Kesalahan Sepele yang Masih Sering dilakukan Narablog Ketika Menulis

webhosting Indonesia

Percayakah Anda jika hal-hal sepele seperti berikut ini bisa menurunkan pesona sebuah tulisan di blog? Baik itu berupa posting maupun komentar. Ya, terkesan sepele, padahal punya andil yang cukup besar. Termasuk untuk mendukung pemahaman pembaca dan meningkatkan keterbacaan.

Beberapa kesalahan sepele tersebut misalnya :

  1. Tidak menggunakan huruf besar di awal kalimat atau awal paragraf.
  2. Tidak memberi tanda titik pada akhir sebuah kalimat.
  3. Tidak memberi jarak satu spasi setelah menggunakan tanda titik atau koma, padahal setelahnya ada kalimat baru.
  4. Tidak memenggal tulisan menjadi beberapa paragraf (dengan spasi yang jelas) sehingga terkesan menumpuk.
  5. Memberi jarak satu spasi sebelum penggunaan tanda titik atau koma.
  6. Menggunakan tanda titik dengan jumlah berlebihan untuk mengakhiri sebuah kalimat (misalnya berupa …)
  7. Menggunakan tanda seru berlebihan (lebih dari satu) di akhir kalimat yang dimaksudkan untuk mempertegas.

kaidah-tanda-baca

Khusus poin 1–4, apakah memang karena dianggap kurang penting sehingga diabaikan? Atau murni karena ketidaktahuan sang penulis dengan kaidah tata bahasa yang standar/baku? Khusus poin 5–7, kira-kira apa alasan melakukan hal tersebut?

Mari kita mulai membiasakan menulis sesuai kaidah tata bahasa yang baik dan benar, khususnya terkait dengan 7 poin di atas. Kalau memang merasa belum mampu menulis posting atau komentar yang “berkualitas”, setidaknya berusaha disiplin dulu dalam menulis sesuai kaidah standar yang baku. Terutama yang berkaitan dengan penggunaan tanda baca maupun pengaturan paragraf.

Source image : www.liceoscientificodascanio.it

Maaf, karena alasan tertentu, kotak komentar ditutup!

  1. zihan
    Firefox 4.0b6 | Windows XP

    terkadang memag agak lumayan rumit buat kasih tanda yag tepat dalam sebuah kalimat, nah gmna cara nya agar kita bisa mnyusun kalimat dengan baik dan benar dalam penulisan.

    iskandaria
    Google Chrome 13.0.750.0 | Windows XP

    Banyak membaca aja solusinya, terutama bacaan yang ditulis dengan tata bahasa dan ejaan yang baik. Dari situ, lama-lama kita bisa menyerapnya.

  2. MaRLiF
    Firefox 3.6 | Windows XP

    yang sering kulakukan yaitu poin ke 6 mas; alasannya apa ya…..

  3. Ahmad
    Google Chrome 7.0.517.41 | Windows XP

    Wahh betul juga tuh. kit terkadang mengabaikan rules itu. Harus lebih baik lagi dah ni. hhe

  4. ipul
    Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP

    “Memberi jarak satu spasi sebelum penggunaan tanda titik atau koma.” koreksi nih mas, sepertinya setelah tanda titik atau koma deh.

    maaf, kalo salah.

  5. ipul
    Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP

    nah untuk point nomer 5~7 , saya kira hanya karena iseng aja mas. kita kan sedang menulis blog, yang secara logika dikonsumsi secara umum dan tidak ada aturan khusus seperti menulis surat lamaran. tapi masukannya sangat berguna. Terima kasih

  6. ipul
    Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP

    “Memberi jarak satu spasi sebelum penggunaan tanda titik atau koma.” saya pernah dikomplain sama salah seorang teman gara-gara point nomer 5 tersebut mas. untuk nomer 6 nya saya masih sering menggunakannya ….. hehehe

  7. Asop
    Safari 5.0.2 | Mac OS X 10.5.8

    Benar, benar, harus belajar ejaan bahasa Indonesia lagi dong… :D

  8. rumingkang
    Firefox 3.5.11 | Windows XP

    Untuk poin 6 sering saya lakukan…. :D

  9. isnuansa
    Firefox 3.6.8 | Windows XP

    Saya juga pernah menulis soal kesalahan-kesalahan dalam penulisan seperti itu, Mas Iskandaria, tetapi justru pada akhirnya saya langgar sendiri.

    Kalau nomer 1-5 dan 7 sih, sepertinya saya jarang lakukan, tapi khusus nomer 6 kadang saya lakukan, terutama pada saat menjawab komentar yang masuk.

    Alasannya sih, ya seperti pada saat ngomong dengan orang lain, sepertinya titik yang lebih dari satu itu menggambarkan nada tertentu yang tidak terlalu kaku.

    iskandaria
    Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP

    @isnuansa, sama sih mbak. Kalau dalam berkomentar saya terkadang juga suka ngasih tanda titik lebih dari satu di akhir kalimat, terutama jika setelahnya ada ungkapan tersenyum atau ketawa. Yang bermasalah itu jika penggunaannya berlebihan aja, sehingga terkesan malah mengganti fungsi tanda titik satu sebagai akhir sebuah kalimat.

  10. Sugiana Hadisuwarto
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    Yang sepele – sepele seperti ini yang biasanya sering kita lakukan namun jarang kita perhatikan padahal berpengaruh terhadap penampilan dan kualitas tulisan kita. Termasuk saya sering tidak memperhatikan hal seperti ini…

  11. Sandro Yosua
    Opera 10.62 | Windows XP

    Baru kali ini buka kafegue.com dari komputer. Mantap pak tampilanya. Kalau di scroll ke bawah backgroundnya tetap ditempat. :)

  12. Darin
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    Masalah tanda baca ya? Hmm, kalau saya yang standar2 aja yg prnah diajarin waktu SD dulu :D Adapun mengenai hal penggunaannya, para narablog tentu punya alasan tersendiri tuk memakai atau tidak mengindahkannya (atau jgn2 sudah jd kebiasaan? :D)

    Tapi tak bisa dipungkiri juga kalau media blog itu ngga seformal media informasi lainnya, ada nuansa humanis karena sifatnya yang dialogis (dua arah). Jadi mungkin karna faktor itulah kita jadi keasyikan dan cuek dgn tata bahasa, apalagi tanda baca hehe… <– nah ni contohnya, saya latah ya :D

    Begitu saja menurut saya. Pendapat yang lain?

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.495.0 | Windows XP

    @Darin, kalau mau menonjolkan sisi humanis menurut saya tidak harus dengan cara mengabaikan penggunaan tanda baca yang benar. Yang paling mendasar saja seperti penggunaan huruf besar di awal kalimat. Saya rasa, dengan mempraktekkan kaidah dasar tersebut sama sekali tidak akan mengurangi nilai humanis yang ingin kita bangun.

