Antara Latar Belakang Penulis dan Materi Tulisan, Apakah Harus Sesuai?

webhosting Indonesia

Anda masih suka menilai sebuah buku dari covernya saja? Mudah-mudahan tidak. Namun ada kalanya kita masih suka ingin mencari kesesuaian antara latar belakang penulis dan materi tulisan-tulisan yang pernah ditulisnya. Katakanlah di blog.

Banyak di antara kita mungkin akan lebih percaya pada omongan mereka yang dianggap memang punya kapasitas maupun otoritas di bidangnya. Tulisan-tulisan seorang freelancer atau praktisi di bidang web-design mungkin akan lebih ‘didengar’ daripada tulisan seorang narablog yang kebetulan punya minat di bidang tersebut, namun tidak berkecimpung di dalamnya secara ‘resmi’.

Saya beri contoh saja diri saya sendiri.

Di blog ini, saya cukup banyak menulis tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia website, khususnya seputar tampilan template/theme yang didesain untuk blog. Tentunya banyak kaitannya juga dengan web-design.

Namun di sisi lain, saya sendiri sampai saat ini belum terjun secara resmi di bidang web-design maupun web-programming. Baru sebatas seorang pengamat atau pemerhati. Begitulah saya sengaja menamakan diri saya sejauh ini ;)

Toh, ilmu saya di bidang web-design maupun web-programming masih sangat sedikit. Masih perlu lebih banyak belajar dan mengasah keterampilan. Namun apakah dengan kondisi begitu saya menjadi tidak percaya diri menulis hal-hal seputar dunia web? Jawabannya tidak.

Bedanya, saya menulis dari sudut pandang seorang user atau seorang pemerhati. Jika kemudian ada tulisan saya yang terkesan menyiratkan bahwa saya ingin dianggap sebagai web-desainer atau ahli di bidangnya, itu bukan kesengajaan saya.

Mungkin ada sebagian pembaca yang menilai sinis pada saya. Siapa sih loe? Berani-beraninya nulis seputar dunia web, padahal loe sendiri bukan seorang web desainer maupun web developer. Siapa yang mau mendengar omongan loe kalau begitu? Sok web banget deh, padahal bukan siapa-siapa. Daripada baca tulisan loe yang bukan seorang web-desainer maupun web-developer, lebih baik gue baca blog-blog milik web-desainer ternama (yang jelas lebih bisa gue percaya tulisan-tulisannya).

Well, ada yang merasa punya pemikiran begitu? :-)

Bagi saya sendiri, otoritas tidak mesti dibangun lewat latar belakang profesi maupun pendidikan yang sesuai. Dalam arti lain, kita bisa membangun otoritas pada bidang tertentu dengan menekuninya atau berusaha mendalaminya.

Katakanlah jika saya ingin menulis seputar topik dunia web, maka saya harus lebih tekun mendalami dan juga lebih intens mengamati seluk-beluk dunia tersebut. Saya tidak perlu harus menunggu sampai saya menjadi web-desainer ataupun web-developer secara resmi.

Saya cukup rajin bereksperimen mempraktekkan pemrograman web tertentu (yang saya ketahui), berusaha memahaminya secara lebih dalam, berusaha memberikan komentar terbaik jika ada tulisan yang membahasnya, sudi memberikan solusi teknis yang konkret jika ada yang bertanya, maupun sudi berdiskusi terkait topik tersebut.

otoritas

Anehnya, ada beberapa rekan narablog yang sama sekali bukan seorang web-desainer maupun web-developer (dalam arti resmi), namun mereka justru saya beri dua jempol jika dikaitkan dengan otoritasnya seputar dunia web. Mereka pun punya kemampuan teknis yang sangat baik dalam hal web-programming. Tak cuma itu, mereka juga paham konsep desain web yang baik itu seperti apa. Pahamnya bukan sekadar karena tahu, tetapi sudah benar-benar mendalami.

