Jurus Mengatasi Kejenuhan Ngeblog lewat Variasi Judul Posting
Anda mulai dilanda kejenuhan ngeblog? Trik yang satu ini mungkin layak dicoba, yakni bereksperimen lewat penulisan judul posting yang tidak biasa. Jangan terlalu terpaku pada pakem penulisan judul yang mungkin secara tidak sadar Anda anut. Sekali-sekali (atau berkali-kali) bolehlah Anda mencoba variasi lain. Siapa tahu akan memberi Anda gairah baru. Diharapkan pula akan meminimalisir kejenuhan pembaca blog Anda.
Ok. Kalau boleh saya klasifikasikan, ada beberapa tipe judul posting blog. Saya beri contoh kasus saja pada berbagai judul posting yang pernah saya buat untuk blog ini.
Judul kalem dan formal
Karakteristik judul seperti ini cenderung datar-datar saja intonasinya. Kadang terasa kaku dan kurang ekspresif. Tidak ada yang salah dengan model judul begini. Toh, judul kalem dan cenderung formal begini punya potensi besar digunakan para pencari informasi lewat mesin pencari. Jadi, kata-kata kunci yang ada pada judul model pertama ini tergolong cukup komersil dan sangat baik untuk blog yang berorientasi membidik pengunjung dari mesin pencari.
Saya sendiri untuk blog ini cukup banyak menggunakan judul dengan karakteristik kalem dan formal. Di antaranya:
- 6 Tips Mengembangkan Diri dan Blog Anda
- Tips Berbagi Backlink agar Terasa Lebih Maksimal Manfaatnya
- Cara Menghilangkan Atribut Title pada Judul Posting WordPress
- Fungsi dan Manfaat Screenshoot pada Posting Blog
- Tips Menulis Sales Letter untuk Spot Iklan Mandiri
- Meningkatkan Keterbacaan List Link pada Sidebar
- Konsep Desain Halaman Depan Blog
- Memperbesar Ukuran Gravatar Komentar Blog WordPress
- Cara Mengganti Theme WordPress
- Cara Cepat Menghapus Cache dan Cookies di Google Chrome
- Membuat Screenshot Video Menggunakan Lightshot
- Download Firefox 3.6.13
- Solusi Tidak Bisa Booting pada Linux Ubuntu
- Padding, Margin, Positioning, dan Whitespace dalam Desain Web
- Tentang Tulisan Berkualitas
- Trik Menghemat Waktu Saat Menyisipkan Link pada Posting WordPress
- 5 Penyebab Broken Link pada Blog
- Cara Membuat Link Back to Top pada Footer Blog
Judul berupa pertanyaan
Judul model begini umumnya selalu diakhiri dengan tanda tanya atau berintonasi naik. Di dalamnya mengandung keraguan atau sebuah ajakan untuk berpikir. Kadang juga dimaksudkan untuk mengundang diskusi atau komentar dari pembaca.
Di antara contoh-contohnya yang pernah saya tulis yaitu:
- Kapan Saat yang Tepat Membuka Lowongan Penulis Tamu?
- Mencuri Source Code = Melanggar Hak Cipta?
- Teks Kurang Hitam di atas Latar Putih, Why?
- Benarkah Tulisan di Blog Tidak Layak untuk Bahan Penulisan Skripsi?
- Penyederhanaan Tampilan Blog, Apa dan Bagaimana?
- Flash Unlimited Biang Kerok Penurunan Kualitas Jaringan Telkomsel?
- Diskusi via Kolom Komentar Blog, Sudahkah Membudaya di Indonesia?
- Dua Bahasa dalam Satu Blog, Mengapa?
Judul yang mengandung rahasia
Nah, judul seperti inilah yang biasanya mengandung magnet khusus untuk menarik perhatian, terutama yang berlangganan artikel blog lewat aplikasi ‘RSS feed’ atau ‘feed agregator’ (yang menampilkan list judul posting terbaru blog/situs yang dilanggani/dipasang linknya).
Judul model rahasia begini juga punya daya tarik untuk diklik jika pengunjung sudah masuk ke blog kita dan melihatnya pada deretan navigasi posting (baik pada navigasi posting terbaru, posting acak, posting pilihan, posting terkait, maupun posting terpopuler).
Kadangkala, judul yang mengandung misteri seperti ini juga sangat menarik untuk diklik jika terindeks pada hasil pencarian di SERP google atau mesin pencari lainnya.
Saya sendiri beberapa kali bereksperimen dengan judul model rahasia begini. Contohnya:
- Tidak Diupdate 2 Bulan, Trafik Malah Meningkat!