    Toh, kesan humanis kan bisa kita tonjolkan lewat penggunaan gaya bahasa yang santai atau gaya berdialog. Itu menurut saya tidak akan berkurang nilainya jika kita [minimal] menerapkan poin 1 hingga 3 dengan tepat :)

  13. mh
    Google Chrome 7.0.517.24 | Windows 7

    saya mah gimana mood aja.. hehehe..

    iskandaria
    Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP

    @mh, payah nih, tergantung mood..wkwkwkwk

  14. Sugeng
    Google Chrome 6.0.472.55 | GNU/Linux

    Kalau banyak titik itu aku teringat dengan NH18, jadi pingin oleh-olehnya dari Hongkong :lol: . Btw, aku juga berusaha memakai kaidah bahasa Indonesia yang ber-EYD meski kadang masih jauh dari sempurna.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  15. dimasangga
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    Untuk nomor 1-5 itu tergantung bloggernya.
    Kalo untuk nomor 6-7 itu tergantung blognya.
    hehehe

    Terkadang orang memang terlalu malas untuk membenahi hal-hal sepele tersebut karena biasanya kesalahan tersebut diketahui setelah dipublish.
    Jadi kalau mau melakukan edit artikel hanya untuk membenahi satu kesalahan kecil seperti itu biasanya bikin males. Apalagi kalo koneksinya kayak siput.
    Nunggu loadingnya itu loh yang gak nguatin. :D

  16. hendro
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    Maaf OOT, kalu habis titik dua itu apakah seharusnya ada spasi?
    Oia, mas Is ada pembahasan di blog saya karena menautkan link jadi mohon izin, mohon dukungannya.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @hendro,
    Saya belum tahu sih aturan bakunya gimana. Untuk di dalam posting/konten, saya terbiasa memberi spasi sebelum tanda titik dua. Semata-mata pertimbangan estetika saja sih mas. Soalnya kalau mepet terkesan gimanaa gitu :)

    Langsung ke TKP deh.

    ArdianZzZ
    Google Chrome 6.0.472.55 | Windows XP

    @hendro, Tidak harus, tergantung pemakaiannya.

    Kalau terdapat spasi setelah colon pada tautan, tentu bisa broken link. (http: //) :D

  17. Erdien | Sundagasik
    Firefox 3.6.2 | Windows XP

    Secara keseluruhan poin yang diatas saya sepakat. memang semua itu akan mempengaruhi keterbacaan suatu tulisan.

    Mungkin karena keseharian bergelut dengan masalah editing naskah, untuk poin 1 s.d. 5 saya selalu berupaya untuk memperlakukannya dengan baik. Walau kadang ada saja yang tak terdeteksi.

    Namun, untuk poin 6 dan 7 di duni blogging ini aya juga masih seringkali melakukannya :D

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Erdien | Sundagasik,
    Poin 6 dan 7 saya lihat lebih banyak digunakan untuk tulisan yang tidak terlalu formal. Kebanyakan berupa cerita (cerpen/cerbung), curhatan, novel, dan sejenisnya. Tidak masalah karena untuk tulisan berjenis itu juga membutuhkan ekspresi tertentu di dalam kalimat/kata-katanya. Misalnya penggunaan tanda tanya lebih dari satu di akhir kalimat tanya (untuk menegaskan kekagetan yang amat sangat di balik pertanyaannya). Atau tanda seru sebanyak tiga kali di akhir kalimat/pernyataan tertentu yang memang dimaksudkan untuk dipertegas (dengan amat sangat) :)

  18. Adi
    Firefox 3.5.13 | Windows XP

    Percayakah Anda jika hal-hal sepele seperti berikut ini bisa menurunkan pesona sebuah tulisan di blog?

    apakah Raditya Dika kehilangan pesonanya?

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Adi, kan udah saya bilang dalam beberapa tanggapan komentar yang masuk pada tulisan ini, bahwa untuk tulisan berjenis fiksi tidak masalah jika melakukan 7 poin di atas :)

    Ayo, silakan baca-baca balasan komentar saya atas komentar yang telah masuk di posting ini. Lagi-lagi alasan kreativitas nih. Tapi setidaknya (minimal) ya tetap harus menggunakan huruf besar di awal kalimat. Itu poin minimal yang tidak bisa diabaikan demi seni.

    ArdianZzZ
    Google Chrome 6.0.472.55 | Windows XP

    @Adi, Raditya dika sama sekali tidak mempesona saya :P

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.495.0 | Windows XP

    @ArdianZzZ, sama. Saya juga tidak tertarik sama sekali dengannya. Biar kata orang novelnya keren.

    agung
    Chromium 7.0.541.0 | Ubuntu 10.04

    @iskandaria, Ikut nimbrung, sama, tidak pernah baca bukunya meski teman punya beberapa koleksi. Tadi sempat menonton berita tentang penggunaan bahasa gaul atau ’4l4y’ di kalangan masyarakat yang mulai mengurangi eksistensi bahasa Indonesia (menurut beberapa dosen bahasa Indonesia).

    tyen
    Google Chrome 6.0.472.33 | Windows XP

    leumara tyen

    menggunakan bahasa-bahasa gaul dapat menurunkan kualitas bahasa indonesia pada kalangan masyarakat,terutama bagi para pendidik yg mungkin lebih handal

  19. dani
    Firefox 3.6.10 | Arch Linux

    Jika alasannya seni, ekspresi, ‘kebebasan’, ya tidak usah dibahas. Cukup dinikmati saja. Maaf! :)

    Agus Siswoyo
    Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP

    @dani, boleh berekspresi secara bebas, tapi tetap dalam koridor tanggungjawab sosial ya…

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @dani,
    Alasan demi seni, kreativitas, atau kebebasan kan setidaknya tidak membuat sang penulis mengabaikan fungsi huruf kapital di awal kalimat. Termasuk memberi jarak satu spasi setelah tanda titik, koma, seru, atau tanda tanya (di mana setelahnya ada kalimat baru). Itu kaidah standar yang sangat tidak mungkin akan mengurangi nilai seni atau kebebasan itu sendiri jika dilakukan.

