Meningkatkan Keterbacaan List Link pada Sidebar

webhosting Indonesia

Idealnya, list link (daftar link) yang terdapat pada sidebar haruslah mudah dibaca oleh pengunjung blog/situs. Bisa jadi pada list tersebut terdapat link-link penting yang mengandung informasi berguna bagi mereka. Oleh sebab itu, wajib bagi pemilik blog/situs memperhatikan keterbacaan list link tersebut. Jika diabaikan, kemungkinan pengunjung tidak akan mengkliknya (karena tingkat keterbacaan yang sangat buruk).

Contoh sidebar yang sangat buruk keterbacaannya bisa Anda lihat pada screenshot berikut ini.

sidebar-tidak-rapi

Mengapa sidebar di atas kurang baik? Penyebabnya yaitu :

  • jarak spasi antar list terlalu rapat,
  • menggunakan perataan justify,
  • tidak ada penanda di setiap awal list, dan
  • tidak ada pembatas antar setiap listnya.

Cara memperbaikinya bisa Anda simak pada penjelasan di bawah ini.

Ada 10 cara untuk meningkatkan keterbacaan list link pada sidebar, yaitu :

  1. Memilih kombinasi yang pas antara warna latar dan warna link.

    Dalam hal ini, sesuaikanlah dengan desain situs/blog Anda. Warna gelap di atas terang sepertinya lebih universal. Tidak mesti hitam ( #000 ) di atas latar putih ( #fff ). Yang penting kontrasnya pas. Warna terang di atas gelap pun tidak masalah, sepanjang kombinasinya juga serasi.

  2. Memilih kombinasi yang pas antara warna latar dan warna link saat dihover (disorot oleh pointer).

    Untuk lebih meyakinkan pengunjung bahwa itu adalah sebuah link/tautan (yang bisa diklik), perubahan warna link dan latarnya saat dihover akan sangat membantu. Minimal berubah warna ketika linknya disorot oleh kursor/pointer. Sedangkan warna latarnya tidak harus berubah. Kecuali list linknya disetel berupa blok (dengan kode CSS display:block ).

    Catatan : Jangan lupakan juga untuk memberi efek khusus pada saat focus (saat tabbing dengan ‘keyboard’), active (saat dieksekusi/diklik), dan visited (telah dikunjungi). Silakan baca Pakai Hover Jangan Lupa Focus (di situs Dani Iswara.com)

  3. Menggunakan list-style untuk menandai setiap list.

    Gunanya yaitu untuk memperjelas setiap list atau setiap permulaan list. Ada kalanya list link yang terlalu rapat antar satu dengan lainnya jadi sulit dipindai atau sulit dikenali awal setiap listnya. Di situlah perlunya diberi penanda berupa (misalnya) bullet. Bisa disetel lewat penambahan property CSS berupa list-style-type:square/circle/disc pada ul li (pada kode CSS untuk sidebar atau list menu).

    Bisa pula dengan menggunakan property list-style-image jika ingin memakai image/gambar sebagai penanda list (yang dipanggil dengan url sumbernya).

    Contoh sidebar :

    list-style-sidebar2 list-style-sidebar1
  4. Menggunakan pembatas berupa garis atau dot antar setiap list.

    Ada kalanya garis pembatas ( border ) ini diperlukan untuk memisahkan antar list link, terutama jika linknya tidak disetel bergaris bawah dan tidak ditandai dengan bullet (list-style-type). Pada kondisi tersebut, fungsi garis pembatas yaitu untuk memperjelas/mempertegas antar list. Terlebih lagi jika ‘line-height’ teksnya sangat rapat atau tidak menggunakan penanda pada awal setiap listnya.

    Contoh sidebar yang menggunakan pembatas berupa garis antar setiap listnya.

    pembatas-list

  5. Merenggangkan line-height atau jarak spasi antar baris link.

    Cukup sering saya temukan tampilan sidebar situs/blog yang agak sulit dibaca oleh karena terlalu rapatnya jarak spasi antar baris linknya. Terutama ketika ‘anchor text’ pada linknya agak panjang, sehingga satu list link bisa terdiri dari 2 atau 3 baris. Solusi terbaiknya yaitu dengan memperbesar ukuran line-height.