Mereka adalah contoh orang-orang yang berhasil membangun otoritasnya tanpa latar belakang profesi mapun pendidikan yang nyambung. Well, sekali lagi saya ingin menegaskan, bahwa kapasitas dan otoritas di bidang tertentu tidak mesti dibangun atau diperoleh lewat latar belakang profesi maupun pendidikan yang sesuai.

Kasus lain

Saya jadi teringat dengan Pak Aldy M Aripin. Beliau tergolong yang punya otoritas dan kapasitas di bidang ilmu komputer dan juga desain theme wordpress. Padahal yang saya ketahui, latar belakang profesi dan pendidikan beliau ternyata tidak ada kaitannya dengan ilmu komputer maupun web-design.

Pertanyaannya, mengapa beliau bisa punya otoritas dan kapasitas di dua bidang tersebut? Pertama, beliau konsisten menulis seputar trik-trik komputer di salah satu blognya. Tak cuma itu, beliau juga sudi menjawab komentar yang berupa pertanyaan. Itu bisa membangun kepercayaan pembaca blognya bahwa beliau memang punya kapasitas di bidang yang ditanyakan.

authority

Kedua, beliau juga cukup sering nimbrung berdiskusi atau sekedar menyumbangkan pengetahuan teknisnya jika ada tulisan terkait topik tersebut di blog lain.

Terkait dengan desain theme wordpress, otoritas dan kapasitas beliau terbangun lewat membuka ‘layanan’ pembuatan theme maupun sekadar modifikasi theme. Hasil karyanya juga bagus. Di sisi lain, beliau juga banyak menulis review seputar desain blog.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa orang-orang sudi meminta masukan maupun jasanya? Kalau cuma menilai latar belakang profesi dan pendidikannya, jelas kurang mendukung otoritas. Namun faktanya memang berbicara lain.

So, sekali lagi ini membuktikan bahwa otoritas dan kapasitas tidak mesti terbangun atau terbentuk lewat latar belakang profesi maupun pendidikan yang berkaitan.

Bagaimana menurut Anda?

Maaf, karena alasan tertentu, kotak komentar ditutup!

  1. Indam
    Opera Mini 4.2.21465 | J2ME/MIDP Device

    Wew, ada ya yang jadi webmaster tanpa kuliah?
    Hebat bangat tu orang, aku juga pengen :)
    Tapi, apa ia, saya bisa jadi webmaster?

  2. Joko Sutarto
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP

    Kalau pendapat saya latar belakang pendidikan dan profesi itu hanya salah satu faktor penunjang saja untuk melihat kepakaran seseorang pada bidang tertentu, tapi bukan ukuran satu-satunya. Mengapa? Karena tidak selamanya orang ahli (pakar) dalam bidang tertentu karena didukung oleh pendidikan dan profesi yang relevan. Tidak sedikit malah yang tidak nyambung samasekali.

    Contoh, ada orang yang mahir bidang tertentu justru didapat secara otodidak yang tidak punya pengakuan legal formalnya. Saya termasuk orang yang ada di dalam sini. :D Tapi bicara skill tak jarang malah lebih hebat dari orang yang punya latar belakang pendidikan yang sama.

    Saya punya contoh teman seorang desainer pembuat cover buku namanya ‘Windu Tampan’. Dia biasa membuat desain buku-buku terbitan Mizan. Portofolionya sudah mencapai ratusan bahkan mungkin ribuan. Dia sampai tak ingat berapa banyak desain buku yang pernah dia buat karena sudah saking banyaknya.

    Ada yang ingin tahu dia lulusan apa? Lulusan ekonomi malah. Jadi, selama orangnya bisa, mampu dan nyambung kenapa tidak?

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @Joko Sutarto, saya malah baru tau ada orang yang namanya pakai ‘tampan’. Mungkin orangtuanya berharap anaknya punya wajah tampan ketika udah gede..hehehe.

