4 Macam Cara Promosi Bisnis Online yang Tak Layak Anda Tiru
Saya tidak habis pikir juga, apakah para pebisnis online memang memperoleh pendidikan etika berpromosi atau tidak. Saya rasa mereka sudah tahu apa itu SPAM. Namun nyatanya, sebagian dari mereka masih saja tidak merasa malu secara terang-terangan melakukan hal tersebut. Padahal sebagian dari mereka tergolong bukan ‘newbie’ lagi di jagat blogosphere. Kalau ‘newbie’ sih masih bisa dimaklumi.
Nah, nyatanya sebagian justru sudah ngeblog lebih dari setahun. Idealnya mereka sudah harus makin dewasa dan mengerti bagaimana cara-cara berpromosi yang tidak melanggar etika.
Beberapa contoh berikut ini adalah cara berpromosi yang sangat tidak layak Anda tiru
-
Memasukkan/menyisipkan 3 url sekaligus dalam isi komentar.

contoh 1
Apa yang ada di benak Anda melihat contoh komentar di atas? Kalau saya menilainya sebagai sosok yang serakah dan tidak tahu malu. Maaf. Mungkin terlalu kasar dan tidak etis. Tapi apakah komentar seperti di atas layak disebut etis?
Namun saya salut kepada sang pemilik blog yang tidak menghapus komentar tersebut ataupun sekadar menghapus link-link yang disisipkan sang komentator. Padahal kalau sang admin mau tegas dan mau memberikan pendidikan etika bagi para pebisnis online, tidak seharusnya ia membiarkan begitu saja keberadaan komentar model begitu.
Tidak enak hati atas nama persahabatan atau kedekatan? Takut tidak disukai? Takut dicap arogan? Takut tak lagi dikomentari? Semoga bukan karena itu deh.
Apalagi jika sang admin adalah seorang internet marketer juga, harusnya ia memberikan pelajaran yang baik dan benar dalam hal berpromosi (walaupun itu dalam bentuk sikap tegas terhadap komentar SPAM).
-
Meninggalkan url blog di dalam/akhir isi komentar.

contoh 2
Contoh di atas (menyisipkan url blog di akhir komentar) adalah sesuatu yang sangat tidak perlu. Bukankah cukup disisipkan pada kolom isian url? Lalu mengapa harus menambahkan lagi di akhir komentar, padahal saya amati pada url namanya sudah mengandung link yang sama dengan yang disisipkan di akhir isi komentar. Takut tidak diklik sehingga harus ditambahkan lagi?
-
Meninggalkan url posting terbaru di akhir komentar.

contoh 3
Contoh di atas juga tidak layak ditiru. Kesannya terlalu memaksa dan tidak yakin bahwa blognya akan dikunjungi. Kesannya juga agak memaksa untuk menyimak posting terbarunya. Padahal kalau komentarnya memang menarik, pengunjung maupun admin blog pasti akan berkunjung/mengklik link blog yang ditinggalkan di balik namanya dan pasti akan melihat posting terbarunya.
Solusinya, cukup katakan bahwa Anda punya posting terbaru yang kebetulan punya topik yang mirip/berkaitan dengan topik posting yang sedang Anda komentari. Cukup tuliskan judulnya tanpa harus menyisipkan link.
-
Meninggalkan url affiliasi di dalam isi komentar.

contoh 4
Contoh di atas lebih tidak layak lagi ditiru. Tak perlu lagi saya bahas mengapa. Anda pasti sudah paham kalau itu sangat tidak etis. Mungkin sang pengomentar tidak menyadari bahwa tindakannya tersebut sewaktu-waktu bisa membunuh bisnis affiliasi yang sedang diikutinya.
Pikirkanlah jika ada yang melaporkan Anda melakukan SPAMMING dan disertai dengan bukti yang otentik. Bukan tidak mungkin akun affiliasi Anda akan dibanned nantinya! Sadarilah resiko ini. Tentunya selain sangat tidak etis jika ditinjau dari sisi etika berbisnis online.
Akhir kata, mohon maaf jika ada pihak-pihak yang merasa kurang berkenan dengan postingan ini.
