Merapikan Tampilan Area Komentar, Seberapa Pentingkah?
Demi meningkatkan keterbacaan sebuah blog, faktor tipografi menjadi poin yang sangat penting untuk diperhatikan. Mulai dari tampilan header, menu navigasi, area posting, sidebar, footer, hingga area komentar.
Prioritas utama tentu saja dimulai dari area posting. Lalu berlanjut pada merapikan tampilan sidebar, menu navigasi, dan akhirnya area komentar.
Belakangan saya berusaha mendesain ulang tampilan area komentar blog ini. Tampilan asli dari theme yang saya gunakan (untuk area komentar) tidaklah seperti yang rekan-rekan lihat saat ini. Banyak hal yang harus saya modifikasi agar tampilan komentarnya terlihat lebih rapi dan nyaman di mata.
Mulai dari padding atau jarak paragraf dengan pinggir kotak, ukuran fontnya, line-height (jarak spasi antar barisnya), kombinasi warna latar antar komentar yang berbeda, hingga memodifikasi tampilan komentar reply.
Sementara ini saya cukup puas dengan hasilnya. Untuk lebih jelas, silakan Anda amati deretan komentar pada posting sebelumnya tentang meringankan loading blog. Dan untuk melihat tampilan tanpa “gangguan” reply dari saya, silakan simak deretan komentar pada artikel tentang komentar inspiratif.
Bagaimana menurut Anda? Ada yang terasa mengganggu dari tampilannya? Terkesan terlalu ramai, terlalu banyak detail, atau bagaimana? Punya masukan? Seberapa pentingkah merapikan area komentar menurut Anda?
Source image: www.kabarindonesia.com
Quick Link >>> Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Saya mau tanya mas…
Seandainya saya mau memberikan tampilan khusus hanya untuk member yang posting atau admin bagaimana yah ?
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih :peluk
that’s important,,i think
thank’s for sharing..
would you like share to my blog?
or you just stay here at all
wah..makasih mas iskandar,, kalau ringan bisa mengatasi cafeine
Wah sepertinya saya mesti minta koreksi ma bang Is lagi neh… gpp kan mas Is koreksi kotak komentar blog saya lagi??? jadi enak neh mas/./he…he..
Memang kotak pun harus disesuaikan dengan theme yang digunakan selain mampu membercantik bisa juga membuat pengunjung betah..tah.tah..
waduh saya sudah gak ingat bentuk yg lama
saya juga masih kesulitan menata ruang di kolom komentar
sepertinya perlu konsul ke mas is nih
oops:
@Iwan Kus, saya liat-liat dulu ya mas kalo gitu
Terimakasih atas linknya
Yeah saya lihat tampilan kolom komentar jauh lebih rapi dari sebelumnya. Saya sendiri menganggap kolom komentar adalah elemen yang sangat penting. Saya bahkan sampai beberapa kali merombak kolom komentar.
Ketika saya menulis artikel tentang membaca selama lima menit, banyak sekali yang tidak setuju karena membaca sebuah blog menjadi lebih dari lima menit jika kita membaca komentar-komentar yang masuk. Ini berarti komentar adalah bagian dari konten itu sendiri. Karena itu, sudah selayaknya kita memperhatikan desain kolom komentar seperti halnya kita memperhatikan desain pada halaman posting.
Sebagai tambahan masukan..
Kenapa anda tidak memaksimalkan lebar textarea? Bukankah akan lebih nyaman jika menulis pada media yang lebih lebar/besar
Anda sudah memperbaiki tipografi pada kolom komentar, tinggal form komentarnya..
@ Film Bioskop Terbaru
Wah, untuk trik tersebut, jujur saja saya belum tahu caranya. Tapi saya pernah baca tipsnya biar komentar admin tampak berbeda dalam hal warna latarnya. Tapi saya lupa baca di mana. Yang jelas, tetap harus memodifikasi kode PHP untuk area komentar (kalo saya nggak salah sih). Maaf ya nggak bisa bantu soal ini.
@ berita untuk negeri
Ini bukan membahas masalah ringan kayaknya
@ Ismail
Ntar saya coba ya mas. Mau liat-liat dulu settingan kode area komentar theme blog mas Ismail.
