Inilah Dilema Jika Frekuensi Update Blog Terlalu Kencang
Tulisan ini agak panjang. Mohon agar dibaca secara perlahan dan menyeluruh. Semata-mata agar tidak muncul kesalahpahaman dan prasangka yang tidak sesuai dengan maksud saya. Terima kasih sebelumnya.
Silakan mulai membaca.
Inilah Dilema Jika Frekuensi Update Blog Terlalu Kencang
Ini tidak berlaku untuk blog berita (yang memang wajib selalu menjaga kesegaran kontennya). Pun tidak berlaku untuk blog yang posting-postingnya sekadar untuk dibaca diri sendiri. Jadi, tulisan ini lebih tertuju untuk blog yang jenis kontennya tidak terikat oleh nilai waktu dan juga ditujukan untuk berbagi manfaat atau inspirasi. Bukan semata untuk dibaca diri sendiri.
Apakah Anda sangat produktif dalam menghasilkan tulisan sehingga Anda publish lebih dari satu dalam sehari?
Jika ya, saya ingin Anda sedikit berpikir dan merenung. Dari sisi positif, sebenarnya mempublikasikan tulisan/posting dengan frekuensi yang cukup tinggi sangat bermanfaat untuk ‘menaklukkan’ search engine. Blog Anda akan lebih sering ‘didatangi’ oleh robot search engine. Efeknya, posting-posting blog Anda akan lebih besar kemungkinannya untuk memperoleh peringkat yang baik pada halaman hasil pencarian. Tentunya terkait dengan kata kunci yang ada pada posting-posting Anda tersebut.
Itu jika ditinjau dari sisi SEO dan peluang untuk mendulang lebih banyak kunjungan dari mesin pencari. Sebab google (sebagai mesin pencari terpopuler) sangat menyukai blog yang sering diupdate.
Sisi positif lainnya, pageviews per visit blog Anda berpeluang untuk meningkat atau bertambah besar. Dengan catatan, mayoritas judul postingan yang sudah Anda publish memiliki judul yang menarik dan topiknya juga menarik untuk disimak lebih lanjut.
Dalam sekali kunjungan, pengunjung besar kemungkinan akan mengklik/membuka lebih dari satu posting.
Itu tinjauan dari sisi pageviews.
Tapi apakah tujuan ngeblog Anda cuma untuk SEO dan pageviews? Saya rasa tidak. Buktinya, tulisan-tulisan Anda sarat dengan manfaat, inspirasi, serta tidak terkesan hanya untuk dibaca diri sendiri. Jelas sekali bahwa tulisan-tulisan Anda juga untuk dibaca oleh orang lain (pengunjung blog Anda). Bukan cuma agar blog Anda lebih sering diperhatikan oleh robot mesin pencari. Tak pula semata demi angka-angka pageviews.
Nah, bagaimana sisi negatif frekuesi update yang terlalu tinggi?
Ini yang mungkin sedikit terlupakan oleh Anda. Frekuensi update posting yang terlalu tinggi (kencang) akan berpotensi mengurangi nilai manfaat dari tulisan-tulisan yang telah Anda publish. Boleh jadi, sebagian pembaca/pengunjung blog Anda akan secara tidak sengaja melewatkan banyak tulisan bagus/inspiratif, cuma karena sudah tertimpa/tenggelam oleh posting-posting terbaru Anda.
“Lho, saya kan sudah menyiasatinya dengan memasang menu arsip, posting terbaru (dengan list yang cukup panjang), posting terkait, posting acak, posting pilihan, serta menu navigasi berupa kategori? Apa itu tidak cukup membantu agar pengunjung tidak mudah ketinggalan beberapa posting yang sudah tertimpa?”
Betul sekali. Berbagai navigasi tersebut memang sangat membantu. Namun apakah Anda yakin bahwa setiap pengunjung blog Anda tidak akan melewatkan satu pun tulisan/posting yang sudah tertimpa tersebut?
Apakah Anda yakin jika mereka cukup punya waktu untuk menyimak semua tulisan yang telah terlewatkan tersebut? Apalagi jika jumlahnya cukup banyak dan rata-rata tulisan tersebut tergolong panjang.
Sayang sekali jika ada beberapa/banyak tulisan bagus yang akhirnya minim pembaca, hanya gara-gara Anda terlalu semangat mempublish tulisan baru. Sayang sekali pula jika kemungkinan untuk munculnya diskusi menarik akhirnya turut berkurang drastis, cuma karena pembaca merasa tulisan tersebut sudah kurang fresh (gara-gara sudah banyak tulisan baru sesudahnya).
Mari kita memposisikan diri kita sebagai pengunjung setia blog A yang tidak bisa setiap hari berkunjung ke blog yang punya frekuensi update sangat kencang tersebut.
Misalkan saja, sudah 3 atau 5 hari kita tidak mengunjunginya. Lalu pada hari keempat atau keenam, ternyata sudah begitu banyak tulisan baru. Katakanlah ada rata-rata 3 hingga 4 tulisan baru per hari. Bayangkan saja, dengan waktu yang terbatas, dalam sekali kunjungan saja, apakah semua tulisan yang sudah terlewatkan tersebut akan sanggup kita lahap habis?