    Betul sekali Pak. Yang terpenting memang skill atau kemampuan yang dimiliki, pengalaman, serta yang tak kalah pentingnya yaitu pengakuan dari orang lain.

    Mungkin ini juga berlaku untuk sebutan web desainer. Seseorang bisa saja mengaku dirinya sebagai web desainer. Namun kalau pengalamannya masih minim dan belum ada sama sekali pengakuan dari (setidaknya) sebagian komunitas, saya rasa ia belum layak disebut sebagai web desainer.

  3. Indam
    Opera Mini 4.2.21465 | J2ME/MIDP Device

    Wew, enak dong kalau begitu.
    Aku juga mau kuliah mas, tapi masih banyak kendala. Semoga aja aku nantinya bisa kulia juga :)
    Ya, untuk sementara akunya belajar dari blog, google, wikipedia, w3c dan buku tentunya.

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @Indam, belajar secara otodidak kadang bisa lebih membuat kita berkembang daripada cuma mengharapkan dari bangku kuliah. Banyak kok web master atau programmer andal yang ternyata nggak kuliah IT. Mereka cuma belajar otodidak.

  4. andi sakab
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    pendapat saya, saya amat sangat setuju. Karena saya hampir seperti mas is yaitu sebagai pemerhati dan pengamat yang berada di luar zone profesi dari apa yang kita tulis itu sendiri tapi berdasarkan minat dan hobby.

    tapi kadang ada kasus seorang penulis juga bisa membuat beberapa buku dengan tema yang berbeda loh, cuma tentunya mereka melakukan riset dan ekperimen terlebih dahulu.

    dan kadang belum tentu yang berada dalam zone keprofesiannya tidak semua mampu berbagi pada sebuah tulisan :) artinya… hanya yang bisa menulis yang biasanya mampu dan tergantung mereka terjun bagian mana :)

    iskandaria
    Chromium 11.0.670.0 | Ubuntu 10.10

    @andi sakab, saya juga amat sangat setuju dengan pendapat mas Andi di atas. Asalkan kita memang punya minat dan mau mendalami bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang kita, saya rasa kita tetap bisa menguasainya dan memperoleh pengakuan dari orang lain.

  5. Indam
    Opera Mini 4.2.21465 | J2ME/MIDP Device

    Saya setuju dengan bung is. Ya karena saya sendiri sama seperti mas is ni, sama2 nggak pernah sekolah website. Ketika sma dulu, sayanya nyasar ke mesin, nah pas keluar sma barulah kenal dunia website, itupun awalnya dari fs.
    Tetap semangat bro.

    iskandaria
    Chromium 11.0.670.0 | Ubuntu 10.10

    @Indam, sebenarnya saya kuliah IT sih mas. Tapi baru semester 3 dan belum ngambil mata kuliah pemrograman website. Jadi saya belajar otodidak dulu sementara ini. Semester depan saya baru dapet mata kuliah pemrograman website.

    Tapi sebelum kuliah IT saya udah banyak belajar soal beberapa jenis pemrograman web. Lebih banyaknya dari ngeblog di blogspot dan sekarang wordpress.

  6. Irawan
    Google Chrome 9.0.597.94 | Windows 7

    Ngga harus, latar belakang saya engineer listrik… blog saya kuliner…

    Tapi kalau latar belakangnya sama bisa merupakan nilai lebih, karena bisa memperkaya tulisan.

    iskandaria
    Chromium 11.0.668.0 | Ubuntu 10.10

    @Irawan, nggak nyambung banget ya kalo gitu..wkwkwk (tumben nama pemilik blog sauskecap jadi nama cowok). Atau mas Irawan suaminya mbak Ariyanti ya kayaknya. Kok pasangan kalian sama ya dengan pasangan teman kuliah saya. Nama keduanya juga Irawan dan Ariyanti! Mereka berdua pacaran. Kok bisa sama yach.