@ Ardianzzz
Yups. Saya sangat setuju jika komentar dianggap sebagai bagian dari konten itu sendiri. Seringkali komentar yang masuk malah lebih menarik untuk disimak ketimbang postingnya. Oleh sebab itulah kenapa saya berusaha membuat tampilannya menjadi senyaman mungkin. Dengan harapan, pengunjung/pembaca posting bisa lebih enak ketika menyimak deretan komentar yang masuk.
Mengenai kenapa saya tidak memaksimalkan lebar textarea, alasannya yaitu karena saya menggunakan plugin WP thread comment alias komentar bersarang. Nah, jika lebar textarea saya perbesar, efeknya akan jadi jelek ketika pengunjung atau saya ingin mereply pada komentar bersarang yang sudah terdiri dari beberapa lapis/tingkat. Coba buktikan saja dengan cara mengklik “jawab” di bawah komentar reply terakhir saya atas komentar mas ISMAIL di posting sebelumnya
Keliatan banget efeknya. Textarea jadi “menabrak” pembatas area komentar di sebelah kanan. Nah, bagaimana jika saya tambah lebarnya? Tentunya akan semakin tidak bagus dari sisi estetika ketika ingin berbalas komentar via fitur reply.
Kalau menambah tinggi textarea mungkin bisa jadi solusi ya mas jika kondisinya begitu. Ntar saya coba deh untuk menambah tinggi textarea form komentar. Makasih buat masukannya.
@iskandaria,
Mungkin juga ditambah style untuk border, dan menggunakan font yang bagus (bukan monospace) dengan spasi yang cukup..
Tidak dicoba dengan ukuran percent?
@ardianzzz, sebenarnya untuk setelan pada
comment.phpsih pakai percent mas. Tapi pada CSS pakai px sih textarea-nya. Mengenai style untuk border dan font non monospace serta spasi, ntar saya cobain.@iskandaria, ohya kenapa Mas Is tidak memakai thread comment bawaan dari theme itu sendiri?
@Rudy Azhar, maksudnya bawaan dari wordpress.org kali ya Bang. Pernah saya coba. Nama fiturnya ‘respond’. Tapi kalau kita klik, tidak langsung menuju kotak komentar, tapi malah loading dulu. Itu bikin lama proses untuk membalas komentar dan memakan waktu. Oleh sebab itulah, saya lebih memilih plugin WP thread comment.
lebih enak mas, lebih fresh.
ini sekalian karena kemarin blog ga bisa di akses ituyah mas?
enak..enak..
@Fadly Muin, syukurlah jika dinilai lebih fresh mas. Ini gak ada hubungannya dengan kejadian gak bisa diakses kemaren sih. Wong pas gak bisa diakses itu saya mau login ke akun hosting aja gak bisa mas
@iskandaria, oke deh..:)
saya masih belum refresh blog nih..
@fadly muin, pelan-pelan saja mas. Sambil jalan deh. Saya juga nggak terlalu ekstrim merefresh blog ini.
Hmmmm….Utk soal2 yg begini mmg Sy banyak dpt Ilmu dari Blog ini. Thanks banget kang Is
kalau saya lihat, sih udah agak rapi pada kotak komentar, dan kombinasi warnanya juga sudah pas,
replynya jadi terkesan borongan mas ya?
Ukuran font-nya cukup nyaman untuk mata,lebih fresh sih
. Saya sih ngga tau seberapa penting efek merapikan kolom komentar bagi SEO, tapi saya berpendapat kalau kotak komentar adalah bagian dari tulisan itu sendiri. Kadang-kadang saya lebih greget baca komentarnya dibanding tulisannya itu sendiri.
Sekedar saran aja nih mas, coba bikin avatar pengganti bagi mereka yang tidak memiliki gravatar.
@Adhie // DesainQu, saya rasa tidak ada efeknya bagi SEO mas. Merapikan kolom komentar cuma demi menyamankan pembaca saja. Mengenai avatar pengganti untuk yang tidak memiliki gravatar, mungkin agar tampilan komentar tidak terkesan ‘pincang’ ya mas. Benar juga kalau begitu. Langsung saya kasih deh avatar buat yang gak punya. Thx sarannya mas.