Masih mendingan kalau rata-rata tulisannya ringan atau pendek. Bagaimana kalau mayoritas agak berat dan panjang? Bagaimana kalau rata-rata tulisannya sangat berbobot, inspiratif, dan sangat layak dibaca? Tidak merasa sayangkah sang pemilik blog jika banyak yang melewatkan tulisan bagusnya karena tidak sengaja atau terpaksa oleh kondisi?
Mungkin hal ini yang harus benar-benar jadi bahan renungan bagi para pemilik blog yang sangat produktif dalam menulis dan sangat kencang dalam mengupdate blognya.
Saya tidak bermaksud mencampuri hak pribadi sang pemilik blog. Tak pula bermaksud mengatur. Apa hak dan kuasa saya untuk mengatur, mencampuri, atau bahkan memaksa? :P
Ah, anggap saja ini cuma ungkapan hak pribadi saya untuk lebih mudah dan nyaman dalam mengikuti perkembangan update sebuah blog.
Toh, masalah frekuensi update blog yang ideal sebenarnya tidak ada patokan bakunya. Semua tergantung pada tujuan utama tulisan-tulisan yang kita publish, tingkat ringan-beratnya, panjang-pendeknya, serta variasi jenisnya.
Kesimpulan
Jika Anda yakin tidak akan ada yang melewatkan satu pun tulisan bagus Anda (walau Anda cukup sering mengupdate blog), silakan teruskan kebiasaan dan semangat Anda yang sangat tinggi untuk terus mempublish tulisan baru tersebut.
Namun jika Anda ingin agar setiap tulisan Anda lebih besar kemungkinannya untuk dibaca (secara seksama dan mendalam) serta ingin agar pesan-pesan positifnya bisa mengendap lebih lama di benak para pembaca, ada baiknya mulai sedikit mengurangi frekuensi update.
Tidak ada ruginya berusaha memaksimalkan kadar manfaat setiap tulisan Anda demi pembaca. Berusahalah mengerti bahwa tidak semua pembaca blog Anda bisa setiap hari berkunjung. Berusahalah juga untuk mengerti bahwa mereka tidak cuma membaca blog Anda. Beri kesempatan mereka untuk lebih lama mengendapkan pesan-pesan inspiratif dalam setiap tulisan Anda. Beri mereka ruang untuk sedikit bernafas.
Kecuali kalau Anda cuma mementingkan kepuasan menulis diri sendiri.
Saran dari saya
Jika tetap ingin rutin mempublish lebih dari satu posting per hari, ada baiknya memberi variasi antar satu posting dengan yang lainnya. Terutama dalam hal panjang-pendeknya, ringan-beratnya, serta jenisnya.
Mohon maaf jika opini saya terkesan menggurui. Salam hangat selalu.
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS






Firefox 3.0 | Windows XP
Ini post bener sekali. Dulu saya nggak sempat mikir gitu, yang penting nulis dan posting. Karena rencana awal ngeblog memang hanya untuk kesenangan diri sendiri. Tapi waktu itu saya membatasi diri agar hanya bikin post sejumlah hari dalam sebulan. Jadi maksimal 31 post per bulan, meski jadwal postingnya nggak teratur (misalnya hari ini memposting 5 tulisan, kemudian libur 5 hari).
Tapi kemudian saya diprotes pembaca, karena memposting tulisan secara bertumpuk (apalagi postingnya panjang-panjang semua) dirasa cukup melelahkan. Akhirnya saya pun menyiasati hal itu dengan memposting beberapa tulisan sekaligus, tapi hanya satu atau dua saja yang panjang, sedang yang lain saya usahakan pendek-pendek. Cara semacam itu masih saya gunakan sampai hari ini. Dan belum ada yang protes lagi.
Eh, sebentar, apa jangan-jangan post ini nyindir blog saya? :D
Chromium 14.0.817.0 | Ubuntu 11.04
hoeda, wah, ada komentar baru ternyata. Postingan ini pada dasarnya untuk semua yang pernah mempraktekkan “gila submit” per hari :) Tapi secara khusus sebenarnya saya tujukan pada admin sebuah blog yang cukup terkenal dan sedikit kontroversial. Jadi, bukan untuk blog mas hoeda sih. Saya malah baru tau kalo mas Hoeda cukup sering mengupdate blognya. Maklum, saya jarang berkunjung ke blog mas Hoeda.
Soal nggak ada yang protes, bisa jadi karena masih dianggap wajar. Tapi bisa jadi juga karena merasa nggak enak mau protes lagi :D
Firefox 5.0 | Windows XP
cuma ikut nyimak dan mangut2 aja,
memang bener sih,kalau terlalu sering memang gak bagus kalau terlalu jarang juga gak bagus,yang paling pas tuh yang sedang2 saja,kaya lagu aja yah?!tapi salut untuk postingnya mas is :D
Chromium 14.0.813.0 | Ubuntu 11.04
D3NYC4HYOE, iya mas. Yang bagusnya sih sedang-sedang saja (kayak lagu dangdut itu) :-D
Firefox 3.6.8 | Windows XP
Saya Gak Bisa Kasih Komentar Apa
Artikel Ini Sudah Sangat Sempurna Untuk Di Komentari
WordPress 3.0.4
[...] Inilah Dilema Jika Frekuensi Update Blog Terlalu Kencang [...]
