Benarkah Tulisan di Blog Tidak Layak untuk Bahan Penulisan Skripsi?

webhosting Indonesia

Blog mungkin masih dianggap bukan bagian dari media ‘mainstream’. Untuk mendukung keakuratan dan bobot suatu karya ilmiah, lazimnya penulis merujuk pada buku-buku, majalah, koran, tabloid, jurnal ilmiah, serta situs-situs yang bukan tergolong sebagai blog. Bisa pula pada hasil wawancara langsung/tertulis. Atau sekadar hasil kuisioner/angket yang dibagikan kepada para ‘responder’.

Sedangkan blog? Ah, siapa juga yang sudi menjadikannya sebagai referensi atau rujukan. Tulisan di blog kan umumnya berisi opini pribadi sang penulis/pemilik blog. Atau bisa juga cuma berisi pengalaman pribadi penulis. Kalau tidak, ya hasil ‘copy-paste’ dari sumber lain. Di sisi lain, blog juga masih dianggap sebagai sampah informasi oleh sebagian orang. Tingkat kebenaran atau akurasi informasi pada blog masih banyak diragukan.

media-massa

Pendapat saya sendiri bagaimana?

Masalah layak atau tidak, mari kita tinjau dari perspektif atau sudut pandang sebagai seseorang yang ingin meneliti opini masyarakat mengenai sesuatu. Katakanlah, Anda seorang mahasiswa tingkat akhir yang mengambil studi tentang perfilman atau dunia televisi.

Kebetulan, Anda (misalnya) ingin melakukan riset mengenai opini masyarakat terhadap film A yang sempat menghebohkan jagad perfilman Indonesia. Nah, bagaimana cara Anda mengumpulkan opini masyarakat tersebut? Selain dengan wawancara langsung serta metode angket, apakah cara lain yang bisa Anda lakukan?

Ya, riset melalui media online jawabannya!

riset-online

Internet telah menyediakan begitu banyak informasi yang kita butuhkan. Hanya dengan mengetikkan kata kunci tertentu pada kolom pencarian ‘search engine’, beribu dan bahkan berjuta halaman website siap untuk Anda buka. Tinggal pintar-pintarnya Anda memilah dan memilih hasil pencarian yang layak untuk diklik atau dibuka lebih lanjut.

Terkait dengan status Anda sebagai mahasiswa yang sedang melakukan penelitian mengenai opini masyarakat terhadap film A, apakah Anda hanya akan menjadikan ulasan/’review’ di situs portal sebagai rujukan? Bukankah ‘review’ di situs portal pada umumnya cuma berupa ringkasan alur cerita? (alias sinopsis).

Nah, di situlah blog menjadi sangat penting fungsinya.

Tulisan atau ulasan film di blog bisa sangat mewakili opini masyarakat. Dengan catatan, ulasan tersebut memang dibuat/ditulis berdasarkan pendapat pribadi sang pemilik blog. Pemilik blog yang menulis ulasan film yang telah ditontonnya mewakili sebagian kalangan penikmat film. Ia adalah refleksi dari masyarakat itu sendiri. Termasuk semua komentar yang ada pada posting tentang ulasan film tersebut.

Ya. Komentar pada blog pun layak dijadikan sebagai rujukan atau bahan penelitian mengenai opini masyarakat terhadap suatu film. Jadi, bukan cuma postingnya.

opini-masyarakat

Nah, dari hasil menghimpun sekian banyak opini masyarakat mengenai film A di berbagai blog (termasuk sekian banyak komentar yang mampir di situs), Anda sebagai peneliti bisa mengambil kesimpulan atau tesis. Tentunya dipadukan pula dengan hasil wawancara langsung atau wawancara tertulis, entah itu terhadap kalangan penikmat film maupun kritikus film profesional.

Tentunya lagi akan lebih akurat dan objektif jika dipadukan dengan hasil riset via angket atau ‘kuisioner’ yang Anda bagikan kepada sekian banyak ‘responder’ (dari beragam latar belakang).

Terkait dengan contoh kasus di atas, saya pernah memperoleh sebuah komentar yang meminta saya untuk diwawancarai (seputar opini saya mengenai sebuah film). Ini dia ‘screenshot’ komentar tersebut ↓

komentar-pembaca

Komentar di atas masuk pada salah satu tulisan saya tentang ulasan film Suster Keramas. Judul tulisan tersebut yaitu Film Suster Keramas, Cabul Abis tapi Lucu Sih (di blog kafe28.blogspot.com)

Mengapa ada yang ingin mewawancarai saya mengenai film tersebut? Dari isi komentarnya, sepertinya mahasiswa tingkat akhir tersebut tertarik dengan ulasan saya.

