Blog ini Berat Sekali dan Sudah Melampaui Batas
Pernah beberapa kali saya mendapati sebuah situs/blog yang ketika halamannya sudah termuat tuntas, tiba-tiba untuk menggulung (scrolling) halaman ke bawah saja terasa sulit. Terasa agak tersendat atau tidak lancar. Begitulah kira-kira yang saya rasakan. Anda pernah mengalami yang seperti itu?
Padahal, sebagian di antara situs/blog tersebut cukup cepat loadingnya. Halamannya termuat sempurna dengan cukup kilat tanpa perlu menunggu sekian menit (dengan koneksi mobile-broadband 3G dan memori notebook sebesar 2Gb yang saya gunakan).
Kejadian tersebut biasanya saya alami ketika membuka situs web (termasuk blog) melalui peramban rekonq pada Linux. Di peramban tersebutlah, beberapa situs/blog terasa bermasalah ketika saya menggulung halamannya. Yang biasanya terasa lancar ketika di peramban lain, menjadi berat ketika saya buka via rekonq (peramban WebKit KDE).
Tapi sekali lagi, itu untuk situs dan blog tertentu saja! Jadi saya yakin masalahnya bukan semata terletak pada peramban yang digunakan, melainkan juga pada coding web yang terasa memberatkan itu. Toh, terkadang pada peramban populer seperti Firefox dan Google Chrome pun, kejadian tersebut juga saya alami (susah menggulung halaman).
Tersangka yang bisa dijadikan biang keladi di balik beratnya menggulung halaman situs/blog tersebut yaitu :
- Menggunakan banyak javascript (termasuk jQuery)
- Menggunakan banyak kode CSS3 !
Hati-hatilah menggunakan kode CSS3 untuk situs/blog Anda!
Situs atau blog yang banyak menggunakan CSS3 untuk menata tampilan visualnya berpotensi menguras resource CPU atau memori komputer pengunjung. Termasuk memori ponsel. Pengalaman saya membuktikan hal tersebut. Bahkan situs/blog yang mengandung banyak gambar pada posting dan desainnya saja (seperti desaindigital.com) masih lebih ringan daripada yang banyak menggunakan CSS3 tersebut!
Solusi terbaiknya (bagi pengelola situs/blog), kurangilah penggunaan script yang berpotensi menguras memori perangkat PC atau ponsel.
Logikanya, jika untuk menggulung halaman situs Anda saja user sudah merasa kesulitan, bagaimana mereka bisa menikmati konten Anda? Bagaimana mereka bisa memperoleh informasi yang mereka butuhkan? Pikirkanlah hal ini baik-baik.
Jika ingin membuat tampilan situs/blog Anda terkesan unik dengan script tertentu, sebaiknya tetap mempertimbangkan pengaruhnya terhadap performa secara keseluruhan. Terutama terhadap kecepatan muat halaman dan keringanan untuk menggulungnya ketika proses pemuatan sudah tuntas.
Jika memungkinkan, coba tes hal tersebut dengan berbagai peramban web yang ada. Termasuk pada pelbagai ukuran memori PC. Termasuk pula pada perangkat mobile seperti ponsel (dengan full version alias tanpa mengaktifkan plugin untuk versi mobilenya).
Situs/blog dengan berat yang sudah melampaui batas biasanya ditandai dengan kesulitan pengguna untuk menggulung halamannya ketika diakses melalui ponsel (dengan tampilan full version) dan ketika dicoba via peramban dekstop tertentu.
Ada komentar soal ini?
Menu Lainnya »» Atas » Depan » Arsip » Kontak » Bawah
Add KafeGue di Facebook
Follow KafeGue di Twitter
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Menuju Posting Terbaru


Flock 2.6.1 | Windows XP
wah terimaksi banget infonya,,,
kbetulan om iskandar selaku adminya cukup aktif,, soalnya comment sampe segitu banyak masih di ladeni,, jadi ane (newbie bangets) juga mau comment.
ngeliat diskusi antara para web master yakni mimin ato momodnya (mas iskandar), dengan mas ganda, and mas Ardianz, yang terus berlanjut dan saling mengisi, akhirnya ane mulai dapet sedikit pencerahan tentang blog ane yang lambat di scroll, pdhal kcepetan load datanya sudah lumayan.
jadi ane cuma bisa bilang Thank’s berat buat 3 master diatas,, n Salam Kenal Buat Mas Iskandar.
Opera 10.61 | Windows XP
@Abang Trezz, salam kenal kembali. Saya belum layak disebut sebagai master. Pengetahuan teknis saya seputar dunia IT masih sangat terbatas. Oya, blog Abang Trezz nggak berat kok saat saya coba scroll. Mungkin udah dipangkas sana-sini ya scriptnya.