    Irawan
    Google Chrome 9.0.597.94 | Windows 7

    @iskandaria, iya saya suaminya… wah kok bisa persis namanya. Jangan-jangan kita temenan kuliah, tapi pas baca profilnya ternyata bukan.

    iskandaria
    Chromium 11.0.670.0 | Ubuntu 10.10

    @Irawan, jelas bukan mas. Kalau Irawan dan Ariyanti yang temen kuliah saya itu belum nikah dan usia mereka masih sangat muda..hehehe (saya kuliahnya gabung ama junior soalnya).

    Joko Sutarto
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP

    @Irawan, Wah, kita satu profesi ini, Mas. :)

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @Joko Sutarto, Pak Joko ternyata tukang listrik yach :D

  7. Haryanto Blog
    Firefox 3.5.5 | Windows XP

    Memang jawabannya itu tidak, tapi pembaca berhak tahu latar belakang kita,, terutama kalau membahas hal hal sensitif atau yang benar dan salahnya butuh waktu lama untuk mengetahui nya, Contoh : bahasan “makan duren bikin gendut” kita harus menceritakan siapa kita,, dan berdasarkan apa kita menulis,

    Tapi menurut saya tidak berlaku untuk bahasan yang saat itu juga kita bisa membuktikan kebenarannya omongan kita, misalkan kita membahas 1+2 =3 toh tidak perlu ahli matematika untuk mengetahui benar atau salah,, atau contoh lain “Cara membuat sidebar” toh begitu di praktekin orang langsung akan tahu, caranya bener apa enggak,,

    Abu Furqan
    Firefox 3.6.2 | Windows XP

    @Haryanto Blog, Sepakat dengan pak Haryanto…

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.668.0 | Windows XP

    @Haryanto Blog, ada benarnya kalau begitu mas. Makasih atas tambahan opininya. Salam kenal saja.

  8. zul
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    kalo menurut saya sih ga terlalu berhubungan langsung antara materi tulisan dengan latar belakang penulis, tp memang alangkah bagus kalo memang sejalan gt

  9. dHaNy
    Firefox 3.6.11 | Windows 7

    Memang betul mas Is, Ilmu di dunia pendidikan itu baru 10% bahkan tidak ada jika di bandingkan dengan prakteknya di lapangan.

    Masih banyak hal-hal baru yang belum di pelajari.

    Jam terbang adalah nomor satu dibandingkan dengan title gelar kependidikan…

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @dHaNy, setuju mas. Kalau cuma mengandalkan apa yang diperoleh di sekolah dan bangku kuliah, rasanya kok minim banget. Yang lebih penting memang pengembangan dari diri kita sendiri.

    ardianzzz
    Firefox 3.6.3 | Ubuntu 10.04

    @dHaNy, Jam terbang apa jam ngenet? :D

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.666.0 | Windows XP

    @ardianzzz, mungkin jam terbang ngenet :cool:

  10. bro eser
    Google Chrome 9.0.597.94 | Windows 7

    Kalau untuk penulis (blogger) yang tulisannya dipublikasikan didunia maya saya rasa ngga masalah bro, kan kita bisa melihat hasil kerjanya (contohnya dalam web desain) seperti yang dilakukan oleh person field (pak aldy)…
    Hal berbeda saya lakukan kalau ingin membeli buku apalagi buku tutorial/bisnis internet… Kan lucu melihat orang yang kasih tutorial dan bagaimana cara ikutan berkecimpung didunia bisnis internet tapi ngga mempunyai sebuah blog/website… Apalagi kalau saya cari di inet nama sang penulis tidak saya temukan…

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @bro eser, betul sekali bro. Yang penting memang hasil kerjanya. Soal pengarang buku itu, saya juga sering menemukan nama-nama asing. Jarang sekali saya kenal namanya di dunia maya.