Jadi walaupun tulisan ulasan saya tersebut belum tentu akan dijadikan rujukan skripsi, setidaknya hal itu membuktikan bahwa sebagian mahasiswa sudah mulai menganggap tulisan di blog layak untuk dijadikan sumber riset atau penelitian.

Kalau tidak, buat apa ia mampir ke blog, membaca tulisan di situ, dan lalu meminta sang penulis untuk diwawancarai?

Ah, mungkin saya yang terlalu ge-er kali ya.

Maaf, karena alasan tertentu, kotak komentar ditutup!

  1. Sagi
    Internet Explorer 6.0 | Windows XP

    I went to tons of links bferoe this, what was I thinking?

  2. bintan island
    Firefox 3.6.13 | Ubuntu 10.10

    menurut saya si sah sah aja .. tapi jika yang menulis skripsi tu canggih dan cerdik .. ;-)

  3. Riya
    Firefox 3.6.6 | Windows Vista

    Pak iskandar, nama saya riya.
    saya tertarik dengan salah satu tulisan anda yang berjudul “Benarkah tulisan di Blog tidak layak untuk bahan penulisan skripsi”
    Saya rasa anda adalah orang yang cocok untuk saya wwancarai sbg informan dlm salah satu penelitian saya.
    Saya ingin tahu pendapat anda lebih lanjut ttg tips menjadikan blog agar memenuhi syarat sbg referensi penulisan skripsi?
    bagaimana?
    Anda bersedia menjawab?
    (saya sudah kirim email ke alamat anda) trima kasih..

    iskandaria
    Chromium 12.0.716.0 | Ubuntu 10.10

    @Riya, boleh saja mbak/mas. Saya bersedia diwawancarai. Tapi emailnya belum saya terima tuh. Mungkin salah ketik alamat email saya.

    Riya
    Firefox 3.6.6 | Windows Vista

    @iskandaria, iya salah ketik. kalo boleh tau..alamat email apa?

  4. [...] Benarkah Tulisan di Blog Tidak Layak untuk Bahan Penulisan Skripsi? [...]

  5. ganda
    Internet Explorer 8.0 | Windows 7

    Bro Iskandar,
    Wah. Maaf jika komentar saya “menyulut” kemarahan. Saya tidak bermaksud demikian. Saya hanya meluruskan, memberitahu, menyarankan, menganjurkan mana yang baik dan yang harus di ikuti. Semua kan ada regulasinya. Memang domain tidak bisa menentukan kelengkapan isi dokumen, namun kalau dilihat dari sisi kredibilitas dan keabsahan dan kepercayaan pembaca? :Dan Silahkan disimpulkan sendiri.

    Maaf telah menyulut api kemarahan yang membara. Saya hanyalah manusia biasa yang tak sempurna.

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.597.0 | GNU/Linux

    @ganda, kalo dari saya sih nggak papa Bro. Mungkin yang dirasa bermasalah pada kata LEGALITASNYA. Toh setahu saya sendiri, domain co.cc banyak dikeluhkan. Belum lagi harus register ulang setiap tahun. Itu juga beresiko. Saya sendiri dulu pernah menggunakan sub domain co.cc selama beberapa bulan. AKhirnya saya kembali ke sub domain blogspot saja.

    Untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan, memang sebaiknya pilih domain lain seperti dot com, dot net, dot biz, dot co id, web.id, atau dot org.

  6. iskandaria
    Chromium 7.0.517.44 | Ubuntu 10.10

    @Agus Siswoyo, curcol dong kalo gitu? hahaha. Perkembangan zaman kini memang sudah membuat hampir semua kalangan mulai membutuhkan internet sebagai sarana mencari informasi yang dibutuhkan. Bisa dibilang, sekarang zamannya informasi dalam bentuk digital. Bahkan sudah dalam genggaman (dalam bentuk HP).

    Soal kasus wikileaks, saya baru denger tuh mas.

  7. Agus Siswoyo
    Google Chrome 8.0.552.215 | Windows XP

    tergantung blogger yang mana. kalau blogger abal-abal nanti tulisannya pun abal-abal juga. nggak ada sisi akademis cuma berisi curhat colongan. hehehe…

    namun saya melihat perkembangan ilmu pengetahuan telah sampai pada tahap ketergantungan kepada internet. banyak situs bagus menjadi referensi sejumlah karya ilmiah.

    kasus wikileaks contohnya. hanya karena sebuah situs, Pemerintah USA jadi kebakaran jenggot dan mengerahkan kekuatan terbaik utk menumpasnya.