    Bicara seni menulis itu menurut saya lebih cenderung pada gaya bahasa atau metode penyampaian saja. Jadi buat para maniak ekspresi atau kebebasan menulis, ayolah, jangan lalu menghilangkan fungsi-fungsi standar huruf kapital di awal kalimat dan juga pemberian satu spasi setelah tanda titik/koma yang sesudahnya ada kalimat baru.

    dani
    Firefox 3.6.10 | Arch Linux

    @Agus Siswoyo,
    Kebebasan tetap ada batasnya juga, kan (hukum, norma)? :)

    @iskandaria,
    Adakah ‘seni’ yang ‘salah’ (kecuali dianggap melanggar hukum atau norma tertentu)? :)

    Mengenai tanda koma di akhir tiap sub-item (menanggapi pernyataan Mas Is sebelumnya), biasanya sub-item berikutnya diawali huruf kecil. Silakan merujuk ke acuan penulisan yang dipakai Wikipedia Bahasa Indonesia.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.495.0 | Windows XP

    @dani,
    Iya juga ya. Penggunaan tanda baca koma memang untuk menguraikan poin-poin yang masih dalam satu kesatuan, sehingga setelah satu list harus diawali huruf kecil. Logikanya, masing-masing list item tersebut masih dalam “satu kalimat”, sehingga digunakan tanda koma. Namun jika diakhiri tanda titik, sebaiknya di awal list item berikutnya menggunakan huruf besar, kan? :)

  20. Mega
    Firefox 3.5.13 | Windows XP

    Content is The King
    *masing-masing blogger punya style sendiri kang :)

  21. Octa Dwinanda
    Google Chrome 6.0.472.63 | Windows 7

    yang paling penting mungkin tanda baca ya. Tanda baca ini yang menurut saya berpengaruh terhadap persepsi orang terhadap topik. Tanpa penggunaan tanda baca yang benar, saya rasa bisa menimbulkan persepsi yang berbeda-beda.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Octa Dwinanda, setuju Pak. Tanda baca yang digunakan dan penempatan posisinya sedikit banyak memang bisa mempengaruhi pemahaman pembaca.

  22. suarakelana
    Firefox 3.6.7 | Windows 7

    Point 1-5 seyogyanya bisa dihindari. Sedangkan point 6 dan 7 biasanya bertujuan untuk menunjukkan ekspresi. Bahasa tulisan sebagai salah satu cara berkomunikasi dan berekspresi, buat saya kaidah boleh dikorbankan demi ekspresi.

    Contohnya, saya menangkap ekspresi berbeda kalimat dengan satu tanda seru dan beberapa tanda seru. Begitu juga titik2 bisa menunjukkan ekspresi tertentu sesuai konteksnya.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @suarakelana, untuk menunjukkan ekspresi saya setuju sih jika menggunakan tanda titik atau seru lebih dari satu. Asalkan pada kalimat tertentu saja (bukan pada semua kalimat). Jika takarannya pas, tentunya bisa menambah greget tulisan. Bukan begitu Pak? Makasih.

  23. dani
    Firefox 3.6.10 | Arch Linux

    Iskandaria,
    Sebelum tanda titik dua (‘colon’) mesti ada spasi ya?

    Ada atau tidaknya tanda baca titik di akhir kalimat juga akan terasa berbeda bagi pengguna ‘screen reader’ & layanan Odiogo (‘podcast’). Terutama untuk pembacaan sejenis subjudul dan ‘list item’.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @dani, sepengetahuan saya memang sebaiknya (bukan harus) ada spasi sebelum tanda titik dua. Pertimbangan saya lebih pada tampilan secara visual saja. Tapi nggak tau juga ya aturan bakunya gimana. Nanti saya cari tau deh.

    Mengenai list item, menurut saya sebaiknya tetap diakhiri tanda titik. Nggak tau juga kalau didengar dari pembaca layar.

    dani
    Firefox 3.6.10 | Arch Linux

    @iskandaria,
    Tentang titik dua itu, jika diberi spasi lalu ia terdesak di akhir baris, titik dua itu menjadi baris baru, kan ya?

    Tanda baca di tiap sub-item sudah pernah saya bahas saat meninjau layanan Odiogo. :)

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @dani,
    Ya, ternyata menjadi baris baru. Saya jadi ingat dengan salah satu posting saya di blog ini, di mana ada titik dua yang terdesak ke baris baru. Jika begitu kondisinya, menghilangkan spasi sebelumnya mungkin cukup menolong.

    Oya, saya juga jadi ingat. Beberapa kali saya sengaja memberi tanda koma di akhir setiap list item. Logika saya menyamakannya dengan penjabaran secara horizontal ketika kita menguraikan beberapa poin.

  24. Fadly Muin
    Google Chrome 6.0.472.63 | Windows 7

    mas is, tulisan ini bisa menjadi acuan menulis dalam standart yang baik dan benar dari perspektif tanda baca.

    hanya saja, karakteristik penulisan blogger sangat beragam. sesuai dengan ide dan emosi saat menulis.

    saya sepakat untuk kemudahan pembaca hal itu bisa di pertegas. tapi dalam kondisi tertentu, narablog biasanya lebih suka berekspresi dengan ciri khasnya.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Fadly Muin, berekspresi sih tidak haram, asalkan tidak lalu mengurangi nilai keterbacaan tulisan itu sendiri di mata pembaca. Termasuk tidak lalu menimbulkan kesan ‘serampangan’ atau acak-acakan ketika menulis. Jika pembaca masih bisa memahami dengan baik tulisan “tidak patuh” kaidah tanda baca tersebut, tentu tidak jadi masalah. Pun jika pembaca masih mau meneruskan bacaan atau betah membaca hingga akhir kalimatnya. Itu juga tidak jadi masalah.

    Yang jelas, jika ingin lebih menguatkan kesan profesional pada tulisan kita, mau tidak mau harus dikemas serapi dan sesuai mungkin dengan kaidah tanda baca yang tepat. Sayang sekali jika ide atau materi tulisannya bagus, namun jadi berkurang pesonanya di mata pembaca gara-gara penulisan yang ‘ngasal’ atau kurang sesuai kaidah standar penggunaan tanda baca yang benar.

    Kesan “murahan” akhirnya bisa muncul kalau begitu (dari tampilan tulisannya).

  25. ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    Jawaban saya,
    1-7. Tergantung. Kalau berupa tulisan biasa-biasa saja dan tidak berniat untuk di baca, ya wajar saja. :D

    Cocoknya poin 1-7 ini adalah saran untuk penulisan berita, koran, jurnal sebagaimana bahasa Indonesia yang baik dan benar.

    Seperti Bli Dani pernah mengatakan, bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah untuk orang-orang luar Indonesia sementara untuk orang Indonesia sendiri, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan mendingan.

    Well, ada orang yang ingin menulis tapi tak mahu tahu dengan aturan penulisan dan tak mau terikat karenanya. Biasanya para jurnalis yang akan mencintai hal-hal seperti ini dan saya sendiri tidak ngeh dengan istilah-istilah lain tingkat tinggi jurnalisme :D

    Untuk tulisan berupa personal tidak harus begitu kan? Yah, as long as know what I wrote, its fine. Ada target-target pembaca tertentu, seperti temannya si blogger dsb.

    Just my 2 bucks.

    ardianzzz
    Google Chrome 7.0.517.24 | Windows XP

    @ganda, 54y4 53tu7u 8r0. :)

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @ardianzzz, kalau itu sih bahasa alay kayaknya. Diterjemahkan = saya setuju bro.

    ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    @ardianzzz, t3r1m4 k451h 8r0. :D /* super alay detected */

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @ganda, kalau menurut saya, lebih tepatnya untuk tulisan ilmiah atau non fiksi Bro. Termasuk tulisan opini, tutorial, atau berita yang kita tulis dari hasil pengamatan sendiri. Jadi bukan cuma untuk koran atau jurnal.