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS
Posting Terkait :
- Trik Menyembunyikan Teks Bercetak Tebal pada Postingan
- 5 Kemampuan Teknis yang Perlu Dikuasai dalam Membuat Screenshot
- Cara Mengecek Pagerank Halaman Posting atau Single Post
- Ah, Bisanya Cuma Menyindir, Giliran Diajak Diskusi Ternyata Payah
- Mengapa Loading Blog ini Bisa Super Enteng dan Kencang? Jawabannya…



Firefox 4.0 | Windows 7
Hihihii ia nih Mas..
bener tuh..
n belum lagi komen yang asal aja :(
Google Chrome 6.0.472.0 | Windows XP
wah baru tau nie cara yang no.2 thu ada salahnya juga ya..hehe..wah makasie mas buat pencerahannya…syukur juga sie cara 1,3,4 belum pernah t lakuin..
Google Chrome 7.0.517.44 | Windows XP
wkwkwkwk yang nomer 2 saya tetp lakuin mas, karena ndak sedikit rekan2 yg blognya gak di kasih address blog kita.
cuman d kasih open id, wordpress, dll dll
wah, sy ndak beretika dong :D
Google Chrome 12.0.705.0 | Windows XP
@willy merdiansyah, kalau begitu kasusnya, masih bisa ditolerir deh mas. Lain soal kalau kita berkomentar di blog wordpress atau sudah ada pilihan nama+uRL-nya.
Firefox 3.6.15 | Windows 7
terima kasih kang infonya …jujur sy baru tahu neh ..kemarin2x sy masih pake url web d akhir komentar…
Firefox 3.6.13 | Windows 7
Hmm … aktual mas IS topiknya.
Saya pribadi senang kalau yang komentar mencantumkan link jika topiknya relevan benar dengan tulisan dan diskusi yg sedang berlangsung, sehingga tinggal klik linknya langsung tiba disasaran. Beda kalau harus repot2 mencari tulisan di blognya tanpa link promosi tsb, apalagi sitem navigasi suatu blog yang tidak familier.
Tapi sayanganya tidak jarang para blogwalker meninggalkan link benar-benar hanya utk promosi. Dan bila dicermati, komentar yang mereka tinggalkan hanya sekedar basa-basi sebagai kalimat pembuka untuk mencantumkan linknya agar tidak terkesan kentara.
Tapi mereka lupa, bahwa bau tahi ternyata tidak bisa hilang meski dipoles dengan setumpuk mentega.
Dan hari ini saja di blogernas ada seorang internet marketter sudah meninggalkan sales letter lengkap dengan URLnya pada 4 halaman sekaligus. Lalu saya peringatkan agar jangan cuma jualan di blogernas. “Coba sekali2 ikut diskusi. Kalau anda sudah over dosis nanti semuanya akan saya hapus”.
Saya setuju dg mas Is. Itu menandakan bloggernya tidak yakin blognya akan dikunjungi, sehingga bawaanya terlalu krasak krusuk. Padahal jangankan meninggalkan link, tanpa blogwalking pun jika konten mereka menarik, pengunjung pasti datang bak kumbang merindukan madu. Tapi itu mungkin yang mereka lupa, bahwa teranyata KONTEN benar-benar raja. Tak ada yg menandingi kekuatan konten, yang lain hanya sebagai aksesories pendukung. (Setidaknya berdasarkan pengalaman saya di blogernas).
Tetap semangat mas IS
AKTUAL !
Chromium 12.0.702.0 | Ubuntu 10.10
@Erianto Anas, wah, saya baru nyadar ada komentar Mas Anas di postingan ini. Maklum, ketimpa ama komentar-komentar terbaru pas saya lihat di dashboard.
Soal sang internet marketer yang nyepam di blogernas itu, ancam saja dengan melaporkan kepada pemilik bisnis affiliasi yang diikutinya. Biar nanti akun affiliasinya dibanned. Tapi kalau linknya bukan link affiliasi, agak susah juga sih.
Mengenai kekuatan konten, saya tidak punya alasan untuk membantahnya. Memang benar. Jika konten blog kita menarik, maka pengunjung pun akan datang tanpa diminta.
Soal kekuatan konten itu, saya mesti belajar banyak pada blogernas. Makasih mas Anas.
Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP
Wah mantap gan posting nya…. Terima-kasih untuk pembelajaran nya
Firefox 4.0b12 | Windows XP
Ya, begitulah warna-warni pengkomentar di blogosphre. Macam-macam warna dan motifnya. :)
Di sisi lain kadang juga ada narablog yang benar-benar pelit, Mas Is. Samasekali tak mau satu pun dititipin link dalam komentar. Padahal, kitanya tidak berniat nyepam tapi hanya memberikan komentar dan sekaligus meninggalkan URL ke blog kita yang punya bahasan relevan.