WordPress 3.0.3
[...] Anda tetap ngotot dengan kebiasaan Anda mempublish tulisan panjang dan agar berat dengan frekuensi yang cukup tinggi dalam sehari atau dalam seminggu. Silakan baca tulisan saya sebelumnya tentang dilema frekuensi update blog yang terlalu kencang. [...]
Google Chrome 7.0.517.44 | Windows XP
ya segi positifnya, mungkin mereka meluapkan uneg-uneg yang mereka tidak bisa sampaikan di dunia nyaya :-D
ingat dulu pertama kali blog sebelum komersial masih digunakan seperti diary online ^^
mungkin kalau dilihat dari segi teknis seperti SEO atau pageview, beberapa dari mereka ada yang peduli ada juga yang tidak.
terlepas dari segi teknis, selama ada manfaat atau pengalaman baik yang mereka tulis di blog ybs, insyaAllah pasti berguna bagi visitor, baik di masa ini maupun di masa mendatang
Google Chrome 10.0.612.1 | GNU/Linux
@Willy Merdiansyah, pada dasarnya saya setuju dengan pendapat mas. Sesering apa pun mengupdate blog, tetap berpotensi dibaca sepanjang pengarsipan blog kita sudah cukup baik dan rapi. Bahkan sekalipun blognya tidak pernah dipromosikan melalui blogwalking dan berkomentar di blog lain. Pengunjung tetap bisa terjaring, misalnya melalui mesin pencari.
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows 7
wah..ulasan yang menarik mas.sampai mikir segitunya y mas..tapi saya juga setuju sekali dengan pemikiran mas ini.cuma klo artikelnya berbentuk tutorial seperti milik saya,sepertinya ga terlalu mesti fresh jadi bisa sekaligus updatenya.hehe
lanjut terus mas.di tunggu pemikiran selanjutnya. :P
Chromium 8.0.552.215 | Ubuntu 10.10
@ati-zone, kalo artikel tutorial emang gak terlalu bermasalah jika diposting dengan frekuensi yang tinggi. Toh, peluang untuk dikunjungi dari mesin pencari dan menu navigasi blog kita tetap terbuka. Lain halnya jika posting tersebut berupa opini dan pengarsipan/navigasi blog kita tidak terlalu rapi atau baik. Makasih atas komentar perdananya di blog ini.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
saya setuju bro…oleh karena itu tentunya kita harus tetap menjaga updating blog agar jgnterlalu kencang..biasa aja..yg penting inget update..hehe
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@julicavero, yang penting jangan kelamaan hiatus aza mas :lol:
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Wow..dulu saya sering ngeblog serampangan…posting semangat sekali…sehingga artikel-artikel saya banyak yang lolos komentar…nah karena sekarang aliran ngeblognya sambil nyari duit tambahan, artikel yang berpeluang untuk dikomentari saya seting sticky…tapi tetep nggak ada komentar…ya sudahlah…terpaksa harus ngeblog saja dengan ikhlas…insyaAlloh…tetep enjoy…
terima kasih atas inspirasi untuk tidak keseringan update blog
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@Narmadi, kalo postingnya bukan berupa opini, saya rasa gak masalah sih keseringan update. Tapi kalo dimaksudkan agar besar peluang dibacanya (bukan cuma peluang untuk dikomentari), saya rasa perlu diatur jadwal publikasinya. Makasih kembali Pak.
Flock 3.0.0.3989 | Windows XP
Menurut sy, tulisan ini tidak menggurui. Tapi menyadarkan. Sy setuju. Sy pernah sehari menerbitkan 5 tulisan. Memang benar bahwa proses peng-index-an oleh search engine menjadi kilat. Tapi banyak tulisan itu menguap. Tidak dibaca orang. Sy jadi berpikir bagaimana meletakkan konsep “berbagi” yang sy usung dari kegiatan ngeblog. Akhirnya sy memilih menurunkan intensitas menerbitkan tulisan tetapi sedapat mungkin menerbitkan yang bermakna. Salam kenal.
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@febriosw, wah, makasih sekali atas apresiasinya mas. Saya rasa kesadaran akan makna berbagi itulah yang memang harus benar-benar dihayati. Salam kenal kembali dan makasih atas komentar perdananya di blog ini.
Opera 10.63 | Windows XP
makin banyak tulisan, makin banyak longtail keyword
Firefox 3.6.8 | Windows 7
Saya setuju dengan mas Is.
Karena saya termasuk yang ga rajin banget update blog.he…
Firefox 3.5.15 | Mac OS X 10.6
Kalau saya ya sesuka saya, dan kebetulan saya punya lebih dari satu blog. Kalau lagi seneng dan banyak bahan (kebanyakan pakai foto jepretan sendiri) yang saya tulis.