    Kalau tulisannya berupa fiksi, curhat, cerita, atau sejenisnya, baru cocok jika tidak “mematuhi” kaidah standar di atas.

    Tapi di luar itu, jika memang dengan tidak mematuhi kaidah-kaidah di atas — pembaca masih bisa memahami dengan baik tulisan kita — ya tidak jadi masalah sih. Tapi jika dengan mematuhinya bisa lebih meningkatkan pemahaman pembaca dan juga bisa lebih menguatkan keterbacaan, kenapa tidak dipraktekkan? :)

    ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    @iskandaria, Hmm.. Lebih tepatnya apa ya? Tulisan sah? Bingung memilih kata-katanya. Biasanya tulisan-tulisan berupa karangan ilmiah, jurnal, berita dapat di verifikasi lagi kepada penulisnya.

    Hmm.. Tulisan di koran biasanya fiksi, tapi tetap saja mengikut kaidah bahasa Indonesia yang baik(koran-koran besar seperti Kompas, Jawa Pos dll). Bahkan di koran lokal yang sering saya baca dulu, selalu ada kolom untuk cerpen di bagian akhir koran dan selalu mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

    Mengenai curhat? Apakah opini di koran tentang politik, ekonomi yang terjadi di Indonesia ini tidak termasuk curhat? Bukankah disitu si penulis mencurahkan isi hati, opininya? Tapi ya dengan cara yang elegan. Seakan-akan memberi tahu, seperti inilah cara saya menulis dengan baik. :D

    Kalau kolom sms pengaduan/sms cinta atau sms apalah yang ada di koran, ya tak haruslah terlalu formal. Tergantung tempat, situasi dan kondisi. :D

    Like I’ve said, kemungkinan yang bidangnya jurnalis memang mencintai hal-hal begini. Saya pernah baca suatu artikel di koran, menggunakan kaidah-kaidah bahasa yang baik dan benar, tapi sulit saya cerna. Di satu tempat yang lain, saya mengertinya dengan gampang sekali karena di jelaskan dengan gamblang, tapi terkadang melanggar ketujuh poin yang mas Iskandar sebutkan.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @ganda, sebentar. Agak tidak terlalu melebar ke masalah gaya bahasa, perlu saya tegaskan kalau fokus tulisan saya di atas sebenarnya lebih kepada penggunaan tanda baca. Saya rasa itu tidak terlalu berkaitan dengan gaya bahasa yang kaku atau santai.

    Kita masih bisa nulis dengan gaya bahasa santai atau non formal, tapi tetap disiplin dalam penggunaan huruf besar di awal kalimat dan tanda titik di akhir kalimat yang bukan berupa pertanyaan atau penegasan.

    Saya rasa, dengan tidak melakukan 7 poin “keliru” di atas tidak sama sekali (belum tentu) akan membuat tulisan kita jadi kaku atau terlalu formal.

    ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    @iskandaria, Well. Gak tahu deh apa disebut gaya penulisan atau apa. Sebagai contoh, bro Ardian menggunakan drop cap gambar pada paragaf pertama. Mungkin itu termasuk gaya? :D

    Yah, akur aja lagi deh bro. :D Kembali ke orang-nya masing-masing memang. Setiap orang punya paham dan kemauan masing-masing. :)

    Tapi, saya sebenarnya setuju kok dengan ke tujuh poin di atas. :D

    ArdianZzZ
    Google Chrome 6.0.472.55 | Windows XP

    menggunakan kaidah-kaidah bahasa yang baik dan benar, tapi sulit saya cerna

    Seperti di KUHP, susah ditelan, apalagi decerna. :P

    ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    @ArdianZzZ, Hahaha.. Tepat-tepat. Ya itu dia. :D

    Hahaha.. Ini adalah alasan saya tidak kuliah di bidang Hukum. Hahahaha..

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.495.0 | Windows XP

    @ganda, nggak pengen ngikutin kebiasaan orang batak kebanyakan ya Bro? (orang batak biasanya emang lebih suka milih kuliah hukum). Tapi saya ngerti jika Bro Ganda akhirnya nggak mau kuliah di bidang hukum. Dari komentar-komentar dan tulisan Bro Ganda di blog, kayaknya emang mencerminkan orang yang tidak berbakat untuk kuliah di hukum :lol:

    ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    @iskandaria, Ah. Seperti alasan bro Ardian gak mau pakai WordPress seperti kebanyakan blogger, seperti itulah alasan saya tidak mau mengambil kuliah hukum. Lagipula saya sangat tidak suka dengan yang namanya politikus. I really hate it. :D

    Menjadi warga negara yang patuh pada hukum sebenarnya menyenangkan, tapi tidak menjadi pihak pemerintahan yang semena-mena menyalahgunakan hukum. Saya tidak suka menjadi bagian dari mereka. Huhuhu. Lebih enak menjadi warga negara yang taat hukum. :) Hidup lebih indah dan nyaman. :D

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @ganda, saya tambahkan sedikit. Menurut saya, aturan-aturan standar seperti 7 poin di atas sama sekali tidak terasa mengikat. Kuncinya cuma pada membiasakan diri melakukan teknis menulis yang baik dan benar saja. Masa’ untuk hal-hal mendasar dan sepele kayak begitu saja masih malas melakukannya? hehe.

    Saya pribadi sama sekali tidak merasa terikat kok oleh aturan seputar penggunaan tanda baca dan pengetikan/penulisan di atas. Mungkin karena saya sudah terbiasa melakukannya (tanpa unsur paksaan atau dipaksakan untuk memberi kesan tertentu). Jadi atas dasar kesadaran sendiri saja kalo saya.

    Menulis yang rapi itu sangat memberi kepuasan bagi saya :)

    ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    @iskandaria, Mengenai itu, kembali kepribadian masing-masing bro. Selalu ada hitam putih, plus minus, setuju tidak setuju dalam sesuatu hal.

    Kalau saya kebiasaannya, untuk tulisan di blog, saya berusaha menulis lepas, to the point dan saya berusaha untuk mengurangi kalimat-kalimat. Jadi lebih singkat dan simpel dan mudah untuk di mengerti. :)

    Untuk tulisan formal, seperti makalah, publikasi, tentunya saya akan mati-matian mengukuti kaidah ini. Hahahaha…

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @ganda, akur aja deh kalo gitu :lol: (yang penting pembaca mudah mengerti saja).

    ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    @iskandaria, :jabat-tangan: /*gak ada emoticon, kata-kata pun jadi */

    dani
    Firefox 3.6.10 | Arch Linux

    @ganda,
    Saya pernah mengatakan seperti itu ya? [Lupa] :)

    Iskandaria dan rekan-rekan lain,
    Pengguna pembaca layar/’screen reader’ biasanya akan bersyukur jika suatu konten Web memakai huruf kapital dan kecil dengan baik. Apalagi jika tidak disingkat semena-mena. :)

    ganda
    Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP

    @dani, Pernah Bli. Dimana gitu. Kalau gak di blognya Bro Ardian mungkin di blog Pakde Harry.