Eh, malah linknya dipreteli dan dibuang oleh narablognya. Beberapa kali saya pernah dibegituin. Akhirnya saya mesti selektif dalam meninggalkan komentar di blog-blog apalagi kalau mau ninggalin link saya berusaha tak sembarangan kalau belum kenal baik dengan narablognya.
Google Chrome 11.0.686.0 | Windows XP
@Joko Sutarto, itulah Pak. Fobia banget kayaknya ama link. Padahal dengan adanya link yang ‘clikable’ di dalam isi komentar, sebenarnya bisa sangat membantu mempercepat kita menuju postingan terkait. Kita nggak pelru repot-repot ngopi-paste linknya.
Firefox 3.6.11 | Windows 7
Itulah bisnis kadang mengahalalkan segala cara ya mas.. melewati etika, hehe
Firefox 3.6.13 | Windows XP
hahaha…ada2aja ya,,,ga layak bgt tuh ditiru… nyepam aje tuh..:)
Google Chrome 9.0.597.107 | GNU/Linux
itu mah bukan lagi promosi tapi memang maunya nyepam hehe :p
Chromium 11.0.686.0 | Ubuntu 10.10
@Andi Sakab, bener juga sih. Anggap saja mereka masih bau kencur di bisnis online. Jadi mereka tidak tahu kalau itu termasuk SPAM.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
untungnya Rusa gak peka promosi cara begituan ya :D
Chromium 11.0.686.0 | Ubuntu 10.10
@Rusa, tumben nongol di sini ^^
Firefox 3.6.13 | Windows XP
pake wp.com kan ga bisa berpromosi sob..terbatas bgt ruangnya..
Opera Mini 5.1.22395 | Unknown
hmm, menarik sekali. Beruntung sy tidak pernah melakukan kesemua hal diatas. Malu ama yg punya lapak, hhe…
Tapi sy justru suka ketawa dalam hati ketika melihat komentar model begitu di blog2 saya, mau diperingatkan ya gimana toh pengalamannya lebih lama dibanding saya yg masih newbie di dunia blogsphere ini.
Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7
Untungnya di blog saya belum ada komentar seperti itu (dan semoga tidak)… Saya belum pernah menemukan IM yang masih melakukan SPAM… Jika itu masih saja dilakukan sepertinya predikat IM masih harus ditinjau kembali bro,,, hukwkwkwkwk
Google Chrome 11.0.686.0 | Windows XP
@bro eser, siapa saja bisa menyandang predikat Internet Marketer, asalkan dia sudah mengikuti salah satu program atau bisnis yang ada (walaupun masih berupa produk orang lain). Sepanjang dia melakukan promosi bisnis lewat internet, maka ia sudah layak disebut IM.
Yang membedakan adalah sikap dan kepribadian mereka. Ada yang terkesan kurang menjunjung etika. Contohnya ya seperti yang saya sajikan di atas. Kalau saja mereka mau berpikir bahwa sewaktu-waktu bisa saja ada yang melaporkan (dengan bukti otentik), maka bisa saja akun mereka dibanned. Habislah bisnis affiliasi yang coba digeluti.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Yang ga etis yang masukan tiga URL itu mas IS, jika url masih berkaitan dengan topik pembahasan bagi saya ga masalah asal jangan terlalu banyak. Namun jika tidak sama sekali berkaitan itu yang bikin jadi kesal.
Di blogspot saya pakai disqus, jadi spam masuk saya ga peduli karena ga berhubungan langsung dengan blog disqus jadi pihak ketiga.
Kalu di drupal saya pakai mollom, karena waktu itu mas IS pernah komen ya? namun ada spam di atas komentar mas IS, semenjak itu langsung saya instal mollom di mana komentar tidak langsung masuk sistem, yang di mana jika ada komen namun emailnya palsu, maka dia harus moderasi komentarnya sendiri di emailnya atau langsung terhapus, dan setelah dua hari tidak di moderasi di e-mailnya sendiri maka komen akan terhapus sendiri.
Tapi kalu email asli namun mancantumkan link lebih dari satu maka dia akan nyepam di e-mailnya sendiri dengan balasan 100 e-mail. Nah, harus di klik tuh di e-mailnya, saya harus moderasi juga di backend namun hanya satu e-mail, kalu saya ga suka saya kirim boom e-mail dengan kelipatan 400. Kan kapok tuh spamers..
wkwkwkwk
Itulah mantapnya mollom, terbukti kapok juga yang nyepam, ada tuh yang kursus bahasa inggris. Tapi kapok juga dia, mollom saya aktifkan jika terdesak saja.