  8. Erdien
    Firefox 3.6.12 | Windows XP

    Banyak Mahasiswa memang yang memanfaatkan blog untuk membantu penyelesaian skripsinya, namun banyak dosen yang mengangap bahwa ‘internet tidak bisa dijadikan rujukan, sumber internet hanya dijadikan sebagai informasi pendukung. Bahkan ada juga yang menolak keras.

    Namun, ya itu tadi. Jika sumber dari internet (blog) itu sudah terpercaya, kenapa tidak dijadikan rujukan juga?!

    ===
    Kalo para penulis buku pelajaran, saya lihat sudah banyak yang memanfaatkan referensi dari Blog :D

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Erdien, bahkan ada yang menolak keras? Wah, anti banget kayaknya dengan informasi dari internet. Padahal sekarang sudah zaman teknologi informasi digital. Mungkin dianggapnya informasi dari internet itu kurang bisa dipercaya kebenarannya. Nggak bisa disalahkan juga sih. Siapa tau karena ulah segelintir pengelola blog maupun website jenis lainnya.

    Penulis buku pelajaran sudah banyak memanfaatkan referensi dari blog? Wah, senang juga saya mendengarnya Pak. Berarti tulisan di blog sudah ada yang dinilai bagus/berkualitas :P

    Erdien
    Firefox 3.6.12 | Windows XP

    @iskandaria, Ya, anggapan ‘baik’nya kredibilitas dari sebuah blog itu kabarnya karena para penulis buku pelajaran melihat apa yang dituangkan oleh para blogger seringkali disertai fakta berdasarkan contoh nyata, pengalaman pribadi, pengamatan peristiwa, dan semisalnya. Hal itu semua tentu memperkuat sebuah konsep yang berupa teori saja :D

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Erdien, sepakat deh! Itulah sisi lebih lainnya yang dimiliki oleh tulisan pada blog. Objektivitas atau nilai kebenaran bisa lebih kuat karena dilengkapi dengan fakta atau pengalaman pribadi. Nah, kalau sudah begitu, nilai ilmiahnya tentu akan menguat. Sebab salah satu ciri tulisan ilmiah itu kan harus objektif dan berdasarkan fakta.

  9. Darin
    Firefox 3.6.12 | Windows XP

    Dari pengalaman pribadi, sepertinya masih ada celah untuk itu. Namun ya kembali lagi ke kevalidan data dari postingan blog itu sendiri. Untuk itulah kita selaku researcher kudu telaten, jangan sampai merujuk dgn membabi buta. Salah-salah penelitian yg udah susah-susah dibangun malah menguap saat dipertahankan di depan penguji, hanya masalah pengujinya ‘lebih online’ ketimbang yang diuji :D

    Jangan2 tu penguji blogger juga, haha :D

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Darin, hahaha. Bisa aja mas Darin. Pengujinya lebih gaul kali ya di dunia maya.

  10. Jeprie
    Google Chrome 7.0.517.44 | Windows 7

    Conto kasus menarik betapa pentingnya blog yaitu waktu perang Irak. Di Amerika, media mainstream semua pemberitaannya pro-pemerintah. Masyarakat sudah muak dengan berita-berita bohong itu, mereka mengambil informasi alternatif dari blog. Bahkan rakyat Amerika sampai mengumpulkan dana untuk membiayai blogger kepercayaannya agar meliput ke Irak.

    Kredibilitas blog sebetulnya bisa jadi melebihi media mainstream karena tidak punya kepentingan tertentu. Sekadar contoh sederhana, kalau blog saya mengulas Photoshop bisa jadi lebih meyakinkan dari detik.com. Ada kemungkinan detik.com sudah disponsori Adobe, sementara situs saya akan murni pandangan pribadi.

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Jeprie, ada benarnya juga pendapat mas Jeprie. Terutama jika dihubungkan dengan tidak adanya kepentingan apa pun di balik tulisan-tulisan atau posting-posting blog. Jadi bisa lebih objektif kalau begitu. Jika dikaitkan dengan opini seputar film, besar kemungkinan ulasan-ulasan pada blog memang sangat mewakili pandangan penikmat film (awam) yang tidak dibayar untuk menulis review/ulasan tersebut.

    Lain halnya dengan blog/situs yang sudah disponsori oleh pihak produser film.