@iskandaria,
barusa ada erro, terus pas saya maw submit komentar lagi, katanya duplikat comment detected, jadi saya coba numapang komen dimari yak, mudah2an bisa..
mengomentari tampilan area komentar mas is,
lumayan nyaman di mata, jadi makin asik baca2 komentar berbobot di posting2 nya mas is..
tapi ada satu pertanyaan,
)
kenapa kok gak pake sistim replay satu replay untuk satu komentar..
tapi pake sistim satu replay untuk banyak komentar..(uda kaya blogspot aja
efeknya, saya jadi muter2 scroll lebih banyak kalo mau liat dialog antar pengunjung dgn replaynya mas is..
@Blog Juragan, saya sengaja aja tidak mereply satu per satu. Biar deretan komentar tidak “terganggu” oleh reply saya. Coba baca posting saya tentang mereply komentar Gan
Soal error, mungkin efek plugin atau koneksi Gan. Itu biasa. Kalau muncul peringatan duplicate, berarti komentarnya tetap masuk Gan. Maaf ya atas ketidaknyamanannya.
merapikan tampilan komentar menurut saya emang harus Mas, karena itu adalah bagian dari desain keseluruhan.
kolom komentar di blog ini udah cukup bagus, tapi warnanya apa tidak bisa dibuat senada dengan warna blog ini?
@Rudy Azhar, maksudnya dibikin biru cerah kayak latar posting ya Bang? Bisa sih. Itu gampang banget. Tinggal ubah kode warna HTML-nya. Tapi saya lebih suka dengan warna abu-abu terang seperti ini. Mungkin terkesan “tabrakan” kali ya warnanya dengan warna latar posting dan latar utama?
@iskandaria, ya tidak harus biru cerah sih tapi ada keharmonisan pengaturan warna..
@Rudy Azhar, saya bingung mau pilih warna apa selain abu-abu di latar komentar. Itu masalahnya Bang ^_^ Yang jelas, saya tidak akan milih putih.
memang jadi enak dipandang dan sedep gitu ya mas.
Saya akan mencoba ngotak-atik dengan mempedomani tips ini, mudah2an bisa . Maklum dah tuwir.
Terima kasih tipnya mas.
Salam hangat dari BlogCamp
@BlogCamp, saya nggak ngasih pedoman sih dalam posting dia atas. Sekadar penjelasan mengenai apa yang saya lakukan saya Pakdhe. Salam hanget kembali dari Pontianak.
Assalamu ‘alaikum wr.wb, Kak.
Saya datang sebagai blogger newbie yang ingin berkenalan, silaturahmi dan menyerap ilmu dari para senior. Semoga kunjungan saya bermanfaat.
Blog kakak bagus sekali-saya ingin belajarm,mulai yang ringan2 saja dulu. kalau HTML kayaknya belum mampu deh.
Kak, mohon berkenan berkunjung ke blog saya, mohon diberikan saran2 atau nasihat agar blog tersebut bagus dan terkenal seperti blog ini. Saya tunggu kakak di Panti Asuhan, kalau datang akan saya sambut dengan lagu rebana deh.
Salam hormat saya dari Batam.
Wassalamu alaikum wr.wb
@Annaura, makasih banyak ya buat kunjungan pertamanya ke sini. Belajar secara santai aja. Yang penting nulis dan nulis, plus berusaha menjalin silaturahmi dengan bloggger-blogger lainnya. Gitu aja sih simpelnya.
Blog ini masih baru dan belum bisa dikatakan terkenal lho mbak. Saya masih terus belajar sampai saat ini.
@iskandaria, masih baru tapi mak-nyus
@Ahmad IM-bisnis, kayak Pak Bondan aja mas pake maknyus
Terima kasih kritiknya di situs saya, sepertinya sekarang giliran saya mengkritik di sini.
Menurut saya jarak antar form Nama, email, URL, dan kirim terlalu jauh. Saya tidak begitu mengerti kenapa dibuat sejauh ini. Kalau ukuran form dan teks diperbesar saya kira itu masuk akal.
Label tombol kirim menjadi Kirim Ah… Kesannya tidak professional, seperti main-main. Kecuali memang niatnya ingin dianggap sebagai seseorang yang tidak serius. Sama halnya dengan “nama asli ya kalau bisa” dan “nggak akan dipublikasikan kok“. Tapi bagaimanapun juga tiap orang punya gaya penulisan sendiri. Mungkin saya bisa mengambil contoh Mas Rudi Triatmono, http://triatmono.wordpress.com, yang gaya bloggingnya unik.
Alignment tombol Kirim harus diperbaiki karena tidak align dengan objek apa pun.
