Ukuran default avatar/gravatar pada blog WordPress adalah sebesar 32px. Nah, jika Anda ingin memperbesar default ukuran tersebut, mau tak mau harus dilakukan pada dashboard Cpanel hostingan Anda. Tepatnya pada direktori ‘wp-includes’. Didasari oleh komentar Mas Ardianzzz pada posting sebelumnya tentang cara membuat efek watermark. Ia memberi saran : Mas Is, itu gravatarnya disetel low Quality [...]
Efek ‘watermark’ memungkinkan gambar latar (pada bagian body) tidak ikut tergulung ketika kita melakukan ‘scrolling’ halaman web. Sebagai contoh, silakan Anda gulung halaman posting yang sedang Anda buka ini. Lalu perhatikanlah tampilan gambar pada sisi kiri dan kanan halaman. Tetap stabil, bukan? Pada posting terdahulu tentang tulisan berkualitas, salah seorang pengomentar — yaitu Bung Eko [...]
Masalah wajib-tidak wajib atau perlu-tidak perlu, saya rasa tidak usah diperdebatkan dahulu. Mari kita cari tahu alasan mengapa narablog akhirnya perlu memahami dan menguasai dasar-dasar pengetahuan HTML dan CSS.
SCAM pada kolom komentar adalah muatan, materi, atau isi komentar yang cenderung menyesatkan. Penyebabnya karena kurang objektif, bertentangan dengan fakta yang ada, atau terkesan benar (padahal keliru). Intinya bisa menyesatkan pembaca.
Desain standar halaman depan blog kebanyakan saya lihat menampilkan penggalan beberapa posting terbaru (yang umumnya disetel menggunakan read-more). Tidak ada yang salah dengan konsep desain tersebut. Namun masalahnya, seringkali terjadi redundansi (pengulangan) tautan yang sama, terutama pada theme/template yang terdiri dari 2 atau 3 kolom. Jika sudah ada penggalan tautan posting terbaru (beserta cuplikan paragraf [...]
Tulisan ini sebagai koreksi dan penjernih dari tulisan saya sebelumnya tentang blog yang sangat berat ketika digulung. Ya, jangan buru-buru menyalahkan banyaknya penggunaan script sebagai biang keladi atau tersangka utama. Terutama JavaScript. Bro Ganda Manurung berkata pada posting sebelumnya :