  11. Cahya
    Opera 10.63 | Windows Vista

    Kalau untuk kuisioner, berarti blog bukan sebagai referensi, tapi sebagai subjek atau sampel penelitian, ya kan Mas Is?

    Tentu saja apapun menjadi sah sebagai subjek atau sampel penelitian selama memenuhi syarat keilmiahan yang berlaku.

    Tapi berbeda hal-nya dengan referensi, jika mencari pendapat tentang sebuah film, maka referensi bisa jadi bagaimana cara mendapatkan subjek, cari menyadur data, cara mengolah data yang berupa pendapat itu. Adakah penelitian serupa sebelumnya, dan bagaimana pendapat mereka.

    Tentu saja penelitian dan referensi sebelumnya ini mesti berasal dari sumber valid, dan apakah blog akan masuk ke sana. Menurut saya sih tidak Mas Is, selama ada subjektivitas, bukankah metodologi mesti bersifat objektif?

    Jadi Mas Is, menurut pendapat saya lho Mas, sebaiknya ditekankan kembali apa yang dimaksud “bahan skripsi”, apakah “sumber referensi atau rujukan” ataukah sebagai “subjek atau sampel” penelitian, tentu saja ini juga termasuk narablog di dalamnya.

    Karena kalau saya lihat tulisan Mas Is di atas, rasanya itu mengarah pada blog/narablog sebagai “subjek atau sampel” penelitian. Tapi kemudian diskusi mengarah pada blog sebagai “referensi” karya ilmiah. Kan ndak nyambung toh :) – walau saya tentu saja banyak belajar dari apa yang tertuang pada konten dan diskusi di sini.

    Ah…, demikian dulu, daripada saya ngomong ndak jelas.

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Cahya, hahaha. Benar juga ya kalo gitu. Barusan saya menyadarinya. Ternyata ada sedikit kekeliruan penafsiran. Tapi simpel saja sih bagi saya. Makna referensi/rujukan bagi saya ialah sumber penelitian. Dalam kasus tulisan di atas, yang dicari kan opini masyarakat. Nah, opini tersebut kan bisa didapatkan pada media online (salah satunya blog) sebagai sumbernya. Nah, makna SUMBER itulah yang saya artikan sebagai referensi.

    Sedangkan sampel atau subjek penelitian, lebih mengarah pada apa atau siapa yang dijadikan sebagai sumber untuk menggali data/fakta. Dalam kasus di atas, yang jadi sampel/subjek kan manusianya (bisa yang diwawancarai atau yang diberi angket).

    Segitu dulu ya mas. Semoga mengerti dengan sudut pandang saya tentang sumber/rujukan dan sampel.

    Cahya
    Firefox 3.6.12 | openSUSE

    @iskandaria, Jika tidak salah referensi itu ada beberapa tingkatan, maksudnya dari tingkatan kepercayaan. Pendapat ahli adalah tingkatan paling rendah yang diakui oleh masyarakat ilmiah, lalu bagaimana dengan pendapat publik, tentu nilai kepercayaan referensi dari sudut keilmuan akan lebih rendah lagi.

    Saya sendiri setuju bahwa jika memang opini yang dijadikan referensi itu tidak masalah, tapi tentunya jika itu menjadi skripsi maka keilmiahannya akan menjadi tidak mendasar dan apakah akan mendapat kepercayaan dunia ilmiah.

    Keilmiahan tidak sama dengan reportase yang mengenal jurnalisme rakyat. Empirisme akan selalu dipertanyakan dalam dunia ilmiah :).

    Misalnya DIKTI membuat apa yang namanya Garba Rujukan Digital (Garuda) yang memuat pranala rujukan yang bisa dijadikan referensi ilmiah di dunia digital. Bisa dilihat di garuda.dikti.go.id jika tidak salah.

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Cahya, setuju soal tingkatan kepercayaan itu. Tapi jika opini masyarakat dianggap memiliki nilai kepercayaan lebih rendah, mungkin perlu disiasati dengan metode penelitian yang akan digunakan. Misalnya, sumber opini diambil dari sekian puluh atau sekian ratus blog. Lalu disaring/dipilih lagi yang mewakili beragam latar belakang. Tapi rasanya sulit juga ya. Soalnya identitas penulis blog kebanyakan masih meragukan atau tidak begitu jelas. Ini jadi masalah baru sepertinya.

    Namun jika metodenya via angket atau kuisioner, setahu saya bisa menggunakan metodologi yang mirip sebuah survei. Katakanlah misalnya survei tentang ratting acara tv tertentu.