Google Chrome 11.0.686.0 | Windows XP
@Hendro, wakakaaak :D Hebat banget deh mollom. Makasih banyak sharingnya Bang. Gak bisa banyak komen dah.
Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7
@iskandaria, Proyek si Dries Buytaert itu. :D Sama seperti Akismetnya si Matt Mullenweg. :D
Tapi solusi si Dries ini unik. :D Drupal oh Drupal.. Dimana dirimu kini.. :p
Chromium 11.0.686.0 | Ubuntu 10.10
@ganda, unik dan dijamin bikin kapok spammer berwujud manusia..wkwkwk
Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7
@iskandaria,Ide-ide si Dries memang unik, se unik rambutnya. :p
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@ganda,
Baru memang bang, si dries ini bikin mollom, dan aku dah coba buat yang d7 itu benar2 unik dan aman.
Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7
@Hendro, Mollom ini sudah lama bro. :p
Firefox 3.6.14 | Windows XP
@ganda,
Ya saya tau, tapi yang dari dries masih segar.
http://buytaert.net/mollom-highly-scalable-backend-infrastructure-reviewed
http://buytaert.net/mollom-gets-a-new-backend
Google Chrome 8.0.552.224 | GNU/Linux
@Hendro, Itu hanya improvement dari sisi backend dan infrastrukturnya.
Google Chrome 9.0.597.107 | GNU/Linux
@Hendro, GANAS ! hahahah :D
Firefox 3.6.8 | Windows XP
@Hendro, : Pake Ngebom Bardir Segala bang
kpan kapan Klo saya Nemuin SPAM Bakal Saya Bombadi pake bomnya israel deh …ckckckckc
Firefox 3.5.10 | Windows XP
namanya juga orang usaha,,segala macam cara di buat agar bisnisnya menguntungkan hehehee..:D
Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7
Kalau yang nulis link affiliasi tanpa disamarkan dengan shortlink saya rasa terlalu bodoh. Terlalu…
Yang dicontohkan di atas semua spammer manusia atau robot ya?
Tambahan, ada juga yang mengisi kolom URL-nya dengan halaman posting, bukan situsnya. Saya anggap itu sama-sama spaming juga.
Chromium 11.0.685.0 | Ubuntu 10.10
@Jeprie, semua contoh di atas adalah spammer manusia mas. Saya ambil dari salah satu blog lokal. Kebetulan diloloskan oleh sang admin. Contoh pada screenshot terakhir layak dibilang terlalu bodoh atau lugu.
Mengenai mengisi kolom URL dengan halaman posting (bukan halaman depan), kesannya agak memaksa kita menyimak isi halaman posting tsb. Padahal cukup diinformasikan saja dalam isi komentar, bahwa kita punya sebuah posting yang terkait topik dengan judul bla..bla..bla.. dan bahkan tidak mengapa jika disisipkan link menuju halamannya.
Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7
kalau saya tidak terlalu diambil pusing mas…
biar pengunjung lainnya yang menilai…. :)
Chromium 11.0.685.0 | Ubuntu 10.10
@Octa Dwinanda, sebenarnya saya juga tidak pusing Pak, soalnya kalaupun ada komentar begitu ke blog ini, maka dipastikan tidak akan bisa lolos (terutama yang berisi 3 link sekaligus). Kalau cuma satu link, pasti juga tidak akan tampil jika linknya tidak ada kaitan dengan topik yang sedang saya bahas :D
Kasus di atas saya ambil dari blog lain yang kebetulan saya temukan.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
kalo saya tetap membolehkan komentator ninggalin kok asal berhubungan dg konten lagian nofollow kan, kalo ada yg lbh dari 3 langsung masuk spam dan siap² di hapus :D
Chromium 11.0.685.0 | Ubuntu 10.10
@JhezeR, saya juga membolehkan kok sepanjang ada kaitan dengan topik. Kalau tidak, pasti akan saya hapus. Kalau berisi 2/3 link, maka dipastikan tidak akan tampil/lolos, kecuali setelah saya approve.
Flock 2.6.2 | Windows XP
saya menggunakan pengaya comment cleaner mas.. ini otomatis akan langsung menghapus komentar yang memuat html dan jg link plain teks..
cukup ampuh mas is.. jadi mereka akan komentar apapun akan lgsng auto approve tp linknya langsung menghilang :D
Chromium 11.0.682.0 | Ubuntu 10.10
@tomi, berarti kalau isi komentarnya ada kode HTML selain untuk link, maka akan ikut terhapus juga ya mas? Tidak masalah sebenarnya karena konten blog mas Tomi jarang membahas coding. Lain soal kalau konten blog mas Tomi banyak membahas coding, maka kalau begitu, sebaiknya kode HTML diizinkan dalam isi komentar.