    Hahaha.. Termasuk tulisan alay ya? :D

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @dani, pembahasan dari sisi pembaca layar ini yang saya tunggu dari komentar bli Dani. Ternyata tampilan secara visual juga ikut mempengaruhi pendengaran.

  26. imadewira
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    saya sepertinya masih beberapa kali melakukan kesalahan nomor 6.

  27. Harits Mugni
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    Benar sekali mas saya itu paling malas untuk menggunakan huruf besar pada awal kalimat, hehehehe. Padahal itu disalahkan kalau dalam ejaan EYD, mulai dari sekarang saya akan membiasakannya mas. Makasih sudah mengingatkan kembali mas.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Harits Mugni, kita saling mengingatkan saja ya mas. Kalau ada penulisan saya yang keliru, mohon juga diingatkan. Makasih.

  28. Agus Siswoyo
    Google Chrome 6.0.472.63 | Windows XP

    Setiap blogger memiliki ciri khas masing-masing dalam penulisan. Tanpa bermaksud meniadakan peranan teknik menulis struktur kalimat yang baik dan benar, sebenarnya praktek ini tergantung topik blog yang bersangkutan.

    Sejauh saya amati, gaya menulis memang berpengaruh terhadap personal branding seseorang. Karena sebagian pembaca mampu membaca watak penulis hanya dengan melihat sebuah artikel.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Agus Siswoyo, jika topik blognya kebanyakan berupa tulisan fiksi bisa dimaklumi sih mas. Lain soal jika topiknya cenderung/mayoritas berbau non fiksi. Tapi saya setuju, watak penulis sedikit banyak juga bisa kita lihat dari cara ia menulis (menyajikan tulisannya).

    ArdianZzZ
    Google Chrome 6.0.472.55 | Windows XP

    @Agus Siswoyo, Setuju Mas Agus. Sama dengan sistem pasar. Semua produsen memiliki kriteria produknya masing-masing. Pemenangnya adalah yang paling laku di pasar.

    Bukan masalah kebebasan gaya menulis, lebih seperti sebuah tips untuk membuat tulisan kita memiliki standard kualitas yang lebih tinggi sehingga lebih laku di “pasaran”. :)

  29. blogernas
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    Hmm … benar sekali mas. Ini yang sering diabaikan banyak bloggr saya lihat. Dan menurut saya lebih bayak karena latah. Ikut-ikutan trend. Atau ingin tampil sok unik dengan cara seperti itu. Karena “tidak tahu”, sangat tidak mungkin. Mereka sudah kenyang belajar Bahasa Indonesia sejak SD. Padahal, spt mas Is tulis, itu tanda baca ibarat rambu-rambu. Tanpa rambu-rambu penulisan yg jelas, pemahaman pembaca bisa jadi berantakan.

    Kalau untuk tulisan fiksi/sastra, itu memang disengaja. Untuk memberi efek. Termasuk saya juga melakukannya pada tulisan humor konyol dan puisi. Tapi kalau opini, artikel dan sejenisnya, tulisan justru akan terkesan murahan. Jangan-jangan gagasannya juga murahan.

    Terus di kolom komentar bagi saya masih bisa ditolerir. Tapi menggunakannya juga tidak boleh serampangan, sehingga itu bisa menimbulkan salah pengertian. Karena dibalik satu tanda baca itu ada makna tersembunyi. Tanda baca itu icon, simbol. Dalam filsafat bahasa istilahnya semiotika. Jadi setiap tanda baca punya makna. Jadi kalau menggunakannya secara serampangan, maknanya juga iktu serampangan.

    * Jadi kepanjangan nih mas Is. Gara-gara mas Is juga sih nulis topik ini. Sudah lama kepikir juga oleh saya tradisi menulis para blogger spt ini. Makanya pas baca tulisan ini langsung naik nih adrenalin saya haha…

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @blogernas, haha. Bisa aja nih mas Anas. Tapi saya dapat tambahan yang sangat bagus nih dari komentar mas Anas di atas. Setuju 100 persen deh (nggak pake ngebantah). Kadang saya tidak habis pikir juga. Sebegitu sulitnyakah membiasakan penggunaaan huruf besar di awal kalimat? Jika untuk hal kecil itu saja kita masih malas melakukannya, jangan terlalu muluk deh dalam mengemukakan ide tulisan atau memaparkan pemikiran.

    Yang ada malah kesan murahan seperti yang mas Anas bilang. Makasih banyak atas pengayaannya mas.

  30. satrya
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    OOT :
    mas is , sebaiknya div.comment-body p , margin-left nya jadi 0 saja, biar lebih rapi saja ;)

    satrya
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    @satrya, eh mksudnya di bagian style komentar mas, kelupaan :mrgreen:

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @satrya, langsung saya jadiin nol sekarang Sat. Gimana hasilnya? Lebih rapi ya kayaknya?

    satrya
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    @iskandaria, wesshh, mantab mas Is ;). Lebih nyaman juga baca2 komentarnya :)

    iskandaria
    Safari 5.0.1 | Windows XP

    @satrya, sebenarnya memang sengaja saya setel begitu Sat. Kalau dijadiin nol, terkesan flat banget jadinya. Kalo saya kasih margin kiri pada teks komentar, tujuannya biar ‘scanning’ komentar jadi lebih mudah aja. Biar avatarnya jadi menonjol :)

    Tapi kalau teks komentarnya mepet ke kiri (sejajar dengan avatar), kayaknya emang rapi sih. Nanti saya coba dulu efeknya. Thx.

  31. indam
    Firefox 3.6.6 | Windows XP

    saya juga parah banget dalam menulis, ini juga masih terus belajar, katanya sih, kalau sering latihan lama-lama kita pasti bisa :)
    thanks sudah mengingatkan.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @indam, jangan sekadar diingat mas. Tapi sebisa mungkin langsung dipratekkan saat mengomentari tulisan di atas. Ternyata masih aja menggunakan huruf kecil di awal kalimat :(

    indam
    Firefox 3.6.6 | Windows XP

    @iskandaria, Terima kasih telah mengingatkan.

  32. Rudy Azhar
    Firefox 4.0b6 | Windows XP

    Ini merupakan penggunaan tanda baca yang baik & disarankan menurut kaidah penulisan, saya udah cukup lama memahami cara penggunaan yang baik sewaktu saya masih kuliah dulu Mas & terbawa sampai sekarang….he..he..he..

    Cuma point 6 & 7 sering saya gunakan, gunanya hanya untuk penegasan dari akhir cerita untuk tanda titik yang lebih dari satu, sedangkan tanda seru yang lebih dari satu adalah bentuk penegasan yang amat sangat. :P

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Rudy Azhar, untuk penegasan akhir cerita, penggunaan tanda titik lebih dari satu bukannya malah akan membuat kesan menggantung atau tidak tuntas, Bang?