Saya sadar bahwa itu bisa membuat pembaca keteteran lalu jadi malas membaca, tapi bagi saya bukan soal karena (1) Saya menghasilkan konten sendiri (2)Saya tidak mengganggu orang lain :))
Bukan itu sih yang penting. Kalo tertunda karena malas atau sibuk maka semuanya menguap, bahkan lupa. Nah supaya benak bisa fresh, dan tidak memaksa orang untuk mendengarkan cerita saya, tapi saya tak diperam oleh lamunan saya sendiri, maka saya tuang ke blog saja. :)
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@Antyo Rentjoko, kalau begitu ceritanya, berarti Paman Tyo menulis karena kesenangan pribadi saja dan tidak terlalu berorientasi untuk berbagai manfaat lewat tulisan tersebut bagi pembaca ;)
Firefox 3.5.16 | Mac OS X 10.6
@iskandaria, Memang, dan itu saya sebutkan dalam beberapa tulisan (termasuk e-book Saya dan Blog. Pada lapis awal, sebagian orang ngeblog kan untuk diri sendiri baru kemudian berbagi.
Tulisan saya banyak dan setiap tulisan punya nasib masing-masing, termasuk tidak sempat dikomentari orang karena terlewat dari perhatian. Tapi bagi saya itu semua bukan soal karena waktu orang kan terbatas. :D
Di luar itu kalau saya malas ya saya tidak update apapun bahkan bisa lama. Saya bergantung pada mood. Karena ngeblog kan soal hati *halah* hahaha….
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@Antyo Rentjoko, setuju Paman. Mood itulah yang menjadi pendorong untuk menulis. Yach, pada akhirnya cuma masalah pilihan dan konsekuensi saja.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
kalo blog yang kontennya berupa opini sangat disayangkan jika update terlalu sering, tapi kalo berkaitan dengan tutorial sangat mungkin
lagipula kalaupun ingin publish setiap ada ide yang masuk kan bisa diatur publishnya ya mas
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@Abdul Hakim, betul mas. Kan bisa kita atur atau tahan sejenak. Demi pembaca juga sih. Jadi tidak cuma mementingkan kepuasan diri sendiri.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
Terimah kasih mas untuk postingannya dapat ilmu nich,maklum mas saya baru membuat Blog..
salam knl ya mas,Jika Berkenan Silahkan Mampir balik..:)
Firefox 3.6.12 | Windows XP
Udah komeng atau belom ya?
+:pikun Mode :ond
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows XP
@Fadel,
pencet aja CTRL+F trus ketik Fadel..
ada gak?? kan bs tau udah koment atau belum
CMIIW
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows XP
Kadang alasannya sangat sentimentil. Nggak ingin kelewatan moment penting atau memang pikiran lagi flow dan baru bisa plong kalau sudah dituangkan ke dalam tulisan.
Google Chrome 10.0.602.0 | Windows XP
@Agus Siswoyo, kadang saya juga ngalamin kayak gitu sih mas. Rasanya pengen cepet-cepet aja dipublish, padahal posting sebelumnya masih hangat atau masih pada hari yang sama. Khawatirnya kalo kelamaan mengendap di word, nanti pas dipublish udah nggak mood lagi kali ya, terutama pas mau nanggepin komentar yang masuk.
Firefox 3.5.16 | Mac OS X 10.6
@Agus Siswoyo, Saya sependapat dengan njenengan :)
Opera 10.63 | Windows Vista
Ha ha…, saya setuju dengan tulisan Mas Is sepenuhnya :) – lagi pula blog kan tidak bermoto “the speed that you can trust”.
Ada satu poin yang mungkin saya ingin tambahkan sebagai salah satu sudut pandang, walau sebuah blog yang diperbarui dengan frekuensi yang (relatif) tinggi tidak mencari pengunjung (katakan misalnya demikian), namun masih dijadikan pertimbangan untuk bisa diakses publik, pertimbangannya adalah dari sisi mesin pencari, jika admin perlu mencari arsip blog, maka google bisa membantu dengan baik, dan hanya blog yang dibuka untuk publik saja yang akan diindeks oleh google dan mesin telusur lainnya :).
Google Chrome 10.0.602.0 | Windows XP
@Cahya, ha..ha..ha.. Motonya boleh juga tuh mas (‘the speed that you can trust’). Itulah mas, seandainya blog dengan frekuensi update yang tinggi tersebut tidak terlalu mencari pengunjung (katakanlah dari mesin pencari), tetap saja sang admin akan membutuhkan mesin pencari. Terutama jika metode pengarsipan blognya tidak begitu rapi.
Google Chrome 6.0.472.0 | Windows XP
satu lagi mas….. kalau terlalu sering memposting artikel, ada efeknya dalam hal feedburner…. yang ada pada udahan langganan feed burner…
1. kalau mereka suka blognya , maka mereka akan berhenti berlangganan dengan alasan… ” ah gw juga tiap hari ke blognya “. mendingan gak usah langganan feed burnernya aja deh. menuh-menuhin email gw aja.