  6. Mengatur perataan teks link dengan left-alignment.

    Mengapa harus rata kiri? Biar terlihat lebih rapi saja, terutama jika teks linknya terdiri dari beberapa kata atau agak panjang. Jika dalam list mayoritas terdiri dari satu atau dua kata saja, penggunaan selain rata kiri (misalnya justify-align) tidak masalah.

  7. Menyesuaikan ukuran font yang pas dengan jenis font yang digunakan pada list.

    Untuk jenis font serif dan sans serif tertentu, ada yang agak rendah keterbacaannya jika berukuran 11px atau 12px. Oleh sebab itulah, perlu diperbesar ukurannya. Misalnya menjadi 13 – 18px. Tentunya dibarengi dengan mengatur line-height yang pas dan disesuaikan pula dengan desain situs/blog secara keseluruhan.

  8. Menyetel agar link pada list bergaris bawah (underline).

    Sudah jamak diketahui bahwa teks yang bergaris bawah itu menandakan sebuah tautan yang bisa diklik. Namun untuk link/tautan pada sidebar, menurut saya tidak wajib disetel bergaris bawah. Apalagi jika sudah diberi pembatas/penanda antar setiap listnya berupa bullet atau garis. Kadang pada kondisi sidebar tertentu, link yang bergaris bawah terkesan mengurangi nilai estetika.

  9. Memberikan efek bergaris-bawah saat link dihover.

    Terutama jika linknya tidak disetel bergaris-bawah sebelum dihover. Gunanya untuk mempertegas bahwa itu adalah sebuah tautan yang bisa diklik.

  10. Mengatur padding yang pas antara list link dengan pembatasnya.

    Poin ini berlaku jika antar setiap list link diberi garis pembatas, entah berupa garis solid , dotted , atau dashed. Padding artinya jarak antara list link dengan garis pembatasnya. Jika terlalu dekat/rapat, tentunya kurang baik dari sisi estetika tampilan. Selain juga bisa mengurangi keterbacaan. Jadi, berilah ukuran padding yang pas. Tidak terlalu rapat dan juga tidak terlalu renggang!

Sepuluh cara di atas tidak harus diterapkan semuanya sekaligus. Cukup kombinasikan beberapa cara. Tidak wajib semuanya! Terlalu banyak efek justru kurang baik.

Jika link sudah disetel bergaris bawah, mungkin tidak diperlukan lagi garis pemisah/pembatas antar list link. Cukup gunakan property list-style-type sebagai penanda setiap listnya. Kecuali linknya sengaja tidak disetel bergaris bawah.

Untuk memodifikasi tampilan list link pada sidebar situs/blog Anda, tentunya Anda harus sedikit mengerti pemrograman website dengan menggunakan CSS. Sebab mayoritas cara-cara di atas memang menggunakan kode CSS agar efek yang diharapkan bisa tampil.

Di sini saya sengaja tidak memberikan tutorial modifikasi kode CSS-nya. Akan menjadi sangat panjang kalau juga saya jelaskan pada tulisan ini. Jadi, silakan cari dan pelajari tutorial-tutorial seputar CSS yang banyak bertebaran di internet.

Sebelum tanya, silakan googling dulu! :) (kecuali jika ingin bertanya pendapat saya tentang keterbacaan list link sidebar situs/blog Anda). Referensi terkait lainnya silakan baca merapikan tampilan sidebar (kafegue.com).

Maaf, karena alasan tertentu, kotak komentar ditutup!

  1. [...] Meningkatkan Keterbacaan List Link pada Sidebar [...]

  2. [...] salah satu aspek ‘web usabilty’. Sebagai pengayaan, silakan simak tulisan saya tentang meningkatkan keterbacaan sidebar dan membuat tampilan sidebar lebih [...]

  3. [...] Meningkatkan Keterbacaan List Link pada Sidebar [...]

  4. [...] pembatas sidebar. Ini bisa mengurangi kesan sumpek pada tampilan menu di sidebar. Silakan baca Meningkatkan Keterbacaan List Link pada Sidebar sebagai [...]

