Kesalahan Menulis di Blog Terkait Penggunaan Imbuhan dan Kata Depan
Lagi-lagi ini perkara sepele sebenarnya. Namun yang aneh, masih sering disalahgunakan oleh segelintir penulis blog. Padahal sudah mengenyam pelajaran bahasa Indonesia semenjak Sekolah Dasar (SD).
Masih merasa bingung atau malah tidak tahu cara penggunaan kata depan yang benar? Yang paling sering saya temukan yaitu:
- Tidak memisahkan (memberi spasi) antara kata depan di dan kata selanjutnya yang merupakan suatu lokasi/tempat.
Contoh kesalahan itu:
- dikampus (harusnya di kampus)
- ditoko (harusnya di toko)
- dipasar (harusnya di pasar)
- dikamar (harusnya di kamar)
- diseberang (harusnya di seberang).
- Malah memberi spasi (memisahkan) imbuhan di- dengan kata selanjutnya yang bukan merupakan tempat/lokasi.
Misalnya:
- di sebabkan (harusnya disebabkan)
- di kucilkan (harusnya dikucilkan)
- di lakukan (harusnya dilakukan)
- di masukkan (harusnya dimasukkan)
- di remehkan (harusnya diremehkan)
- di moderasi (harusnya dimoderasi)
- di tulis (harusnya ditulis)
- di becandain (harusnya dibecandain)
- di hindari (harusnya dihindari).
Bedakan antara imbuhan dan kata depan!
Imbuhan di- dan kata depan di jelas berbeda fungsinya. Jika disalahgunakan, efeknya akan membuat kalimat jadi agak rancu. Selain akan menurunkan pesona tulisan itu sendiri.
Dalam kaidah tata bahasa Indonesia, imbuhan di- berfungsi untuk membentuk kata kerja atau kalimat pasif. Coba perhatikan kembali 9 contoh yang saya berikan di atas.
Sementara itu, kata depan di berfungsi sebagai penunjuk suatu lokasi atau tempat. Sudah jelas bedanya, bukan? Lebih lengkapnya, silakan baca Pedoman Ejaan dan Penulisan Kata – Wikipedia.
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS



Google Chrome 12.0.742.122 | Mac OS X 10.6.8
wah mantap ni blog,… merasa sangat terbantu sekali,. terima kasih aja buat yang nge-post,..
Firefox 3.6.15 | Windows XP
info di blog ini sangat bermanfaat buat saya
terima kasih!
Firefox 3.6.14 | Windows 7
saya tidak sengaja menemukan blog ini ketika sedang membuat sebuah proposal untuk diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Memang kesalahan mendasar amat banyak terjadi di kalangan penulis, dan dibutuhkan sebuah ketelitian ketika kita menulis. bukan hanya yang penting maknanya tersampaikan, namun hal ini menunjukkan seberapa berkualitaskah tulisan yang disampaikan dan tingkat pendidikan seperti apa yang penulis telah jalani. Jadi saya memohon kepada seluruh pembaca blog ini maupun yan tidak (mohon disampaiakn kepada teman Anda), agar menggunakan tata bahasa Indonesia yang baku dalam semua penulisan, apalagi penulisan bertajuk ilmiah. Terimakasih.
Google Chrome 11.0.686.0 | Windows XP
@deslaknyo, wah. Saya tidak menyangka salah satu tulisan saya di blog ini dibaca oleh pihak IPB. Terima kasih juga Pak. Saya masih terus berusaha menulis dengan tata bahasa yang baik, walaupun tidak semua tulisan di blog saya ini memenuhi hal tersebut.
Firefox 3.5.15 | Windows XP
Ada sedikit koreksi,
1. Penyebutan imbuhan seharusnya diikuti tanda sambung (-). Dalam hal ini imbuhan di-
2. Stahu saya, di, ke, dari, dan semisalnya itu merupakan kata depan, bukan kata penghubung
===
Saya mohon izin nyomot dua paragraf terakhir :D
Chromium 7.0.517.44 | Ubuntu 10.10
@Erdien, terkait poin 1 dan 2, makasih banyak atas koreksinya Pak. Nah, kalo poin 3, saya memang masih agak bingung. Antara kata depan dan kata penghubung. Setahu saya sih (mudah-mudahan salah), kata depan itu tergolong kata penghubung. Tapi kata penghubung belum tentu selalu berupa kata depan.
Nanti saya cek deh ke pedoman yang benar.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
@iskandaria, Dah direvisi ternyata sekarang. Sip, keren Mas!
Google Chrome 8.0.552.18 | Windows XP
@Erdien | Sundagasik, siapa dulu dong editornya.
WordPress 3.0.1
[...] Berikut ini saya tampilkan contoh kesalahan penggunaan kata penghubung ‘sedangkan’. Contoh tersebut dicomot dari salah satu artikel di blog tetangga (dua paragraf terakhir) yang membahas tentang penggunaan imbuhan di- dan kata depan di. [...]
