Kumpulan Artikel Seputar Tipografi untuk Web dan Desain

webhosting Indonesia

Cukup sulit juga mencari referensi artikel seputar tipografi yang berbahasa Indonesia. Setelah ‘googling’ sana-sini (dengan sejumlah kata kunci), saya cuma bisa mengumpulkan kurang dari sepuluh artikel.

Kebanyakan cuma ‘copy-paste’ dari sumber yang sama. Cape’ deh. Sedikit sekali yang menyajikannya berdasarkan kreativitas dan pemahaman pribadi. Tapi dari sedikit yang berhasil saya jaring, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi Anda.

  • Font Serif, Sans-Serif dan Monospace untuk halaman web

    → Mengupas tentang perbedaan antara font serif, sans-serif, serta monospace. Juga dijelaskan mengapa jenis font sans-serif lebih dianjurkan untuk dipakai pada halaman web (format digital). Namun akhirnya anjuran tersebut mulai ditinggalkan. Mau tau penyebabnya? Langsung saja klik tautan di atas.

  • Dasar-Dasar Tipografi dalam Web Design

    → Melalui artikel ini, temukan alasan mengapa pengetahuan tipografi harus menjadi prioritas utama bagi ‘web designer’ dan ‘web developer’. Temukan juga mengapa font jenis serif dinilai lebih cocok untuk media cetak/’offline’ beresolusi tinggi (seperti buku dan surat kabar). Di tulisan ini juga dikatakan bahwa font jenis sans-serif lebih mudah dibaca, walau berukuran kecil (dibandingkan dengan font serif pada ukuran yang sama).

  • Tipografi sebuah ilmu tentang huruf

    → Artikel ini membahas sejarah singkat tipografi. Juga dijelaskan penggolongan 6 jenis huruf. Bukan cuma 2 (seperti yang selama ini banyak dipahami). Dijelaskan pula perbedaan antara ‘Legibility’ dan ‘Readability’ (keterbacaan). Terakhir, dijelaskan mengenai perbandingan jenis huruf Arial, Bitstream Vera Sans, dan Century Gothic.

  • Hierarki Tipografi

    → Anda senang menjejali halaman situs/blog Anda dengan berbagai navigasi dan widget? Jika ya, Anda harus baca artikel ini. Sebenarnya yang dibahas adalah tingkatan prioritas teks yang ingin ditonjolkan pada sebuah desain kemasan obat batuk! Namun dari situ, Anda bisa serap inspirasinya untuk diterapkan pada desain web maupun media cetak.

Dua dari empat artikel di atas bersumber pada situs yang sama. Kenyataannya, pada situs tersebut (ahlidesain.com) memang banyak sekali saya temukan tulisan seputar tipografi. Sangat baik untuk Anda baca sebagai penambah wawasan.

Namun ada yang sedikit ‘aneh’, saya ternyata harus menggunakan bantuan pengaya readability agar bisa lebih nyaman membaca 4 artikel di atas. Memang aneh, kadang situs/web yang membahas masalah tipografi dan ‘readabilty’ sendiri masih kurang tingkat keterbacaannya.

Atau bisa jadi karena standar kenyamanan baca saya yang terlalu tinggi kali ya? :P Apapun itu, silakan Anda meluncur pada 4 tulisan di atas.

Maaf, kolom komentar saya tutup untuk postingan ini. Cukup sebagai referensi.

Maaf, karena alasan tertentu, kotak komentar ditutup!

  1. [...] Sedangkan sans-serif sebaliknya (tanpa adanya lekukan). Lebih lanjut, silakan simak di kumpulan artikel seputar tipografi. Nah, untuk jenis font serif, yang biasanya banyak digunakan (sepengamatan saya) yaitu Georgia. Di [...]

  2. [...] dipengaruhi oleh ‘whitespace’ atau ruang kosong di sisi konten, namun juga oleh faktor tipografi [...]

  3. [...] bisa begitu? Nah, di situlah para desainer web perlu sedikit memahami prinsip-prinsip dasar dalam tipografi. Tipografi yang baik sangat mendukung keterbacaan (‘readability’). Sedangkan [...]

  4. [...] Bagian deskripsi yang terindeks oleh google pada postingan saya di posisi pertama ternyata bukan merupakan isi postingan tersebut! Lebih jelasnya, kalimat deskripsi berupa ada yang sedikit ‘aneh’, saya ternyata harus menggunakan bantuan pengaya readability agar bisa lebih nyaman membaca 4 artikel di atas… sebenarnya adalah penggalan dari salah satu paragraf postingan lain saya yang berjudul Kumpulan Artikel Seputar Tipografi untuk Web. [...]

  5. [...] Kumpulan Artikel Seputar Tipografi untuk Web dan Desain [...]

  6. [...] topik seputar ‘web usability’, keterbacaan (‘readability’), serta tipografi. Semuanya saya sajikan dengan fokus yang agak berbeda pada setiap postingnya. Dengan harapan, [...]

  7. [...] yang ke sekian kalinya saya menulis tentang masalah keterbacaan web, terutama yang berkaitan dengan tipografi. Mungkin terasa ‘de javu’ (klise) dan sudah banyak dibahas. Tak apalah. Siapa tahu [...]

  8. [...] pernah memikirkan keterbacaan situs mereka? Ah, lagi-lagi trafik lebih diutamakan ketimbang masalah tipografi dan [...]

Blogroll :