  5. [...] sidebar, silakan baca tulisan saya tentang meningkatkan keterbacaan list link pada sidebar. Di tulisan tersebut ada beberapa hal mendasar yang perlu kita perhatikan ketika ingin memodifikasi [...]

  6. ajundi14
    Firefox 3.6 | Windows XP

    salam mas, kunjungan perdana nih. blognya penuh dengan pembahasan yang menarik. cocok buat referensi bagi yang baru memulai

    iskandaria
    Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP

    @ajundi14, terima kasih atas kunjungannya mas. Salam kenal kembali untuk Anda. Senang juga memperoleh kunjungan perdana. Semoga bukan yang terakhir kali pula :)

  7. [...] list link pada sidebar yang kurang rapi dan kurang mudah [...]

  8. [...] (usability), mana yang lebih lebih berguna, apakah penggalan posting dengan read-more atau navigasi list posting terbaru pada [...]

  9. imadewira
    Firefox 3.6.8 | Windows XP

    sepertinya banyak hal yang perlu diperhatikan lagi pada link di sidebar blog saya, sayangnya kemampuan saya pada CSS sangat kurang :-(

  10. ganda
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    Ketika ngomong linked list, saya malah teringat model linked-list pada C programming, dengan menggunakan struct dan pointer. Teringat membuat database engine sederhana pada waktu itu. :D

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP

    @ganda, hehehe. Dengar ‘linked-list’ saya juga jadi ingat dengan mata kuliah Struktur Data yang barusan saya ambil semester 2 lalu. Kebetulan juga menggunakan bahasa C, tepatnya C++.

    ganda
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    @iskandaria, Pretty Nostalgic. Right, brother? :D

    Love C. :D

  11. social bookmarking
    Firefox 3.6.8 | Windows XP

    Ini dia yang saya cari-cari mas terutama dari poin 3 kebawah.

  12. afriandi
    Firefox 3.6.8 | Ubuntu 10.04

    Kalau sidebar di blog saya menggunakan pembatas berupa garis antar setiap listnya. Btw saya baru paham tentang efek focus pada link. Sudah saya terapkan di blog saya agar usability-nya lebih bagus lagi, hehe, terima atas infonya mas Is.

    iskandaria
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    @afriandi, efek focus pada blog mas Afriandi untuk link sudah cukup membantu saat tabbing dengan keyboard. Ada perubahan warna latar saya lihat. Namun untuk efek focus pada menu navigasi atas, sepertinya saya belum melihat perbedaannya mas. Sebaiknya disetel agar berubah warna latar untuk efek focusnya. Samakan saja dengan efek saat dihover. Oya, efek focus bukan cuma untuk link, tapi bisa juga untuk kotak isian atau form. Seperti kotak pencarian, formulir isian nama, email, url web, kotak komentar, dan juga tombol submit komentarnya.

  13. satrya
    Firefox 3.6.8 | Windows XP

    List-style-image , terkadang satrya ganti menggunakan property background :mrgreen:

    Btw, knp blogrollnya jadi nyamping gitu mas Is ?

    iskandaria
    Firefox 4.0b4 | Windows XP

    @satrya, bisa juga pake itu Sat (dijadikan latar li ). Soal blogroll, memang sengaja saya bikin nyamping begitu Sat ^-^

  14. Arief Rizky Ramadhan
    Firefox 3.6.8 | Windows Vista

    waah saya kurang paham soal css nih mas.. tapi untung aja plugin bawaan dari mas khalid udah support poin ke-3…

    iskandaria
    Firefox 4.0b4 | Windows XP

    @Khalid Abdullah, berarti banyak theme yang kurang baik ya keterbacaan sidebarnya. Atau bisa juga banyak yang kurang sesuai selera kita. Maka dari itu, mau nggak mau harus kita modifikasi sedikit dengan CSS. Mas Khalid pasti tahu atau mungkin udah cukup jago ya utak-atik jeroan theme ^-^

    @Arief Rizky Ramadhan, poin #3 sepertinya tidak perlu menggunakan plugin Rief. Secara default, setelan list ( li ) menampilkan penanda berupa bullet atau dalam bentuk disc. Kecuali list-stylenya sengaja dibikin none.