Flock 2.6.1 | Windows XP
@iskandaria, ya mas, abis ninggalin comment kmren sy lngsung pangkas sna-sini…
n sy mau tambah dikit mungkin bisa di masukkin ke tutorialnya,, kbetulan kmren stelah pangkas,, ternyata msih terasa brat stelah browsing sy nemun salah satu penyebabnya adalah atribut fixed pada css,,
kbetulan atribut ini sbelumnya saya pakai di buku tamu dan jumlah pengunjung yang online, jadi saya coba ganti jadi absolute,, dan hasilnya scrollnya jadi jauh lebih lancar…
Sekian semoga dapat membantu…
Google Chrome 6.0.472.62 | Windows XP
@Abang Trezz, wah, terima kasih atas sharingnya mas. Sangat berharga sebagai tambahan pengetahuan saya. Saya mau meneliti sendiri dulu pengaruhnya. Kalau memang terbukti, nanti mungkin akan saya posting tentang itu.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
saya kurang mengerti penyebab blog menjadi lambat seperti itu. saya biasanya pakai logika saja, kalau browsing blog/website lainnya lancar tapi di blog tersebut lambat banget maka saya yakin blog itu memang lambat, kalau terus-terusan begitu, saya mungkin akan berhenti berlangganan RSS.
Firefox 3.6.3 | Windows XP
makasih untuk tips nya
salam
Firefox 3.6.8 | Windows 7
Mas iskandar,
Saya cenderung setuju bahwa penggunaan beberapa elemen CSS3 sedikit memberatkan kerja CPU seperti
text-shadowdangradient. Saya juga merasakan perbedaannya sejak blog saya menggunakan CSS3 sebagai pengganti gambar header dan background.Namun timbul pertanyaan, siapa yang paling tepat dijadikan kambing hitam beratnya suatu blog ketika diakses?
a) Koneksi internet? Tidak juga, karena koneksi internet hanya mempengaruhi cepat/lambatnya halaman blog ditampilkan secara sempurna.
b) Penggunaan javascript? Tidak juga, karena banyak juga situs dengan javascript, namun sangat cepat diakses.
c) Penggunaan CSS3? Bisa jadi, tapi sangat kecil pengaruhnya.
d) Ukuran halaman web (dalam KB/MB)? Tidak adil donk bagi halaman yang mempunyai tulisan yang sangat panjang.
e) Jenis/versi peramban? Tentu pengguna dengan peramban versi terbaru tidak akan mempermasalahkan CSS3 karena kemampuan merendernya yang lebih baik daripada peramban lama.
f) device yang digunakan? Bisa jadi. Kita tak mungkin bisa menyamakan kemampuan komputer pentium III dengan core2duo. Begitu pula dengan penggunaan ponsel lama untuk mengakses web, pastinya ia akan lebih berat dibandingkan dengan penggunaan ponsel yang lebih besar memorinya.
Lantas timbul pertanyaan pula, “apakah pengguna IE 6 juga berhak mengeluhkan permasalahan yang serupa, karena banyak situs/blog yang tidak bisa terakses dengan baik?”
Jawabannya mungkin sah-sah saja mereka mengeluhkan permasalahan yang serupa. Lantas seperti yang mas dani bilang, mengapa tidak melakukan edukasi (pengajaran) saja kepada pengguna agar mereka tidak memperoleh permasalahan yang serupa?
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@rismaka,
Ujung-ujungnya kembali pada edukasi pengguna ya mas. Masalahnya, penyaji konten (mungkin) kadang masih agak egois dan kurang mau peduli dengan kemudahan akses situsnya. Di sisi lain, pengguna awam (menurut dugaan saya) jelas lebih besar jumlahnya daripada pengguna berpengalaman (yang sudah terbiasa memaksimalkan fitur aksesibilitas pada peramban yang digunakan).
Yach, saya setuju jika selaku penyaji konten, kita perlu melakukan edukasi. Misalnya (mungkin) dengan menyuruh pengguna berlangganan konten blog/situs kita melalui email atau pembaca umpan (?). Jadi mereka tidak harus berkunjung langsung atau tidak harus mengeluh kurang bisa mengakses situs kita dengan baik :)
Bukan begitu Mas Adi? Makasih atas komentarnya yang sejalan dengan posting terbaru saya.
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
@rismaka, pengguna IE6 boleh menyalahkan Microsoft! :D
Firefox 3.6.8 | Windows XP
saya menggunakan blogspot mas jadi memang loading sangat lambat berbeda dengan WP yang sangat ringan loading
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@Tembang Lawas, blogspot memang cenderung lebih lambat loadingnya ketimbang wordpress. Mungkin pengaruh struktur coding templatenya mas. Lokasi servernya yang di luar negeri juga ikut mempengaruhi. Solusi untuk mempercepat loading blogspot tak lain dengan memangkas penggunaan javascript seminimal mungkin. Kalau bisa dibuat manual lebih baik (untuk widget linknya).
WordPress 3.0.1
[...] ini sebagai koreksi dan penjernih dari tulisan saya sebelumnya tentang blog yang sangat berat ketika digulung. Ya, jangan buru-buru menyalahkan banyaknya penggunaan script sebagai biang keladi atau tersangka [...]
Google Chrome 3.0.195.38 | Windows XP
upps.. saya lupa tekan tombol notify… tapi inikan menggunakan plugin threaded commend kan Mas yang berarti kita tidak bisa melihat semua komentar yang masuk melalui surel.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@Rudy Azhar, blog Bang Rudy tidak ada masalah pada saat menggulung halamannya. Masih relatif ringan. Terkecuali ketika menyisipkan animasi loading kemarin. Soal notifikasi, saya kurang tahu juga ya efek plugin thread commment ini. Dicoba saja deh Bang.
