Efektivitas Proses Edukasi Pembaca Lewat Pengulangan Topik

webhosting Indonesia

Senang sekali rasanya ketika saya mengetahui ada beberapa pembaca blog ini yang mulai memahami ‘web usability’ (kebergunaan web) dari perspektif user atau pengguna. Lebih senang lagi ketika saya tahu apa yang paling diingat atau paling nancap di benaknya mengenai topik blog ini.

Itu artinya, tidak sia-sia saya mengulang-ngulang pembahasan topik seputar ‘web usability’, keterbacaan (‘readability’), serta tipografi. Semuanya saya sajikan dengan fokus yang agak berbeda pada setiap postingnya. Dengan harapan, pembaca blog ini bisa lebih mampu memahami secara baik konsep-konsep yang saya bahas. Tujuan lain yaitu agar pembahasan bisa lebih spesifik dan tidak melebar dalam satu posting.

Hal tersebut cukup penting untuk bisa lebih ‘menancapkan konsep’ atau edukasi yang hendak saya tanamkan. Hasilnya, saya boleh sedikit senang dengan beberapa respon pembaca mengenai tulisan blog ini. Tiga kutipan komentar berikut mungkin bisa cukup mewakili. Silakan klik gambarnya untuk menelusuri sumber aslinya.

komentar mas Darin

penggalan komentar di blog darinholic.com

komentar-indaam

penggalan komentar di blog indaam.com

komentar-agussiswoyo

penggalan komentar di blog agussiswoyo.com

Dari cuplikan 3 komentar di atas, poin tentang keterbacaan (readability) ternyata paling nancap. Saya bersyukur. Topik tersebut sebenarnya belum begitu banyak diangkat oleh blog-blog berbahasa Indonesia. Oleh sebab itulah, saya coba sedikit mengupasnya secara berkala.

Sebenarnya saya bukan seorang praktisi web (baik itu web desainer maupun web developer). Namun saya cukup menaruh minat pada bidang ‘web usability’ maupun ‘web accessibility’. Saya lihat banyak pengembang web (misalnya pembuat theme) belum begitu memperhatikan masalah tersebut, terutama masalah tipografi dan keterbacaan web.

Sehubungan dengan itu, saya akan terus berusaha mengangkat hal tersebut secara berkala via blog ini (di sela-sela penyajian topik lainnya). Mudah-mudahan saya punya energi yang cukup dan bisa lebih baik lagi dalam menyajikannya.

readability-icon

Ibarat proses indoktrinasi nilai-nilai tertentu, saya rasa pengulangan topik yang sama bisa dibilang metode yang sangat efektif. Tentu saja perlu disajikan dengan fokus yang berbeda pada setiap ulasannya agar pembaca tidak mudah jenuh.

Untuk mengedukasi pembaca dengan konsep tertentu, membahas topik yang sama rasanya tidak bisa dihindari. Terlebih lagi jika menyangkut topik seputar tipografi, readability (keterbacaan web), dan kebergunaan web secara umum. Persentase bahasan mengenai topik tersebut rasa-rasanya masih kalah jauh dibandingkan dengan topik seputar SEO dan tips blogging secara umum.

Bahkan masih kalah jauh dibandingkan dengan topik seputar tutorial coding (HTML dan CSS) yang sekadar memberikan tips bersifat teknis tanpa disertai tinjauan dari sisi kegunaan bagi user.

Semoga lebih banyak praktisi dunia web yang tidak sekadar jago coding, tapi juga memahami dan mau mengaplikasikan konsep-konsep ‘web usability’. Semuanya demi kemudahan user dalam menyerap informasi yang tersaji.

Ada opini soal ini?

Maaf, karena alasan tertentu, kotak komentar ditutup!

  1. [...] baca tulisan saya sebelumnya tentang efektivitas edukasi pembaca lewat pengulangan topik yang sama? Nah, untuk menindak-lanjuti tulisan tersebut, kali ini saya sengaja merangkum berbagai [...]