Menurut saya akan lebih nyaman jika teks content dan komentar menggunakan tipe font serif.
@Jeprie, masukan yang sangat bagus mas. Akan saya pertimbangkan pastinya, terutama masalah tombol kirim dan keterangan pada isian nama, email, dan url. Mungkin memang terkesan main-main.
Masalah jarak antar form nama, email, dan url, sepertinya memang terlalu renggang ya. Saya baru sadar. Nanti saya coba setting ulang.
Masalah font, bisa dijelaskan mengapa dinilai lebih nyaman menggunakan font serif? Menurut saya ini cuma masalah selera. Lagipula, untuk mendukung keterbacaan, menurut saya lebih baik menggunakan sans-serif mas. Tapi kalau mengutamakan seni, serif memang lebih bagus sih.
@iskandaria,
Pertanyaan terakhir saya jawab sebisa saya. Saya tidak begitu mengerti tipografi. Mudah-mudahan ardianzzz baca ini dan bisa bantu jawab.
Berrdasarkan yang saya baca, serif itu memiliki lekuk-lekuk di ujung tiap hurufnya. Coba perhatikan lebih dekat! Nah, lekuk-lekuk membantu pergerakan mata sehingga lebih mudah dan nyaman ketika men-scan tulisan. Itu juga alasannya kenapa kebanyakan buku dan artikel web menggunakan font serif. Program teks editor menggunakan default font Times New Roman bukan untuk alasan acak tapi memang Times New Roman paling cocok digunakan.
Sans serif adalah kebalikan dari serif. Berarti kurang serif atau tidak memiliki lekuk-lekuk. Bentuk ini melelahkan baca jika teksnya terlalu banyak. Itu sebabnya sans serif biasa digunakan di judul.
Sedikit koreksi, tipografi bukan masalah seni tapi desain atau fungsi.
Untuk referensi pemilihan font, saya sarankan baca http://10steps.sg/articles/design-articles/choosing-the-right-fonts-to-form-great-combinations/. Artikel ini memperlihatkan teknik memilih kombinasi font yang baik. Bahasannya sederhana cocok buat pemula.
@Jeprie, makasih buat referensinya. Saya akan pelajari dulu. Tapi sementara ini saya lebih suka dengan font sans-serif sih untuk konten utama dan teks komentar. Tapi saya lihat beberapa pakar web usabilty lebih suka menggunakan font sans-serif untuk konten dan area komentarnya. Salah satunya Pak Dokter Dani Iswara
@iskandaria, Menurut saya latar putih pada balasan komentar terlalu kontras dengan komentar lainnya. Pergerakan mata jadi lebih sulit. Sebaiknya digunakan warna yang tidak terlalu kontras.
@Jeprie, masalah latar reply langsung saya benahi mas. Makasih banyak ya.
@iskandaria, Satu lagi saran. Menurut fitur reply komentar kedalamannya tidak perlu lebih dari 3. Lebih dari 3 akan terlihat memusingkan.
@Jeprie, untuk latar komentar reply, sepertinya memang agak kontras ya. Maksud saya sih biar ada pembeda yang jelas saja. Tapi mungkin efeknya jadi terlalu ramai dan bikin pusing..hehe. Makasih sarannya. Untuk level reply, sebenarnya saya bermaksud menambah seru diskusi saja. Kalau saya batasi 3, kasihan mereka atau saya yang ingin menambah diskusi. Mungkin 5 saja kali ya batas yang baiknya.
Kayaknya gak terlalu penting mas. Hehe
Tapi, kedepannya saya juga ingin memiliki top komentator paling tidak di blog saya.
Ok deh mas,
emang sih penting juga
wah2… ulasannya semakin tekhnis nih, boleh usul gak? gini, kotak komentar terlalu besar dengan font yang dimasukkan kok kecil yah? gedein dikit fontnya atau kotaknya di kecilin dikit. padahal posting sama komentar yg ditampilin fontnya lebih besar dari ini, hehe…
@hanifilham, iya juga ya. Masukan yang bagus banget nih mas. Ntar akan saya setting ulang deh kalau begitu. Makasih banyak.