- 13 Tips Terampuh untuk Meringankan Loading Blog
- 3 Tahap Perkembangan Psikologis Penulis
- Mitos Seputar Theme Berlatar Putih
- Fakta Berikut ini Membuktikan Keampuhan Link Building dalam SEO
- Ini Dia 3 Kesalahan Fatal dalam Membidik Keyword Musiman!
- 5 Alasan Kenapa Artikel Numbering Wajib Ada di Blog Anda
- Alasan Saya Tidak Berkomentar pada Sebuah Posting Blog
- Alasan Saya Melepas Widget Alexa dan Pagerank
- 5 Manfaat Menulis Konten yang Unik dan Orisinil pada Blog Anda
- Inilah Dilema Jika Frekuensi Update Blog Terlalu Kencang
- Inilah 5 Idealisme Kaku Penghambat Kemajuan Blog dan Solusinya
- Ini Dia 28 Keyword Blog Saya yang Merajai SERP Google
- Form Komentar Blogspot Kurang Ramah Pengguna? Mungkin Karena Ini
- Berhentilah Bersikap Egois Seperti ini dalam Ngeblog!
- Hasil Riset Kata Kunci ‘Blogger Kutu Kupret’ yang Mencengangkan di SERP Google
- Sidebar Blog ini Buruk Sekali Tingkat Keterbacaannya
- Ini Dia Cara Paling Elegan dan Etis untuk Membacklink Postingan Blog Lain
Judul yang rada nyeplos
Judul dengan karakteristik ‘nyeplos’ umumya jauh dari kesan formal atau kaku. Bahkan cenderung melanggar ‘pakem’. Biasanya cenderung lebih ekspresif dari model judul lainnya. Tak jarang pula disisipkan sedikit muatan emosi/perasaan (walaupun bukan selalu berupa ungkapan kekesalan).
Untuk tipe judul seperti ini, saya sendiri belum terlalu banyak mempraktekkannya. Baru sebatas pada posting-posting berikut ini.
- Saya Kesetanan Berkomentar di Blog Setan bin Sesat Itu
- Ini Dia Senjata Baru Saya untuk Membunuh Desain Blog dan Situs
- Ampun Deh, Box Shadow di Blogmu Bikin Saya Nggak Betah!
- Ternyata Speed Maksimal 64 Kbps After Quota Flash Unlimited Itu Bohong!
- Selamat Jalan Google Chrome, Selamat Datang Chromium (di Windows XP)
- Maaf, Tak Perlu Berlebihan Memuji Blog ini!
- Lucu banget! Menulis Tips Meningkatkan Keterbacaan Web, Tapi Webnya Sendiri Amburadul
Nah, sudah pernahkah Anda bereksperimen dengan berbagai karakteristik judul posting seperti di atas? Kalau belum, ada baiknya dicoba. Lalu lihatlah hasilnya, baik berupa jumlah komentar yang masuk maupun page views yang terjadi pada postingan tersebut.
Catatan: Tidak semua tema blog atau tidak semua topik postingan bisa kita terapkan judul-judul seperti di atas. Kadangkala kita harus membuat judul yang cenderung formal atau sesuai pakem/kebiasaan kebanyakan.
Ada yang mau menambahkan karakteristik judul lainnya?
Menu Lainnya »» Atas » Depan » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Langganan KafeGue.com via Email
Langganan via RSS Reader
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Menuju Posting Terbaru
Posting Terkait :
- 5 Kemampuan Teknis yang Perlu Dikuasai dalam Membuat Screenshot
- 4 Macam Cara Promosi Bisnis Online yang Tak Layak Anda Tiru
- Cara Mengecek Pagerank Halaman Posting atau Single Post
- Ah, Bisanya Cuma Menyindir, Giliran Diajak Diskusi Ternyata Payah
- Mengapa Loading Blog ini Bisa Super Enteng dan Kencang? Jawabannya…

WordPress 3.1
[...] mengatasi kejenuhan ngeblog → tes hasilnya [...]
WordPress 3.0.5
[...] Cara mengatasi kejenuhan ngeblog. [...]
Google Chrome 10.0.638.0 | Windows XP
@Abu Furqan, soal blogernas, menurut saya tidak semata demi trafik. Kalau cuma demi trafik, tentunya penulis akan asal tulis saja. Nah, yang saya lihat dari tulisan-tulisan ‘nakal’ di blogernas, rata-rata itu juga diimbangi dengan kemampuan berargumentasi yang baik. Mungkin bagi sebagian pembaca terasa sangat menusuk atau konyol bin gila. Namun sebenarnya di balik itu terpancar kemampuan menulis yang sangat cerdas.
Penulis terlihat punya keilmuan yang sangat mumpuni. Kalau tidak, tentunya penulis tidak akan berani menulis hal-hal yang oleh sebagian orang dianggap kontroversial.