Google Chrome 9.0.597.107 | Windows XP
@iskandaria,
ia selaen link jg akan terhapus mas :D
betul mas is, itu pertimbangannya jg pake coment cleaner.. jadi tidak merugikan
SeaMonkey 2.1b2 | Windows XP
Kalau masih 1 url yang disisipkan masih bisa dimaafkan, tapi kalau sampai 3…. Saya rasa memang keterlaluan.
Untuk saat ini saya belum merasa khawatir atas hal-hal yang terjadi di atas, karena blog saya masih rendah trafik dan sedikit yang memberi komentar. Entah ke depannya nanti. :cool:
Chromium 11.0.682.0 | Ubuntu 10.10
@Rudy Azhar, saya sendiri sebenarnya tidak begitu khawatir, kecuali cuma berisi satu link. Kalau cuma satu link, saya akan menghapusnya secara manual jika linknya tidak ada kaitan dengan topik yang sedang dikomentari. Kalau lebih dari satu link, dijamin akan masuk moderasi otomatis dulu, kecuali kalai tipikal linknya berasal dari bot/mesin.
Firefox 3.6.13 | openSUSE
Eh…, rasanya dulu pas masih pakai akismet banyak deh yang seperti itu (biasanya tertahan karena tanggapan berisi tautan tidak boleh lolos tanpa moderasi). Setelah ganti antispam, sepertinya ndak pernah muncul lagi di blog :).
Firefox 4.0b13pre | Windows XP
@Cahya, sekarang sudah pakai antispam disqus ya kayaknya. Sip deh. Bertambah lagi alasan kuat untuk meninggalkan akismet ^^
Firefox 3.6.3 | Ubuntu 10.04
Kalau saya sih tidak perlu terlalu ofensif — haha, demi menjaga perasaan pengunjung, UX? tak tahulah :D — tapi tetap dimasukin ke blacklist. :D
Firefox 3.6.13 | openSUSE
@ardianzzz, saya ndak bisa kasihan Mas, bagaimana mau menjaga perasaan, biasanya mereka langsung dihajar sama antispam tanpa sempat terlintas di mata admin :D.
Google Chrome 9.0.597.98 | GNU/Linux
@Cahya, Saya sih udah pakai Disqus :D
Opera 11.01 | Windows Vista
@ardianzzz, #OOT, tapi di situ kok ndak bisa pakai emphasize ya?
Chromium 11.0.682.0 | Ubuntu 10.10
@ardianzzz, wow, langsung blacklist. Kejam juga (tapi sangat bagus untuk memberi pelajaran bagi para spammer berwujud manusia) ^^
Opera 11.01 | Windows Vista
@iskandaria, lha habisnya, kalau mereka ndak baca hanya memberi tanggapan asal, kan sama saja merugikan kepentingan umum, bangsa dan negara (ha ha…, hiperbola), menguntungkan diri sendiri dengan merugikan pihak lain – itulah spammer dan setara dengan penjajahan. Sesuai dengan Pembukaan UUD ’45, maka penjajahan di muka bumi harus dihapuskan, karena.. bla.. bla… – saya hanya bertindak sebagai warga negara yang baik saja Mas :lol:.
Chromium 11.0.685.0 | Ubuntu 10.10
@Cahya, xixixi. Lebay banget (kalo bahasa gaulnya). Tapi kita memang harus bisa tegas dan saya salut jika admin blog mau tegas seperti itu. Masalah nanti jadi tidak enak atau takut dicap arogan, itu salah tempat kayaknya. Pun jika dikaitkan dengan faktor kedekatan atau takut tidak dikomentari lagi.
Memangnya komentar seperti itu bisa menambah value. Nggak lah, walaupun dikemas dalam bentuk seolah-olah memang mengomentari topik (seperti contoh-contoh di atas).
Firefox 3.6.8 | Windows XP
baru baru ini juga ada mas yang gak promosi layaknya yang mas jabarkan sih… tapi ketahuan banget dari jenis komentarnya, dia hanya mengharapkan backlink semata. sama menggemaskannya ya mas !
WordPress 3.1
[...] Berapa banyak yang NYEPAM secara halus maupun terang-terangan? [...]