2. kalau mereka sukanya gak terlalu , mereka akan berhenti feedburner… dengan alasan… ” kok jadi penuh ya email gw gara- gara email dari feedburne. gw demen juga gak banget banget tuh ”
itu dari segi feedburner.
tapi setelah membaca artikel panjang ini…. yang saya benarkan banget adalah ” terlewatnya detik detik pengunjung meresapi setiap artikel tersebut ”
bener banget pendapat mas Is !
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@Khalid Abdullah, sip banget dah analisanya mas. Sangat masuk akal. Saya pun kemungkinan besar akan berhenti berlangganan artikalnya (via email) kalo terlalu sering diguyur posting dalam sehari. Mending langsung berkunjung aja via address bar. Dengan konsekuensi, ada beberapa posting bagusnya yang secara tidak sengaja atau terpaksa saya lewatkan begitu saja.
Makasih banyak buat tambahan analisanya mas. Oya, maaf banget nih. Saya jarang banget online di YM. Kalo memang ada beberapa pertanyaan yang perlu untuk dijawab dengan lebih komplit, mas Khalid bisa tanyakan via email aja. Alamat email saya ada di halaman kontak blog ini.
Bebas aja mau tanya apa dan berapa pun jumlah pertanyaannya. Sepanjang saya bisa jawab, pasti akan saya jawab.
Firefox 3.6.10 | Windows XP
Ada dua pertimbangan untuk saya.
1. Frekuensi update blog yang digunakan untuk monetizing.
Saya rasa untuk poin ini frekuensi update blog yang lebih besar akan sangat menguntungkan karena memang yang dibutuhkan untuk blog yang digunakan dalam monetizing membutuhkan visitor yang berlimpah
2. Frekuensi update blog yang digunakan untuk sharing.
Nah.. untuk urusan yang ini, saya lebih setuju jika update blog lebih di perhatikan. Usahakan pengunjung bisa membaca satu per satu artikel yang kita publish.
frekuensi seperti ini cocok untuk blog pribadi misalnya.
Salam,
Danu Akbar.
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@Danu Akbar, kesimpulannya mantap banget mas. Saya setuju abis. Sudah merangkum tulisan panjang saya di atas dengan sangat padat. Makasih banyak.
Firefox 3.6.12 | Windows 7
diskusi menarik… saya ikutan nyimak saja
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
saya kemaren sempat menerapkan 1 post a day.. tp akhirnya keteteran membalas komentar dan seperti kata mas is, kasihan pembaca gak bs menikmati bacaaan² lama..
sekarang balik lagi 2-3 hari per post..
mgkn kalau ada ide bisa diakali dengan schedule post.
kalau blog yg terlalu cpt post atau lebih dari 3 post/hr kemungkinan memang untuk monetize mas.. bukan utk dinikmati pembaca :D
Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP
@tomi, kalau untuk monetize bisa kita ketahui dari jenis postingnya mas. Rata-rata yang untuk monetize itu postingnya berupa news hangat dan info-info singkat terkini. Nah, kalau blog yang saya maksud pada tulisan di atas postingnya mayoritas berupa opini mendalam dan inspiratif. Itu yang sedikit saya sayangkan.
Satu posting per hari memang punya konsekuensi merepotkan kita dalam membalas komentar yang masuk. Kecuali kalo trafik komentar yang masuk tidak begitu tinggi.
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows XP
@iskandaria,
jadi penasaran blognya apa mas :D
bisikin bolehh? :D
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@tomi, gak boleh mas. Biar mas Tomi tau sendiri aja..ha..ha..ha..
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows XP
@iskandaria,
ahahahah..
lah ada clue nya gak nih mas :D
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@tomi, waduh, gimana ya. Ok deh. Blognya punya 2 tema utama, yaitu seputar blogging dan filsafat agama+moralitas. Cukup itu ya clue-nya. Sebenernya masukan saya bukan cuma buat blog tsb. sih, tapi juga buat semua blog yang punya karakter sama (sama-sama kenceng banget frekuensi update-nya dan bukan bertujuan utama untuk monetisasi).
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@iskandaria, meskipun dah pake clue ttp gak tau mas :((
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@tomi, ha..ha.. Sabar aja ya mas ^-^
Firefox 3.6.12 | Windows XP
biasanya yang update skencang itu untk keperluan monetisasi saja mas.. sangat jarang updet sebanyak itu dengan tulisan berbobot yang unique artikel..
at all saya sangat setuju dengan postingan ini.
salam kenal :)
Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP
@azaxs, ada kok yang update sekencang itu dengan artikel yang unik dan rata-rata berupa opini malah. Kalau cuma berupa news atau info ringan sih kayaknya banyak ya. Salam kenal kembali mas. Makasih sudah berkunjung.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
wow saya sendiri malah nggak tahan kalau harus Update terus :cry:
Firefox 3.6.12 | Windows XP
Udah lama gak kesini ada diskusi menarik nih. Btw ntu blog sapa mas Is :mrgreen: ?
Tapi apa emg ada mas is blog yg posting sehari ampe 3-4 ? Satrya gak tau loh, yg tau sih blog satrya tiap hari update :lol:, tapi kadang2 2 hari sekali.