Google Chrome 3.0.195.38 | Windows XP
@iskandaria, ya, memang Mas. Notifikasinya hanya pada komentar yang dibalas saja tidak keseluruhan komentar yang ada. Buktinya saya tidak tahu ada yang berkomentar setelah saya.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@Rudy Azhar, oh begitu ya ternyata. Bingung juga saya mengakalinya bagaimana.
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
@iskandaria,
[OOT] Mungkin paling nyaman itu kalau ada plugin yang menyerahkan sepenuhnya pilihan ke pengguna. Mau langganan komentar balasan pribadi atau seluruh topik. :)
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
@Rudy Azhar,
[OOT] Ya, dengan plugin tertentu, langganan hanya untuk balasan per komentar, bukan per judul/topik. Tidak terlalu berisiko menerima komentar OOT. Hanya saja, mesti rajin memilih centang ‘notify’.
Saya pribadi lebih menyukai langganan balasan komentar per judul/topik, bukan per komentar, via surel. Sehingga bisa mengikuti seluruh diskusi yang ada, bukan hanya tanggapan komentar pribadi.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@dani,
Saya menggunakan plugin replymail (rekomendasi Mas Adi Rismaka dulunya) karena dia sebel ketika memperoleh banyak surel otomatis berupa tanda terima kasih. Plugin replymail ini hanya memberi notifikasi pada komentar pribadi kita. Namun masalahnya, plugin WP thread comment yang saya gunakan di komentar blog ini juga punya fitur bawaan berupa notifikasi (letaknya di bagian bawah kotak isian komentar). Mungkinkah karena bentrok antar keduanya dan lalu dimenangkan oleh plugin ReplyMail? :)
Google Chrome 3.0.195.38 | Windows XP
ngomomg-ngomong udah ngetest di blog mana saja Mas?…he..he..he….
Blog saya sepertinya ada beberapa element yang menggunakan CSS3 seperti
box-shadowborder-radiustapi itu tidak menjadi masalah kok.Tentang penggunaan JS memang saya buat seminimal mungkin, padahal rencananya tombol kembali keatas mau saya buat dengan JS biar ada efek smooth tapi saya urungkan dulu deh.
Google Chrome 5.0.375.127 | Windows Vista
kalo di sisi server ada pengaruh juga gak mas kalo blog kita banyak javascriptnya seperti di suppend atau lain-lain..
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@Arief Rizky Ramadhan, setahu saya, plugin tertentu sangat berpotensi menguras resource (akibat proses request yang dilakukannya terhadap server). Contohnya plugin Yet Another Related Post (YARP) untuk penggguna WordPress. Nggak heran sih, soalnya mayoritas blogger kan masih menyewa hosting yang dipakai bersama-sama. Lain soal kalau kita menggunakan server milik sendiri (pribadi) yang tentunya lebih bebas/leluasa untuk kita install script atau plugin.
Pernah ada kasus beberapa rekan pemilik blog yang disuspend pihak hosting gara-gara menggunakan plugin tertentu. Jadi, gunakan yang sekiranya dianggap paling penting saja Rief.
Google Chrome 5.0.375.127 | Windows 7
Saya kutip dari artikel smashing magazine,
Desain berbeda dengan seni. Seni merupakan ekspresi keindahan yang sifatnya personal, bisa difahami berbeda. Desain bicara tentang fungsi. Desain yang bagus haruslah berguna. Harusnya desainer bertanya pada diri sendiri ketika mendesain. Perlukah drop shadow? Perlukah border? Jika tujuannya hanya sekadar keindahan, sebaiknya dipertimbangkan kembali.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@Jeprie, menurut saya lebih kepada efek/pengaruh ketika seni tersebut kita terapkan. Jika cenderung berpotensi lebih banyak merugikan pengunjung situs kita, maka seni itu menjadi tidak berguna. Begitu saja sih simpelnya menurut saya.
Google Chrome 5.0.375.127 | Windows XP
@Jeprie, Hehe benar, Desainer berbeda dengan artis. Kalau dari sisi desainernya mungkin cenderung pada oportuniti yang ingin dicapai, bukan kepuasan batin.
New York Times tidak mungkin disajikan dalam bentuk blogazine. OK! :)
Safari 5.0.1 | Windows XP
@Jeprie, Kalau pendapat saya dari sisi Developer, HTML5 dan CSS3 bisa mengurangi porsi Javascript untuk mengembangkan aplikasi Rich Media . Uh, javascript bug hunting adalah hal yang menyenangkan sekaligus menjemukan.
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
@Jeprie,
Saya bukan/belum sepenuhnya mendukung HTML5 terutama karena konflik WHATWg vs W3C dan beberapa elemen semantik HTML5 yang terkesan dipaksakan untuk ‘backward compatible’.
Saya setuju dengan Ganda. HTML5 berpeluang memanjakan penyaji multimedia dengan standar Web terbuka atau ‘Open Web Standard’ dibanding bergantung pada berkas proprietari seperti Flash, JPG, dan GIF. Apalagi kemudahan integrasi SVG nantinya.
Saya juga setuju dengan kuotasi bahwa alasan sekadar seni perlu ditinjau ulang. Saya melihat penerapan teknologi baru ini dari sisi lain. Pemakaian CSS3 & HTML5 sebagai teknologi yang relatif baru saat ini bisa membantu meningkatkan kepedulian dan kepopulerannya. Serupa seperti pemakaian beberapa istilah komputer & Internet dalam bahasa Indonesia baku yang masih dirasa asing. :)
Google Chrome 5.0.375.127 | Windows 7
@dani, dalam hal coding desain web saya sama sekali awam. Saya hanya bisa menjawab berdasarkan kebiasaan saya saja.