Saya tidak melihat adanya masalah di tulisan-tulisan kontroversial blogernas. Kecuali kalau kita cuma meributkan masalah judul dan gaya bahasa.
Sayangnya, tidak semua pembaca blogernas mampu menangkap dan mencerna dengan baik pesan-pesan moral tersirat di tulisan-tulisannya. Padahal pesan-pesan tersebut sangat mencerahkan dan positif.
Yang ada, sebagian malah terprovokasi dan terjebak pada pemahaman-pemahaman yang bersifat harfiah.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
Wah, rame banget ya commentnya…
Terutama tentang blogernas…
Tentang blog tsb, saya duga tendensi utamanya memang traffic. Ya kan, di Indonesia ini semakin kontroversial semakin terkenal.
Tentang artikel ini, saya belajar banyak dari tulisannya mas Iskandaria. Semoga saya bisa mempraktikkannya di blog saya…
WordPress 3.0.4
[...] nama blog yang aneh/nyeleneh sebenarnya berpotensi menjaring pengunjung baru. Termasuk penulisan judul posting yang sedikit keluar dari [...]
Firefox 3.6.13 | Windows XP
hehehe mntap juga trik variasi judul ini..kayanya judul saya masih ngasal dan kadang g jelas dan g tepat sm isi hihi makasih
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@kang ian dot com, kalo udah sadar begitu, biasanya bisa lebih mudah untuk memperbaikinya kang ^$^
Firefox 3.6.13 | Windows XP
tentang judul, rasanya selama ini saya tidak pernah berpikir sampai disitu kang. apa yang relevan dengan yang ditulis, ya itu aja yang jadi judul
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@ajundi14, sebisa mungkin memang harus relevan sih. Tapi harus tetap menarik dan informatif kalau ingin potensi dikliknya besar.
WordPress 3.0.4
[...] keyword (kata kunci) pada sebagian judul posting blog ini bukan tergolong kata kunci yang populer atau banyak digunakan pencari. Kalaupun ada, [...]
Firefox 3.6.6 | Windows XP
Saya ada lagi tambahan mas..
Tipe judul kebingungan (bukan pertanyaan maupun pernyataan)..
Masalah contohnya mas bisa g ngasiin bwt saya?.. he..he..
Soalnya saya lagi bingung tapi tambah bingung ketika mau mengekspresikannya dalam bentuk postingan di blog..
he..he.
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@ismail, wah saya juga bingung mau ngasih contoh tipe judul kebingungan itu mas. Asli, saya juga bingung ^$^
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Variasi judul, apalagi yang dapat mengundang kepenasaran pembaca memang menarik.
Namun, saat ini dah lupa keknya ditingalkan :D
Rus dicoba lgi neh :)
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@Erdien, waduh, lama ngilang dari peredaran nih Pak? Abis bertapa ya? ha..ha..ha..
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@iskandaria, Hehehe… biasa alasan klise Mas, karena kesibukan perut haha… :lol:
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Erdien, maklumlah, pekerjaan seorang editor kan cukup menguras waktu dan pikiran yach Pak. Mantap lah kalo gitu.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Emh.. masih belum merasa jenuh karena saya masih anak kemaren sore di dunia blogging…
salam kenal
BObby
Firefox 3.6.13 | Windows XP
apa ya kira2 judul artikel berikutku lagi..heheheee…
Firefox 4.0b7 | Windows XP
Saya ingin mengomentari tentang judul mengandung unsur rahasia itu. Ya saya juga setuju, kata seorang pakar internet marketing kata-kata yang paling banyak dicari dan gurih di internet adalah salah satunya mengandung unsur keyword “Rahasia” dan satunya lagi keyword “Gratis“.
Kedua kata itu punya magnet kuat untuk membetot rasa keingintahuan pengunjung untuk ngeklik dan membacanya. Jadi sering-seringlah nulis artikel yang mengandung kedua unsur itu.
Hem, pertanyaan saya mengapa dari semua contoh judulnya di atas tidak ada satu pun yang secara eksplisit (jelas) benar-benar memuat kata kunci “Rahasia” Mas Is? Saya rasa dengan memuat katanya di judul bukankah akan lebih menohok lagi. Betul, tidak?
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Joko Sutarto, betul Pak. Saya memang belum pernah menulis judul yang di dalamnya ada kata “Rahasia”. Soalnya memang belum ada yang saya anggap benar-benar rahasia (yang belum banyak diketahui) oleh target pembaca topik tersebut. Khawatirnya nanti kalau saya paksakan pakai kata “rahasia” akan jadi bumerang. Sejauh ini saya cukup menggunakan kata “ini dia”, “inilah”, “ini”, serta angka di depan judul.