  2. isnuansa
    Firefox 3.6.13 | Windows 7

    Soal link yang tidak terbaca ketika dihover, itu masuk bidang keterbacaan nggak Mas?
    *lirik banner di atas kolom komentar*

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    oh. Kalo itu nggak masuk mbak. Tapi itu memang kurang selaras juga sih dengan konsep ‘web usability’ *ngaku*

  3. julicavero
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    rasa-rasanya saya masih butuh mempelajari web usability sob..masih blm ngerti sih…

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @julicavero, kalau baca-baca tulisan saya seputar itu mungkin akan bisa lebih mudah mengerti, soalnya saya tulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Yang bikin nggak ngerti mungkin karena istilah yang digunakan saja.

  4. bro eser
    Google Chrome 8.0.552.237 | Windows 7

    memang benar bro, ada beberapa pengembang/desainer web yang kurang memperhatikan keterbacaan web. Untuk urusan mendesain template, faktor desain masih menjadi perhatian utama dibanding dengan tingkat keterbacaan.

  5. Abu Furqan
    Firefox 3.6.8 | Windows XP

    Saya memberikan apresiasi tinggi terhadap tema ‘readability’ yang diangkat oleh mas Iskandaria ini. Saya belajar banyak tentang bahasan ini dari mas Iskandaria, dan saya pun sudah mencoba mengaplikasikannya di blog saya, walaupun mungkin masih belum terlalu ideal.

    Salut untuk kafegue.com :)

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @Abu Furqan, makasih mas Abu. Saya senang jika semakin banyak narablog yang sadar akan pentingnya meningkatkan keterbacaan blog mereka. Semuanya juga demi mempermudah pembaca dalam menyerap informasi yang kita sajikan. Kalau mereka sudah nyaman dan mudah menyerapnya, maka tentunya nilai manfaat sajian-sajian kita akan bisa lebih maksimal menancap di benak mereka :)

  6. Cahya
    Opera 11.01 | Windows Vista

    Mas Is,
    Ngomong-ngomong soal usabiliti, di sini tidak ada tombol atau jalan pintas menuju kolom komentar dari mana saja ya? Misalnya setelah menggulung ke bawah, enaknya ada sesuatu yang bisa diklik dan langsung menuju borang tanggapan :) #maksa :D.

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @Cahya, oh, maksudnya di bawah komentar terlama yang paling bawah itu yach. Betul juga sih. Kayaknya emang perlu. Kirain saya cukup diletakkan di bawah area posting ;) Nanti saya coba tambahkan mas.

  7. agoest
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    bagi beberapa blogger,baik sang narablog ataupun penyedot ilmu narablog,topik seperti memang sedikit “berat”..
    entah mungkin karena belum terbiasa atau memang belum begitu urgent bagi sebagian blogger,…
    dan itu juga ada 2 kemungkinan,mengapa blogger belum perlu menerapkan ilmu “readability”
    jika bloggernya seperti saya,memang karena merasa belum mampu untuk menuju ke arah sana [readability],sedikit egois,asalkan nyaman menurut diri sendiri beres dah…
    atau mungkin memang mereka tak peduli,padahal bisa dan mengerti tentang readability…
    tapi entahlah…

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @agoest, beratnya bisa jadi karena bersentuhan dengan coding. Bisa jadi pula karena penyajiannya yang mungkin kurang membumi. Misalnya banyak penggunaan istilah yang masih kurang familiar. Saya sendiri berusaha melakukan pendekatan yang lebih membumi ketika menulis topik-topik seputar ‘web usabilty’ dan readability (masalah keterbacaan web itu).

    Tujuan saya, agar pembaca yang masih agak awam soal itu bisa lebih mudah memahami dan kemudian mempraktekkannya. Kalaupun mereka akhirnya tidak mempraktekkan, bisa karena 2 alasan. Pertama karena keterbatasan kemampuan teknis. Kedua karena memang masih belum punya kesadaran akan pentingnya hal itu diusahakan. Kalau belum sadar, akan sulit untuk punya niat yang kuat untuk mengaplikasikannya pada blog sendiri.

  8. marsudiyanto
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Ikutan belajar Mas Is…
    Memang seperti itulah ilmu…
    Meski bersaudara, sekolah di tempat yang sama, diajar oleh guru yang sama, les privat juga selalu berdua, tapi setelah keluar nilai bisa berbeda.
    Apalagi kalau muridnya heterogen kayak pembaca blog, pasti tingkat penyerapan maupun penerapannya bisa aneka rupa.
    Salam!

