font kayaknya terlalu kecil.
Opera 10.63 | Windows Vista
Pokoknya tetap dari dulu, desain sudah jadi :D. Soalnya ndak berpengalaman, dan sibuk terus kecuali akhir minggu.
Firefox 3.6 | Windows XP
untuk masalah utak-atik desain saya memang belum bisa. namun meminta pendapat orang lain, saya kira itu merupakan hal yang baik. sebab jika desain blog sesuai dengan keinginan mereka, atau paling tidak mendekati. maka para pengunjung akan sering datang ke blog kita. masuk akal. :)
Firefox 3.6.10 | Windows Vista
Boleh juga nih minta saran dari para pengunjung blog. Mungkin nanti saya juga butuh saran untuk desain blog saya.
Firefox 3.5.4 | Windows XP
kalo di saya percuma mas… di kasih tau juga ga ngerti benerinnya :)
*bukan bangga atas ketidakmengertian saya ..
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Mac, kalo gitu pasrah aja deh mas…wkwkwkwwk
Firefox 3.6.10 | Windows 7
kalau saya lebih cenderung mencontoh design web favorit saya dari luar, dan yg saya contoh malah bukan format blog, tapi web,,, salah sih langkah yg saya ambil karena design web luar biasanya berat2 gtu, tahu sendiri lah,, koneksi internet diluar sono ,,,, super cepat gtu,, jangan ditiru,, kasihan pembaca blog kita entar :D ,, sekarang saya sedang ngobrak-abrik template epsilon terdahulu saya agar makin keren *halah* hahaha,, silahkan mampir klo pensaran hasilnya seperti apa,, walau belum jadi sih,, baru header doank yg saya permak, semoga beberapa hari lagi kelar,, amin..
*pastikan koneksi internet anda tidak lemot sebelum mampir yosbeda.com, hehe
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Yos Beda, jangan terlalu sering gonta-ganti tampilan blog Yos. Sebenarnya yang berlogo warna hijau dulu udah bagus menurut saya. Eh, taunya malah ganti lagi beberapa kali. Jadi gak jelas tuh konsep yosbeda dot com dan mungkin pengunjung pun akan jadi sulit lagi mengingat ciri khas yosbeda dot com.
Safari 5.0.1 | Windows 7
@iskandaria, hahaha,, bener banget,, sepertinya kehilangan konsep saya mah,, awal ngeblog dulu sih konsep jelas,, tapi setelah kenal monetize blog,, jd berantakan, pernah suatu ketika blog saya space adsnya banyak banget,, yg akhirnya malah jadi aneh :)) dan saya copotin satu2, mungkin aliran yg saya ambil dalam mendesign tampilan web/blog adalah “blog menetize yang rapi* semoga aj bisa ya,, dan yg paling fatal akibat dari mengenal montize blog adalah jd jrang update blog utama, karena waktu tersita buat update blog-blog “jablai” lain, buat teman2 blogger dipikir2 dulu deh sebelum menjajaki monetize nanti bersosial dengan teman2 blogger jadi berkurang :((
——————————–
*maaf ya mas,, komntarnya malah jadi agak OOT dari postingannya
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@yos beda, hahaha. Gak masalah kalo lebih mengutamakan monetisasi blog ketimbang bersosialisasi. Toh, fungsi utama blog kan sebenarnya untuk berbagi informasi. Bukan untuk sosialisasi. Kalau mau bersosialisasi ya lebih baik di dunia nyata saja. Lebih besar manfaatnya.
Soal space iklan, sebaiknya fokus dulu pada satu jenis iklan. Nanti kan bisa dilihat efektivitasnya dalam beberapa waktu/bulan. Nah, kalau dirasa tidak menghasilkan, ya bisa dipertimbangkan untuk dicopot atau diubah posisinya. Gitu aja deh simpelnya.
Komen OOT tidak dilarang kok di blog ini. Yang penting bukan komen spam aja.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
desain blog memang sangat berpengaruh dalam ngeblog namun biasanya pemilik blog memilih karena suka
Firefox 3.6.10 | Windows 7
Hmm … sangat menarik nih topiknya mas Is. Bahkan bisa mengundang polemik juga sebenarnya.
Menurut saya ada 2 komponen penting desain: Fungsi dan keindahan (saya blm familiar dengan istilahnya). Dan kalau ditimbang, fungsi no.1. Tapi masalahnya dalam prakteknya berapa perbandingan akurat diantara keduanya. Bila ditimbang secara statistik, maka desain web menjadi sangat matematis. Padahal dalam prakteknya, desain yg teruji secara matematis juga belum tentu nyaman dan nikmat diakses.