    Waduh, jadi gak nyambung kayaknya pendapat saya :P (malah melebar ke survei).

    Makasih atas pengayaannya mas Cahya. Kelihatan bahwa pemahaman mas Cahya di atas pemahaman saya yang masih cetek :)

    Cahya
    Firefox 3.6.12 | openSUSE

    @iskandaria, Sama-sama Mas Is, saya juga masih sama-sama belajar. Oh ya Mas Is, saya yang saya ingin tanyakan, kalau sumber referensi biasanya dilampirkan dalam daftar khusus sebagai “daftar pustaka” atau “reference”, nah kalau ferensi dengan opini kira-kira bagaimana ya cara mengisinya :).

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Cahya, kalau sebagai opini kan bisa dimasukkan dalam bagian isi skripsi tersebut? Misalnya cuplikan berbagai opini seputar A yang diambil dari media online. Detailnya saya juga kurang tahu sih. Toh siapa tahu pada bidang program studi tertentu memang membolehkan hal tersebut. Misalnya studi tentang perfilman.

    Kalah mau dimasukkan ke dalam daftar pustaka, yang ditulis kan alamat url blog/situs, nama penulis, tanggal diakses, dan judul tulisannya (kalo saya gak salah ingat).

    Jadi kesimpulannya, kutipan opininya dimasukkan ke dalam isi skripsi (tentunya penulisannya berdasarkan ketentuan pengutipan dalam karya ilmiah). Sedangkan url/alamat situs, nama penulis, judul, dsb dimasukkan pada daftar pustaka. Simpel kan? :P

    Cahya
    Opera 10.63 | Windows Vista

    @iskandaria, maksud saya yang tidak ditampilkan di blog, misalnya seperti yang contoh Mas Is berikan sebelumnya. Pemilik blog mengulas topik A, dan anggap ada beberapa blog lain mengulas topik sama.

    Nah, saya ingin mengambil opini mereka sebagai referensi, tapi ternyata isi blognya tidak sama, ada yang membahasa A dari sisi X ada yang dari sisi Y. Lalu untuk mendalaminya, saya memutuskan untuk menanyakan langsung (menggali opini lebih dalam), seperti contoh gambar di tulisan di atas.

    Nah, ini kan seperti wawancara, dan tidak termuat di halaman blog (kecuali dimuat kemudian). Wawancara/opini tanpa lokasi akses (tidak tertulis di media referensi daring maupun luring), bagaimana menuliskannya di daftar pustaka, itu lho yang bikin saya penasaran :).

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Cahya, oh itu ternyata maksud mas Cahya. Nanti saya cari tau deh. Gak berani ngomong dulu, takutnya salah.

  12. Ahmad JO
    Firefox 3.6.12 | Windows XP

    apapun dan darimanapun sumbernya, kalo itu layak u bahan rujukan skripsi why not? toh namanya juga mahasiswa gitu lhoh, gak mungkin pada bodoh khan cari rujukan asal, kecuali emang lagi males bin lemot

  13. Bisnis Online
    Firefox 3.5.15 | Windows XP

    yaaa kalo tulisan itu bagus kenapa gak ?

  14. Guusn
    Google Chrome 7.0.517.44 | Windows 7

    artikelnya bagus mas, karena bnyk yang nyari informasi maupun makalah di internet.

    tapi saya belum paham apa itu skirpsi ? :D sy masih sma soalnya

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @Guusn, skripsi itu tugas akhir yang harus dikerjakan oleh seorang mahasiswa tingkat S1. Kayak makalah gitu deh. Cuman bedanya, kalo skripsi ditulis berdasarkan hasil penelitian atau percobaan kita sendiri.

  15. si Gen
    Firefox 3.6.7 | Windows XP

    Jadi inget dua tulisannya Aribicara blogdetik “Blog dianggap Sebagai Sampah Informasi”.

    Menurut saya sah-sah saja menjadikan blog sebagai bahan rujukan. Karena untuk masalah-masalah tertentu justru informasi yang ditulis di blog jauh lebih mendalam, apalagi kalau dibandingkan dengan situs portal. Dan saya pikir pencari infromasi juga sudah bisa menilai mana tulisan yang layak dijadikan sebagai refferensi mana yang tidak.

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @si Gen, setuju Gen. Seringkali saya justru merasa bahwa tulisan-tulisan di blog lebih dalam dan lebih detail. Masalahnya, jika rujukan yang dicari bukan berupa opini atau analisis, sepertinya blog masih agak diragukan. Mungkin karena dikelola oleh pribadi yang belum begitu diakui kredibilitasnya kali ya.

