Cara Cepat Menghapus Cache dan Cookies di Google Chrome
Anda pengguna baru browser google chrome? Masih bingung dengan navigasinya? Masih bingung cara menghapus ‘cache’ dan ‘cookies’ pada browser ini? Saya dulu juga sempat bingung karena sebelumnya sangat terbiasa dengan navigasi antarmuka Firefox. Begitu mencoba Chrome, saya malah kelimpungan karena tampilan menunya yang sangat jauh berbeda. Lama-lama akhirnya familiar dan menjadi pengguna setianya hingga saat ini.
Ada cara singkat dan praktis untuk menghapus data-data seperti ‘browsing history’, ‘download history’, ‘cache’, ‘cookies’, serta data-data situs yang pernah dibuka (termasuk data password).
Cara praktis menghapus cookies dan cache pada Chrome
Coba tekan tombol shortcut Ctrl + Shift + Del pada keyboard PC Anda. Akan muncul tampilan kotak seperti di bawah ini. Anda tinggal klik tombol seperti berikut ini.

Atau seperti di bawah ini jika Anda menggunakan Chrome versi 10x ke atas.

Nah, beres deh. Kalau mau menghapus data berupa password atau data isian form yang pernah Anda isi ketika browsing, beri centang saja pada salah satu/keduanya (defaultnya memang tidak tercentang).
Keunggulan penghapusan cache dan cookies pada Chrome dibanding browser lainnya.
Salah satu kelebihan utama sistem penghapusan ‘cookies’ pada Google Chrome yaitu langsung terlihat efeknya ketika dites pada halaman web/blog yang menggunakan kode CSS visited link atau a:visited. Terutama jika warna link yang sudah diklik disetel berbeda. Contohnya pada blog ini.
Coba Anda buka blog ini via google chrome, lalu bukalah salah satu atau beberapa halamannya. Anda akan melihat warna link yang sudah pernah diklik akan berubah menjadi ungu. Betul tidak? Coba amati pada list link menu posting terbaru atau posting pilihan (jika Anda pernah membuka salah satu link pada menu navigasi tersebut).
Kemudian lakukan penghapusan ‘cache’ dan ‘cookies’ dengan teknik di atas. Setelah itu, coba amati perubahan warna yang terjadi pada link-link yang pernah Anda buka sebelumnya (pada halaman yang sama). Apa yang terjadi?
Ya, warna link akan kembali normal seperti warna sebelum diklik.
Saya belum menemukan efek perubahan langsung yang seperti itu pada browser lainnya. Anda bisa tes juga pada halaman hasil pencarian google jika salah satu linknya sudah Anda klik. Warna ungu pada link yang telah Anda klik akan kembali normal menjadi biru sesaat setelah Anda menghapus ‘cookies’ pada Chrome.
Sudah pernah mencobanya?
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS




WordPress 3.2.1
[...] pada menu ‘Update Manager’ untuk memperbarui ‘cache‘ paket ‘repository’ Ubuntu Anda. Lalu paket unduhan Chromium terbaru pun siap [...]
WordPress 3.1.3
[...] Cara Menghapus Cookies pada Google Chrome. [...]
WordPress 3.1.2
[...] Cache → hampir sama dengan Clean Packages, lebih tepatnya untuk membersihkan sisa-sisa ‘cache‘ yang mengendap pada sistem [...]
WordPress 3.1.2
[...] para pengguna browser Google Chrome (termasuk Chromium), Anda cukup menginstall ekstensi yang bernama ‘Alexa Traffic [...]
WordPress 3.1.2
[...] Anda lebih suka menggunakan Google Chrome (termasuk Chromium) untuk berselancar di dunia maya, Anda bisa memanfaatkan salah satu ekstensi [...]
WordPress 3.0.5
[...] Firefox, saya pun mulai meninggalkan IE. Nah, kira-kira sejak awal 2010 lalu, saya tertarik mencoba Chrome dan akhirnya lebih sering menggunakannya hingga saat ini. Lalu Firefox? Sudah jarang sekali saya [...]
WordPress 3.0.4
[...] Cara Cepat Menghapus Cache dan Cookies di Google Chrome [...]
Unknown | Unknown
KAYAKYA SAYA SAMA AJA TTP ADA WARNA BERBEDA KALAU LINK PERNAH DIBUKA FIREFOX, IE, FLOCK, JGA CHROME :D
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@ZELEAF INDONESIAN COMMUNITY, masa sih? Kalau di browser selain Chrome/Chromium emang gak berubah warna visited linknya setelah kita membersihkan kukis. Tapi kalau di Chrome/Chromium, pasti berubah kok. Coba buktikan di blog ini.