Karena tanpa disadari, ada banyak faktor lain juga tersembunyi dibalik senang tidaknya pengunjung. Misalnya faktor cita rasa seni yang sangat beragam. Termasuk faktor psikologis, spt masalah brand misalnya, yang bila pengunjung sudah fanatik, biasanya hal2 spt yg kita bicarakan ini tidak lagi menjadi soal bagi mereka.
Tapi ini bukan berarti alasan untuk sembrono soal desain web. Tapi intinya, memang cukup sulit utk mengeneralisir soal desain ini dalam prakteknya. Sebagai contoh misalnya, apa konsep mas Is misalnya menampilkan batu coral sebagai background blog ini dari sisi desain dan citra (image) yang akan dicapai. Ini sekedar contoh mas Is, maaf.
Nah, hal2 spt itu amat jarang bisa dijawab oleh blogger. Belum lagi soal warna, jenis font, dan tampilan gambar header dan logo title blog.
Jadi kalau untuk standar matematis, melalui hasil penelitian, mgk bisa ditemukan jwbnya berdasarkan suara terbanyak dari sample penelitian. Tapi itu baru satu sisi dari desain, yaitu fungsi. Tapi dari sisi keindahan (seni), nah ini yang sulit. Soalnya ukurannya adalah cita rasa, yang juga sangat dipengaruhi oleh banyak hal.
Misalnya blognya kontennya seputar dunia komputer lalu memilih kuning sebagai warna utama, apa konsep dia memilih kuning? Apa hubungan psikologis antara warna kuning dg konten komputer? Dan banyak pertanyaan bisa dimunculkan.
Memang membicarakan desain dalam arti sesungguhnya cukup pelik. Tapi yang pasti, mas Is sudah merintisnya. Dan ini sangat perlu jika para blogger tidak hanya blogging sekedar kentut eh… apa ini.
Wah… maaf mas Is, komentar saya jadi spt nulis posting nih..
Chromium 5.0.375.127 | Ubuntu 10.04
@blogernas,
Penekanan saya sih pada sisi fungsi dulu ya mas. Fungsi di situ termasuk soal ‘usability’, ‘accessibility’, tipografi, ‘readability’, antarmuka, maupun navigasi. Dalam setiap konsep poin-poin tersebut, sebenarnya ada standar atau best practice (bener gak ya tulisannya) yang bisa dilakukan. Nah, dari situ bisa dilakukan penilaian.
Saya beri salah satu acuan standar yang baik untuk menilai desain blog yaitu daftar evaluasi weblog mandiri (Dani Iswara.com)
Kalau tanpa acuan/standar yang jelas, maka kita memang akan kesulitan untuk bisa menilai desain web/blog dari sisi fungsinya. Apalagi jika cuma menilai dari sisi seni. Saya rasa seni bisa dikesampingkan dulu.
Oya, saya masang gambar batu sebagai ujicoba saja mas. Konsepnya cenderung untuk seni saja. Plus untuk mengurangi kesan hambar/monoton pada tampilan blog ini (pernah dikritik seorang blogger). Saya berpikir, blog ini kan lebih dominan unsur teksnya ketimbang grafisnya. Jadi saya mencoba bereksperimen untuk menyajikan unsur pengimbang. Dalam hal ini, fungsi unsur gambar/grafis ialah untuk memberi visualisasi berbeda (yang diharapkan akan bisa sedikit mengurangi kelelahan mata pengunjung akibat membaca banyak teks di konten blog ini).
Memandang dereten teks tentunya akan lebih melelahkan jika tidak ada grafis/gambar yang berfungsi memberi mata sedikit relaksasi.
Itu saja konsepnya mas Anas.
Firefox 3.6.10 | Windows 7
@iskandaria,
Haha… saya hanya berikan contoh saja soal background mas Is. Tapi sudah dipertanggung-jawabkan malah haha…terima kasih responnya mas Is. Dan saya setuju sedkit image perlu utk balance secara psikologis.
Dan bagaimana pun spt saya tulis sebelumnya memang fungsi harus menang dulu dari seni. Kecuali jika bisa memadukan keduanya dengan apik. Dan saya salut apa yg mas Is tulis tentang prinsip desain, dari sisi fungsi ini mmg terbukti. Loading blog sgt cepat, ukuran font dan perbedaan title untuk postingan dan id komentar jelas dan kontras.
Dan sejauh saya blogwalking, saya lihat desain blog mas Is dkk yg satu mazhab, memang berbeda dg kebanyakan desain blog blogger lain pada umumnya.
Selamat dan teruslah pada konsep khasnya mas IS!