Saya, dan mungkin kebanyakan pengguna lain, lebih suka fokus pada content daripada berbagai fitur rich media yang baru. Saya masih merasa nyaman dengan Flash daripada harus berganti browser demi CSS3.
Kecuali memang dibutuhkan, misalnya untuk menampilkan infografik, penggunaan CSS3 dan standar baru lainnya bagus sekali. Hanya saja, jika sekadar mempermanis tampilan saya tidak keberatan mendownload JPEG atau PNG selama ukurannya masih masuk akal.
Hanya karena kita bisa memutar gambar dengan CSS3 bukan berarti setiap gambar diputer. Hanya karena bisa membuat rounded corner bukan berarti semua harus pojok harus dibulat-bulatkan. Dari sisi desain, itu bukan saja tidak perlu malah bisa memberi kesan amatiran. Mungkin semua masih ingat, pertama bisa MS Word sepertinya semua ketikan harus pake Comic Sans, times new roman dianggap aib.
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
@Jeprie,
Pemakaian CSS (CSS3) menurut saya ya presentasional. Memang hanya untuk visual, pemanis, bukan konten itu sendiri seperti (X)HTML, SVG, dan MathML.
Alasan yang sering saya temui, dengan CSS3 sedikit mengurangi kesan visual “bukan Web 2.0″ yang katanya mesti ‘bling-bling’ dengan efek tombol 3D. :D
Google Chrome 5.0.375.127 | Windows XP
@dani, Hehe, sepertinya CSS3 terlalu dilebih-lebihkan. Bikin template dengan rounded corner saja sudah digemborkan “Layout dengan CSS3!” :D
Teknologi baru? ah, sebenarnya sudah cukup lama Mas Dani. Terlalu lama di inkubasi. Ingat, teknologi font embedding sudah ada sejak jaman IE6 — yeah! IE6 mendukung font embedding. :)
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
Sebentar…jika keberatan dengan fitur terbaru, solusi sederhananya di sisi pengguna kan bisa di-’disable’ CSS dan JavaScript-nya. Bukan hanya menyarankan penyaji saja. Toh Facebook dengan skrip yang masif masih ramai saja.
Kecuali skrip tersebut ditulis dengan cara yang ‘inline’ dan tidak sesuai standar. Bingunglah mesinnya dan penggunanya… :)
Terkait peramban Web, mesin mana yang paling ampuh penguraian/’rendering’ CSS3 dan JavaScript-nya? Menurut saya, mesin V8 dan SquirrelFish-nya WebKit memang relatif masih unggul saat ini. mengingat tiap vendor peramban Web punya ‘Test suite’/'benchmark’ JavaScript sendiri (misal SunSpider, Dromaeo, V8, JSBenchmark).
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
Sial, saya lupa ‘subscribe’.
Jadi mungkin saja bukan CSS3 yang salah, tapi cara ‘render’ di sisi peramban yang belum mumpuni. :)
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@dani, berdasarkan kasus saya di atas, kesalahan memang cenderung mengarah pada peramban yang digunakan untuk me’render’. Semoga makin dikembangkan lagi agar lebih sempurna.
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
@iskandaria,
Tapi di konten di atas Mas Is kan juga menyebut tersangkanya konten itu sendiri, dan memberi saran tertentu untuk para penyaji konten saja. Belum ada saran untuk pengguna.
Kalau mau dirunut lagi, bisa saja tersangka koneksi Internet, kemampuan server, dll ditersangkakan. :)
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@dani, ups. Sepertinya saya belum terlalu bagus dalam menajamkan ide tulisan saya di atas. Atau mungkin cara berlogika saya yang masih perlu dibenahi ^-^ Lagipula, tulisan di atas lebih memposisikan sudut pandang sebagai seorang pengguna awam kok Bli. Saya hingga saat ini belum bisa dibilang sebagai pengguna expert. Masih ada beberapa ‘tips mengalah’ yang belum saya lakukan ketika berselancar. Soal tersangka lain itu, nanti akan ada pembahasan tersendiri (sebagai penjernih sekaligus pelurus).
Safari 5.0.1 | Windows XP
@dani, Setuju dengan komentar ini. Bukan Salah CSS3 nya, tapi optimasi perambannya.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@dani, kadang pengguna jadi harus mengalah, begitu kan maksudnya Bli? Kalau facebook masih ramai, menurut saya karena tidak ada masalah berarti pada kecepatan muat maupun urusan menggulung halamannya (walau menggunakan skrip yang begitu masif). Terlebih ada versi mobile-nya.
Mengenai peramban, satu golongan mesin saja (misalnya golongan WebKit) bisa berbeda kemampuan render-nya. Google Chrome cenderung lebih baik dari peramban WebKit lainnya berdasarkan pengalaman saya mencoba berbagai peramban WebKit (seperti Safari, Midori, maupun rekonq). Tidak heran jika akhirnya Chrome paling banyak digunakan di antara peramban WebKit lainnya :)
Firefox 3.6.8 | Arch Linux
@iskandaria,
Kode sumber WebKit sama, tapi kualitas berbeda, tanyakan pada integrasi plugin, ekstensi, setelan/pengaturan dan fitur lain yang diubah pengembang.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@dani, ibarat kode sumber Linux juga kan logikanya? Kode sumber Linux sama. Namun oleh distro-ya dikembangkan/dimodifikasi lagi. Mohon koreksi jika analogi saya ini keliru.