sekarang topografinya udah sangat kental sekali mas is,
Tipografi atau seni tata huruf merupakan salah satu hal penting dalam sebuah disain web. Tipografi yang baik dapat menambah keindahan disain dan kenyamanan dalam membaca,
oia saya pinjam link postingan mas is ya, buat postingan saya terbari tentang guest post
Silakan Gus. Saya memang lagi senang membahas masalah tipografi ini. Cukup penting saya rasa (untuk mendukung keterbacaan).
wah.. berguna bangets nie. thanks
menurut saya sih sudah bagus..
yang penting enak dipandang mata aja…
menurut saya seh gak terlalu penting untuk saat ini mas, karena sepanjang mereka bisa membaca postingan blog dan loadingnya cepat hal itu sudah cukup,,,kedepan mungkin akan menuju kearah itu
kayaknya tampilannya makin oke dan rapi mas
Mas Is apa kabar ?
Maaf mas, menurut satrya warnanya terlalu mencolok mata. mungkin lebih di gelapkan sedikit. Terus warna latar komentnya sepertinya kurang cocok dengan backgound keseluruhan blog.
@satrya, maksudnya warna latar komentarnya mencolok gitu ya? Kalau digelapkan lagi, menurut saya malah akan bikin teks hitam yang ada di atasnya agak sulit terbaca. Kalau warna latar kurang cocok dengan background keseluruhan, mungkin memang iya. Tapi sejauh ini saya cukup merasa pas kok. Jadi mungkin tidak akan saya ubah warnanya.
Mengenai tipe huruf, serif vs sans-serif memang ‘debatable’.
Masing-masing ada logika pembenarnya. Sudah pernah kita bahas di blog lama saya dulu.
Mengenai tinggi kolom isian komentar. Sepertinya pernah ada riset yang mengukur mengapa kebanyakan ukuran kolom isian komentar memiliki perbandingan sekian x sekian.
Mengenai warna latar, saya kembalikan ke selera pengelola. Bagi saya, asal kontrasnya cukup saja.
Mengenai level ‘reply’, memang agak membingungkan jika terlalu banyak. Disesuaikan dengan lebar kolomnya saja.
Untuk label nama, email, situs, sepertinya tidak perlu mencantumkan kata ‘Anda’.
Dari alur logika ‘screen reader’/aksesibilitas Web, saya tetap memilih label mendahului kotak isian. Pernah saya tulis di blog yang dot net dulu. Tapi tren ‘usability’ menganggap label di kanan lebih hemat tempat.
Dari alurnya juga, mestinya opsi langganan komentar (dan opsi lain) diletakkan sebelum tombol kirim komentar. Ini komentar dejavu. Terlalu sering saya tuliskan. Hingga akhirnya saya tuliskan juga di blog yang lama.
Jadi, tombol kirim komentar adalah ‘tasking’ terakhir bagi pengguna. Jika tidak, kemungkinan ada ‘tasking’/opsi yang terlupa jika pengguna tidak ‘scrolling’ lebih ke bawah.
@dani, soal warna latar, menurut saya sudah pas sih kontrasnya. Semoga juga begitu dalam pandangan bli Dani
Mengenai posisi label, sudah saya benahi sesuai alur logika. Dan soal posisi notify juga sudah. Namun saya tidak bisa menghilangkan posisi asal notify di bawah kaskus emoticons, sebab itu settingan plugin pada
comment.phpJadi terkesan duplikasi nih.
Sebenarnya bisa sih saya hilangkan, namun efeknya akan menghilangkan/menonaktifkan comluv dan juga kaskus emoticons. Sementara ini dulu yang saya penuhi. Makasih masukannya bli. Kalau masih ada yang perlu direkomendasikan, silakan
@iskandaria, ya, kadang agak ribet dengan beberapa plugin.

Enaknya sih, pengelola bisa mudah mengustomisasi sesuai kebutuhan. Bukankah plugin dibuat untuk memudahkan, bukan malah merepotkan?
Jangan terlalu dimasukin ke hati, Mas Is.
@dani, biasa aja kok bli
ada tugas buat mas Is…
http://www.im-bisnis.com/kisah-seorang-blogger-jilid-4.html
@Ahmad IM-bisnis, waduh, kayaknya saya gak bisa menuhin tugas itu mas. Maaf banget ya.