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@blogernas,
Terima kasih atas dukungannya Prof Anas. Ya, tanpa disengaja atau disadari, memang terjadi mazhab-mazhab dalam dunia blogging. Setiap mazhab mencerminkan pemahaman dan pengetahuannya soal ilmu tertentu dalam blogging. Ada mazhab para maniak SEO, penggila backlink, pencinta blogwalking
kentut(aliaskomentar kentut), penyuka tulisan narsis, penggila bisnis online, dan ada pula mazhab pencinta desain serta konsep ‘usability’ + ‘accessibility’.Masing-masing cenderung punya kesamaan jika sudah berkumpul. Yang jelas, diskusi antar anggota sesama mazhab (yang sama) akan bisa lebih nyambung :)
Oya Prof, kayaknya Profesor Anas masuk mazhab penulis gila cocoknya tuh..huahahaa
Firefox 3.6.10 | Windows 7
@iskandaria,
Hahaha….!
Iya saya akui mas Is. Entah kenapa saya kalau menulis merasa tidak puas dengan cara dan gaya biasa. Termasuk soal gagasannya. Tapi bukan saya cari-cari gitu lho. Memang begitulah pemikiran saya. Dan saya menyadari akan ada kontroversi. Tapi ya menerima resiko kontroversi itu lebih baik bagi saya dibanding saya menulis apa yang tidak saya sukai apalagi yakini gitu. Sudah banyak teman-teman online yang nasehati saya. Saya terima nasehat mereka dan saya akui semua nasehat itu sangat bijak, tapi begitu saya mulai menulis, tetap saja mesin psikologis saya kembali ke jalur yang sama… haha!
Jujur diam-diam saya salut juga dengan mas Is yang bisa memadukan kearifan dalam menulis dan bersikap di satu sisi, tapi juga punya pikiran yg tajam di sisi lain. Ini terbukti dari argumentasi mas Is dalam diskusi kita di blogernas. Dan itu jarang saya temukan di kalangan blogger yg berkutat di bidang blogging….
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@blogernas,
Mungkin Prof Anas memang sudah menemukan gaya menulis atau karakter menulis yang cocok. Saya rasa itu efek dari frekuensi menulis yang cukup tinggi. Lama-lama secara tidak kita sengaja akan terbentuk kristal-kristal atau butir-butir pemikiran yang sudah mendekati pembentukan karakter yang sebenarnya.
Begitulah kalau menulis sudah sepenuh hati atau menulis dengan cinta mati kata Prof Anas. Saya jadi malu nih kalo sering berkomentar di blogernas, tapi blog sendiri jarang update atau jarang ada tulisan baru. Ingin sekali sebenarnya saya bisa nulis setiap hari. Tapi apa daya, kemampuan saya belum bisa sampai begitu. Ah, mungkin karena saya saja yang belum mau mendisiplinkan diri untuk menulis setiap hari, walau nggak selalu harus jadi bahan posting baru.
Soal pemikiran saya yang dirasa tajam di bidang lain itu, semoga karena hidayah-Nya jua. Toh tanpa hidayah-Nya, akal saya ini mungkin akan ikut buta. Oya, dulu saya tergolong fanatik buta atau taklid buta dalam beragama. Seringkali merasa suci sendiri dan selalu melihat orang lain hina atau sebagai calon penghuni neraka…hahahaa
Alhamdulillah beberapa tahun terakhir ini saya memperoleh hidayah baru dari-Nya (semoga). Salah satu jalan hidayah tersebut datang dari perkenalan saya dengan seorang teman. Lewatnya, ia memperkenalkan beberapa buah buku spiritual yang tidak biasa. Dari situ, saya akhirnya berubah drastis dari sisi iman, pemikiran, maupun pandangan secara umum terhadap dunia dan agama.
Wah, kalau diteruskan akan jadi panjang nih ceritanya Prof.
Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP
Wah kebetulan nih bro, artikel ini berhubungan dengan artikel yang saya baru saja buat….. Kayaknya artikel ini jodoh dengan artikel saya yang baru bro…. Ditunggu masukannya di artikel saya.
Btw kalo sekarang warna gambarnya udah lebih kelihatan menyatu dengan backgorund artikel… memang senang ya bro dengan motif batu???
Google Chrome 7.0.517.41 | Windows XP
@eserzone, Saya udah lama gak buat artikel. :(
Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP
@ardianzzz, kenapa???? padahal setahu saya bro ini banyak ilmu WP… di share dong bro
Google Chrome 7.0.517.41 | Windows XP
@eserzone, Saya tidak menggunakan WP. :)
Chromium 5.0.375.127 | Ubuntu 10.04
@eserzone, saya memang suka motif batu mas. Sebenarnya ingin mencoba motif batik yang coklat. Tapi nggak nyatu jadinya dengan latar konten. Syukurlah jika gambar batu yang sekarang dirasa lebih menyatu. Tapi ukurannya agak berat. Loading gambarnya lebih lama ketimbang gambar sebelumnya.
Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP
@iskandaria, di kompres lagi ukran gamabarnya bro,,,, minta saran aja sama bro jeprie
Chromium 5.0.375.127 | Ubuntu 10.04
@eserzone, kalau soal compress mengcompress sih gampang banget bro. Tinggal crop gambar atau resize aja. Gak perlu minta saran :)
Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP
@iskandaria, maksud saya yang minta saran tentang ukuran gambarnya, siapa tahu beliau punya saran biar loading gambarnya ngga berat seperti sekarang… Tapi bagi dengan koneksi inet saya yang super lemot begini, blog ini udah sangat cepat loadingnya bro
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@eserzone, syukurlah sudah dirasa sangat cepat. Kalau mau lebih cepat lagi, nonaktifkan saja fitur muat gambar otomatis pada web browser yang digunakan. Tapi saya sendiri sangat jarang melakukan itu. Soal ukuran gambar, logikanya sih jika makin kecil ukuran lebar dan tingginya, maka ukuran dalam satuan kilobyte (kb) akan makin kecil pula. Nah, jika ukuran dalam kb semakin kecil, maka loading gambarnya pun akan makin cepat.
Namun masalah loading gambar juga ditentukan oleh lokasi penyimpanan gambar tersebut. Dalam hal ini yaitu server di mana gambar itu ditempatkan/disimpan. Saya menyimpan gambar latar ini pada server dalam negeri.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
ilmunya bagus mas, kalau boleh saya belajar lebih banyak lagi kepada anda, sekalian menilai situs saya mas..
kunjungi blog saya yah mas…
Firefox 3.6.3 | Windows XP
Sangat setuju Mas Is. Ini seperti mengingatkan saya saja tuk sekali2 memikirkan tentang pandangan pengunjung thd tampilan blog kita. Jujur saja, saya selama ini belum memikirkan sampai kesana, jadi saya fikir pengunjung enjoy saja. Padahal mungkin belum tentu ya :D
Firefox 3.6.10 | Windows XP
Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku. Silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx
Firefox 3.0.6 | Windows XP
Gara-gara sibuk menghapus sekitar 2000 komentar spam dari luar secara manual malah lupa blogwallking, setelah mampir di sini latarbelakangnya sudah berubah, makin segar saja mas is.
Selama ini saya baru menanyakan tentang theme ke pakzam dan ardian dan hasilnya ardian membantu masukan dari sisi tipografi, readability (keterbacaan) sedangkan pakzam membantu dari segi interface namun sayang beribu sayang, untuk segi antar muka masih jauh yang diharapkan, belajar desain sangatlah susah buat saya, *mungkin tidak punya minat di desain
berarti untuk membuat sebuah theme ataupun website perlu dikonsep agar hasilnya memuaskan
Boleh minta saran dan kritikan terhadap theme saya ini mas Is
Chromium 5.0.375.127 | Ubuntu 10.04
@Gus Ikhwan, memang harus dikonsep Gus, biar tidak kehilangan arah nantinya. Soal saran, nanti saya berikan kalau Gus Ikhwan membuka posting khusus yang meminta saran atas desain blognya :)
Firefox 3.6.10 | Windows XP
mumpung ada kesempatan nanya, coba nanya sama mas is dan yang lain, bagaimana dengan theme yang saya gunakan??
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Abdul Hakim,
Kalau saya amati, yang paling bermasalah pada theme yang mas Hakim gunakan yaitu pada tampilan area komentar. Tingkat keterbacaannya sangat buruk/rendah. Penyebabnya? Ukuran font pada bagian isi komentar terlihat super imut, tidak ada margin/padding antara isi komentar dengan nama pengomentar (sehingga terlihat mepet), dan yang terlihat paling mengganggu ialah tampilan link pada widget comluv. Malah terlihat sangat menonjol dan menenggelamkan isi komentar yang ada.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
@iskandaria, nah itu dia mas, saya belum paham mengenai coding dan semacamnya, itu aja saya pakai theme modifikasi dari mas satrya
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Abdul Hakim, susah deh kalo gitu mas. Tapi yang terpenting kan area konten sudah enak untuk disimak. Atau minta tolong ama mas Satrya aja untuk ngedit tampilan area komentarnya, biar lebih nyaman dibaca.
Firefox 3.6.10 | Arch Linux
Iskandaria,
Aduh, maaf Mas Is. Saya bukan ‘expert’ di bidang Web ini. Pun bukan profesional dalam hal tersebut. Saya pengguna biasa kok, sungguh!