  15. Khalid Abdullah
    Google Chrome 6.0.472.0 | Windows XP

    ini nih ini nih ini nih !!!!!! in yang saya cari ! setia milih themes, saya mikirin ini mas !!!!

    ah langsung bookmar dan save page dulu ya !

  16. Rudy Azhar
    Firefox 3.5.2 | Windows XP

    diblog saya, saya terapkan point no.4 & point no.9 tapi untuk ukuran font memang saya buat sekitar 90% dari ukuran standart. Apa ini bisa membuat kurang keterbacaan?

    iskandaria
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    @Rudy Azhar,
    Untuk blog Bang Rudy (rudyazhar.com), ukuran font pada list menu sidebar mungkin perlu diperbesar lagi, soalnya huruf serif yang digunakan agak sulit terbaca dengan ukuran segitu. Jika menggunakan huruf sans-serif (misalnya Verdana) mungkin tidak masalah dengan ukuran segitu.

    Masukan lain, sepertinya padding antara list link dengan garis pembatasnya perlu diperbesar lagi Bang. Masih agak rapat saya lihat.

    Rudy Azhar
    Firefox 3.6.6 | Windows XP

    @iskandaria, oke Mas, udah saya rubah sesuai saran, apa terlihat udah sesuai?

    iskandaria
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    @Rudy Azhar, udah lebih mendingan dari sebelumnya Bang. Sudah cukup terbaca dengan baik menurut mata saya.

    dani
    Firefox 3.6.8 | Arch Linux

    @Rudy Azhar,
    Disetel 90% dari ukuran standar itu maksudnya standar yang mana, Bang? Ukuran ‘font’ setelan ‘default’ tiap peramban berbeda-beda. Rata-rata 16px seperti di Google Chrome & Firefox. Di Opera & Midori versi Linux ukuran standarnya berbeda, kalau tidak salah.

    ardianzzz
    Google Chrome 6.0.472.41 | Windows XP

    @dani, Hehe, saatnya mengganti satuan dari Pixel ke Em. Yeah, sekarang jamannya fluid & responsive web. :D

    Rudy Azhar
    Firefox 3.6.6 | Windows XP

    @dani, maksudnya standart bawaan dari template yang saya gunakan Bli…he..he..he..

  17. dani
    Firefox 3.6.8 | Arch Linux

    Mas Iskandaria,

    » Terkait poin #2. “Memilih kombinasi yang pas antara warna latar dan warna link saat dihover (disorot oleh pointer).”

    Menurut saya, kebutuhan minimal untuk tautan itu, ada penanda/pembeda saat hover (dengan tetikus), focus (saat tab-ing dengan ‘keyboard’), active (saat dieksekusi/diklik), dan visited (telah dikunjungi).

    » Terkait poin #3. “Menggunakan list-style untuk menandai setiap list.”

    Riset ‘usability’ klasik pernah menyatakan menu/kumpulan tautan di ‘sidebar’ (berkolom sempit) akan lebih mudah dipakai jika memakai display:block dan meniadakan penanda list-style dengan list-style-type:none.

    Jika memakai list-style-image, deretan tautan berisiko tidak mudah dikenali lagi jika tampilan gambar dinonaktifkan.

    » Terkait poin #7. “Menyesuaikan ukuran font yang pas dengan jenis font yang digunakan pada list.”

    Sebaiknya tetap menyarankan pemakaian ukuran relatif dengan persen atau em. Jika standar huruf di html/body ditentukan 14px, maka ‘font’ lain menyesuaikan dengan misal 100% atau 1em, bisa juga dengan skala lebih besar atau lebih kecil.

    » Terkait poin #8. “Menyetel agar link pada list bergaris bawah (underline).”