    Tapi seandainya blog tersebut punya niche yang spesifik dan tulisan-tulisannya mencerminkan bahwa penulisnya punya otoritas yang baik, saya rasa tidak masalah menjadikannya sebagai referensi, rujukan, atau sekadar bahan riset.

    Ambil contoh saja sebuah blog yang bertemakan ulasan film. Sepanjang penulis/pemiliknya punya wawasan luas soal film dan memang benar-benar hobi nonton film (plus hobi menilai segala kekurangan dan kelebihannya secara detail), bisa saja ia dianggap punya OTORITAS di bidang atau topik tersebut.

    Otoritas ini sebenarnya tidak bisa diklaim sendiri, melainkan lahir dari pengakuan orang lain. Contohnya para pembaca/penggemar blognya. Sama halnya dengan blog bertemakan remaja kayak gen22.blogspot :P

  16. imadewira
    Firefox 3.6.12 | Windows XP

    saya rasa sebuah blog tetap saja bisa dijadikan sumber informasi, baik untuk sebuah karya ilmiah atau pun yang lain

  17. ganda
    Firefox 3.6.12 | Windows 7

    Offtopic,
    Gila banget tuh lensa. Kapan saya punya lensa tele sepanjang itu? Fufufufu… *Akibat racun fotografi*

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @ganda, oh gambar pertama itu ya bro. Sayang sekali ukuran maksimal resolusi terbaiknya cuma segitu. Padahal kalau besar gambarnya, akan lebih menarik tuh. Hehe, panjang banget kan lensa telenya.

    ganda
    Firefox 3.6.12 | Windows 7

    @iskandaria, Saya belum sanggup punya lensa tele seperti itu. Mahaaal. :-o

    aldy
    Google Chrome 7.0.517.44 | Windows 7

    @ganda, Ada saatnya nanti bisa beli…

    ganda
    Firefox 3.6.12 | Windows 7

    @aldy, Mudah2an dapat kucuran dana dari pemerintah. Bwahahahahaha..

  18. ganda
    Firefox 3.6.12 | Windows 7

    Pertanyaannya,
    Apakah isi blog bisa dipertanggung jawabkan sebagai bahan rujukan? Btw, bahkan dalam penulisan tugas akhir saya, dari Wikipedia pun tidak diperbolehkan menjadi bahan rujukan, sebab tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Saya mencari bahan rujukan dari situs-situs yang memberikan jurnal gratis yang tentu saja, bisa dipertanggung-jawabkan, bisa juga diperdebatkan sebab autorisasinya memang sahih.

    Erm, saya tidak tahu juga untuk bidang lain seperti industri perfilman. Lagipula, bukanlah lebih baik jika narasumbernya berupa orang yang berkecimpung di dunia film? Erm, bisa jadi lain cerita lagi jika isi skripsinya menyangkut opini masyarakat terhadap film Indonesia. Benar tidak? :D

    Well, biasanya juga yang di wawancarai tidak cuma satu, sebab satu orang tidak bisa mewakili seluruh pendapat masyarakat terhadap film Indonesia. Benarkah saya?

    Well, pernah juga ada blogger yang meminta bahan blog saya menjadi sumber skripsinya mengenai compiler. Saya jawab, lebih baik ambil dari sumber yang lebih valid, yang memang serius untuk membahas compiler, bukan blog gado-gado. Just my 2 bucks.

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @ganda, masalah OTORITAS (authority). Mungkin itu yang jadi intinya dulu ya bro. Poin lainnya, ya tergantung topik atau materi penelitian yang sedang dilakukan. Jika yang dibutuhkan tidak menyangkut opini masyarakat banyak, ya tentu saja tidak perlu merujuk kepada konten blog. Penekanannya di situ menurut saya.

    Oleh sebab itulah, pada tulisan di atas saya lebih menekankan pada aspek OPINI MASYARAKAT. Toh, tentu saja opini tersebut harus sebanyak mungkin dikumpulkan. Bukan cuma dari satu-dua sumber. Lalu, ada persyaratan randomisasi (metode acak) dan perwakilan dari beragam latar belakang narasumber. Semuanya demi tercapainya metode ilmiah dan hasil penelitian yang mendekati objektivitas semaksimal mungkin.