Tapi tidak menutup kemungkinan akan saya coba pakai kata “rahasia” nantinya. Termasuk kata “gratis”. Makasih masukannya Pak.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Saya juga pernah nulis topik seperti ini Mas…
Judul memang sebuah senjata!!
Google Chrome 10.0.628.0 | GNU/Linux
@marsudiyanto, langsung ke TKP deh Pak.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
semua blogger pasti tahu bagaimana kekuatan sebuah judul..
walaupun toh terkadang tidak nyambung dengan isi artikel..tapi masih nyrempet-nyrempet dikit…
toh ujung-ujungnya tetap traffic,jadi sah-sah saja jika judul di buat agak sedikit kontroversi,asal jangan keseringan saja..he..he..he…
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@agoest, kalau judul kontroversi sudah menjadi trade mark (kayak blogernas) sih sepertinya nggak papa. Resikonya, mungkin akan ada yang merasa jenuh selalu disuguhin judul model begitu. Kalau saya pribadi, sejauh ini menulis judul yang bervariasi dulu (kayak contoh-contoh yang saya tulis di atas).
Sebenarnya bukan cuma masalah ujung-ujungnya trafik sih. Saya melihat sisi lainnya adalah agar tulisan/isi postingannya bisa lebih banyak dibaca atau lebih besar kemungkinannya untuk dibaca. Percuma saja kalau isinya bagus, inspiratif, berbobot, atau mencerahkan, tapi karena judulnya terlalu biasa atau sangat tidak menarik, akhirnya jadi minim pembaca dan minim manfaat.
Jadi, ada misi penyebarluasan manfaat isi tulisan (di balik penulisan judul yang sedikit keluar dari pakem).
Firefox 3.6.13 | Windows XP
mesti banyak belajar di sini mas saya nih…
banyak hal yang bisa di timba :)
Google Chrome 9.0.570.0 | Windows 7
Judul itu penting juga ya untuk artikelnya.. hehe
Firefox 3.6.13 | openSUSE
Ini isinya judul semua :D – kalau saya sih mending ndak nulis saja pas lagi ndak ada ide :D.
Google Chrome 9.0.597.44 | Windows XP
@Cahya
Mungkin ini bentuk pembelaan diri :P
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@Padly, ha..ha..ha…sepakat…separo artikel berisi judul semua…
bisa di tiru nih…artikel sedikit saja..judul banyakin…
sekali-sekali narsis boleh dong?..he..he..dan unjuk gigi…hi..hi…
Google Chrome 9.0.597.44 | Windows XP
@agoest
Ho Ho Ho… Hu Hu Hu… :D
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@agoest, loh, topiknya kan tentang macam-macam judul. Jadi saya merasa perlu memberi contoh berupa judul juga. Kalau lebih banyak ulasan ketimbang contohnya, ntar postingan ini jadi kurang hidup dan sekedar wacana kosong dong. Bener nggak mas?
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@iskandaria, betul…
sebetulnya saya juga mau niru..tapi artikel di blog baru 10biji…ha,,ha,,ha,,,
ntar aja kalau artikel di blog sudah 100biji baru narsis…ha..ha..ha..
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@agoest, ha..ha..ha..Saya tunggu ya mas. Tapi nggak harus sampe 100 biji lah. Kelamaan ntar nunggunya..ha..ha..ha
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Cahya, gimana mau nulis ya kalau ndak ada ide? he..he.. (saya juga gitu kok). Soal kenapa isinya judul semua, wong topiknya tentang macam-macam judul kok. Kalo nggak saya beri banyak contoh judulnya, ntar tulisan ini jadi sekadar wacana kosong dong.
Firefox 4.0b7 | Windows XP
@iskandaria, Ha Ha Ha dengan membuat banyak link di sebuah postingan ini sama saja seperti secara implisit adalah menerapkan teknik SEO untuk menguatkan posting-posting yang dilist tersebut. Betul, Ndak Mas Is? :)
Cuma kalau saya memang melihatnya kebanyakan, sih Mas Is untuk masing-masing sub pembahasannya. Saya rasa masing-masing bahasan diberi contoh 5 judul mungkin sudah cukup.
Hem, tapi ini hanya pandangan saya sebagai pengunjung saja tapi semua kembali yang paling tahu dan punya kuasa ya Mas Iskandaria sendiri. :)
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Joko Sutarto, iya Pak. Saya akui memang untuk memperkuat posisi posting-posting yang saya list juga (selain agar lebih sering dicrawler oleh mesin pencari). Soal kebanyakan, mungkin memang iya. Namun saya pikir dengan memberi banyak contoh, pembaca bisa lebih mudah memahami benang merahnya. Pembaca bisa lebih mudah melihat variasi penulisan judul dalam satu tipe (misalnya dalam tipe judul kalem dan formal).