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @marsudiyanto, beda kepala beda isi kalau gitu ya Pak Mars. Makasih sudah ikutan belajar di sini. Kalau Pak Mars sih sebenarnya sudah jago dalam urusan HTML dan CSS. Mungkin bisa ditingkatkan lagi untuk mempelajari dan memahami konsep-konsep ‘web usability’. Kemudian berusaha mempraktekkannya untuk mempermudah pengunjung blog kita dalam menyerap informasi yang kita sajikan.

  9. Joko Sutarto
    Google Chrome 8.0.552.237 | Windows XP

    Kalau blog lokal yang bahas topik ini (web usability), setahu saya memang tak banyak. Contoh di blognya Mas Dani Iswara salah satunya. Ya, saya sependapat topik ini memang belum banyak yang mengulas. Tak sebanyak tema-tema tentang SEO dan bisnis online yang hampir tiap blog rata-rata mengulasnya, Mas Is.

    Saya setuju, pengulangan bahasan (repetisi) itu kadang perlu, tidak harus selalu menyajikan tema-tema yang baru atau segar terus. Hanya mungkin agar nampak menarik dan terlihat kreatif, benar kata Mas Is, beri penekanan bahasannya dengan variasi yang berbeda-beda setiap kali postingnya agar pembaca tidak jenuh.

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @Joko Sutarto, blog Bli Dani Iswara adalah salah satu inspirasi bagi saya dalam topik yang masih kurang populer tersebut Pak. Dari blog beliaulah saya memperoleh banyak sekali pengetahuan dan pemahaman baru soal kebergunaan web. Termasuk masalah kemudahan akses. Bli Dani sendiri cukup sering mengulang-ngulang hal yang sama. Namun itulah yang membuat ‘kampanye’ web usability-nya jadi nancep banget di benak saya :)

    Oya, sebenarnya blog mas Ardianzzz dan mas Adi Rismaka juga tergolong cukup sering mengupas hal itu. Namun sepertinya mas Adi Rismaka lagi vakum menulis. Sayang juga, soalnya ia punya minat juga dalam topik usability.

  10. dHaNy
    Opera 10.62 | Windows XP

    Saya baru mempraktekkan penggunaan line-height (spasi pada ms word) agar pembaca tidak sering kehilangan bacaan terakhirnya. Karena jika terlalu rapat akan sangat mudah kehilangan sampai mana dia membaca tadi. Serta pemilihan tiprografi yang tidak membuat mata lelah. Untuk ukuran font mungkin masih standar namun sudah saya perbesar dari bawaan theme. Silahkan melakukan zoom jika dirasa kurang terbaca.
    Menunggu diskusi dari temen-temen lain.

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @dHaNy, untuk ukuran font blog mas Dhany, saya merasa lebih nyaman membacanya ketika melakukan zooming sekali. Itu dalam kondisi lebar resolusi layar sebesar 1280px. Untuk jarak spasi antar barisnya sudah cukup nyaman (tidak ada masalah).

    dHaNy
    Opera 10.62 | Windows XP

    @iskandaria, Okey terima kasih atas masukannya mas Is. Kalau saya perbesar lagi nanti kurang sesuai dengan desain themenya.

    Maaf OOT tp masih ada hubungannya. Mau tanya untuk mengistal font di wordpress caranya gimana mas? Saya kemarin nyoba dengan teknik @font face tapi gak berhasil. Alhasil saya sementara pake plugin ttf, kekurangannya titlenya ketutup image. Kalau untuk jangka panjang nambah2 space juga nanti.

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @dHaNy, kalau menurut saya sih tidak akan merusak desain kok mas. Tapi yang penting mas Dhany dulu yang merasa nyaman. Pengunjung kan bisa mengakalinya dengan zooming-text atau menggunakan ekstensi readability.

    Soal install @font face, saya jujur aja nggak tahu mas. Saya belum pernah mencobanya dan memang masih kurang tertarik. Soalnya cenderung memperberat loading dan pada kondisi tertentu tidak kelihatan sehingga kurang bagus bagi ‘user-experience’.

    dHaNy
    Google Chrome 8.0.552.18 | Windows XP

    @iskandaria, Saya pernah baca teknik @font face itu file font nya ada di root kita ada 4 jenis agar bisa dibuka di semua browser. Itu masih memberatkan juga mas?

    iskandaria
    Chromium 11.0.654.0 | Ubuntu 10.10

    @dHaNy, coba mas Dhany kunjungi blog ardianzzz.com. Kalo gak salah di situ ada membahas teknik embedded font. Mudah-mudahan sedikit membantu.