Bisikin donk blognya, pengen tau nih seberapa mantabnya sampai bisa meluangkan waktu menulis 3-4 artikel sehari. Salut deh klo emg bener2 ada :)
Menyindir seseorang nih kayanya kutipan di atas. hihihihi
Google Chrome 6.0.472.53 | Windows XP
@satrya,
“Tapi apa emg ada mas is blog yg posting sehari ampe 3-4 ”
huahahaha.. buanyak mas.. kan sekarang blogger indo dah pake robot²an, auto²an, mixer²an yang bisa mencapai 10 post per hari.. tujuannya jelas.. untuk SEO dan jg adsense :D
CMIIW
Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP
@phoneblog, kalau itu sih blog pencuri konten namanya. Semoga blog kayak gitu cepat tewas deh. Kasihan pengunjung awam yang terdampar di situ. Dibikin bingung berputar-putar :(
Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP
@satrya, hahahaa. Tulisan di atas memang untuk ‘menyindir’ sih mas. Memang ada kok blog yang setiap harinya bisa sampai 3-4 update. Bahkan rata-rata tulisannya berupa opini yang tergolong agak berat atau mendalam. Bukan sekadar berupa info ringan atau berita singkat kayak detik.com
Tapi saya dengan terpaksa gak pengen ngasih tau. Toh sebenarnya tulisan di atas bukan cuma buat satu blog tertentu sih.
Safari 5.0.3 | Mac OS X 10.5.8
Ah, saya setuju dengan posting-an Mas Iskandaria ini. Saya penganut “tidak posting lebih dr sekali dlm sehari”. Rasanya, kok eman gitu, ide2 dalam tulisan dikeluarkan semua sekaligus dalam sehari. Lebih baik bertahap. :)
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@Asop, memang sebaiknya bertahap saja jika ingin lebih memaksimalkan manfaatnya bagi pembaca. Kecuali kalau target pengunjung blog kita hanya yang berasal dari mesin pencari. Namun jika ingin merangkul lebih banyak pengunjung setia yang berlangganan lewat RSS feed atau berkunjung langsung (dengan mengetik langsung di address bar), hemat saya lebih baik tidak membombardir mereka dengan banyak posting dalam sehari.
Makasih mas ASop.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
Kalo artikel yang kita posting mengandung ‘nilai yang pantas dibagi’ memang sangat disayangkan jika kemudian terlewatkan begitu saja oleh pihak yang layak mendapatkannya, hanya karena ‘terlindas’ dengan artikel baru yang terlalu kencang ‘menyalip’nya :D
Sementara untuk artikel yang ‘asal cerita’ aza, tak masalah jika terlewatkan pun :)
===
Saya sendiri jika merasa ‘muatan’ artikel yang ditulis itu memiliki ‘nilai lebih’ maka dibiarkan nangkring beberapa hari. Namun, jika artikelnya cuman OOT, sehari pun bisa dilindas lagi (Itu pun kalo lagi ada ide baru) :(
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@Erdien, wah, mantap juga analogi yang Pak Erdien gunakan. Pakai salib-menyalib dan lindas-melindas. Mengingatkn saya pada balapan dan lindasan truk tronton…ha..ha..ha..
Pokoknya akur banget deh dengan komentar Pak Erdien.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
kalo frekuensi update blognya, speednya melebihi 7,2 mgb wah memang sepertinya mubadzir, karena para pembaca khan gak hanya baca di satu blog…
apalagi kalo tulisannya butuh dahi berkerut hehe bisa2 para pembaca tua dini
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@Ahmad, betul juga mas. Tapi itu kalo pembacanya terlalu memaksakan diri sih. Kalo dibawa santai nggak juga kayaknya.
Opera 10.62 | Windows XP
Menurut saya itu kembali lagi ke tema blog kita dan siapa saja pengunjung blog kita. Tips dari mas Is ini menurut saya cenderung hanya untuk blog personal. Karena narablog juga harus bisa menjaga imagenya dihadapan pembacanya.
Namun jika diaplikasikan ke blog umum seperti blog tutorial, blog pendidikan, dll tentu bisa dan lebih bagus jika sering update dengan ilmu-ilmu barunya. Karena memang itulah tanggung jawab moralnya.
Hanya sekedar opini saya saja mas Is..
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@dHaNy, sebenarnya yang agak saya tekankan adalah masalah jumlah tulisan yang diposting per hari saja. Kalau terlalu banyak dalam sehari (misalnya sampai 3 atau 4), sementara semuanya tergolong tulisan berat atau agak panjang dan butuh waktu untuk menyimaknya secara seksama, itu yang agak saya sayangkan.
Kalau untuk blog non personal milik suatu sintansi, bagi saya tidak masalah.
Firefox 3.6 | Windows XP
waw, kalau menurut saya peribadi uraiannya sangat masuk akal sekali kang. saya setuju dengan itu. kalau posting 1/ hari menurut akang bagaimana? apa bisa disebut terlalu kencang juga kang?