  11. Bung Hiatus
    Firefox 3.5.3 | Ubuntu 9.10

    Mas Iskandar, terima kasih link-nya.
    Kalau saya sebenarnya hanya menyalurkan hobby, atau tepatnya mengisi waktu luang.

    Dan sekarang waktu luangnya sudah tersita, jadi ngeblogpun sudah hampir mati suri.

    Dalam kondisi ini, menurut saya tidak harus relevan dengan latar belakang penulis (but, ada yang harus juga).
    Yang penting, seperti mas Ardianzzz tulis, bisa dipertanggung jawabkan.

    ardianzzz
    Firefox 3.6.3 | Ubuntu 10.04

    @Bung Hiatus, Oh ya Pak Aldy, sepertinya theme-nya terbengkelai nih… :D

    Saat ini lebih mudah bikin child-theme buat twentyten daripada pakai blank. :)

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @Bung Hiatus, akhirnya muncul juga nih Bung Hiatus..he..he.. (sengaja saya senggol dikit dalam tulisan biar nongol). Yang penting mendahulukan apa yang lebih menjadi prioritas saja kan Pak. Hobi kan bisa disingkirkan dulu. Tapi yang namanya hobi, kalau ditekuni juga pasti akan menjadi sebuah profesi jika kita sudah cukup menguasai.

    dHaNy
    Firefox 3.6.11 | Windows 7

    @Bung Hiatus, Lama nih gak ketemu pak Aldy lagi.. Sibuk di rimba nih pak? Apa kabarnya sekarang?

  12. ardianzzz
    Firefox 3.6.3 | Ubuntu 10.04

    Tidak harus sesuai, yang penting opininya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, itu sudah cukup.

  13. aas maesyanurdin
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Kapasitas dan otoritas seseorang dalam satu bidang tidak dibentuk dalam waktu sekejap tetapi berproses.
    Ada yang berhasil melalui latar belakang pendidikannya tetapi ada juga yang otodidak.
    Latar belakang pendidikan formal sebagian besar hanya sebagai entry point saja.
    Yang menentukan kapasitas dan otoritas seseorang selanjutnya adalah persistensi dan prestasi yang diraih.

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @aas maesyanurdin, tambahan yang menarik mas, terutama mengenai prosesnya dan persistensi serta prestasi yang diraih. Seringkali otoritas seseorang justru lahir dari pengakuan orang lain. Jadi, ia bukan karena klaim pribadi.

  14. Agus Siswoyo
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Ngeblog adalah media sharing atau berbagi informasi yang dimiliki seseorang untuk dibaca orang lain. Nggak harus jadi astronot untuk membahas warna-warni kombinasi cincin Saturnus. Selama kita ‘pernah tahu’ (baik lewat membaca ataupun mendengar cerita orang lain) itu sudah cukup buat bahan nulis.

    Khusus dalam bisnis jasa, latar belakang seseorang memang pengaruh di mata klien. Sekedar sharing, saat saya memulai jasa penulisan banyak yang tanya apa portofolio saya, lulusan mana, award apa saja yang sudah didapat dan sejauh mana saya berani menjamin kualitas tulisan berdasarkan latar belakang yang saya miliki. Ini memang terkesan agak kejam. Tapi sudah jadi tuntutan para korporat yang mengutamakan service nomor 1.

    Terima kasih backlink-nya. :)

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @Agus Siswoyo, wah, yang sudah berpengalaman nih :D Ternyata cover masih menjadi penilaian ya kalau begitu. Dalam arti lain, masih banyak yang melihat dulu siapa yang bicara ketimbang apa isi pembicaraannya. Makasih sharingnya mas Agus. Sangat melengkapi dan memperkaya tulisan saya di atas.

  15. Abu Furqan
    Firefox 3.6.2 | Windows XP

    Sebelum berbicara atau menulis satu pembahasan atau tema, seseorang memang harus memiliki kapasitas dan otoritas di tema tersebut, meskipun tak harus ‘pakar’, minimal tema tersebut pernah dia pelajari.