@iskandaria, ok mas, no problemo, up to you, santai saja
@Ahmad IM-bisnis, makasih kalau begitu mas :beer:
iya kang makanya ketika saya muter-muter cari modfikasi komentar selalu ndak tak makan mentah
jgn sampai pengunjung tidak berkomentar hanya karena moodnya telah hilang dahulu
semakin banyak saya belajar disini, semakin terasa kalau saya ngeblognya asal ngeblog saja. Kurang memperhatikan detil-detil seperti ini. Banyak sekali yang harus dipelajari dan diperbaiki. Mungkin buat mas Is tampilan di blog saya enggak enak banget kali ya.
Merapikan tampilan komentar sepertinya tidak terasa penting, tapi kalau sudah dibenahi seperti ini memang terasa nyaman mas.
@suarakelana, wah, maaf ya Pak kalau saya jarang berkomentar di blog Pak Kelana. Bukan karena tampilan kolom komentarnya kurang rapi sih, tapi topiknya kadang kurang saya kuasai. Jadi biar tidak keliatan terlalu OOT, mendingan saya cukup menyimak saja deh.
Perkara merapikan tampilan komentar ini sangat teknis sih. Tapi tergantung juga pada blog tersebut siapa target pengunjungnya. Kalau buat blog bisnis yang berorientasi trafik, kayaknya kurang penting deh. Namun untuk blog persahabatan atau sharing (kayak blog ini), saya rasa cukup penting juga, biar yang mau baca komentar makin nyaman
In my projects I use Tidy to tell me what is wrong with my markup instead of having it corrected automatically.
@dental teeth whitening, thanks for your comment.
Pembahasan di artikel-artikel blog ini memang selalu nampol !!!!!!
selalu ada tutorial atau pemikiran2 khusus yang membuat saya berkata : ” wehhhh boleh juga nich ” !
^_^
oiamas, saya lebih suka kolom komentarnya ada di bawah bagian ngisis email, anchor text dan url blognya mas . bagi saya itu loh…,
@Khalid Abdullah, wah, kalo masukan yang ini kayaknya gak bakalan saya penuhin deh mas. Soalnya kalo dari sisi logika, menurut saya kita mengisi komentar dulu, baru setelah itu isi data pribadi dan tekan tombol submite. Cuma masalah kebiasaan saja sih.
Lagipula, usai menekan tombol reply (jika ingin membalas komentar), langsung akan dibawa ke textarea. Nah, kalau saya kembalikan seperti semula, maka ketika pengomentar menekan tombol reply atau balas, malah akan menuju kolom isian data dulu. Kan jadi aneh kalo gitu..
Mas Iskandaria,
untuk kata ‘Reply’, sepertinya tetap lebih pas memakai kata ‘Balas’ dibanding ‘Jawab’. Toh tidak semua komentar berupa pertanyaan yang harus dijawab.
@dani, waduh, benar juga setelah saya pikir. Langsung diganti deh kata ‘jawab’nya
ohya Mas, stu lagi nich… kenapa pada kolom komentar isian Nama, Email dan url blog diletakkan dibawah form isian komentar? jadi seperti di blogspot aja…..
@Rudy Azhar, saya mengikuti anjuran bli Dani dari sisi alur logika saat akan memberikan komentar. Menurut saya dan bli Dani, pengunjung akan mengisi kolom komentar dulu, dilanjutkan mengisi data dirinya, lalu baru menekan tombol submit. Lagipula, jika saya setel seperti default bawaan WP, maka ketika mengklik reply/jawab malah akan langsung dibawa dulu ke kolom komentar, padahal data diri di atasnya belum diisi. Itu akan terasa aneh bukan? Coba buktikan saja Bang.
@iskandaria, apa mungkin itu terjadi dari bawaan thema yang Mas Is pakai ya? soalnya pada blog saya tidak begitu…. oya.. thema yang saya pakai sekarang tidak ada fitur reply commentnya lalu saya lihat referensi sana-sini untuk membuat reply comment tanpa menggunakan plugin dan berhasil lho…
@Rudy Azhar, mungkin memang pengaruh theme yang saya gunakan, sebab tidak semuanya begitu sih kejadiannya. Wah, salut ya sudah mampu bikin reply sendiri tanpa plugin. Ditunggu nih sharingnya.
@Rudy Azhar
coba sebagai user biasa yang baru berkunjung pertama kali, bukan admin. Tombol reply WordPress umumnya akan lompat ke kolom komentar. Padahal kolom isian nama, email, dan web belum terisi. Atau ingin diubah dulu datanya. Saya sudah coba kolom komentar Mas Rudy. Demikianlah adanya.