Kalau cuma saya batasi 5, khawatirnya akan terjadi pemahaman yang sempit, bahwa hanya judul seperti di contoh itulah yang tergolong judul kalem/formal.
Begitu alasan saya Pak.
Internet Explorer 6.0 | Windows XP
@Cahya, Postingan narsis? :P
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@ardianzzz, namanya juga blog (kan pasti nggak akan bebas dari yang namanya narsis) ^$^
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows XP
@iskandaria, +10 :D
Unknown | Unix
Nah…ini dia yang saya suka, begini mas IS sebelumnya saya mohon maaf, yah..mas IS tau saya suka blak-blakan. Bagi sahabat juga kalu ada yang menentang komentar saya juga ga apa-apa.
Begini saya benci, dan itu ada narablog yang memang saya benci blognya ‘BLOGERNAS’ sebelumnya saya salut karena dia tidak membawa judul itu terlalu dalam tentang agama setelah saya telusuri makin parah!!!!
Tapi banyak kata orang itu pemahaman, tapi bukan begitu caranya! kalu dia memang seorang atheis akuilah dia seorang atheis tidak perlu menghina agama lain lewat judul, dan setelah dibaca sebenarnya memang sebuah pemahaman. Seharusnya narablog tersebut, sadar bahwa dia menulis di media web yaitu media yang menyampaikan informasi.
Kalu dia membantah dia menulis hanya untuk diri sendiri, ITU BOHONG SAYA GA BISA DI BODOHI.
Karena dia mensubmit di lintas berita bahkan di blognya mas doyok sampai mas doyok posting.
Adik saya sudah di beritahu tentang blog tersebut sayangnya dia memakai blogspot susah di tembus. kalu pakai directory ane ama adik ane mau ancurin tuh blog.
ANE INJEK ANE REMES-REMES ANE BUANG KE KALI!
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@Hendro, ha..ha…sabar mas…minum es dawet dulu neh…
memang untuk membaca artikel dari blogernas harus ada energi ekstra,dan ujungnya lelah serta emosi..
padahal tujuan ngeblog untuk sharing dan sedikit hepy,kalau ujung2nya bikin capek yang mending kita tinggalin aja nggak usah di baca…
dan saya melihat juga ada sedikit tedensi dari blogernas untuk meraih traffic via judul yang membakar,tapi sang author tidak faham jika audience dunia maya berasal dari berbagai kalangan…
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@agoest, setuju dengan Mas Wid. Take it or leave it. Ngga semua blog harus kita telan. Toh otak kita juga butuh nutrisi. Kalau isinya bisa meracuni, ah, terpaksa logika dimainkan :)
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows 7
@Hendro, Menurut saya kalau mau koment langsung aja di blognya EA bro, ngapain diributin diblognya orang???
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@eser, komen bang hendro di atas kan masih berkaitan dengan judul, terutama judul-judul yang ada di blogernas. Setidaknya memancing saya untuk beropini juga mengenai blogernas.
Firefox 3.6 | Windows XP
@eser,
Udah ratusan kali saya komen di sana, sepertinya adminnya sudah jenuh dan saya juga sudah jenuh. Biarkan di sini saya komen saya pingin tau tanggapan dia.
Pada intinya saya ga suka blog yang mempermainkan judul tentang agama. Mohon maaf kalu anda beragama lain, tapi saya beragama ISLAM.
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Hendro, sebagian besar protes pengunjung kan langsung dibalas lewat posting bang. Jadi tidak selalu ditanggapin secara langsung via kolom komentar. Saya lihat Bung EA sudah merespon semua komentar miring lewat tulisan-tulisan klarifikasi atau penjelasan kenapa ia melakukan itu.
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Hendro, wah, kayaknya benci banget ama blogernas. Kalau saya adem-adem aja Bang. Kita boleh benci dengan suatu blog atau situs, tapi jangan sampai menghancurkannya dengan hacking segala. Jangan sampailah. Kenapa tidak dengan pemikiran saja. Kita tulis topik yang sama di blog sendiri untuk mengimbangi tulisan-tulisan di blog yang kita benci tersebut. Lalu biarkan pembaca yang merespon atau menentukan sikap dan pilihannya masing-masing.
Pemikiran dihadapi dengan pemikiran. Begitu yang lebih elegan.
Soal judul-judul di blogernas, ada sebagian yang saya lihat cuma mengulang-ngulang yang sudah pernah ditulis atau dibahas. Sebagian terkesan agak dipaksakan hanya agar diklik. Padahal isinya agak kurang sinkron. Tapi setelah membaca isinya, sebenarnya tidak ada yang salah (kalau bagi saya sih).