    Saya sepakat dengan mas Iskandaria bahwa membangun otoritas atau kapasitas tak harus dari latar belakang pendidikan formal atau profesi yang sama. Yang penting mau belajar. Sudah banyak otodidak yang lebih berhasil dari pengikut formalitas…

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @Abu Furqan, setuju juga mas. Yang penting memang mau belajar. Apa pun kalau kita punya niat yang kuat untuk belajar, pasti bisa deh.

  16. ismail
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Saya merasa di todong make’ tombak mata tiga yang ditaruh di batang leher saya setelah membaca postingan Mas Is ini. hi..hi.. (terlalu mendramatisir)

    Menurut saya, tidak ada otoritas dalam suatu bidang. Hal tidak dapat dipungkiri dan bahkan telah banyak terjadi yaitu banyak orang yang ahli dalam suatu bidang tapi ia kelabakan dalam mengembangkannya, akhirnya ia memilih bidang lain yang dan belajar sendiri.

    Seorang guru pun tidak harus melulu bicara tentang pendidikan tho, bisa saja karena ia punya “kemauan & upaya” untuk bisa akhirnya ia mampu menjadi seorang ahli di bidang yg ia tekuni.

    He..he.. panjang ya komennya.. Maaf mas is kalo kurang nyambung.

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @ismail, waduh mas. Serem banget, sampe ngerasa ditodong segala, padahal saya nggak bermaksud nodong lho (cuma minta duit aja..hiiks). Intinya saya cukup setuju dengan komentar mas Ismail. Namun soal kelabakan mengembangkannya, kayaknya menarik juga tuh.

  17. Rudy Azhar
    Firefox 3.6 | Windows XP

    That’s all corect Mas, sudah banyak contoh kasus seperti cerita di atas. Bukan hanya di dunia blogging.

    Yang penting kalau branding sudah terbangun, apapun latar belakangnya mereka akan percaya. :P

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @Rudy Azhar, betul juga Bang. Branding itu sendiri terbangun lewat proses yang tidak singkat. Mungkin ia tidak sengaja membangunnya. Namun orang lainlah yang menilai dan memberikan pengakuan.

    Rudy Azhar
    Google Chrome 11.0.668.0 | Windows XP

    @iskandaria, Ya… Pengakuan dari orang lain itu yang perlu. :cool:

    Sekalian ngetes chrominium 11.0.668.0

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.668.0 | Windows XP

    @Rudy Azhar, tes berhasil :cool:

  18. ganda
    Firefox 3.6.10 | Ubuntu 10.10

    Kalau sudah menjadi profesi, apapun latar belakangnya sudah tidak masalah. Apalagi expert dalam bidang yang di pegang.

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.648.45 | GNU/Linux

    @ganda, bagaimana kalau profesinya tidak sesuai dengan materi yang ditulis? Sebenarnya itu yang saya bahas dan ingin saya diskusikan. Sebut saja misalnya ketika si A menulis seputar coding web ataupun opini tentang desain web tertentu, padahal dirinya bukan seorang web desainer atau web developer.

    ganda
    Firefox 3.6.10 | Ubuntu 10.10

    @iskandaria,
    Saya pernah menulis tentang don’t believe the hype. Kalau cuma sekedar evangelist, justru memang kurang saya sarankan untuk belajar dari situ.

    Lain kata jika dia bukan berlatar programmer tapi profesinya programmer. “Practices makes perfect”. Saya meyakini yang mendalami profesinya memiliki pengalaman yang lebih banyak daripada hanya sekedar eksperimen biasa. Karena dalam dunia kerja, permasalahan datang tanpa dapat kita prediksi. Permasalahan ini lah yang menjadi pengalaman berharga. :)

    Dalam kasus saya, saya lebih mempercayai Tulisan Jeff Atwood dalam bidang programming C# daripada yang sekedar menulis karena eksperimen level kecil.