Hal-hal masukan dari ‘stakeholder’ itu senada dengan ‘user effect’-'usability’. ‘Googling’ aja ya…
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@dani, ok. Sanggahan diterima :)
Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP
Memang kadang kita tidak harus berpuas diri dengan apa yang sudah dibuat. Melibatkan orang awam dan yang ahli dibidangnya untuk menilai /memberi masukkan adalah proses penyempurnaan.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
tulisan ini sangat bermanfaat buat saya, ya walaupun saya nggak menerapkan secara langsung :)
Firefox 3.6.10 | Windows XP
Wah satrya ketinggalan artikel ini. Maaf nih baru sempat kesini :)
Yups, pengalaman satrya kemarin malam. Satrya minta masukan ke Pakzam pemilik tookangweb.com mengenai template free yg sudah di beri masukan juga oleh mas Is. Kemudian mas ardianzzz menambahkan masukan2 yg lain.
Fiuhhh!, semakin luas dan semakin banyak ilmu2 dan masukan yang satrya dapatkan yang mungkin bisa di aplikasikan untuk template2 ke depannya :) .
Terima kasih juga atas apresiasinya mas :)
Firefox 3.6.10 | Windows Vista
@satrya, lagi sibuk karena banyak order ya mas ? (sotoy mode on :D)
Firefox 3.6.7 | Windows 7
Kadang inginnya minta pendapat/saran mas Is. Tapi begitu diberi masukan, malah saya yang bingung sendiri. Susah juga kalau punya rumah/toko sekaligus harus memahami teknik konstruksi bangunan. Seperti rumah di alam nyata, seringnya tahu apa yang diinginkan, tapi tidak tahu cara mewujudkannya.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
@suarakelana, akur kang,, saya juga begitu. karena ga mudeng masalah design blog
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@suarakelana, tidak apa-apa Pak. Secara visual, theme blog suarakelana.com tidak terlalu bermasalah bagi saya. Jadi fokuskan pada menulis saja deh.
Firefox 3.6 | Windows XP
@suarakelana, sama mas rafi, saya juga sependapat. jadi bingung nih
Google Chrome 4.0.249.89 | Windows XP
Melibatkan user awam tetap memiliki resiko. Ketika saya berupaya menyederhanakan konten blog dengan tujuan meminimalisir distraksi, eh ada yang bilang kalau desain kurang rame, dan perlu ditambah banner. :P
Faktanya, banyak user yang tidak mengetahui dengan apa yang mereka butuhkan. User menginginkan kualitas, tetapi mereka tidak paham dengan konsep kualitas yang terdapat pada suatu produk.
Untuk itulah perlu adanya studi-studi ilmiah tentang perilaku konsumen, pengendalian mutu, marketing, preferensi konsumen dan semacamnya. Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah produk yang benar-benar dapat memenuhi ekspektasi konsumen sesuai dengan harga yang mereka bayar.
Berbicara menganei kualitas, kita tidak dapat terlepas dari yang namanya standard.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@ardianzzz, wah..makin mantap aja ilmu dari bangku kuliahnya mas. Memang, standard harus ada ketika kita ingin menilai sesuatu (termasuk desain web/blog). Contoh saja jika ingin menilai aspek tipografi konten. Setidaknya line-height cukup memberi ruang bernafas bagi pembaca. Lalu, ada rentang jumlah kata per baris yang sekiranya masih bisa ditoleransi (terutama untuk blok paragraf). Setahu saya, 8-12 kata per baris adalah standar membaca yang nyaman. Jika sudah di atas 15 kata per baris misalnya, itu sudah berpotensi melelahkan baca karena mata terlalu lebar bergerak.
Oya, bicara standar penilaian desain web/blog, sepertinya daftar evaluasi weblog mandiri bisa dijadikan acuan yang baik :)
Google Chrome 6.0.472.63 | Windows 7
@ardianzzz, ego desainer itu besar. Misalnya saja dengan kasus logo GAP beberapa hari lalu. Tapi itu penting karena faktanya memahami desain yang baik itu tidak mudah.
Pengguna awam dengan pengetahuan terbatasnya sering kali tidak memahami apa yang sebetulnya mereka butuhkan. Untuk kasus ini, memang perkataan seorang ahli lebih baik dari seribu orang awam.
Desain yang bagus itu tidak terasa. Kalau desain buruk langsung kelihatan.
http://prandall.com/2009/10/13/good-design-is-invisible/
Desain yang baik tidak dilihat dari versi CSS yang digunakan, tidak juga dari animasi blink-blink. Desain yang baik haruslah fungsional.