Secara pribadi, konten-konten agama di blogernas bagi saya memberi pemahaman dan pencerahan baru. Esensi kritikannya sebenarnya bukan pada Islam sebagai agama. Namun lebih kepada pemahaman mayoritas/sebagian umat Islam yang cenderung terlalu tesktual, dangkal, dan naif. Sebagian kritikannya lagi lebih tertuju pada sebagian ajaran Islam (terutama sebagian ayat AlQuran) yang terkesan tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang. Bukan salah AlQurannya atau salah Tuhan. Toh, sebagian ayat tersebut kan diturunkan pada kondisi zaman yang jauh berbeda dengan sekarang.
Jadi, yang merasa blogernas menghina agama orang lain (Islam) mungkin terlalu terpaku pada judul dan gaya penyampaiannya saja. Padahal kalau saya baca isi-isi tulisannya, sebenarnya bukan bermaksud begitu.
Yang menjadi masalah kan beragamnya latar belakang dan tingkat intelektual para pembaca blognya. Tidak semua mampu memahami dan menangkap secara benar apa yang tersirat di balik tulisan-tulisannya.
Masalah atheis atau bukan, saya rasa itu tidak penting. Makna beragama bagi saya ialah menjalani hidup ini sebagai manusia yang penuh berkah bagi lingkungan. Agama hanya jalan atau sarana untuk memanusiakan manusia. Agama bukan hakikat.
Firefox 3.6 | Windows XP
@iskandaria,
Mohon maaf nih mas IS saya mau bertanya sama mas IS. Jika mas is di suruh sama guru ngaji mas IS untuk membacakan surah Al-fatihah apa yang mas IS baca?
Yang pastinya surah Al-fatihah bukan Al-baqarah.
Kalu saya ga akan tinggal diam kalu ada yang mempermainkan judul dengan menyangkutkan agama saya.
Mohon maaf mas IS pengetahuan agama saya cetek, tapi Insya ALLAH selama itu benar akan saya perjuangkan. Karena saya ISLAM.
Mas IS beragama ISLAM juga kan?
Saya komen seperti ini sudah saya saring dan pikirkan, karena saya sudah konsultasi juga tentang hal itu dengan guru ngaji saya. Dan beliau juga membaca blognya si gila ‘ERIANTO ANAS’
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Hendro, pertanyaan pertamanya gak perlu saya jawab kan bang? Kalau agama, ya, agama saya Islam. Saya sudah membaca sekitar ratusan buku Islam (dari beragam topik). Mulai soal akidah, syariat, fikih, muamalah, tasawuf, dan beberapa lagi. Kalau ada yang menasehati soal agama, Insya Allah saya sudah mengerti dan memahami apa yang dinasehatkan.
Saya dulu juga suka mengikuti ceramah dan kajian agama. Juga tergolong ahli ibadah dan bahkan suka menceramahi orang. Di mata saya, yang tidak sealim saya atau yang tidak punya pemahaman seperti saya adalah sesat dan calon penghuni neraka.
Saya sudah mulai mendalami Islam semenjak SMP. Awalnya saya juga fanatik dengan Islam. Sama kayak mas Hendro. Kalau ada yang terkesan menghina Islam atau mengolok-oloknya, saya pasti marah.
Lambat laun batin saya bergejolak dan jiwa saya mulai berontak terhadap pemahaman-pemahaman Islam yang sebelumnya saya yakini. Akhirnya saya sampai pada suatu kondisi batin yang memberi saya pencerahan baru.
Yach, bagi saya, Islam atau agama bukanlah sesuatu yang demikian sakral dan harus saya perjuangkan atau bela mati-matian. Bagi saya sekarang, yang penting saya bisa mengamalkan nilai-nilai universal ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Saya tidak akan mudah menilai orang itu sesat atau menyesatkan. Saya tidak akan mudah menilai seseorang itu calon penghuni neraka atau akan dimurkai oleh Allah, cuma karena ia tidak solat atau malas beribadah secara formal.
Tidak ada yang tahu apa yang membuat Allah ridlo. Bisa saja sebuah perbuatan sepele membuat seseorang diridloi oleh Allah.
Soal mempermainkan judul yang berkaitan dengan agama, jika yang dimaksud adalah sebagian umatnya atau sebagian ajarannya, saya rasa tidak ada masalah. Toh kita harus membaca isinya agar paham dan
Bagaimanapun juga judul hanyalah kulit. Yang penting esensi (isinya).
Namun saya setuju jika sebaiknya memilih judul yang paling tepat dan tidak terkesan menggeneralisir sesuatu.
Oya, menurut bang Hendro, kalau saya diam saja dengan judul-judul yang “mempermainkan agama”, apakah saya berdosa dan dianggap tidak mencintai Islam?
