Membiasakan Penggunaan Tombol TAB Saat Mengisi Form
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap mouse (bahasa Indonesianya tetikus) yaitu dengan menggunakan tombol Tab pada keyboard. Pada kondisi tertentu, penggunaan tombol tersebut juga bisa sedikit menghemat waktu dan tenaga. Ini menurut pengalaman pribadi saya.
Belakangan ini, saya punya satu kebiasaan baru saat browsing, yaitu selalu menggunakan tombol Tab ketika mengisi form. Entah itu form login maupun form komentar saat blogwalking. Menurut saya, menggunakan tombol tersebut saat akan mengisi form (login/komentar) terasa lebih efisien dan efektif. Mengapa?
Usai mengisi salah satu form (misalnya nama atau username), kita bisa langsung memasuki form berikutnya dengan menekan tombol Tab pada keyboard. Tidak perlu repot pegang/klik mouse lagi untuk masuk ke form selanjutnya. Pun tidak perlu lagi menggeserkan jari di ‘touchpad’ jika tidak menggunakan mouse.
Masalah yang kadang saya alami ketika menggunakan tombol Tab saat mengisi form :
- Efek focus kurang terlihat pada form input.
Maksudnya, tidak ada efek khusus yang bisa dengan mudah membedakan form yang sedang aktif atau sedang dituju lewat tombol Tab. Efeknya, saya kadang agak sulit mengenali form yang sedang aktif ketika melakukan ‘tabbing’. Solusi untuk hal ini bagi para narablog dan web desainer silakan baca artikel Pakai Hover, Jangan Lupa Focus (di blog Daniiswara.com)
- Urutan tabindex kurang logis.
Ini kadang saya temukan/alami pada form komentar beberapa blog. Setelah mengisi data diri dan siap untuk disubmit, ternyata saat ‘tabbing’ dari form input tidak langsung menuju tombol submit, melainkan malah kembali ke
textarea(tempat komentar diisi). Setelah dari textarea tersebut, ternyata baru menuju tombol submit. Jadi harus bolak-balik dulu.Masalah lain, ketika menekan tombol reply di beberapa blog wordpress, ternyata langsung melompat ke
textarea, padahal di atasnya ada 3 form input identitas yang belum diisi. Parahnya, begitu saya menekan tombol Tab setelah mengisi komentar ditextarea, ternyata langsung menuju tombol submit. Tidak logis kan urutannya?Padahal seharusnya menuju form input identitas terlebih dahulu. Inilah salah satu alasan kenapa Anda harus mengubah urutan form komentar, dimana urutan pertama textarea dulu, baru setelah itu diikuti dengan form input dan tombol submit. Solusi lain, coba baca tentang Tabindex Tidak Logis (lagi-lagi di blog Daniiswara.com)

Nah, bagaimana dengan Anda? Pernah mencoba menggunakan tombol Tab saat mengakses sebuah situs atau saat mengisi form?
Quick Link >>> Beri Komentar | Baca Ulang Posting
boleh khan bilang pertamax plus disini mas?
@Catatan Blogger Amphibi,
Boleh-boleh aja mas. Silakan
waduh belum pernah pake nih mas..
mau coba deh mas
thx ya
Wah, saya malah belum pernah memakai tombol Tab untuk browsing. Boleh juga, Mas Is nanti saya coba sesekali kalau tangan pegel pegang mouse.
Kecuali memang di suatu posting tersebut pranala (link)nya tersebar merata di setiap paragraf, penggunaan tombol TAB memang membantu, karena memang fungsi TAB pada kebanyakan peramban adalah untuk loncat dari anchor link ke anchor berikutnya. Tapi kalau di postingan tersebut tidak ada pranala sama sekali, penggunaan tombol Page up dan Page Down sepertinya lebih tepat digunakan.
Nah kalau untuk mengisi form, saya setuju menggunakan tombol TAB. Saya pun selalu menggunakannya, dan hampir tidak pernah memakai mouse.
@rismaka,
Sama Mas Rismaka. Saya juga selalu memakai keyboard untuk mengisi form. Tidak pernah memakai mouse (mungkin dengan on screen keyboard?) hehe
Nah, jika efek focus memang terbukti bermanfaat pada form komentar bagaimana dengan efek hover? apakah memiliki manfaat yang sama?
@ardianzzz,
Efek
hovermenurut saya juga punya manfaat yang sama dengan efekfocus. Bedanya, hanya pada penggunaan mouse dan tombol TAB.Hovering efek cukup membantu ketika pengguna mengarahkan mouse ke salah satu form input atau
textarea. Biar lebih mudah mengenalinya@rismaka,
Yups, tombol Page Up dan Page Down pun sangat mendukung aksesibilitas saat pengguna menemukan halaman web yang agak tinggi. Saya juga sering menggunakannya, terutama ketika di suatu situs/blog tidak ada jump-link.