Firefox 3.6.8 | Ubuntu 10.04
Sepertinya rada menyinggung blog saya juga nih, hihi (ge-er). Saya setuju dengan mas Ardianzzz. Untuk penggunaan JavaScript/jQuery memang tidak boleh berlebihan, lalu kalau bisa dihosting dari google-nya langsung. Kalau untuk CSS3 saya ndak sepenuhnya setuju, ndak semua efek CSS3 terasa memberatkan kok. Dari pengalaman saya untuk efek seperti
border-radius, dantext-shadowtidak memberatkan loading halaman, kecuali untuk efekbox-shadow, dantransform: rotateyang memang agak sedikit memberatkan.Ya, tapi pada intinya CSS3 jadi memberatkan juga sih, hehe :p
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@afriandi, saya juga menggunakan sedikit kode CSS3 kok untuk blog ini (khususnya pada judul di bagian header) :) Ya, tidak semua kode CSS3 bikn berat. Cuma pada kode untuk menata efek/tampilan tertentu. Jadi kita mesti pintar-pintar memilihnya untuk digunakan. Sepanjang masih bisa diakali dengan teknik lain yang tidak begitu membebani kan tidak jadi masalah :p
Firefox 3.6.8 | Windows 7
Mas Is,
Jalan terbaik tinggalkan blog tersebut dan ZZZZZ….
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@Aldy, itu cara paling aman Pak. Masalahnya, saya kadang sangat membutuhkan informasi di dalamnya. Apakah saya harus mengalah begitu saja dengan meninggalkan? Oh tidak. Kecuali konten-konten blognya memang kurang berguna bagi saya.
Firefox 3.6.8 | Windows 7
@iskandaria, Hehehe, itu dia mas Is, saya juga seringkali mengalah dan mengeluh. Apa boleh buat.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
Saya juga sering mendapatkan blog/web yang saat scrolling kayak agak berat gitu. Termasuk blog saya sendiri pernah mengalaminya. Tapi sekarang enggak lagi, Makasih ya atas sarannya!
Safari 5.0.1 | Windows XP
Ini ada artikel menarik tentang pengalaman seorang developer menggunakan CSS3 Shadow (jacwright.com)
Firefox 3.6.8 | Windows XP
Ia sih, emang bener.
Java Script adalah faktor utama yang menyebabkan loading Blog jadi lambat.
Mudah2′an saja Blog saya gak termasuk Blog yang lambat saat diakses, soalnya tidak banyak java script yang saya gunakan :D
Safari 5.0.1 | Windows XP
@Zippy, Yakin? Saya belum yakin Javascript adalah masalah utamanya. Bisa jadi kecepatan inet pengguna, peramban yang digunakan(udah buka berapa banyak tab?), kemampuan komputer yang digunakan, dan mungkin hosting blog tersebut memang ngadat. :D
Pliss.. Jangan salahkan si Javascript. Dia tak berdosa dan tak salah apa-apa. :D Mungkin si Javascript sedih mendengar orang2 selalu mengeluhkan dirinya.
Safari 5.0.1 | Windows XP
Mau nambahin, dari sudut pandang saya, saatnya berubah cara user melihat konten. Untuk itulah inovasi itu diperlukan. Jangan begini-begini melulu. :D
Google Chrome 5.0.375.127 | Windows XP
@ganda, Hey i like this! :)
Yeah, saya sering menjumpai blog yang terlambat load (entah di kotak komentarnya atau di konten). Diagnosa pertama adalah karena penggunaan JavaScript. Saya rasa tidak ada masalah dengan jQuery. Kesalahan terletak pada struktur dokumen yang tidak baik.
Berikut ini trik yang saya terapkan untuk memngoptimasi kecepatan muat:
1. Gunakan jQuery yang dihosting di Google.
2. Jika JavaScript diprioritaskan, letakkan di
<head>jika tidak letakkan sebelum</body>.Saya pikir tidak ada masalah dengan CSS3.
Saat ini komputer telah semakin murah dan semakin baik dari beberapa waktu lalu. Netbook seharga 1-2juta telah dibekali dengan memori minimal 1GB. Koneksi dial up 56kbps juga sudah ditinggalkan, beralih ke mobile broadband. Ponsel? Sepertinya server Opera Mini memiliki metode sendiri dalam mengkompresi halaman web.
Tidak ada yang salah dengan opini di atas. Hanya kurangnya kejelasan tentang pengurangan script dan CSS3 ;)
Terdengar seperti anti JavaScript & CSS3 hehe…
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ArdianZzZ, ya. Struktur dokumen halaman memang menyumbang berat ringannya ketika dimuat atau ketika digulung. Saya pernah nulis tentang Selubung Gelap Saat Proses Loading Blog. Dugaan saya di tulisan tersebut yaitu karena struktur coding theme.