Firefox 3.6.12 | Windows XP
tulisan di BLOG saya malah salah banyak.
(halah, nulis ini aja sudah salah!)
Google Chrome 10.0.648.6 | Windows XP
@lambang, tes
Firefox 3.6.3 | Windows XP
Singkat tapi padat.
Saya termasuk seorang yang kurang memahami penulisan bahasa Indonesia yang baik bahkan saya sering menggabungkan dengan bahasa asing, gak tahu apa itu benar atau tidak yang jelas saya hanya bermaksud mempermudah pemahaman buat pemula walaupun tentu tidak semua seperti itu.
1. Apakah penulisan gabungan berikut sudah dapat dibenarkan atau tidak? (di-download, meng-click, men-submit, dll) atau harus menggunakan bahasa Indonesia?
2. Saya masih bingung cara menulis “diantaranya” atau “di antaranya”
Seperti Mas Darin bilang, kalau itu ada di blog saya, mohon dimaklumi saja :)
Saya tunggu pencerahan dari Mas Iskandaria.
Terima kasih.
Chromium 7.0.517.44 | Ubuntu 10.10
@Yuda,
Wah, maaf sebelumnya mas. Saya baru tahu ada komentar baru untuk tulisan ini.
#Poin nomor 1.
Saya kurang tahu juga yang benarnya bagaimana. Tapi jika penulisannya seperti itu pun, saya rasa masih bisa ditolerir. Penggunaan tanda strip setelah imbuhan di dan sebelum kata asing sebenarnya masih sah sepengetahuan saya. Itu untuk menunjukkan bahwa kata setelah tanda strip tersebut adalah kata asing yang masih utuh (belum diserap).
#Poin nomor 2.
Yang benar yaitu di antaranya. Sebab kata ‘antara’ menunjukkan suatu tempat atau posisi.
Mohon koreksi jika saya salah.
Chromium 7.0.517.44 | Ubuntu 10.10
@Yuda,
Oya, jika sebuah kata asing belum ada serapannya dalam bahasa Indonesia, maka gunakan saja kata aslinya. Dengan penggunaan tanda strip (-) setelah imbuhan di sebelum kata tersebut, fungsinya agar paduan kata asing dan imbuhan Indonesia tersebut tidak terasa janggal.
Firefox 3.6.3 | Windows XP
@iskandaria, Ok Mas, Terima kasih atas penjelasan Mas Iskandaria. Kayaknya banyak tulisan yang perlu saya edit ulang.
Safari 5.0.2 | Mac OS X 10.5.8
Yap, dan hal ini jugalah yang gak bosan2nya saya perbaiki setiap kali melihat posting-an narablog yang kesalahan penulisannya tampak mencolok. :) Gemes juga rasanya kalo melihat kesalahan penulisan yang tampak “mendasar” ini.
Chromium 7.0.517.44 | Ubuntu 10.10
@Asop, saya malah gemes banget mas :lol: (bukan sekadar gemes).
Firefox 3.6.9 | Windows Vista
Ya banyak ane melakukan kesalahan diatas, apalagi kalau sudah kebiasaan susah menyesuaikan dengan EYD…
Firefox 3.6.12 | Windows XP
Hehe… emang nggak setiap orang menyadari hal ini :D
Firefox 3.6.8 | Windows XP
ini yang paling mendasar..
kesel juga kalau nemuin yang seperti itu, tapi kalau saya yang ngelakuin..mohon dimaklumi ya hehe
Firefox 3.6.12 | Windows XP
“yang penting maksudnya tersampaikan” ..point itulah yang justru penting bagi saya…
nggak peduli tulisan artikel tersebut di tulis dengan gaya apapun,dengan EYD sekalipun,jika maksud dan makna artikel di mengerti pembaca,selesai…itu kalau menurut saya…
tidak butuh aturan protokeler dalam penulisan artikel..
segementasi pembaca bukan tertuju pada satu orang saja,melainkan dari berbagai macam kalangan…
kalau mereka para pembaca dari kalangan akademisi tentu menjadi penting penggunaan imbuhan dan kata hubung yang benar,karena mereka terbiasa dengan aturan formal..
tapi tidak dengan kalangan awam,mereka tidak perlu aturan formal dalam setiap penulisan artikel,mau di tulis dengan gaya yang bagaimanapun,entah baku atau tidak,asal maksud dan tujuan bisa di tangkap,the end…
di tulis dengan bagus,semua aturan baku di pakai,tapi pembaca malah bingung,atau di tulis dengan bahasa keseharian tapi pembaca nyaman…
jadi di tulis dengan gaya apapun,asal pembaca nyaman,seperti kata bang Is di artikel beberapa bulan yang lau : “sepanjang dikemas dengan rasa dan gaya berbeda, ia akan tetap punya nilai”
Firefox 3.6.12 | Windows XP
@agoest, Sebenernya ngga ngebahas bahasa yang baku sih, Pak, yang dimaksud di artikel ini. Mau pake bahasa keseharian atau formal, tetep menurut saya penulisan yang paling mendasar ini – pemakaian imbuhan dan kata hubung “di”, dipelajari dan diterapin.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Remaja Helda, ++ 1 Hel :)
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@agoest.