Chromium 5.0.375.127 | Ubuntu 10.04
@Jeprie, soal pernyataan berikut ini :
Saya agak kurang setuju sih. Ketika pengguna merasa mudah untuk menelusuri isi sebuah situs, merasa nyaman ketika menyimak konten-konten di dalamnya, plus merasa dimudahkan untuk menyerap informasi yang ada, maka itu berarti desainnya bagus. Dan itu terasa, bukan? :)
Kalau desain yang buruk jika dinilai dari sisi banyaknya distraksi, memang bisa cepat kelihatan. Namun ada kalanya minim distraksi, tapi mengandung beberapa aspek buruk di dalamnya dan hanya orang tertentu saja yang mampu menemukannya.
Google Chrome 6.0.472.63 | Windows 7
@iskandaria, desain yang baik memang haruslah fungsional. Dalam halaman web, berarti informasinya diperoleh pengguna dengan mudah. Tapi dari sisi desain, pengguna tidak akan menyadari bahwa desain itu baik, yang jelas mereka merasakan fungsinya.
Desain yang terasa bagus di sini, maksudnya langsung membuat efek wah! Semacam situs-situs flash dengan animasi, musik, dst. Menarik tapi tidak fungsional karena manfaatnya hanya saat itu saja buat pengunjung, menimbulkan sensasi sesaat.
Sekadar tambahan. Kemarin saya membaca artikel menarik tapi lupa lagi linknya. Ada kasus menarik di sebuah kota kecil. Setelah kota itu dijadikan kota pariwisata, kafe-kafe jadi terlalu penuh oleh turis luar dan akibatnya banyak pengunjung yang terganggu. Kondisi ini disiasati dengan melakukan redesain. Kursi diganti dengan kursi yang tidak nyaman. Akibatnya, pengunjung lebih suka makan di luar. Pengunjung di dalam tidak terganggu, pemasukan kafe bertambah. Dari kacamata desain, redesain ini dikatakan sukses karena fungsional.
Firefox 3.6.10 | Windows Vista
Kalau saya belum pernah minta saran tentang desain blog. Kalau minta saran tentang artikel pernah :D. Sepertinya memang bagus untuk meminta saran, kebetulan saya minta saran ke kakak saya tentang pewarnaan blog saya :)
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Arief Rizky Ramadhan, jadi warna yang sekarang itu pilihan kakak ya? hehe. Bagus juga warnanya. Theme thesisnya juga terlihat rapi. Mantap deh.
Firefox 3.6.10 | Windows Vista
@iskandaria, ide warna saya yang pilih untuk kode-kode warnanya kakak yang milih. Terima kasih mas. :D
Firefox 3.6.10 | Windows XP
Bagi saya penting apapun masukannya tentang design blog yang saya kelola, bukan hanya yang lebih tau tapi juga pengunjung “siapapun” karena kita ga tau di balik mereka itu siapa, bisa jadi mereka adalah web programer atau programer yang lain, yang hanya iseng untuk ngeblog.
Yah, dua sisi sebenarnya dalam design, pertama asik untuk kita kedua asik juga untuk pengunjung dan pembaca.
Kalu saya yang penting asik untuk saya aja dulu, karena hanya buat cari pengalaman dan eksperiment entah nantinya mungkin di tinggalkan. Kecuali kalu kita dibayar untuk membuatnya.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@hendro, yang penting kita merasa nyaman dulu dengan desain yang kita gunakan pada blog sendiri. Tapi kata mas Jeprie, harus punya konsep yang jelas di balik desain yang kita pilih tersebut. Biar nantinya tidak kehilangan arah saja kalau mau memodifikasinya.
Oya, meminta masukan terhadap desain yang kita buat sebenarnya bisa membuka pintu ilmu-ilmu baru bagi kita. Terutama jika ada masukan dari mereka yang lebih dalam pengetahuannya tentang pemrograman web.
Google Chrome 4.0.249.89 | Windows XP
@hendro,
Untuk web personal setuju, selain itu saya tidak setuju.
Kita tidak dapat menilai usabilitas web dari subyektivitas desainernya.
Oh ya, satu lagi. Webdesainer berbeda dengan Webdecorator.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@ardianzzz, kalau boleh tau, apa bedanya antara Web desainer dengan Web decorator?
Firefox 3.6.10 | Windows XP
@ardianzzz,
Ada lagi dua sisi yaitu “konteks” dan “konten” mungkin saya kurang memahami kedua sisi tersebut. Yang pernah bro ardianzzz singgung tentang “konten adalah raja” yang di dalamnya lebih ke HTML apakah itu lebih di bilang “konteks adalah raja”.