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows XP
@ajundi14, betul, menurut mas Is, apakah terlalu kencang speednya? :mrgreen:
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@ajundi14, kalau 1 per hari menurut saya paling ideal untuk jenis blog bukan berita atau bukan tentang info-info terkini. Dua per hari pun sebenarnya masih wajar menurut saya, asalkan tidak berat keduanya atau divariasikan jenis dan panjang-pendek tulisannya.
Firefox 3.6 | Windows XP
@iskandaria, oke kang kalau begitu, makasih atas sarannya
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows XP
@iskandaria, ooo hehe aman dech. :D
Google Chrome 7.0.517.44 | Windows XP
menurut saya kl update blog yg bagus 3 artikel per minggu. kl blog personal terlalu update, gmn orang mau baca tulisan yg kita tulis sebelumnya :D
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows XP
untung saya bukan dalam kategori ngebut. :mrgreen:
cuma berusaha untuk membiasakan diri minimal sehari satu, walaupun masih belum bisa. itupun cuma tulisan ringan.
Tapi ada benarnya juga kata mas Is, update terlalu ngebut justru akan membuat tulisan itu akan mengendap, seperti ucapan kang darin (indonesianer.blogspot.com)di salah satu kolom komentar saya.
blog kan bersifat easy digest, begitu dipost..sehari dua hari pun tulisan itu akan menguap, tergantikan oleh postingan2 selanjutnya.
Firefox 4.0b7 | Windows XP
@andi sakab, Tergantung dulu jenis artikelnya berupa artikel apa dulu, Mas Andi. Kalau artikel model berita (news), iya. Gampang sekali menguap dan menjadi basi. Tapi kalau artikelnya jenis artikel pilar, mau masanya da lewat setahun pun tetap akan dicari orang.
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@Joko Sutarto, setuju sekali dengan pendapat Pak Joko. Semua memang tergantung pada jenis tulisannya.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
@Joko Sutarto, dan lagi, artikel pilar itu betul2 ‘ditangkap’ oleh pencari informasi yang tertarget. Saya rasa ke-pilar-an sebuah artikel bersifat subyektif di masing2 niche blog.
Eh, benar begitu? :D
Firefox 4.0b7 | Windows XP
@Darin, Benar sekali, Mas Darin. Tentang Artikel Pilar itu sebetulnya hanya penyebutan saya aja. Saya lebih suka menyebut artikel pilar untuk jenis-jenis artikel yang memang punya kualitas.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
Setuju aja mas, karena saya juga jarang Update posting :shock:
Firefox 4.0b7 | Windows XP
Jika postingnya berupa memo-memo pendek seperti punya Paman Tyo rasanya mau sehari update 5 kali pun tak masalah. Pembaca tak akan terengah-engah untuk membacanya.
Tapi kalau model tulisannya panjang, mendalam dan perlu merenung lama seperti model tulisan sastra, terlebih yang punya plot terbuka, Mas Is betul bahkan gaungnya aja belum selesai di benak pembaca tapi sudah digrujuk (diguyur) artikel terbaru lagi. Sayang jadinya artikel kita akan banyak dilewatkan oleh pembaca.
Ehm, saya malah dulu pernah benar-benar menulis 6 Alasan Mengapa Anda Perlu Menunda Posting Blog. Dan diantara alasannya juga sama seperti alasan di opini artikel ini.
Orang boleh saja menganggap ini sebagai pembenaran karena kita tak bisa update beberapa posting tiap hari tapi faktanya banyak blogger, termasuk saya tidak punya waktu dan energi yang sedemikian besar untuk nulis sekencang itu. Bisa-bisa saya melalaikan anak istri dan pekerjaan offline saya kalau sampai harus menguras energi untuk update blog sekencang itu. :D
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@Joko Sutarto, hahahaa. Bisa juga nih Pak Joko. Saya pun tidak punya energi menulis yang teramat besar. Satu tulisan yang mendalam per hari sudah merupakan prestasi menulis yang sangat baik bagi saya.
Tapi saya juga menghargai mereka yang bisa menulis dengan sangat kesetanan atau sangat produktif, terutama di waktu senggang yang dimiliki. Bagi saya itu tidak masalah dan memang bukan itu yang mau saya permasalahkan.
Makasih atas referensi tulisannya Pak. Saya dulu pernah baca sih. Tapi saya mau baca lagi ah.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
Itulah dilema yang pernah saya alami Mas…
Dulu, sehari saya bisa update 1 sampai 2 kali…
Apalagi ketika ikut kontes SEO.
Lalu lama2 saya berpikir, apakah tenaga saya yang sangat terbatas ini terbuang percuma hanya untuk hal seperti itu?
Lalu saya mengambil keputusan, update cukup 2 atau 3 hari sekali, kecuali kalau ada pertimbangan lain.