Unknown | Unix
Ga pernah hapus itu, cuma kalu main di warnet aja.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Cara yang lebih gampang, pakai Incognito Window. :D
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@ardianzzz.com, yups. Opsi klik kanan untuk membuka link pada Chrome itu memang tidak akan pernah meninggalkan data kukis atau kech. Tapi saya masih jarang menggunakannya ;)
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@ardianzzz.com, oya. Bisa pakai shortcut juga untuk membuka window incognito itu. Cukup Ctrl+Shift+N kan? ^-^
Firefox 4.0b7 | Windows XP
Seumur-umur saya malah jarang banget yang namanya hapus cookies. Bukan apa-apa, juga bukan tak sempat tapi memang gak tahu caranya apalagi di Chrome. Hua Ha Ha :-P
Terutama kalau hapus langsung dari browsernya. Karena biasanya saya pakai aplikasi pihak ketiga untuk menghapus cookies dan temporary file dari internet di browser saya.
Tapi karena saya jarang-jarang ngecek keyword dan lebih sering buka dari laptop pribadi maka saya malah lebih sering tak biarkan saja, tak pernah hapus cookies, termasuk ngesave passwordnya.
Artikel ini kayaknya masih ada benang merah dari artikel yang kemarin dan melanjutkan diskusi masalah seputar ngecek keyword, toh Mas Is? :)
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Joko Sutarto, menggunakan Ccleaner juga bisa :D
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@Joko Sutarto, hehe. Iya Pak. Tulisan ini terinspirasi dari komentar Pak Joko kemaren. Makasih ya. Kalau menghapus cookies dan cache di Firefox sama aja tekniknya dengan yang di Chrome. Coba tekan tombol shortcut Ctrl+Shift+Del. Akan muncuk kotak untuk mengahapus cookies. Lalu tinggal tekan enter aja. Beres deh. Jadi nggak perlu pakai aplikasi pihak ketiga kayaknya.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
saya ga menggunakan crome sob tp setidaknya bs jadi acuan neh..hehe..thx
Opera 11.00 | Windows Vista
Saya lebih memilih untuk memilah mana cache yang disimpan (white list caches), dan sisanya bisa dibuang, diatur sedemikian hingga ketika bersih-bersih maka semuanya dibuang kecuali yang sudah diatur untuk dikecualikan.
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@Cahya, kapan-kapan posting dong triknya mas, biar makin banyak yang tertarik menggunakan Opera. Tapi postingnya sebisa mungkin ditujukan untuk yang benar-benar awam atau belum pernah/jarang menggunakan Opera. Jadi dari situ, kita bisa menggunakan gaya bahasa yang relatif mudah dipahami.
Opera 11.00 | Windows Vista
@iskandaria, he he…, saya pakai cara Pak Aldy, pakai CCleaner :lol:.
Google Chrome 10.0.628.0 | Windows XP
@Cahya, saya malah belum pernah pakai itu mas. Selama ini cuma ngandalin Advanced System Care Pro dari Iobit.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
hahaha, mungkin di sini saya satu2nya yang anti chrome :D
Biarlah, browser berbeda tetapi tetap satu jua! *muncrat2*
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@Darin, apa karena trauma dengan tampilan blog indonesianer yang agak berantakan di Chrome?
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@iskandaria, Salah satunya itu Mas :D Tapi yah sudahlah, yg lalu biarlah berlalu :)
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Darin, kalau salah satu, berarti ada penyebab lain dong? hahaha.
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
Saya ketagihan pake Chroium mas, tapi kalau edit2 tetap pake MF :D
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Zeleaf | Indonesian Community, kan sama aja cara menghapusnya antara chrome dan chromium. Jadi tips di atas juga berlaku untuk Chromium. Wong antarmuka dan navigasinya sama persis kok.
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@iskandaria, Namanya juga anak dengan bapak ;)
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@iskandaria, Iconya beda :P
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@Zeleaf | Indonesian Community, yang terdeteksi di windows XP oleh plugin ‘wp user agent’ masih sama dengan chrome. Kalau di Ubuntu baru keliatan bedanya. Ini sebenarnya saya balas komen pakai Chromium di XP, tapi icon pada user agent masih sama dengan Chrome.
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows XP
berselingkuh dengan 2 browser nih. :mrgreen:
memang kalo di mozilla harus restart dulu baru terasa tokcernya, di chrome saat itu juga. nah tokceran mana tuh? :D
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@andi sakab, mas Andi pasti tau sendiri jawabannya..hehehe
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@andi sakab, Ini baru 2 mas, biasanya 6 browser :D
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@Aldy~PF, hehehe. Browser di Ubuntu saya malah lebih banyak dari yang di XP. Namanya aneh-aneh :P Oy, PAk Aldy udah upgrade ke Ubuntu 10.10 ternyata. Cuma browser Chromiumnya default versi 8 tuh untuk Maveric Merkaat. Beda ama yang di 10.04 (sudah versi 10+).