Kalu memang benar ada istilah itu dimanakah ratunya.
Google Chrome 7.0.517.36 | Windows XP
@hendro, Ratunya? tidak ada dan tidak perlu diada-adakan. Beresiko melebar hingga ke rakyatnya nanti.
Context adalah teks, atau sering disebut dengan istilah postingan. Content lebih luas lagi, yaitu segala sesuatu dalam sebuah web yang kita akses, itulah content.
Jadi kalau bicara konten adalah raja, tidak dapat terlepas dari desain. Bicara desain web, tidak dapat terlepas dari desain grafis, aksesibilitas, usabilitas dan semacamnya.
Lucu jika ada blogger yang mengatakan “konten adalah raja” tetapi blognya susah diakses dan tidak usabel. Sama aja bo’ong.
@Islkandaria Bedanya Desainer dan Decorator? Anggaplah desainer itu arsitek sedangkan decorator itu tukang cat. :)
Are You a Web Designer or a Web Decorator?, Meiert.com
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
Biasanya pelajar karate sabuk putih memang sombong-sombong kan? Tidak seperti gurunya yang sudah malang-melintang di dunia bela diri. :)
Terimakasih buat refernsinya lagi bro. :) Tapi sepertinya ini promosi buat bro Iskandar juga. :D
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@ganda, hehe. Soal karate itu, gak tau juga ya Bro. Yach, semoga yang udah jago bikin theme masih mau membuka diri terhadap masukan. Semakin dalam saya memasuki dunia web programming, rasanya saya terasa makin bodoh. Soalnya ternyata masih banyak sekali yang saya tidak tahu. Dulu malah sama sekali gak tau dan gak peduli ama konsep ‘usability’ dan ‘accessibility’. Taunya cuma SEO…wkwkwkwk
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
@iskandaria, Biasanya memang begitu. Yang pemula kelihatan sombong, sementara yang expert merendahkan diri. Ya, pepatah “ilmu padi” memang bukan omong kosong belaka. Ada lagi pepatah yang mengatakan, “semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita tidak tahu”. Hehehe… Walah, SEO. Saya sudah fed-up mengenai itu. :D
Firefox 3.6.10 | Windows XP
saya juga cukup puas dengan tampilan blog ini, loadingnya cepat sekali
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@imadewira, makasih Bli. Saya memang melakukan beberapa teknik optimasi agar lebih cepat diakses. Faktor server dalam negeri yang saya gunakan juga sangat memberi andil.
Firefox 3.6.2 | Windows XP
Baru nyadar kalo ternyata background ganti lagi dengan apa yang kusuka :D
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Erdien | Ceritaku Suka-Suka, makasih…makasih…(jadi ge-er). Oya, blog Pak Erdien kok jadi ancur ya tampilannya? Pasti karena salah ngedit..wkwkwkwwk (tapi kalo diback-up dulu gak masalah kan).
Firefox 3.5.13 | Windows XP
@iskandaria, Oya? Blog yang mana yang kelihatan ancur, Sundagasik.com ato Vierdien.com?
Kalo yang vierdien semalem coba install theme baru, ternyata nggak cocok dan balik ama yang lama lagi.
Kalo yang SGC, beberapa waktu lalu Pak Aldy juga bilang kalo dibuka dari Ubuntu berantakan banget katanya :D
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Erdien | Sundagasik, yang SundaGasik Pak. Sidebarnya melorot ke bawah dan tampilan link keciiiil banget. Tapi sekarang udah bagus/rapi kembali dengan thema baru ya. Oya, saya kadang suka sulit membuka blog Sundagasik. Mungkin masalah hostingnya tuh.
Firefox 3.5.13 | Windows XP
@iskandaria, Iya kemaren-kemaren memanng ada masalah dengan hosting kontrakan SGC. Tapi skarang SGC dah pindah ke kontrakan baru :D
Firefox 3.6.2 | Windows XP
Masalah desain blog memang perlu juga. Namun, saya sendiri selama ini belum secara penuh mempertimbangkan apa yang diungkapkan oleh Mas Is di atas. Baru mempertimbangkan “rasa” sendiri dan menanyakannya kepada beberapa orang saja :D
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Erdien | Sundagasik, jika blog Pak Erdien ingin lebih serius dikembangkan lagi, saya rasa ada baiknya juga meminta saran/input pada mereka yang dianggap tahu lebih dalam soal konsep desain web (yang juga meliputi desain blog). Tentu saja tetap memperhatikan masukan/komentar dari mereka yang dirasa awam :)
Firefox 3.6.2 | Windows XP
@iskandaria, Insya Allah saya akan mencobanya Mas Is. Termasuk maukan dai Mas Is juga tentunya :D
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Erdien | Sundagasik, Insya Allah juga deh. Tapi sambil jalan aja ya Pak.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
desain yang bagus itu relatif,,,
gue bilang sangat bagusss belum tentu elo bilang baguss…
tiap orang seleranya berbeda,,, utk web yang penting soal navigasi, desain soal kedua hehe *itu menurut gue loh
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@alid abdul, kalo soal relatif itu saya juga tau..hehehe. Sebenarnya penekanan saya bukan pada relatifnya sih, tapi lebih pada konsep desain web yang memenuhi standar minimal berkaitan dengan beberapa poin yang saya paparkan pada paragraf pertama tulisan di atas.