  11. Orang Indonesia
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Jangan pernah samakan desainer dengan programer

    jangan samakan juga memprogram dengan mendesain

    jangan juga samakan semua Ilmu IT itu sama
    IT itu luas, banyak yang bersembunyi.

    So..tak ada dekorator dalam IT..
    developer, Programer, designer

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.648.6 | Windows XP

    @Orang Indonesia, betul. Saya juga tidak menyamakan beberapa bidang ilmu dalam IT tersebut. Pun tidak pernah menyamakan semua ilmu IT. Namun sederhana saja. Para perancang/pembuat/penulis coding web ada baiknya juga memahami konsep-konsep dalam ‘web usability’. Tidak peduli apakah mereka cuma seorang desainer atau developer. Tak peduli pula jika mereka cuma seorang perancang tampilan web atau penulis kode-kodenya.

    Saya rasa perbedaan antara desainer dan programmer mulai tipis dan hampir tidak ada sekat lagi. Seorang programmer (penulis coding) hampir pasti akan bersinggungan dengan masalah desain/perancangan. Ia bisa sekaligus menjadi keduanya (merancang tampilan dan juga menulis kodenya).

    Contoh saja seorang narablog yang punya kemampuan teknis dalam HTML, CSS, maupun PHP. Ia bisa sekaligus menjadi desainer bagi tampilan blognya sendiri.

    Hmm, tumben nih Bang Hendro pakai nama ‘orang indoensia’ ;)

    ardianzzz
    Google Chrome 8.0.552.237 | Windows XP

    @Orang Indonesia, Itu opini ada referensinya nggak?

  12. Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Menyimak terlebih dahulu,,
    Udah dari kemarin posting p+p di kirain mampir mas IS.

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @Hendro, kirain saya dibahas di blog anakbetawi Bang. Ternyata di blogspotnya yach.

  13. Rudy Azhar
    Firefox 3.6.12 | Windows XP

    Hanya sekedar senang tapi tidak dipraktekkan ya sami mawon Mas. Sekedar untuk memuji saja…he..he..he…

    Saya akan lebih senang lagi mereka bisa meng-implementasikan.

    Joko Sutarto
    Google Chrome 8.0.552.237 | Windows XP

    @Rudy Azhar, Mas Rudy ini juga salah satu tersangka yang lainnya. Yang suka mengulas topik web usability ini, Mas Is. Ha Ha Ha :D

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @Joko Sutarto, betul Pak..hehehe. Namun Bang Rudy perlu sedikit berjuang agar tulisannya lebih mudah dipahami oleh user yang masih agak awam soal itu. Kalau bagi saya dan beberapa rekan mungkin sama sekali tidak ada masalah. Yang penting kita jelaskan saja, mengapa sebaiknya begitu dan begini. Pasti ada alasan logisnya. Itu yang paling penting agar mereka yang masih awam tahu tujuan diterapkannya konsep-konsep ‘web usability’.

    Zeleaf - Fadel
    Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP

    @Rudy Azhar, Ga boleh memuji udah ada postya kayakya :mikir:

    iskandaria
    Chromium 11.0.654.0 | Ubuntu 10.10

    @Zeleaf – Fadel, betul..betul..betul.. :narsis:

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @Rudy Azhar, setuju Bang. Saya sebenarnya akan jauh lebih senang jika mereka juga mau mengaplikasikan yang sudah mereka pahami. Kalaupun belum juga dipraktekkan, bisa jadi itu karena masih kurangnya kesadaran akan pentingnya hal itu. Sekedar tahu dan paham pun belum cukup.

  14. andi sakab
    Google Chrome 8.0.552.237 | Windows XP

    Iya, mas Is. khan kemaren udah janji mau bahas ini hehe

    lanjutkan mas Is, soalnya banyak yang belum paham bener masalah ini. :)

    di buat secara reguler dan terperinci supaya pemahamannya bisa mengena :)

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.651.0 | Windows XP

    @andi sakab, makasih atas dukungannya mas Andi. Insya Allah saya akan terus menulis topik yang masih kurang begitu populer tersebut.

Blogroll :