Sepertinya setelan CSS untuk membuat tombol TAB itu menggunakan tag
<span>ya mas?Coba memakai tag tersendiri, yaitu tag
<kbd>dengan setelan CSS yang sama dengan yang digunakan pada<span class="short">tersebut.Tag
<kbd>itu tag valid XHTML, dan direkomendasi untuk menulis tombol komputer.@rismaka,
Iya mas, pake
span. Saya malah baru tau kalo ada tag lain yang bisa jadi pilihan bagus, yaitukbd. Makasih atas rekomendasinya. Ntar coba saya ubah deh.Mas Adi-Rismaka,
ya
kbdlebih semantik untuk menggambarkan ‘keyboard input text’. Saya juga belum mengubahnya. Seperti jugasampuntuk contoh kode-kode komputer. Danvaryang jarang dipakai. Untuk apa saja? Googling!Mas Iskandaria,
Selain tab key (atau kombinasinya di Opera), sebenarnya bisa memakai ‘access key’. Sayang standardisasinya belum teratur di tiap peramban Web dan menu.
@dani & @Iskandaria
di google banyak artikel robot berkeliaran mendingan dimari aja, HTML tag phrase elements, (W3School.com)
cendolnya gan
@rismaka, wah2 seru nih obrol2annya
Gelar tiker dulu ahhh :siul
Tambah lama blog ini tambah teknis aja ulasannya. Seputar penggunaan tombol tabs saya udah lama menggunakannya mas, jadi tdk ada ketergantungan pd tetikus … Keyboard dgn segala fungsinya lebih praktis tuk digunakan kok, mulai tombol ctrl, alt, dll. Bersambung…
@Rudy azhar,
Betul banget Bang. Syukurlah kalau Bang Rudy sudah terbiasa memaksimalkan tombol-tombol pada keyboard.
Kalau saya sie sering memakai tab mas. Meminimalisir penggunaan mouse.
Saya berkomentar ini pakai tombol Tab, dan saya juga sering melakukannya mungkin bawaan sering pakai tombol shortcut saat menggunakan aplikasi ms.word. Saat aplikasi mozilla sudah terbuka, saya langsung menggunakan beberapa shortcut yang saya tahu, membuka halaman baru mozilla (Ctrl+T), kemudian langsung ketik URLnya atau google saja, kemudian langsung ketik kata kunci kalau saya mau searching, terus untuk blog kalau saya hanya ingin membacanya, saya gunakan pageup, page down.
Saat isi komentar saya gunakan mouse pada isian paling atas (contoh pada blog ini), saya isi komentar dulu kemudian tekan Tab sampai ke bawah, tapi saat kirim komentar pada beberapa blog saya menggunakan mouse karena saat menekan tombol Tab kembali ke text area (seperti pada postingan diatas).
@ago,
Kebiasaan kita sama ternyata mas. Sip lah kalo begitu :2thumbup
bdw soal kbd, malah saya baru tahu mas ris, makasih atas informasinya
saya sebenarnya juga ingin membuat 1 kolom juga, mungkin pada bagian footernya saya bikin tabview tanpa jquery
oia btw seri wawancaranya sudah saya publish mas is, maaf kalau oot karena keburu-buru
oke mas..terima kasih sudah di ingatkan..
main ke blog saya ya..
Biasanya malah sudah ter-submit otomatis mas. Kan ada software-nya. Hehehe.
@Agus Siswoyo,
Itu mah software spammer kayaknya mas :mewek
iyah saya juga sering menggunakannya mas . . berkunjung balik yah mas ^_^
kalau menggunakan tombol TAB saya udah agak lama memulainya Mas, menurut saya emang lebih praktis timbang menggunakan tetikus. Sebenarnya ada banyak tombol pada keyboard yang bisa kita maksimalkan seperti tombol Alt, Ctrl, dll…..
tentang form komentar saya udah coba merubahnya pada blog saya tapi permasalahnnya timbul sewaktu kita loggin isian
nama, email dan websitemasih tetap muncul.Untuk edisi mobile blog Mas Is masih belum merubah tombol form inputnya juga kan?….. :alay
Lebih dekat bersama Iskandaria…
Untuk seri ketujuh kali ini, wawancara dilakukan bersama Iskandaria, pemilik situs kafegue.com, Seorang blogger yang murni memanfaatkan blog sebagai penyalur hoby menulisnya dan berambisi menjadi seorang Full time blogger Ayo, silahkan mulai disimak Ta…
ganti layout neh… Sukses selalu mas..
nah tampilan ini lebih baik dari yang kemarin mas
sukses mas
@catatan blogger amphibi,
Makasih mas atas penilaiannya. Saya terus berusaha merapikan tampilan theme ini. Kadang sampe berjam-jam untuk mengedit kode-kode CSS dan HTMLnya :nerd
Waw…detil banget penjelasannya…
@Jamal,
Cuma curhat kok mas.