Jadi urutan logisnya: klik tombol reply, lompat ke kolom isian komentar, baru isi identitas pengomentar, lalu tombol submit. Opsi lain seperti notifikasi balasan komentar, antispam, comluv, bisa disisipkan sebelum tombol submit.
Belakangan, sistem komentar Disquss dan IntenseDebate pun memakai posisi kolom komentar mendahului isian identitas pengomentar.
Ini komentar dejavu juga. Karena pernah saya tulis di blog yang dot net.
Mas Iskandaria,
menurut saya, yang tombol ‘cancel reply’ sepertinya posisinya lebih enak di atas kolom isian komentar.
@dani, setelah saya perhatikan iya juga ya…he..he..he… saya kok nggak kepikiran sampai kesana.
ehmmm…. bakal ada rombakan lagi di blog saya nich…
thanks….
@dani, nah, itu yang belum ketemu solusinya bli. Saya udah utak-atik settingan kode HTML plugin WP Thread Comment dan juga berkas
comment.php. Tapi belum ketemu link ‘click cancel to reply’. Sudah juga saya gunakan shortcut sakti Ctrl + F untuk menemukannya agar bisa mengubah posisinya. Tapi mungkin bisa dengan cara menonaktifkan dulu plugin comluv dan emoticons. Mau nyoba lagi ah..@Rudy Azhar, tuh kan. Saya juga tadi sempat ngetes fitur reply blog Bang Rudy. Ternyata langsung lompat ke kolom isian komentar ketika kita klik ‘reply’ (padahal nama dan email belum diisi)
I would never recommend dry sanding a Sheetrock repair. The dust just gets everywhere! Been there, done that.
kolom komentar saya, juga masih perlu banyak perbaikan..
oh ya mas,, saya masih bingung, tentang penggunaan bahasa yang baik untuk tema blog,, lebih baik menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia ya? Seperti kata “reply” dengan “balas”,, saya masih bingung, lebih enak yang mana..
Jika menggunakan bahasa inggris, saya tidak perlu susah-susah merubah lagi, tapi pengunjung yang tidak pandai berbahasa inggris, sulit untuk mengenalinya..
Tapi kalau saya menggunakan bahasa indonesia, pengunjung tidak perlu susah-susah mentranslatenya, berhubung target pengunjung saya adalah indonesia,, tapi saya perlu merubah temanya..
nah,, disini saya tanya, bagaimana bahasa yang sebaiknya digunakan? dan juga apa saja plus minusnya, selain yang diatas..
@dery, jika target pengunjung kita cuma orang Indonesia, menurut saya lebih baik gunakan bahasa Indonesia saja untuk kata ‘reply’. Jadi diganti dengan kata ‘balas’. Tapi saya sebenarnya cuma ingin membuat blog ini lebih unik saja, sehingga kata ‘reply’ itu saya ganti dengan kata ‘balas’.
Seperti itu pula jika ingin menggunakan tagline (judul blog). Namun untuk menulis istilah-istilah yang sudah umum di dalam posting, seperti blogging, font, padding, margin, dsb – menurut saya tidak mengapa ditulis seperti istilah aslinya, tanpa perlu terjemahan.
@iskandaria, saya juga sudah terlanjur menggunakan bahasa inggris, seperti judul halaman, kategori, tag, dll.. nanti kalo mendadak saya rubah, perlu banyak perubahan disana sini..
berarti saya tidak perlu merubah temanya lagi mas.. berhubung saya juga anaknya pemalas.. hehe
@dery, kayaknya gak perlu diubah deh, coz udah terlanjur basah..hehehe
Kalo ditanya penting atau tidak, jawabannya bisa jadi tidak penting. Namun, faktor kenyamanan pandangan mata menjadi salah satu daya tarik blog, so, saya pikir seorang blogger mesti membuatnya sebaik mungkin, termasuk juga area komentar agar para pembaca mau berkomentar dengan senang hati. ^_^
kayanya memang perlu… biar lebih rapi mas
Area komentar yang rapi akan enak untuk dipandang, dan orang jadi ingin meninggalkan komentar.
pentingggg…
agar lebih ciamikkk…
hehehehheh…
I like using those black paper binding clips. They come in various sizes for whatever sized cable clump you need to manage.