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows 7
Saya kadang membiarkannya sampai expired sendiri. Kan lebih mempercepat pembukaan laman blog, jika kita mengulang pembukaannya. Tapi dalam kondisi tertentu, saya juga menghapusnya demi keamanan.
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@aldy~pf, betul sih Pak. Kalau dibiarkan akan lebih cepat jika kita akan membuka laman web yang sama (lebih dari sekali). Cuma kalau saya, setiap habis browsing biasanya akan saya hapus semua cache dan cookies, sehingga jika pada kesempatan online selanjutnya saya akan langsung mulai browsing tanpa menghapus kukis/kech lagi.
Masalahnya saya kadang ingin mengecek keyword tertentu pada google, sehingga mau tak mau saya harus membersihkan kukis agar hasil pencariannya lebih real.
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@iskandaria, Iya, kalau mas Is sering melakukan pengecekan keyword atau menggunakan kompi di warnet, cache dan cookies wajib di hapus, untuk hasil yang realistis dan keamanan :D
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@Aldy~PF, yups! Setuju 100% deh.
Google Chrome 9.0.597.19 | Windows XP
Hah… Ga konsisten! Katanya ‘selamat tinggal Chrome, selamat datang Chromium’, tapi nyatanya? Tetap make Chrome *Becanda* :P
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Padly, loh. Kan sama aja tuh antara Google Chrome dan Chromium? Maksud saya sama aja cara menghapusnya. Wong engine-nya sama :P (saya lupa menambahkan bahwa cara di atas juga berlaku untuk browser Chromium). Makasih sudah mengingatkan mas.
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Padly, oya. Mungkin kalimat mengesankan kalau saya meninggalkan Chromium. Padahal sebenarnya kalimat itu juga mencakup Chromium sebagai browser kembar identiknya ^^
Masalah lainnya, gambar lambang Chromium untuk Windows XP ternyata masih dianggap sama oleh plugin ‘wp user agent’. Jadinya saya terkesan masih sering menggunakan Chrome ketika membalas komen-komen di blog ini. Padahal yang saya gunakan itu Chromium.
Untunglah ketika di Linux (Ubuntu), ternyata lambang Chromium sudah bisa dideteksi oleh ‘wp user agent’.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@iskandaria, Kenapa bisa begitu ya Mas?
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@Rudy Azhar, gak tau juga ya Bang. Mungkin karena Chromium untuk Linux memang sengaja dibedakan icon user agent-nya (pakai icon asli Chromium yang berwarna biru muda).
Opera 11.00 | GNU/Linux
@Padly, +1 :razz:
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@ganda, maksudnya? Kalau saya -1 deh.
Opera 11.00 | GNU/Linux
@iskandaria, Setuju dengan komentar bro Padly di atas. :razz:
Google Chrome 10.0.617.0 | Windows XP
@ganda, artinya setuju bahwa saya nggak konsisten pakai Chromium kan bro? ha..ha..ha.. Padahal saya masih sering menggunakannya secara bergantian dengan chrome.
Opera 11.00 | GNU/Linux
@iskandaria, Berarti tidak ada kata selamat tinggal dong. Berarti postingan sebelumnya layak hapus. Atau ikrar sebelumnya telah di langgar. :D
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@ganda, itu kan trik judul saja (sedikit hiperbola). Ah, udah dulu deh. Ini debat yang sangat tidak penting. Lagipula, frekuensi saya menggunakan Chromium jauh lebih sering dibanding menggunakan Chrome. Chrome masih saya gunakan saat ingin edit-edit posting di dashboard WP. Soalnya Chromium sering crash pas saya pencet tombol publish.
Google Chrome 8.0.552.224 | Windows XP
Tidak bisa disangkal. Sejak dulu sampai sekarang saya masih pakai Google karena banyak keunggulan yang dimiliki.
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Agus Siswoyo, saya suka Chrome karena beberapa ekstensinya sangat membantu saya mas. Salah satunya untuk bikin screenshot dan untuk mempermudah membaca posting yang tampilannya sulit terbaca dengan baik.
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Agus Siswoyo, Selain itu, gratis mas :mrgreen:
Google Chrome 9.0.597.19 | Windows XP
@Aldy~PF
Gratis memang top abis! Dan aku adalah salah satu pecintanya :)
Tapi omong-omong, memang ada browser yang berbayar ya Pak?
Chromium 8.0.552.224 | Ubuntu 10.10
@Padly, Dahulu kala ada, kalau gak salah netscape :(