Navigasi itu masuk pada poin yang berkaitan dengan ‘accessibility’ (kemudahan akses), serta ‘usability’ (kebergunaan). Bisa juga dimasukkan pada tipografi dan ‘readability’ jika sudah bicara tampilan/pengaturan font dan kontras warna (serta margin dan penambahan atribut lainnya).
Abis jalan-jalan dari Malaysia yach kayaknya (*asyik banget tuh).
Firefox 3.6.2 | Windows XP
enak dibaca dan keren .salam kenal.
Google Chrome 6.0.472.63 | Windows 7
Input memang baik namun kita perlu juga mengenal sebelumnya konsep desain yang ingin kita gunakan. Jika kita tidak punya konsep, bisa jadi input-input itu malah merusak desain.
Selain konsep, kita juga perlu memiliki argumen jika ingin membantah suatu saran.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Jeprie, betul sekali mas. Menurut Richard Fang Jurus Grafis, konsep itulah yang harus dimiliki terlebih dahulu ketika ingin menggunakan desain (theme) tertentu pada situs/blog kita. Konsep akan memberi arahan mengenai apa saja yang layak dan kurang layak untuk dilakukan pada desain yang dirasa belum final atau belum sempurna.
Dari konsep yang kita miliki tersebut-lah, kita nantinya bisa punya argumen jika ingin menolak suatu saran/input. Contoh konkret saja pada konsep yang ingin saya bentuk pada area komentar blog ini. Saya ingin mengurangi banyak distraksi dan ingin memberi kesan flat antar semua jenis komentar (baik parent maupun children). Maka dari itu, saya akan menolak saran agar membedakan tampilan komentar parent dan children. Setidaknya untuk beberapa waktu yang tidak tentu.
Firefox 3.6.10 | Windows 7
Saya sepaham mas,
desain yang baik tentu harus ditinjau dari berbagai sudut, dengan meminta pendapat kepada rekan-rekan lain (yang mau) pastinya akan memberi nilai tambah.
Yang saya pernah rasakan, karena kemampuan coding yang minim, sering masukan yang diberikan tidak dapat diimplementasikan dan akhirnya saran yang baik menganggur begitu saja.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@aldy, saya juga pernah mengalaminya beberapa kali kok Pak. Jadinya saya ngaku masih nggak tau caranya aja…hehe. Abis itu (jika sang pemberi input berbaik hati), biasanya saya akan dikasih saran konkret yang praktis, walau bersifat teknis. Itung-itung dapat ilmu baru juga dari situ.
Dengan membuka keran masukan/input, kita juga bisa tahu berbagai sudut pandang pengguna/pengunjung. Tentunya akan semakin memperkaya wawasan kita soal konsep desain yang baik.
Firefox 3.6.6 | Windows XP
saya rencana mau memakai template buatan sendiri aja Mas, nanti kalau udah siap saya minta masukan dari rekan-rekan blogger…he..he..he.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Rudy Azhar, wow. Ditunggu nih launching template barunya Bang.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
waduh,aku kalau soal design ampun,nol puthul..template yang aku pakai sekarang ae malah bikinan artisteer,maksudnya ya tinggal klak-klik doang,di cocok-cocokan,kalau menurut saya sih bagus,tapi belum tentu menurut orang lain.
tapi ya mendinglah template yang aku pakai sekarang,daripada aku bikin sendiri malah amburadul?
tapi semua butuh proses,learning by doing,tetap semangat…
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@agoest, semuanya memang butuh proses mas. Saya aja perlu waktu berbulan-bulan (lebih dari setahun kalo dihitung dari awal mulai ngeblog) untuk bisa sedikit memahami konsep desain web/blog yang baik. Termasuk poin-poin pada paragraf pertama tulisan saya di atas. Sampai sekarang saya masih terus berusaha mendalami pemahaman akan hal-hal itu. Yach, sambil belajar dengan melakukan juga sih.