    Tapi tentu saja tergantung lagi. Para expert pun bisa di gugat. :D Manusia tetap bisa melakukan kesalahan. Yang melakukan eksperimen kecil pun, bisa jadi eksperimen nya belum pernah di coba orang lain dan dia bisa menyimpulkan. Hasil kesimpulannya pun masih bisa di test lagi. Begitu seterusnya. Hahahaha…

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.648.45 | Windows XP

    @ganda, pada akhirnya kita memang harus lebih kritis ketika menyimak tulisan-tulisan apa pun di dunia maya. Termasuk di media cetak. Jangan langsung ditelan mentah-mentah begitu saja. Harus dikunyah dulu perlahan-lahan, biar nikmat rasanya. Setelah halus dan terlumat hancur, baru deh ditelan (malah ngomongin makanan) haha

    ganda
    Firefox 3.6.10 | Ubuntu 10.10

    @iskandaria, Karena informasi pun bisa menyesatkan. :D

  19. Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Wah, salah mengerti mas IS
    Desainer itu orangnya
    desain bentuk kerja
    depelover itu orangnya
    depelov bentuk kerja

    Untuk menjadi profesi itu tergantung dari orangnya, tapi dalam IT ada etika profesi.
    Itu yang harus di mengerti, semua narablog adalah desainer secara tidak langsung.

    Namun kalu mau jadi profesi kita harus memahami etika dalam IT dan juga profesi itu sendiri.

    Mas aldy pernah berkata juga kepada blog saya “benar saya pernah kelimpungan memakai joomla dan perusahaan ada yang memilih CMS tersebut”. Berarti itu sudah menjadi profesi, repot memang kalu sudah menjadi profesi bukan sekedar desain dan art.
    CMIIW

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.648.45 | GNU/Linux

    @Hendro, wah, berarti Pak Aldy sudah mulai masuk dalam wilayah profesi kalau begitu. Kirain saya beliau baru sebatas hobi. Makasih tambahan opininya Bang.

    Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @iskandaria,
    Yah.. seperti yang saya bahas dalam blog saya mas IS sebenarnya saya membahas lebih kepada profesi. Itu memancing adik saya juga mas danang agar komen, supaya tidak hanya mementingkan art tapi juga mementingkan client.
    Misalkan kita jadi client sayang kan kalu kita sudah bayar kepada web desainer tapi hasilnya mengecewakan tidak sesuai yang di harapkan perusahaan karena egoisme, visi, ide dan lainnya.
    Kita tidak perlu berdebat dengan client masalah aksesibilitas, usabilitas, validitas dan lainnya. Ikuti saja apa yang mereka harapkan, supaya tetap bertahan dalam pekerjaan. Tetapi kita juga harus memberi masukan, ide, visi dan alasan yang kuat tentang itu kepada client agar mereka mau mengikuti visi kita, kalu tidak mau yah…ikuti saja..

    iskandaria
    Chromium 11.0.666.0 | Ubuntu 10.10

    @Hendro, setuju banget Bang. Hal ini mungkin perlu dipahami oleh semua web desainer yang mencoba ingin survive dengan profesinya tersebut. Makasih atas masukannya.

    ganda
    Firefox 3.6.10 | Ubuntu 10.10

    @Hendro, Miris memang jadinya. Sementara kalau kita ingin memberikan yang terbaik, terbentur karena ditolak oleh client. Masalah perut memang bukan masalah kecil, walau si “perut” cuman 1 jengkal.

    iskandaria
    Google Chrome 10.0.648.45 | Windows XP

    @ganda, haha. Setuju banget Bro.

    Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @ganda,
    Sepakat +++10

  20. [...] positif lainnya, kredibilitas dan integritas (plus otoritas) anda dalam topik tersebut akan mulai terbangun dengan kuat. Jika sudah demikian, [...]

Blogroll :