Mengenai anti JavaScript dan CSS3, sama sekali tidak kok. Yang saya anti/alergi ialah penggunaannya yang cenderung berlebihan (untuk hal-hal yang kurang prioritas) sehingga membebani pengguna ketika ingin menggulung halaman :)
Contoh penggunaan JavaScript yang kurang perlu (menurut saya) yaitu untuk memberi efek smooth-scroll pada link back to top. Padahal cukup dengan link biasa dengan penggunaan tanda # untuk menuju area yang diinginkan. Pemborosan bukan? Sekecil apa pun, efek penggunaan jQuery tsb.ikut menyumbang beban juga.
Oya, Opera Mini masih suka berat ketika membuka situs/blog tertentu, terutama untuk men-scroll halaman. Ini dulu ya. Buru-buru soalnya.
Safari 5.0.1 | Windows XP
@iskandaria,
Mungkin target pembacanya di negara-negara tertentu atau penguna-pengguna internet tertentu yang memiliki koneksi dewa bro. Wajar jika seperti itu saya rasa. Tapi baiknya ada fitur web mobilenya, memang.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ganda, tapi blog berbahasa Indonesia saya lihat banyak juga yang memilih penggunaan jQuery tersebut untuk memberi efek menarik saat ingin kembali ke atas. Jelas-jelas kondisi pengguna inet di Indonesia masih fakir miskin (rata-rata)..hehehe. Saya sih lebih suka tanpa efek menggulung. Lebih cepat aja kalau mau ke atas. Pas klik jump-linknya, langsung meloncat ke atas bagaikan kilat. Kalau pakai efek scroll malah bikin mata saya pusing dan berkunang-kunang Bro..wkwkwkwk (jadi hilang konsentrasi sebentar akibat pengaruh layar yang menggulung).
Internet Explorer 8.0 | Windows XP
@iskandaria, Ya juga sih. Saya juga setuju dengan itu. Saya kurang suka efek scrolling itu. Buat lambat aja. Pakai id element dan di referensikan via anchor tag kan sudah cukup. :D
Bukan cost CPU yang disebabkan oleh proses layar menggulung itu yang saya keluhkan. Seperti postingan terpanjang sedunia yang dibuat oleh bang Rismaka, kira-kira berapa menit yang dibutuhkan oleh script itu untuk sampai ke atas?
Jika bisa sampai tujuan dalam 1 detik, kenapa harus yang 10 detik, 20 detik, dsb.
Hidup ini bukan hanya untuk membaca konten blog, konten website, dsb. Jika bisa dipercepat, kenapa harus diperlambat? (Biasanya jargon ini akan di putar balikkan oleh pihak pemerintah menjadi, “jika bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat?”) Hahahaha….
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ganda, hahahaa. Setuju banget bro :D (*speechless*)
Safari 5.0.1 | Windows XP
@iskandaria, Jadi teringat lagi tentang postingan bro yang mengeluhkan kecepatan dan tarif inet di negri ini. Fiuhh..
Safari 5.0.1 | Windows XP
@ArdianZzZ, Dalam pengalaman saya selama menggunakan JQuery, terkadang scriptnya gak jalan jika JQuery saya panggil di dalam
head. Selidik demi selidik, ternyata Jquernya lebih dulu memanggil id dari sebuah div, sementar id div tersebut belum dicipatakan oleh peramban. Jadi lah undefined object error. Walau sudah diatasi pakai trik jika body udah di load, masih saja begitu. Akhirnya tak pindahin ke atas tag</body>. Jalan deh dengan mulus. Hahahaha…Setuju. Mari beralih ke mobile broad band. Masalah netbooks, sekarang sudah ada dual core, core 2 duo dan bahkan quad core bukan? Intinya, kembali ke developer/vendor, apakah aplikasi yang mereka gunakan, memanfaatkan arsitektur processor dual core, core 2 duo, bahkan 4 core. Jika tidak, ya sama aja. Mesinnya doang yang unggul, algoritma yang digunakan gak unggul.
Javascript is doing great!! Mungkin tanpa ada javascript, jargon web 2 yang sudah menggaung ditelinga mungkin akan terdengar beberapa tahun lagi. Fuhhhftt.. Dan ya, tolong kesampingkan teknologi Flash/Flex, Java Applet, Silverlight, Google gears(sebenarnya pakai javascript juga), Mozilla Prism dan Javafx, dan teman-temannya yang tidak saya ketahui.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ganda, wah. Banyak istilah dan perangkat teknologi yang masih asing bagi telinga saya Bro (pada paragraf terakhir). Maklum, pengetahuan saya soal dunia IT masih sangat terbatas. Jadi celingak-celinguk saat dengar istilah-istilah itu.
Internet Explorer 8.0 | Windows XP
@iskandaria, Itu adalah perangkat-perangkat alternatif Javascript untuk pengembangan rich media bro. Yang paling saya senangi adalah Flex. Silverlight masih menggunakan Javascript(tapi gak tahu juga deh, dah lama gak update berita tentang Silverlight ini). :D
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ganda, maksudnya begini-begini melulu bagaimana bro? Apakah maksudnya mengeluh terus dengan menyalahkan penggunaan javascript dan CSS3? Kalau itu maksudnya, bro Ganda salah menduga saya. Saya sama sekali tidak anti atau alergi dengan JavaScript maupun CSS3. Yang saya anti/alergi ialah penggunaannya yang cenderung berlebihan (untuk hal-hal yang kurang prioritas) sehingga membebani pengguna ketika ingin menggulung halaman :D
Masalah inovasi, saya malah sangat mendukung.