Saya sih pernah mas menggunakan tab seperti itu tapi sayangnya saya kurang terbiasa, jadinya saya pake mouse deh. hehehe.
Salam kenal yah mas.
saya agak terinspirasi make tab ketika pas berusaha ngenet gratisan di kampus, dan eh ternyata tikusnya rusak, dan pas ada temen saya yang kerjaannya suka ngetik2, brows2 make tab-button tersebut… dimulailah petualangan tab-tab-an……
susahnya tu klo pake tab-tab gini pas mau register2, semisal facebook, pas ngisi form tgl lahir kyknya lompat jauh.. hha
@febriyanto,
Wah, pengalaman yang menarik sob. Terasa banget kan bergunanya tombol Tab ini saat gak ada tikus..hehehe. Ternyata pada situs besar pun masalah ini masih kurang diperhatikan.
Saya adalah salah satu tab-addict dalam mengisi formulir.
@ganda,
Wah, sampe addict segala
@iskandaria, biar cepat.
Alassanya itu saja. Daripada menggunakan tetikus.
Menurut saya, urutan tab index itu seharusnya menjadi perhatian pembuat theme.
Ketika saya mengajar materi Visual Basic di lab, saya biasanya mengingatkan masalah urutan tab index karena ini dapat menambah user friendly suatu program.
@imadewira,
Wah, dosen pemrograman lagi bicara nih. Saya belum mempelajari Visual Basic sih. Tapi kayaknya banyak digunakan untuk bikin form yach (selain Delphi). Makasih sharingnya bli.
setuju kang… sangat membantu jika mouse ngadat (pernah ngalamin)
@Jane,
Pengalaman yang berharga dong kalo begitu
Sayah baru tau kegunaan kolom textarea utk komentarnya dulu, baru dah form input identitas, Om. Sayah juga seneng pake tab, tapi baru tau ternyata ada yang lebih efisien form komentarnya utk ‘tabbing’.
Otre, tengkyuu so muach, tapii, ntar de sayah terapin di blog Helda. Lg males buat ngutak-ngatik. Lagian kayaknya masih lebih terbiasa dengan penempatan yang seperti biasa, Om.
Hmm…, di blog ini tabbing-nya setelah “search” langsung ke borang komentar ya, bukan ke konten?
@Cahya,
Kalo menggunaka Opera emang begitu mas. Pake teknik shortcut khusus untuk tabbingnya
@Cahya,
entah kenapa, standar ‘shortcuts’ Opera berbeda dengan peramban Web lain. Ctl+[t] untuk buka tab baru (umumnya), di Opera jadi Ctrl+[n]. [Tab]-ing jadi Ctl+[↑/↓].
@dani yang dot net,
Opera memang aneh. Lain sendiri. Tapi tetap punya pengguna setia, salah satunya mas Cahya
@dani yang dot net,
Yah, saya belum sampai segitu, habisnya senior saya ndak pernah ngajarin sih
– kalau ngafe, sibuk sendiri belajar command linux dia-nya
@Cahya, eh di Opera 10.70 versi development di Linux yang saya coba ini, ctrl+t jadi buka tab baru. Ctrl+n buka window baru.
@dani,
Bukannya memang dari dulu begitu ya Bli. Ctrl+T untuk tab baru dan Ctrl+N untuk jendela baru?
Sepertinya Fx dan Chrome menggunakan shortcut yang sama.
[OOT] Sudah dapat Green Gecko 11.3 belum, he he?
@Cahya, [OOT] kenapa di Linux saya beda ya?
Bukan pemakai openSUSE lagi…maaf!
@dani,
He he, saya sudah tidak ada Linux lagi habis servis laptop kemarin. Btw, kalau di SUSE saya biasanya menggunakan Fx, belum sempat mencicipi shortcut Opera
.
saya juga biasa pake nih, ditambah Ctrl+Tab untuk pindah tab browser , dan Alt+f4 untuk close,
@Troy Eman,
Wah, Ctrl+Tab saya baru tau mas. Makasih informasinya.
@iskandaria, untuk fx bisa menghapalkan support dot mozilla dot com/en-US/kb/Keyboard+shortcuts.
Boleh juga pakai Tab bisa lebih cepat di bandingkan pakai mouse, tapi kembali lagi pada kebiasaan masing2. Thanks atas tipsnya
Paling terasa kalau mengisi form panjang atau kuisioner, lama-lama pegel juga kalau pake mouse. Kalau sudah begitu, saya menggunakan TAB akhirnya.
Tapi saya lebih nyaman pake mouse sih di PC, kalau di notebook lebih sering pake keyboard.
:alay
wah emang asik pakai tab mas..selain cepat dan yg pasti nyaman.kalau pakai mouse bisa sieh cuman jari pegel klak-klik2 terus