Pertimbangan lain yg saya maksud misalnya ada hal yang segera harus saya sampaikan, atau bisa juga kalau postingan sebelumnya terasa garing… :D
Jadi saya merasa ideal saya update adalah 2 atau 3 hari sekali
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@marsudiyanto, untuk blog yang mayoritas kontennya bukan tergolong berita atau info-info terkini, saya rasa frekuensi update yang ideal memang sekitar 2 atau 3 hari sekali saja. Maksimal 1 hari sekali atau setiap hari (dengan cukup 1 posting per harinya). Apalagi jika berupa tulisan inspiratif, opini, atau tips yang pembahasannya agak mendalam/detail.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
saya setuju dari saran admin blog ini….:)
Chromium 9.0.587.0 | Ubuntu 10.04
Hati-hati, kalau terjadi salah pemahaman, nanti dikira tulisan ini sebagai pembelaan admin blog yang tulisannya beberapa kali ‘agak lambat’ :D
Firefox 4.0b7 | Windows XP
@aldy, ha..ha..ha,… “nanti dikira tulisan ini sebagai pembelaan admin blog yang tulisannya beberapa kali ‘agak lambat’ :D”
sindirannya kena banget…sama kayak saya mas..update sakpenak udele dewe..
karena memang kapasitas memory otak saya terbatas,jadi terkadang mood menulis/update harus di pancing dulu dengan keluyuran dari gang ke gang lain…
Safari 5.0.3 | Windows 7
@aldy, malah beberapa kali terlalu cepat. Ya gak? :D
Google Chrome 8.0.552.215 | Windows 7
@ganda, Hehehhe….iya juga Bro, tapi sekarang mas Is, sudah ada tempat untuk melampiaskan keinginannya mengeluarkan pendapat, disini, sekarangn ritmenya bisa diatur :D
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@aldy, hahahaaa.
Firefox 3.6.11 | Ubuntu 10.04
Hmmm… sepertinya saya tahu siapa ‘dia’. :D
Pengaturan arsip memang sangat membantu dan setidaknya pengunjung sudah bisa memilih porsi mana yang mereka butuhkan.
Ibarat orang yang suka menyanyi, dia akan menyanyi di dapur, kebun, kelas, bahkan kamar mandi sekalipun dan tidak peduli nanti ada orang yang terusik dengan suara tersebut atau tidak. Jika ada yang suka pasti akan bilang “gak nyangka suara bagus juga ya”
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@agung, hehehe. Analogi yang bagus juga mas. Ya, metode pengarsipan posting memang cukup membantu sih bagi saya. Siapa tahu nanti bisa saya cicil membacanya kapan-kapan.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
saya sebagai pembaca yang berlangganan RSS dari sebuah blog tertentu, jika terlalu banyak tulisan yang di publish, maka saya akan langsung skip beberapa tulisan dan hanya membaca satu atau dua tulisan yang saya anggap paling menarik.
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@imadewira, biasanya saya juga begitu (mendahulukan yang saya rasa paling menarik). Sisanya yang belum sempat saya baca, mungkin lain kali jika ada waktu lagi. Kalau sudah keburu tertimpa banyak tulisan baru, kemungkinan akan saya abaikan saja.
Firefox 3.6.12 | Windows 7
Mas is,
agaknya orang yang gemar mengupdate blog dalam frekuensi yang (sangat) tinggi adalah orang yang senang menulis, dan tidak semata-mata bertujuan untuk berbagi.
Saya pun bila bertujuan utk berbagi, akan melakukan update dengan frekuensi yang optimal, yaitu tidak sering, tidak pula lambat. Terkadang setelah posting saya kembali mengoptimalkan tulisan tersebut dengan cara submit ke berbagai layanan socmed. Itu semata-mata saya lakukan agar banyak orang yang membacanya.
Kembali ke topik. Jadi sepertinya saran mas is kepada “orang tsb” mungkin keliru, karena “orang tsb” lebih bertujuan kepada kesenangan semata.
Just my op.
Safari 5.0.3 | Windows 7
@rismaka EA, Untuk yang terakhir, +1. Masalah
sebenarnya menurut saya mereka berbagi. Itu alasannya kenapa mereka menulis di blog. Hanya saja, mereka tidak memikirkan ada pembaca atau enggak. :D
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@ganda, lebih tepatnya tidak mau peduli jika ada yang baca atau enggak ya kalo gitu. Berarti kalau tujuannya masih terselip ingin berbagi alias ingin ada yang baca selain dirinya, dia masih sedikit mikir tentang pembaca selain dirinya dong :lol:
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows XP
@iskandaria,
saya sehari bisa posting 10 judul, tapi kemudian di schedul biar terbitnya satu aj tiap hari…
hahaha…
nggak nyadar klo nggak semua pmbaca itu spt saya yg bs mnghbiskn puluhn posting untuk dibaca
Google Chrome 10.0.636.0 | Windows XP
@rohani syawaliah, hahaha. Ada-ada aja mbak Hani ini. Hebat dong bisa melahap puluhan posting untuk dibaca ;)
Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux
@rismaka EA, semoga tujuannya memang semata untuk kesenangan pribadi :) Makasih mas Adi.
Tapi mungkin ia tidak menyadari bahwa tulisannya juga mengandung nilai yang bermanfaat bagi orang lain. Lain soal kalau cuma berupa diary.
Firefox 3.6.12 | Windows XP
@rismaka EA, saya demen banget komen yang ini :D
Firefox 3.6.12 | Windows XP
sangat setuju mas…
ulasannya nanti mas ya, mo kerja dulu
sukses ya