Safari 5.0.1 | Windows XP
@iskandaria, Bukan seperti itu brother. Saya melihat dari sisi saya sebagai developer saja. Saat ini konten banyak dipresentasikan dalam bentuk teks(walau sekarang sudah ada konten yang dipresentasikan dalam bentuk podcast, video, gambar dan lain lain). Konten berupa teks masih menjadi jawara pada saat ini, berhubungan dengan mesin pencari juga. Nah, yang ingin saya tekankan di sini, kenapa harus bentuk teks melulu?
Alangkah indahnya jika kita masuk ke suatu website, halaman tersebut dibacakan untuk kita, bahkan bisa di translasi langsung ke bahasa yang kita mau, bisa disimpan secara otomatis, untuk digunakan suatu hari nanti.
Atau suatu saat nanti kuliah tak harus hadir secara fisik di tempat, dengan begini tak harus jauh-jauh datang ke belanda untuk kuliah di Groningen, misalnya. Saya bisa bertatapan langsung dengan Dosen saya, bertukar dokumen secara real-time dan interaktif. Alangkah indahnya. Tapi, memang masih jauh dari impian saya itu. Hehehe… Lagi-lagi, koneksi internet kita yang harus disalahkan. Hey, para vendor inet indonesia, dengarkanlah kami penggunamu ini. :D Sediakanlah bagi kami internet yang murah dan kecepatan dewa.
Plus, aplikasi pendukungnya pun tak boleh lemot. :D
Hahahahaha…
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ganda, nah. Kalau begitu penjelasannya kan saya bisa ngerti Bro. Tidak jadi ambigu lagi..hahaha. Ya, konten berupa teks memang masih mendominasi hingga saat ini. Bahkan ilmu SEO pun sepertinya lebih banyak berpihak pada upaya optimasi konten berupa teks, bukan?
Di Indonesia, sebenarnya situs/blog dengan konten utama berupa gambar sudah lumayan mendapat tempat di hati banyak pengguna Internet. Kalau berupa video memang masih terbentur keterbatasan speed koneksi :( Capek deh nunggu video terloading sempurna sampe bermenit-menit. Itu pun patah-patah.
Kesimpulannya, untuk menikmati konten multimedia dengan nyaman masih menjadi barang mewah di Indonesia. Semoga para vendor inet mendengar keluhan Bro Ganda pada kolom komentar di postingan ini :lol:
Internet Explorer 8.0 | Windows XP
@iskandaria, Saya berharap era konten teks ini segera berakhir. Erm, sebenarnya bukan berakhir, bahasa tepatnya apa ya? Maksud saya dipresentasikan lebih baik lagi, realtime, “languange is not barrier”, apa lagi ya?
Bosan mendengar teknik-teknik SEO melulu, seperti tak kunjung habisnya. :D
Saya berharap, mesin pencari yang mengusung web 3 segera hadir dengan kemampuan yang semakin pintar. Tak ada teknik2 kotor SEO, semua berjalan sesuai aturan yang berlaku. Hehehehe..
Yep, koneksi internet di Indonesia memang sangat menyedihkan. Berdasarkan pengalaman teman saya yang kuliah di sebuah perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta, seorang profesor dari Jepang diberi privilege koneksi 45MB/s, tapi ia mengatakan koneksi itu sangat lambat. Nah, kebayang kan berapa cepat koneksi di jepang sana? Mana murah lagi!!! Hehehehe…
Firefox 3.6.8 | Windows 7
@ganda, Tadi sudah saya tanyakan bro, katanya mereka mendengar keluhan bro Ganda, tetapi dari nilai ekonomis, justru koneksi yang ada pada saat ini lebih menguntungkan vendor :D
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@aldy, hahaa. Dasar ya Pak..
Internet Explorer 8.0 | Windows XP
@aldy, Saatnya tinggalkan vendor sombong seperti itu. Mereka juga gak bisa berkembang tanpa konsumen. Mari beralih ke vendor lain. Mungkin yang ngomong itu, penganut marketing model lama — mass of market.
Hey, kamu orang yang bekerja di vendor XXX, mass of market is going to die. Remember that if you don’t want lose your consumer.
Safari 5.0.1 | Windows XP
Ada beberapa jenis konten, yakni konten teks, dan konten multimedia, seperti suara, video, gambar dan lain lain.
Menurut saya, konten CSS3, bisa berupa presentasi, sama halnya seperti gambar dan video yang berupa presentasi, dilihat oleh mata.
Well, kalau di pikir-pikir dari segi pemrograman, coba dengan komputer jadul dahulu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memproses gambar. Saya yakin juga waktunya cukup lama dan memakan resource yang lumayan. Ini adalah masalah evolusi, revolusi, dan perkembangan. Software untuk menampilkan gambar terus disempurnakan sejak dulu.
Nah, algoritma-algoritma tersebut ada kemungkinan digunakan juga di engine peramban, katakan saja webkit, untuk menampilkan gambar. Algoritma2 tersebut bisa saja lebih di sempurnakan lagi karena untuk keperluan berselancar. Kalau kembali ke lebih teknisnya lagi, berhubungan lagi dengan warna di setiap pixel. Ya tidak?