Ah, lagi-lagi masalah dosa dan klaim kecintaan kalau begitu. Atau bisa jadi karena kita terlalu takut citra agama kita jadi jelek di mata pemeluk agama lain. Kalau begitu masuk akal sih.
Namun sebenarnya tulisan-tulisan di blogernas kan untuk mengkritisi pemahaman sebagian umat Islam dan mengkritisi kembali penafsiran sebagian ayat-ayat AlQuran. Saya rasa itu konteksnya.
Google Chrome 9.0.597.44 | Windows XP
@iskandaria
Mau nanya…
Maksud nilai-nilai Islam secara universal tuh gimana ya? Mohon pencerahan…
Google Chrome 10.0.628.0 | GNU/Linux
@Padly, ini pertanyaan buat ngetes atau memang karena ingin tahu mas? hahaha. Kayaknya mas Fadly udah tahu deh jawabannya. Kalau saya jawab pun, mungkin nanti dianggap klise. Nilai-nilai universal itu ada di agama apa pun dan sebenarnya sudah tertanam di hati nurani masing-masing manusia.
Namun masalahnya, dalam perkembangan hidupnya, manusia tersebut akan bersinggungan dengan linkungan sekitar yang sedikit banyak akan mempengaruhi cara berpikir, cara menilai sesuatu, cara menyikapi sesuatu, dsb.
Buku-buku yang dibaca, ceramah agama yang sering didengar, kata guru agama, kata ustad idola, kata guru ngaji, kata ulama yang dianggap sebagai panutan, dan sebagainya akan semakin membentuk pola pikir atau cara pandang manusia tersebut.
Jika positif, nilai universal agama pasti akan dipraktekkan secara otomatis atau bahkan tidak disadari. Jika negatif, nilai-nilai tersebut bisa kabur/bias akhirnya dan tertutupi oleh bungkus ajaran agama yang tampak indah atau mulia.
Sementara itu saja penjelasan saya. Kalau saya jawab secara jelas, ntar ada yang menilai klise dan basi. Berbau barat lah. Ciri orang-orang Liberal lah, dan tudingan sejenisnya.
Maaf, bukan bermaksud menyindir mas Fadly.
Google Chrome 9.0.597.44 | Windows XP
@iskandaria
Sepertinya aku belum menemukan jawaban yang pas ;)
Atau salah orang mungkin ya? :P
Tapi ada yang menarik pada komentar Mas Is di atas…
Kalau aku sih berprinsip seperti apa yang dikatakan Umar bin Khattab aja… ‘Undzur maa qoola wa laa tandzur maa qoola’. Jadi tidak fanatik terhadap personalnya.
Tapi ngomong-ngomong masalah fanatik, aku malah bingung dengan orang-orang Zendiq/barat dan Yahudi. Mereka mengatakan ada penganut Islam yang fanatik/radikal, tapi menurutku, mereka sendiri juga fanatik terhadap ajaran yang mereka terima dari oknum semacam Paulus bagi penganut Kristen, dan Yahudi yang sangat membangga-banggakan ras mereka (bahwa merekalah ras pilihan Tuhan, selain dari ras yahudi… semuanya adalah sama seperti binatang – ‘Goyyim’ dalam bahasa mereka- )
Apa ini semacam standart ganda? Mereka boleh fanatik, sementara umat Islam tidak boleh?
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Padly, hehehe. Kalau fanatik model Yahudi yang sering membangga-banggakan ras mereka saya juga tidak setuju. Tapi harus saya akui bahwa mereka cerdas-cerdas dan banyak melahirkan/menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Salah satunya yang sering kita gunakan, yaitu komputer dan berbagai aplikasi serta perangkat di bidang teknologi informasi.
Kalau bagi saya, masalahnya ialah pada membanggakan kaum sendiri dan merendahkan kaum lainnya. Sebutan fanatik hanya saya tujukan pada seseorang yang terlalu membanggakan kaum, agama, suku, maupun golongannnya. Termasuk yang mati-matian membelanya serta ngotot dengan pemahaman yang diakuinya sebagai kebenaran mutlak (sehingga akhirnya cenderung memaksakan pemahaman tersebut pada orang lain yang kurang sepaham).
Itulah hakikat fanatik bagi saya.
Membanggakan diri atau kaum (termasuk agama) sih boleh-boleh saja, asalkan realistis dan objektif. Jadi bukan sekedar klaim isapan jempol. Bukan pula sekedar termakan cerita-cerita kejayaan masa lampau atau apa yang tertulis di kitab suci.
Sementara itu dulu mas.