    ‘Web Content Accessibility Guidelines’ (WCAG) menyarankan tautan bergaris bawah terutama untuk konten saja. Tidak harus untuk menu bilah sisi/’sidebar’. :)

    iskandaria
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    @dani,
    » Terkait poin #2, ah ya. Saya melupakan a:focus dan a:active ternyata :) Makasih atas tambahannya. Dua hal itu memang tak bisa diabaikan untuk mendukung keterbacaan jika pengguna cuma menggunakan tombol Tab untuk menelusuri navigasi.

    » Terkait poin #3, ya. Saya cukup setuju dengan hasil riset ‘usability’ klasik tersebut. Tapi menurut saya, jika teks anchor pada pranala (kumpulan tautan) di sidebar tersebut umumnya terdiri dari banyak kata, penggunaan penanda berupa list-style cukup membantu/mempermudah pemindaian setiap list tautan. Namun jika rata-rata cuma satu hingga tiga kata, cukup disetel sebagai blok dan ditandai dengan pembatas berupa garis atau dot.

    Sedangkan penggunaan list-style-image memang kurang aksesibel dan kurang saya rekomendasikan juga.

    » Terkait poin #7, saya setuju begitu. Masalahnya mungkin masih belum banyak yang tahu tentang itu bli. Jadi masih banyak yang menyetel ukuran font dengan pixel.

    » Terkait poin #8, ternyata pendapat saya sama dengan rekomendasi WCAG :) Sudah saya jelaskan pada bagian penjelasan poin #8 tersebut bahwa :

    Untuk link/tautan pada sidebar, menurut saya tidak wajib disetel bergaris bawah. Apalagi jika sudah diberi pembatas/penanda antar setiap listnya berupa bullet atau garis. Kadang pada kondisi sidebar tertentu, link yang bergaris bawah terkesan mengurangi nilai estetika.

    dani
    Firefox 3.6.8 | Arch Linux

    @iskandaria,
    Walau teks ‘anchor’ tautan terdiri dari kalimat panjang, tag li dengan display:block bisa dihias memakai pembatas di sekelilingnya sehingga tetap mudah dikenali.

    iskandaria
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    @dani,
    Ya, cukup dengan pembatas sudah bagus untuk mempermudah pemindaian :)

  18. ardianzzz
    Google Chrome 6.0.472.41 | Windows XP

    Untuk nomor 6, Kalau untuk aksara arab lebih baik rata kanan. Begitu juga sidebarnya, letaknya ada di kanan.

    Orang awam? Pendapat orang awam bisa menjadi sangat penting saat usability testing. Website yang dibuat untuk mereka yang expert bahkan tidak memerlukan tes usabilitas lebih.

    iskandaria
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    @ardianzzz,
    Ya, pengecualian untuk perataan memang disesuaikan dengan jenis aksara yang digunakan. Soal mengapa pendapat orang awam menjadi sangat penting, mungkin karena mereka bisa lebih objektif dalam menilai. Logikanya, jika sudah mudah dibaca/dipindai orang pengguna awam, tentunya aksesibilitas maupun usabilitynya sudah relatif baik ^-^

    Arif R.
    Google Chrome 5.0.375.127 | Windows 7

    @ardianzzz, setuju dengan mas yang satu ini.. :D

  19. rismaka
    Firefox 3.6.8 | Windows 7

    Mas is, saya tidak mau googling dulu. Saya orang awam, takut tersesat kalau googling, karena banyak website sampah nan menyesatkan bertebaran di SERP :)

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP

    @rismaka, awam dalam bidang apa dulu tuh maksudnya? Kalau di bidang CSS kayaknya gak bisa dibilang awam lagi deh. Malah jauh lebih tinggi ilmunya ketimbang pengetahuan CSS saya yang masih minim ^-^

    rismaka
    Firefox 3.6.8 | Windows 7

    @iskandaria, Maksudnya, komentar saya mewakili orang2 awam pada umumnya :P

    Lagian suerr, saya tuh orang awam ^-^

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP

    @rismaka, oh ya kalau gitu. Mungkin kalimat tertentu pada tulisan saya di atas agak menutup pintu bagi yang ingin bertanya (terutama mereka yang awam soal CSS). Kalau gitu, silakan aja bagi yang mau tanya ^-^

Blogroll :