Justru penggunaan imbuhan & kata penghubung yang benar akan semakin mempermudah pemahaman pembaca mas. Masalah yang penting maksudnya tersampaikan, saya sangat setuju sih, terutama jika dihubungkan dengan gaya bahasa yang digunakan.
Nah, tulisan saya di atas lebih menekankan pada masalah penggunaan kata penghubung dan imbuhan yang tepat. Saya rasa itu sama sekali tidak akan membuat pembaca bingung. Justru akan membuat mereka semakin mudah memahami tulisan kita :P
Google Chrome 7.0.517.41 | Windows XP
Dari SD sudah diajarkan tentang pelajaran ini Mas.hehe..
Sebelum memposting tulisan, bagian ini masuk dalam kategori wajib diperhatikan. Ya belajar lebih disiplin dalam menulis. Mudah-mudahan tidak ada yang terlewatkan. :)
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Tamba Budiarsana, syukurlah kalo dari SD udah diajarkan mas. Saya malah lupa kapan tepatnya pelajaran bahasa Indonesia di atas mulai diajarkan. Disiplin dalam hal-hal kecil seperti di atas sebenarnya menjadi syarat mutlak jika kita ingin meningkatkan kualitas tulisan kita.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
saya belum memperhatikan hal ini, coba saya lihat2 lagi tulisan saya ah
Google Chrome 7.0.517.41 | Windows XP
Hehe… ternyata, setelah saya lihat2 tulisan sendiri, banyak kesalahan dalam penggunaan tanda2 baca yang saya lakukan. :D
Firefox 3.6.12 | Windows XP
Yee.. Finally, akhirnya ada juga yang ngebahas tentang inih. ;) Setuju ama Pak Aldy, saking sepelenya jadi dilupain. Hal yang kecil aja dilupain, apalagi soal ejaan dan tata bahasa yang lebih ‘ruwet’ yang lainnya.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Remaja Helda, kesimpulannya, kalo mau menghasilkan tulisan yang berkualitas mesti mulai disiplin dalam hal-hal kecil dulu (kayak tata cara/kaidah penulisan di atas).
Firefox 3.6.12 | Windows XP
Hmmm… yah bukan kadang2 terjadi, bahkan sering terjadi kesalahan seperti itu. Dan yang parah, krna kebiasaan salah jadi sulit dirubah walaupun itu salah.
That’s my problem :mrgreen:
Kalo sudah ada yg ingatkan seperti ni, berasa harus balik ke SD lagi nih :D
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@satrya, ngerasa pernah ngelakuin ya Sat? hehe. Saya malah lupa, apakah pelajaran di atas sudah diajarkan di SD atau baru ketika masuk SMP.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
@iskandaria, hihihi, bukan pernah lagi mas Is, sering sepertinya :lol:
Di SD sih sepertinya mas IS, klo tidak salah :D
Google Chrome 6.0.495.0 | Windows XP
Hemmm. Perlukah kesalahan-kesalahan tersebut dikoreksi? Saya rasa tidak merubah dari makna yang dimaksud jika penulisannya memakai atau tidak ada spasi.
Saya kira jarang ada orang yang mengoreksi kesalahan tersebut ketika membaca suatu tulisan. Seperti “Hei, tulisan kamu ‘dikampus‘ kurang spasi tuh, seharusnya ‘di kampus‘”.
Google Chrome 7.0.517.41 | Windows XP
@Rudy Azhar, kata “Merubah” bisa diartikan migrasi ke Firefox. :D
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
@ardianzzz, Merubah Mengubah. :D
Google Chrome 7.0.517.41 | Windows XP
“Wah, Google Chrome saya merubah”
Begitu kira-kira kalimatnya. :)
Mungkin bahasa Inggrisnya “Foxing” gitu. :D
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@ardianzzz, pakai bahasa Indo ya google chrome-nya. Kalo punya saya biarin aja pakai bahasa Inggris. Ntar kalo ditranslate malah jadi aneh banget..hihi
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@ardianzzz.
Ada posting menarik tentang itu, yaitu Mengubah dan Merubah – (mutuku.blogdetik.com)
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Rudy Azhar, eits. Menurut saya sangat perlu dikoreksi Bang. Hal-hal kecil begitu bagi saya cukup mempengaruhi kemudahan memahami makna kalimat atau kata. Kalau penggunaannya campur aduk, bisa juga lho mengubah makna kata/kalimatnya. Takutnya nanti pembaca jdi salah tafsir jika disalahgunakan.