Google Chrome 9.0.597.44 | Windows XP
@iskandaria
Oia… Satu lagi, secara umum aku tidak ada masalah dengan Blogernas. Tapi satu yang aku tidak senang… Banyak para komentator pengecut di sana – dengan banyaknya komentar anonim/menyertakan nama, tapi tidak bisa di klik -
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@Padly, aku gak melok-melok wes…
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Padly, mungkin mereka bukan kalangan blogger. Kemungkinan lain memang sengaja menyembunyikan identitas dirinya. Jadi ada 2 kemungkinan tuh :P
Internet Explorer 6.0 | Windows XP
@Hendro, Nope…
Mungkin ada baiknya bang hendro sedikit belajar mengenai filsafat & dialektika. Ilmu filsafat tidak dapat dijabarkan dengan algoritma pemrograman, secanggih apapun bahasanya, sepintar apapun programmernya.
Saran saya, coba lihat tajuknya, baca kembali tulisannya, pahami makna di balik bahasanya. Saya tidak melihat ada masalah di Blogernas. Tidak ada tulisan yang memicu konflik atau kebencian. Memang itu subyektif, sayapun tidak akan protes jika anda membenci blog tersebut sampai berupaya untuk menghancurkannya.
Membebaskan pikiran… menjadi Liberal… Liberal? ah, saya pikir itu cuma istilah, buatan manusia yang belum tentu paham dengan apa yang diucapkannya. Sayangnya, kita sering sekali terjebak dengan masalah istilah hingga memicu perdebatan yang tidak bermanfaat. Filsafat lebih dalam dari sekedar rangkaian kata, apalagi sekedar istilah.
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@ardianzzz, +++1 deh :P
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows 7
kalau saya judul bagaikan sebuah bibit, sekali nancap intisarinya langsung langsung bisa dikembangkan…..
ya kurang lebih :D
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@Willy, dikembangkan itu maksudnya dipupuk dgn konten dan dioptimasi, begitu ya mas wil? *tos*
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
Kalau judul ndak nyambung dengan isi postingan gimana mas? bikin bingung ya?
Dan celakanya, saya pernah membuat postingan dengan judul bahasa daerah, tetapi isinya gambar dan segelitir kalimat :mrgreen:
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Aldy~PF, kalau kasus postingan Pak Aldy itu (kalo gak salah yang judulnya ‘belepa’) masih nyambung saya rasa. Gak masalah, walaupun cuma nyambung dengan gambarnya. Yang bermasalah kalau judulnya sengaja dibikin buat nipu pengunjung (terutama kalo cuma buat dapet trafik). Itu aja sih.
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@iskandaria, Hahahaa….
Yang ginian seperti ada mas, tetapi saya membuatnya hanya sebagai ujicoba saja :D
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Aldy~PF, judul tidak nyambung dengan isi sebenarnya tidak selalu negatif. Asal kita memilih judul yang tepat dan pandai menyesuaikan isi dengan judul yang kurang nyambung tersebut. Yang penting bukan bertujuan utama untuk sekedar nyari trafik atau menjebak pengunjung sesaat. Tapi kalau mau ujicoba, silakan Pak. Resiko ditanggung sendiri..he..he..
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Hahaha, ya ya judul adalah pengiklan utama dari artikel! :D
Kadang saya malah merancang judul setelah artikel jadi. Biasanya 3 buah, terus ditimbang2 mana yang lebih sip :)
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Darin, dan judul posting terbaru mas Darin (membentuk tubuh seksi di artikel blog) pun tergolong judul yang cukup menjual ^_^
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows XP
@iskandaria, setuju bahkan lebih menjanjikan untuk di komersialkan :D
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@andi sakab, Apa iya? *siap-siap ngitung royalti* :D
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows XP
patut di coba untuk rahasia dan rada nyeplos. :)
jadi punya ide-ide liar nih? :mrgreen:
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@andi sakab, saya tunggu realisasinya mas.
Internet Explorer 6.0 | Windows XP
pertamax gan! (pertamax kah)
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@willy Merdiansyah, numpang nongkrong di pertamax *gelar tiker*
rekonq | GNU/Linux
@Darin, jangan ada pertamax di blog ini (*kecuali yang punya blog*) ^_^
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@iskandaria, haha iya deh Mas. Lagian pertamax tanpa kelanjutannya ya sami mawon… :D
Google Chrome 10.0.612.1 | GNU/Linux
@Darin, betul..betul..betul..
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows 7
@Darin, wah wah menusuk nih….uda saya kasih lanjutan nih
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@Willy, hahaha, santai saja Mas Wil. Saya kira situ langsung cabut pas pertamaxnya abis :D
Google Chrome 7.0.517.44 | Windows XP
@Darin,
sebenarnya kmrn langsung cabut sih, hehehehe
capek ngisi kuisnya mas @iskandaria.
1+6 terus :-D
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Willy Merdiansyah, lebih capek kalau pertanyaannya saya buat dinamis (selalu berubah)..ha..ha..ha