    Kalau untuk penegasan yang amat sangat dari sebuah kalimat/pernyataan, saya masih bisa memaklumi jika tanda seru lebih dari satu digunakan. Logikanya masih masuk akal.

    Rudy Azhar
    Google Chrome 7.0.517.5 | Windows XP

    @iskandaria, tidak juga Mas, karena sewaktu dulu dalam pembuatan surat lamaran kerja di paragraf terakhir dibuat titiknya lebih dari satu. Begitu juga dalam pembuatan makalah dan lain-lain.

    Ini menandakan akhir dari suatu tulisan…

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Rudy Azhar, jika tulisannya berjenis fiksi (non ilmiah) sih tidak masalah jika akhir tulisannya diberi tanda titik lebih dari satu. Misalnya novel, cerpen, cerbung, dan sejenisnya. Tapi kalau karya ilmiah, artikel, feature, opini, maupun skripsi — maka tanda titiknya cukup satu saja.

    ArdianZzZ
    Google Chrome 6.0.472.55 | Windows XP

    @iskandaria, tanda tiga titik (…) disebut dengan elipsis. Fungsinya untuk menandakan kata atau kalimat yang belum selesai. Elipsis ditulis dengan &hellip;. Merupakan tanda baca yang resmi digunakan. Bisa digunakan untuk menulis dokumen apapun — asal dengan benar tentunya.

    Pada CMS canggih biasanya tiga titik lansung dikonversi menjadi ellipses secara oomatis. Begitu juga tanda dash dan ampersand.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.495.0 | Windows XP

    @ArdianZzZ, agak kontradiktif nih dengan pendapat Bang Rudy yang mengatakan bahwa tanda titik tiga di akhir kalimat itu untuk menegaskan bahwa kisahnya sudah usai..wkwkwk

  33. Dunia Komputer
    Firefox 3.6.10 | Windows 7

    Kalau saya selalu berusaha menggunakan semua poin yang Mas Is sebutkan. Namun, mungkin ada beberapa tulisannya saya yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa. Mungkin kelupaan atau memang karena saya kurang tahu. Artikel yang bagus mas.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Dunia Komputer, kalau karena kelupaan sih sangat bisa dimaklumi mas. Saya kadang juga lupa memberi tanda titik di akhir sebuah kalimat. Kalau karena tidak tahu, rasanya kurang masuk akal. Kecuali penulisnya anak-anak yang masih SD :)

  34. hendro
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    Kurang begitu paham tentang readability saya akan membahasnya di CSS saja kalu tanda baca mungkin semua nara blog sudah tahu sejak sekolah menengah pertama, sekarang saya mulai pembenahan yang memang sebenarnya sudah punya gambaran sejak dulu. Seperti satuan yang di gunakan dalam font-size seperti px, em, pt, %.
    Bagaimana menurut mas is tentang satuan tersebut yang di terapkan di font-size dan terkait dengan heading dari h1 sampai h6 yang seharusnya besar sampai ke kecil.
    Juga saya masih terkadang bingung dengan !important yang ada di css pemilihan font serta jarak spasi, apakah satuan yang di pakai?

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @hendro, ini bukan masalah CSS sih sebenarnya. Tapi lebih kepada penggunaan tanda baca dan pengaturan tulisan menjadi beberapa potongan.

    Soal pertanyaan mas, tergantung tujuan/konsep yang ingin kita tonjolkan pada desain blog kita sendiri. Jika memang ingin agar ukuran font sesuai default pengaturan font pada browser yang digunakan pengunjung, ya gunakan persen dan atau dikombinasikan juga dengan em.

    Jika ingin mengatur ukuran secara absolute, ya sebaiknya gunakan px. Untuk heading, setahu saya sih lebih banyak menggunakan em. Begitu pula dengan pengaturan spasi (kebanyakan juga menggunakan satuan em).

    Untuk !important, jujur saja pengetahuan saya tentang kode tersebut masih minim. Jadi belum berani komentar soal itu. Mungkin nanti mas Ardianzzz yang akan menambahkan lebih komprehensif dan objektif. Dia kan CSS artist :)

    hendro
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    @iskandaria,
    Kenapa saya agak melenceng pertanyaannya?

    Percayakah Anda jika hal-hal sepele seperti berikut ini bisa menurunkan pesona sebuah tulisan di blog?

    Dari penjelasan berikut memberitahukan bahwa kita bukan menulis di atas kertas. Kita menulis di media yang bebeda yaitu web. Semua orang bisa menguasi punctuation (tanda baca) tapi dilihat dulu apakah medianya. Seperti nara blog yang menulis di atas batu kasar yang basah dengan modal kapur dan narablog itu tau benar apa itu tanda baca tapi toh tidak akan terbaca, lalu apa yang di lakukan narablog tersebut? apakah akan menunggu batu itu kering? atau tetap membiarkan batu itu basah sampai berlumut? atau berusaha mengeringkan batu dan kapur itu juga melicinkannya sehingga dia bisa menulis dan mampu di baca orang lain?

    Yups, mungkin sistem yang harus dipahami dan di jelajahi baru kita bisa mulai mengungkapkan dan mengembangkan.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @hendro, pada dasarnya sih, aturan baku tanda baca tidak terikat pada medianya. Mau di media cetak atau di media online, tetap saja harus menggunakan tanda baca yang tepat. Kalau di media online (selain penggunaan tanda baca), kita juga harus memperhatikan masalah tipografi dan readability. Soalnya membaca via media online banyak dipengaruhi oleh radiasi layar monitor, setelan kontras layar, ukuran lebar/luas layar, sistem operasi yang digunakan, serta peramban (web browser) yang dipakai pengguna. Termasuk theme/template juga ikut mempengaruhi (seperti tulisan saya sebelumnya).

    Jadi, mengatur tampilan teks di media online mungkin jauh lebih rumit. Tapi dengan modal pemahaman yang baik tentang tipografi, keterbacaan, dan juga sedikit dasar HTML + CSS, kita bisa memaksimalkan tampilan visual teks yang kita tulis. Di situ, penggunaan tanda baca yang tepat dan pengaturan paragraf yang baik akan sangat menunjang.

    Tujuan akhirnya tak lain agar pembaca bisa lebih mudah menyerap informasi yang kita sajikan lewat konten/posting. Bayangkan jika penyajian kita kacau atau banyak terjadi kesalahan tanda baca. Bisa jadi pembaca akan malas meneruskan bacaan atau kurang mampu memahami tulisan kita dengan baik.

    Oya mas, saya kurang mengerti dengan analogi yang mas Hendro gunakan di atas. Maklum, saya memang cenderung oot kalau berurusan dengan ‘kata-kata bersayap’ :)

    indam
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    @hendro, Ijinkan newbie ini memberi pendapat,
    fungsi !important ialah menekankan/penting pada value itu atau value yang di beri tambahan !important yang akan dijalankan.

    jika kita menulis style css, browser akan membacanya mulai dari ujung kanan atas lalu ke ujung kiri bawah, dimana jika ada id, class maupun tag yang sama maka value yg di bawahnyalah yang akan dijalankan.