Lagi-lagi, tujuan akhirnya ialah masalah fungsional. Termasuk ‘usability’ dan ‘readability’. Hanya karena tidak ada yang mengoreksi atau tidak akan mengubah makna, bukan berarti itu dianggap benar kan? :P
Firefox 3.6.12 | Arch Linux
@Rudy Azhar,
Menurut saya bukan masalah perlu atau tidak perlu. Apakah Google akan terus menyesatkan penggunanya? Apakah ‘running text’ di televisi akan terasa wajar salah ketik ejaan yang berulang? Apakah harian Kompas masih lebih banyak salah ketiknya dibanding harian nasional lain? Tabloid Bola sekalipun penyuntingan ejaannya cukup rapi menurut saya.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
Ini masalah dilematis buat saya Is, perbedaan di kata selanjutnya disambung dengan di tanpa disambung, terlepas kata berikutnya merupakan penghubung atau imbuhan ternyata mempengaruhi kemunculan halaman blog kita di SERP jika dituliskan pada judul.
Tidak jarang, khususnya jika keyphrase kompetitif, beda di spasi dan di tanpa spasi bisa membuat halaman saya berbeda posisi, jika keyphrase: kemarin dia ada DIPESTA, atau, kemarin dia ada DI PESTA beda posisi.
Dikarenakan, umumnya pengguna Google lebih sering gunakan tanpa spasi entah imbuhan atau penghubung, maka tidak jarang saya terpaksa ikutin pola penulisan mereka.
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@Abi, oh. Saya tidak bermaksud menyinggung kebiasaan menulis Abi. Saya malah baru tahu kalau Abi suka sengaja menulis begitu. Aneh juga ya hasil SERP-nya. Ternyata banyak juga pengguna internet yang masih suka mengetikkan kata depan (kata penghubung) di tanpa spasi dengan kata setelahnya yang merupakan lokasi/tempat.
Makasih atas sharingnya Bi. Memperkaya wawasan saya soal SEO.
Firefox 3.6.12 | Windows 7
@ganda, This is my blog, who’s care? just my self.
Pelajaran itu mudah, sehingga mudah dilupakan :(
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@aldy, saking karena dianggap mudah dan sepele ya Pak..hihi
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
@aldy, Kayaknya pas nulis, gak ingat pelajaran Bahasa Indonesia deh. :D
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
Biasanya mereka yang nulis gitu, gak ingat tentang pelajaran itu. Nulis ya nulis. Sekenanya saja.
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
Sering banget ini terjadi.
Opera 10.63 | Windows Vista
@ganda,
Oh…, masa Jounin PHP juga bisa melakukan kesalahan penulisan :lol:.
Itu istilahnya tangan kepleset :D.
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
@Cahya, Kalau ngakunya Kage kan bisa malu? Kalau ngakunya masih level Jounin, masih bisa di tolerir lah. Hahahaha..
Maksud saya di sini, sering saya temukan blog yang bersalahan seperti ini. Well yah, saya juga pernah melakukannya. Hahahahaha… *mulai nyalahin keyboard*
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@ganda, di luar topik dulu Bro. Avatarnya kok sama dengan avatar Bang Rudy? Sama-sama putih buram gitu efeknya. Janjian ya? wkwkwk
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
@iskandaria, Saya duluan kok yang pakai avatar hitam putih gini. :D Hehehehe.. Lagipula beda, Di avatar saya ada ornamen seperti kertas buram di belakangnya, sementara punya Bang Rudy tidak. Sketchnya juga masih lebih tebal buatan bang Rudy. :D
Google Chrome 7.0.544.0 | Windows XP
@ganda, hehe. Ternyata beda ya. Tapi jadi keliatan juga tuh mukanya Bro Ganda, walau disamarkan (itu wajah asli kan?) :lol:
Saya punya saran Bro. Gimana setiap 3 atau 6 bulan sekali, avatarnya diganti. Konsepnya, setiap pergantian baru, avatarnya menunjukkan wajah asli Bro Ganda semakin jelas. Jadi setiap ganti baru, efek samarnya perlahan dikurangi. Sampai akhirnya terlihat dengan sangat jelas tanpa efek apa pun..hehehe
Google Chrome Frame 4.0 | Windows XP
@iskandaria, Ya. Itulah wajah saya. :D
Hohohoho.. Biarkan saja seperti itu bro. :D Seperti misterius. :D Hahahaha…
Saya sudah bosan dengan avatar kemarin, jadi saya ganti. :D Mungkin kalau sudah dapat foto siluet saya sendiri berlatar belakang senja, pasti saya ganti. :D