    Saya kira itu dulu pendapat saya bro.

    ganda
    Firefox 3.6.12 | Windows 7

    @iskandaria, Ya. Saya rasa objektivitasnya lebih ke masyarakat. :D Idem. :D Kan lagipula mendapatkan opini tidak harus lagi bertemu. :D Bisa di tulis via blog. :D

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @ganda, ada dua tulisan terkait pemanfaatan web dan blog sebagai sumber penulisan skripsi (barusan saya temukan saat googling). Coba baca CIRI ISI BLOG YANG BERSIFAT ILMIAH & Web dan Blog sebagai Referensi dalam Penulisan Karya Ilmiah.

    ganda
    Firefox 3.6.12 | Windows 7

    @iskandaria, untuk co.cc ya? Doh, saya malah sangat tidak merekomendasikan domain-domain seperti itu. Seperti tidak legal begitu. CMIIW

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @ganda, dua blog itu cuma sebagai bahan bacaan saja kok. Masalah legalitas domain, co.cc memang terkesan kurang mencerminkan profesionalitas. Kesannya masih numpang. Sama kayak kita menggunakan sub domain blogspot dot com atau wordpress dot com. Yang jelas, domain terbaik yang paling mudah diingat ya dot com (bangga sedikit gak papa kan) :P

    Tapi domain blog ini saya dapet gratisan kok. Hosting juga gratisan nih (selama setahun).

    ganda
    Firefox 3.6.12 | Windows 7

    @iskandaria, Ya. Terkesan asal-asalan saja kedengarannya.

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @ganda, oya. Komentar Bro Ganda di atas ternyata menyulut ‘kemarahan’ sebagian pengguna sub domain co.cc

    Mungkin mereka cuma salah tafsir saja.

    ardianzzz
    Google Chrome 8.0.552.210 | Windows XP

    @ganda, Banyak konten Wikipedia yang belum kuat dari sisi referensi. Sepertinya pihak Wikipedia sendiri tidak merekomendasikannya. :D

    BTW, kalau masalah skripsi, itu tergantung dosen mau boleh apa enggaknya.. :P

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @ardianzzz, hehe. Betul juga sih. Kali aja ada dosen yang masih beranggapan bahwa situs yang berdomain sendiri kayak dot com itu adalah website yang kredibel :P

    ganda
    Firefox 3.6.12 | Windows 7

    @ardianzzz, Makanya itu. Saya juga tidak pernah menjadikan Wikipedia sebagai bahan referensi tulisan ilmiah. Sebab tidak bisa memang dipertanggunjawabkan.

    Biasanya saya akan mencari di situs-situs jurnal yang membahas topik senada, misal topik-topik matematika dan komputerisasi.

  19. agoest
    CometBird 3.6.12 | Windows XP

    sah-sah saja dan layak saja blog di jadikan bahan skripsi,tidak semua blog berisi artikel sampah..
    masih banyak blog yang berkredibilitas tinggi…

    apakah bangunan yg sudah ada alamat urlnya, judulnya lalau ada isinya itu sudah bisa dikatakan blog
    apakah selama ini sudah ada badan/seseorang yang bertugas memverikasi dan memberi sertifikat kelayakan suatu blog?
    apakah sudah ada penerapan standarisasi sehingga suatu blog dapat di sebut “blog” ataukah “sampah”?
    jika semua hanya mengacu pada opini pribadi,akan terjadi bias,kacamata dan sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan penilaian yang berbeda pula….

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @agoest, itu dia masalahnya ya mas. Untuk menilai layak tidaknya sebuah blog dijadikan rujukan karya ilmiah memang cenderung masih semata-mata menggunakan opini pribadi.

    Kalau menurut saya sih, dikembalikan saja pada materi penelitiannya. Sepanjang tidak membutuhkan opini masyarakat banyak terkait sesuatu, maka blog tidak perlu dijadikan sebagai salah satu sumber rujukan. Cukup situs-situs yang memiliki kredibilitas tinggi saja, seperti Wikipedia misalnya. Atau bisa juga situs-situs ternama yang memang memiliki otoritas pada materi/topik yang sedang diteliti.

  20. marsudiyanto
    Firefox 3.6.12 | Windows XP

    Sebagian mungkin tak layak dijadikan referensi Mas, apalagi kalau hanya berasal dari ngopy punya orang atau sumber lain…

    Tapi sebagian lagi sangat layak untuk dijadikan referensi.
    Saya sendiri masih bingung, apakah bangunan yg sudah ada alamat urlnya, judulnya lalau ada isinya itu sudah bisa dikatakan blog…

    Mungkin perlu menyamakan kriteria…
    Kayak rumah gitu…
    Apakah asal yg sudah ada tiang dan gentingnya itu bisa disebut rumah apa tidak…
    Bukankah rumah juga ada yang nggak Layak??
    Salam!