    Contoh, Misal kita menulis style seperti ini.

    Anggap pada line pertama kita menulis seperti ini

    h1{margin:0;padding:0;}
    lalu kita menulis lagi di line selanjutnya seperti ini

    h1{margin:5px 0;padding:0;}

    jadinya ialah, browser akan menjalankan style di line kedua(dibawah) sementara style di line pertama tidak dianggap(jika valuenya ada yg sama)

    trus fungsi !important apa?

    Biasanya !important banyak digunakan untuk menutupi kekurangan pada IE.

    Contoh

    /* line pertama */h1{
    margin:0!mportant;

    }
    /* line kedua */ h1{margin:10px;}

    jika stylenya seperti diatas, maka value pada line pertamalah yang akan dijalankan, ini karena penambahan !important. yah intinya, jika ada tag, class, id yg sama dan memiliki value berbeda maka yang diberi !important lah yang akan dijalankan.

    Apakah fungsinya hanya itu?
    Biasanya pada themes custom, didalamya banyak external style css. Dngan !important ini, kita dapat meminimize source css itu.

    Contoh lain,
    misal ada sebuah themes yang jika homepage hanya ngerequest 1 external css, lalu pada single post ngerequest 2 external css, dimana style ke-2 mempunyai selector(id, class) tag yang sama, dengan mengunakan !important ini, kita bisa membuat tampilan sedikit berbeda untuk tampilan home dan single postnya.

    Jika ada salah kata maupun pengertian ‘Hapus saja komentari in’.

    hendro
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    @indam,

    Jika ada salah kata maupun pengertian ‘Hapus saja komentari in’.

    Loh kenapa harus di hapus?
    Untuk !important saya memang belum mengerti justru dari mas indam saya mulai paham. Yang saya mengerti hanya penekanan di IE.
    Terima kasih banyak mas Indam atas penjelasannya, Saya juga pernah melihat di warna untuk penekanan !important tapi memang kita harus melihat selector (id, class) apakah ada yang sama, dan mana yang akan kita tekankan. Berarti single post yang sebaiknya lebih di tekankan.

    Thank’s a lot

    ardianzzz
    Google Chrome 7.0.517.24 | Windows XP

    @hendro, Yeh, seperti yang dijelaskan Indam. Sekedar catatan saja, terlalu banyak !important menandakan struktur CSS yang buruk.

    Untuk masalah tulisan dan penulisan, hubungannya dengan konten web — lebih tepatnya context — jadi tidak ada hubungannya dengan CSS. Karena CSS berfungsi pada layout.

    Pernah mendengar jargon “konten adalah raja”? Kira-kira apa yang anda maksud dengan konten? Saya sendiri mengartikan konten adalah HTML itu sendiri. Tulisan di atas lebih menekankan pada struktur konten yang baik, khususnya pada penulisan.

    Perbandingan:

    @hendroyeh seperti yang dijelaskan Indam sekedar catatan saja terlalu banyak !important menandakan struktur CSS yang buruk.
    untuk masalah tulisan dan penulisan hubungannya dengan konten web — lebih tepatnya context — jadi tidak ada hubungannya dengan CSS karena CSS berfungsi pada layout.
    pernah mendengar jargon “konten adalah raja”? kira-kira apa yang anda maksud dengan konten? saya sendiri mengartikan konten adalah HTML itu sendiri tulisan di atas lebih menekankan pada struktur konten yang baik. khususnya pada penulisan.

    OOT, bagaimana pendapat anda dengan perbedaan tersebut? Mana yang lebih baik dari sisi penyampaian informasi?

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @ardianzzz, hahaha. Keren deh perbandingannya :) Oya mas Ardian, mohon maaf karena komentar di atas ternyata masuk filter moderasi antispam saya. Padahal tidak saya setting moderasi. Mungkin karena banyak komentar yang masuk pada waktu berdekatan.

    hendro
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    @ardianzzz,
    Setuju bahwa css adalah layout tapi berperan juga untuk pengaturan font apakah kita harus mengatur dari htmlnya langsung? yups, tidak apa-apa kalu memang mau repot menambahkan banyak atribute, yang kita ibaratkan adalah penampilan. Untuk !important saya kira itu hanya penekanan (kalu salah mohon di koreksi).
    Tag pengaturan dalam html memang harus di perhatikan bukan hanya punctuation menurut saya, karena dalam penulisan di editor kita tak lepas dalam HTML. Seperti bold dan strong kemudian code, samp, kbd, em, u, s, cite atau font, basefont dan lain sebagainya. Lalu bagaimana atributnya yang di berikan?
    So, itu juga kan termasuk dari pendukung tanda baca itu sendiri.

    KALU PERBEDAAN DI ATAS MUNGKIN HURUF KAPITAL YA? atau kurang bahasa alaynya sedikit.heheh

    ArdianZzZ
    Google Chrome 6.0.472.55 | Windows XP

    @hendro, Tidak, untuk pengaturan font dan sesuatu yang berhubungan dengan layout wajib menggunakan CSS! Untuk itulah pemilihan font dengan tag HTML, underline, dan semacamnya akhirnya tidak digunakan di HTML seri 4.

    Kembalikan konten web pada Plain Old Semantic HTML. Pisahkan antara konten dengan layout.

    Tag pengaturan dalam html memang harus di perhatikan bukan hanya punctuation menurut saya, karena dalam penulisan di editor kita tak lepas dalam HTML. Seperti bold dan strong kemudian code, samp, kbd, em, u, s, cite atau font, basefont dan lain sebagainya.

    Maaf, saya kurang mengerti maksudnya. Punctuaton lebih kepada penggunaan karakter unicode, mengenai beberapa tag-tag tersebut, digunakan untuk fungsi-fungsi tertentu.

    Jika maksud Mas Hendro adalah penggunaan tag-tag untuk memberikan efek visual seperti italic dan bold, saya rasa memerlukan pembahasan berbeda.

    Browser itu menipu, tiap browser memiliki setelan tersendiri untuk layout defaulnya. Yang bisa kita lihat saat CSS dimatikan. Jika ingin melihat tampilan web dalam bentuh POSH, dapat menggunakan CSS reset. Saya rekomendasikan buatan Eric Meyer.

    Anda akan melihat bahwa sebenarnya tag <i> atau <em> itu tidak selamanya harus dicetak miring, dan tag <strong> dan <b> itu tidak selamanya harus dicetak tebal.

    Yeah, pisahkan antara konten dengan layout, HTML dan CSS. Gunakanlah aturan strict bila perlu.

    indam
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    @hendro, Saya takut, jika komentar saya terkesan mengurui. nggak harus juga ditekankan pada single post, maksud saya hanya untuk memberi tampilan berbeda pada single post. ini berlaku jika mas hendro, menambahkan css lagi di single post.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @indam, sip deh tambahannya. Saya tidak berani menghapus atau mengkritisi. Soalnya pengetahuan CSS saya tentang itu masih minim. Makasih banyak atas tambahannya.

    indam
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    @iskandaria, Saya takut, jika komentar saya terkesan mengurui.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @indam, ah, Biasa aja mas. Santai aja deh.