Nah, CSS3 juga begitu. CSS3 ini masih tergolong baru, belum banyak dipergunakan, belum mature, belum sempurna, desainnya masih dipikirkan lagi, kemungkinan perubahan2 masih akan terjadi. Begitulah saya kira. CMIIW.
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ganda, semoga perubahan ke depannya lebih bersahabat ya bro dengan berbagai peramban dan spesifikasi perangkat terkini. Tulisan di atas cuma mewakili saya pribadi sebagai pengguna awam yang masih belum banyak tahu soal CSS3 dan pemrograman web secara keseluruhan.
Mengenai komputer jadul, jadi teringat ketika saya ikut ujian Mid dan UAS mata kuliah pemrograman C++ dan perancangan website di kampus saya. Kebetulan saat itu kelas kami kena di Lab C (yang notebene sarang komputer kelas 3 semua..hahaha). Untuk membuka aplikasi kayak Dreamweaver dan CodeBlock saja mesti bersabar. Termasuk saat eksekusi/compile dan melihat hasil editan coding :)
Safari 5.0.1 | Windows XP
@iskandaria, Kita tunggu saja perkembangan para vendor web browser. Atau jika mau, bisa mengimplementasikan engine webkit dengan membuat web browser sendiri. Pakai bahasa Python bisa kok. Hehehehe..
Ah, C++ ya? Itu adalah bahasa yang tidak saya kuasai namun pernah mengenal. Kekuatan OOP dan native C ada di bahasa ini. Tak ayal jika bahasa ini sering dipakai untuk membuat aplikasi desktop, dengan menggunakan Gui Engine QT, TK dan lain lain.
Code::Blocks? Saya pecinta Vi/Vim, Eclipse, Net Beans dan Komodo Edit.
Safari 5.0.1 | Windows XP
@ganda, terkadang pakai kwrite, kdevelop dan gedit
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ganda, C++ bahkan digunakan untuk membuat antivirus Smadav (antivirus lokal). Menggantikan bahasa Visual Basic yang digunakan sebagai engine sebelumnya ^-^
Firefox 3.6.8 | Windows 7
Terima kasih referensinya pada situs saya.
Desain di situs saya yang sekarang sebetulnya tidak banyak menggunakan gambar pak. Aspek visualnya dipermudah dengan penggunaan border 1px css. Saya juga menolak menggunakan fitur-fitur CSS3, seperti drop shadow, dst, dan lebih memilih penggunaan gambar berukuran kecil.
Saya pikir untuk tujuan fungsional, hal-hal baru seperti CSS3 lebih baik dihindari. Lebih baik bermain aman, kecuali memang situs kita bertujuan berada dalam tema itu, misalnya css-trick.com
Safari 5.0.1 | Windows XP
@Jeprie, oh iya. Situs Mas Jeprie sekarang sudah lebih minimalis ternyata. Tapi untuk posting masih banyak menggunakan gambar, bukan? Ya, saya setuju jika sebaiknya mulai mengurangi penggunaan script yang berpotensi memperberat halaman situs. Penggunaan image/gambar sebagai latar theme pun bisa dipertimbangkan ulang untuk dipangkas.
Firefox 3.0.15 | Windows XP
@Jeprie,
Saya rasa blog kaya akan javascript juga tidak masalah, bagaimana dengan youtube yang kaya akan javascriptnya kan juga masih sering ramai dari tahun ke tahun, bahkan semakin ramai. Jadi ingat detik dot com yang sangat berat loadingnya scrollnya juga lumayan berat, kalau sekarang sudah tidak pernah lagi akses berita onlie
Safari 5.0.1 | Windows XP
@Gus Ikhwan, Yang dilakukan Youtube adalah optimasi servernya, jika pengguna hosting biasa, tentu saja tidak bisa dengan bebas mengoptimasi server yang mereka gunakan. Hanya bergantung dari pihak penyedia hosting.
Yah, klo youtube diakses oleh pengguna internet rumahan dengan modem berkecepatan rendah, tentu membuat jengkel dong. Bukan masalah javascript/HTML/CSS. Ini masalah video!!! Berapa lama waktu dibutuhkan untuk meload video playernya? Berapa lama buffering videonya? :D Tergantung kecepatan inet kita. :D
Google Chrome 6.0.408.1 | Windows XP
@ganda, ya. Untuk kasus youtube tentu saja kita harus melihat apa konten utamanya. Seringan apa pun theme yang digunakan, jika konten di dalamnya berupa video, tetap saja berpotensi berat, terutama untuk koneksi inet abal-abal :lol:
Internet Explorer 8.0 | Windows XP
@iskandaria,
Ya, koneksi internet kita memang koneksi internet abal-abal(ini untuk pengguna internet rumahan dengan modem USB itu ya, sebab koneksi internet lain yang digunakan di kantor-kantor memang sangat cepat, tapi harganya pun mahal :( )
Saya bermimpi, andai kata koneksi dengan backbone serat optik bisa tersedia di setiap rumah di Indonesia. tinggal colok, jadi deh. :D Tak harus menggerutu lagi, tidak lagi dipanggil tua walau masih muda hanya karena keseringan menggurutu disebabkan oleh koneksi internet yang empot-empotan.