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @marsudiyanto, kalau menurut saya sih, definisi blog itu adalah website personal atau situs pribadi. Jadi sepanjang sudah ada url/alamat dan isinya (konten), sudah layak dikatakan sebagai blog.

    Nah, yang jadi masalah kan kelayakan isinya untuk dijadikan rujukan atau referensi. Analogi dengan rumahnya boleh juga Pak. Makasih.

    ardianzzz
    Google Chrome 8.0.552.210 | Windows XP

    @iskandaria, Saya pikir definisi blog sudah bergeser. Blog telah menjadi sebuah media publikasi online, bahkan saat ini sudah tidak kelihatan mana mesin blog dan mana CMS. Bisa dikatakan sama saja, yang membedakan adalah manajemennya.

    yeah, SmashingMagazine itu juga sebuah blog. Begitu juga dengan SpyreStudios, DesignInformer, Zeldman.com dsb, semuanya bisa dikatakan sebagai blog.

    Kembali ke topik.
    Konten dari blog personal bisa jadi tidak layak dijadikan referensi pada karya tulis ilmiah karena diragukan keabsahannya. Internet telah terpolusi dengan informasi dari sumber-sumber yang tidak jelas. Bahkan meskipun disertai referensi-referensi yang telihat “meyakinkan” sekalipun, konten tersebut masih bisa dikatakan “meragukan”.

    Kita butuh verifikasi, kita butuh kejelasan narasumber dan referensi. Mungkin itulah kenapa Search engine lebih mengutamakan konten dari situs-situs yang memiliki otoritas di bidang tertentu seperti instansi pemerintah (*.gov) atau instansi pendidikan (*.edu).

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @ardianzzz, yups. Dulu mungkin orang berpendapat bahwa yang disebut sebagai blog itu yang menggunakan sub domain (kayak blogspot, wordpress, multiply, dagdigdug, typepad, dsb). Namun perkembangan telah membuat blog menjadi lebih sulit dilacak. Sekarang sudah jamak dan biasa jika blog menggunakan domain sendiri (.com, .info, .org, .net, web.id, .biz, dsb). Tampilan blog juga sudah banyak yang menyerupai portal.

    Jadi, sekarang memang sudah tidak begitu mudah untuk menilai sebuah website adalah blog (situs pribadi) atau bukan jika hanya dilihat dari sisi tampilan visual dan domainnya saja.

    Soal kelayakan, sepanjang memenuhi beberapa ciri tulisan ilmiah, tulisan blog tetap bisa dijadikan referensi/rujukan. Nah, yang jadi masalah kan pada penafsiran ciri tulisan ilmiah tersebut seperti apa konkret/detailnya. Belum lagi pada aspek bagaimana tulisan tersebut dihasilkan.

  21. aldy
    Google Chrome 7.0.517.44 | Windows 7

    Menurut saya boleh-boleh saja, sepanjang blog tersebut mampu memberikan referansi yang valid.

    ardianzzz
    Google Chrome 8.0.552.210 | Windows XP

    @aldy, Berarti statusnya adalah tulisan derivatif.

    Saya pikir tergantung kredibilitas blog tersebut. Kredibilitas berarti telah ada pengakuan-pengakuan dari pihak-pihak yang berkompeten terhadap kelayakan konten blog tersebut.

    iskandaria
    Google Chrome 9.0.587.0 | Windows XP

    @ardianzzz, yups. Intinya pada KREDIBILITAS dan juga OTORITAS. Kredibilitas itu dibangun tidak sekejab. Mungkin ia melewati proses posting sekian banyak tulisan berkualitas, terutama pada topik tertentu saja (spesifik). Sedangkan otoritas terkait dengan latar belakang pendidikan, passion (kecenderungan minat pada bidang tertentu), pengetahuan/keterampilan yang dikuasai, dan sebagainya yang kira-kira mendukung kapasitasnya dalam hal menulis/menyajikan konten bertopik tertentu.

    aldy
    Safari 5.0.3 | Windows 7

    @ardianzzz, Benar Mas.
    Kredibilitas? kalau ini urusannya mutlak, sepertinya sulit menjadikan sebuah blog sebagai referansi jika blog tersebut tidak memiliki kredibilitas yang baik.
    Bisa saja materi blognya baik, tetapi hanya copas dari blog/web site lain.

Blogroll :