  35. Gede Lumbung
    Firefox 3.6.10 | Windows 7

    Untuk point yang 6 & 7 saya hampir melakukannya.
    Sudah terlajur menjadi kebiasaan, apalagi kalau lagi mengetik sms di HP. :D

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Gede Lumbung, kalau digunakan untuk smsan sih tidak terlalu bermasalah. Lain soal kalau kita menulis untuk khalayak/publik yang punya latar belakang beragam. Jika begitu kondisinya, menulis yang sesuai standar/aturan baku (dalam hal ini berhubungan dengan penggunaan tanda baca yang tepat) tak bisa kita abaikan begitu saja.

  36. agoest
    Firefox 3.6.10 | Windows XP

    kalau saya yang di tanya alasannya adalah :
    sayang,eman-eman kalau yang di pencet cuman hurufnya saja,padahal di keyboard netbook saya banyak sekali tanda baca..
    ntar kalau yang di pencet hanya huruf dan tanda baca tertentu bisa di kira diskriminasi terhadap alabet dan saudaranya…
    masak dari sekian banyak huruf yang di pencet,hanya ada 1 [.]titik.kan si [.] bisa iri..
    lagian saya beli netbook ini dulu juga satu paket dengan keyboard,jadi sayang juga kalau sudah beli tidak terpencet,jadi kalau nulis ya jangan eman,wong kita mau pencet [.]sampai seratus kalipun juga bayarnya sama jika kita di warnet.
    mau pencet tanda seru [!] sampai seratus kalipun juga sama angsurannya jika netbook kita kredit…
    jadi buat saya para narablog mau nulis pake tanda[.] berjejer sampai 5paragraf nggak masalah,biarin aja,nggak usah kita anggap…
    lha kalau nulis tanda [.] sampai 5 paragraf apa nggak orang sinting itu namanya?..yo nggak usah di anggap…
    sekian dan terimakasih…!

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @agoest, terima kasih mas. Anda sudah memberi contoh langsung kesalahan penulisan yang saya jabarkan dalam tulisan di atas. Tapi patut digaris bawahi, menulis sesuai kaidah tanda baca yang baik dan benar ialah untuk mempermudah pemahaman pembaca juga. Kecuali kalau tulisan kita tersebut hanya untuk dibaca diri sendiri :)

  37. Arief Rizky Ramadhan
    Firefox 3.6.10 | Windows Vista

    untuk poin 1 saya agak malas menekan tombol shift untuk memperbesar huruf awal, tapi kalau di HP kan otomatis jadi gede namun untuk urusan blog walking saya masih menggunakan laptop, jadi ya beginilah komentar dari saya.

    untuk penggunaan titik yang berlebihan sepertinya sekarang jadi tren mas di beberapa sosial network bahkan di blogpun sebenarnya sudah biasa melihat hal tersebut.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Arief Rizky Ramadhan, alasan karena malas kurang bisa diterima kayaknya. Kan nggak begitu sulit menekan tombol Shift pada keyboard? hehe. Saya juga selalu menggunakan laptop ketika blogwalking. Tapi kayaknya masalah bukan pada laptopnya deh. Apa karena laptop kamu nggak ada tombol Shift-nya? :lol:

    Soal tren penggunaan tanda titik yang berlebihan, menurut saya itu tren yang tidak layak diikuti dan sama sekali tidak positif.

    Arief Rizky Ramadhan
    Firefox 3.6.10 | Windows Vista

    @iskandaria, kalau saya memiliki pandangan yang berbeda mas. Bahasa pergaulan dengan bahasa yang sudah dibakukan sesuai standard jelas tidak mungkin bisa diterapkan langsung di dunia blogging.

    Pada dasarnya dunia blogging sama dengan bergaul dengan orang lain namun cakupannya lebih luas, bahasa yang dipakai adalah bahasa untuk bergaul. Tidak mungkin mas menggunakan bahasa yang sangat baku berbicara dengan teman-teman yang setara.

    Itulah yang terjadi di dunia blogging soal bahasa berbeda its oke saja mas asalkan tidak membuat kita terpecah belah.

    Untuk penggunaan titik yang berlebihan menurut saya memiliki makna tersendiri, misalnya dia ingin memanjangkan katanya. Misalnya, “tolong…” beberapa teman saya menafsirkan sebagai, “toloooong”. Saya sendiri sepertinya tidak terlalu terbiasa dengan penggunaan titik yang berlebihan.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Arief Rizky Ramadhan, sebentar. Kayaknya udah melebar nih. Yang saya maksudkan pada tulisan di atas bukan pada masalah bahasa yang baku, tapi pada penggunaan tanda baca. Jadi lebih spesifik. Tanda titik lebih dari satu tidak masalah bagi saya untuk tulisan fiksi dan tulisan curhat. Lain soal kalau untuk tulisan non fiksi. Coba kamu baca semua tanggapan saya atas komentar yang masuk pada tulisan ini.

    Masalah gaya bahasa, saya tidak pernah “mewajibkan” atau menganjurkan untuk menggunakan bahasa yang kaku atau baku. Sekali lagi, ini cuma masalah penggunaan tanda baca (yang tidak selalu berkaitan dengan bahasa baku atau resmi).

    Kita masih bisa menggunakan bahasa yang santai, namun dengan tetap menggunakan tanda baca yang benar. Contoh sepele saja dalam hal penggunaan huruf besar pada awal kalimat dan tanda titik di akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau penegasan. Masa gitu aja susah? Itu nggak bikin tulisan santai kita jadi kaku. Sama sekali nggak.

    Arief Rizky Ramadhan
    Firefox 3.6.10 | Windows Vista

    @iskandaria, wduh udah melebarnya hehe..

    Kalau untuk menulis artikel saya biasa menggunakan tanda baca yang baik (mungkin). Tapi untuk komentar, saya asal ceplos saja hehe. Awalnya memang saya tidak begitu mementingkan tanda baca ini saat berkomentar.

    Namun setelah membaca komentar mas iskan di atas sepertinya saya akan mencoba memberikan komentar dengan baik di blog lain hehe termasuk huruf besar di awal kalimat.
    Terima kasih mas.

    iskandaria
    Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP

    @Arief Rizky Ramadhan, kalau untuk komentar saya biasanya juga langsung nyeplos sih. Gaya bahasa yang saya gunakan saat menulis komentar umumnya juga lebih santai dan lebih non formal ketimbang dengan saat nulis posting. Bahkan saya kadang juga menggunakan tanda titik lebih dari satu dalam berkomentar. Tapi itu hanya pada kalimat tertentu saja (tidak semua kalimat).

    Makasih kembali Rief atas diskusinya.

Blogroll :