Ah, Bisanya Cuma Menyindir, Giliran Diajak Diskusi Ternyata Payah

webhosting Indonesia

Kolom komentar pada blog pada dasarnya adalah media yang sangat baik untuk menumbuhkan budaya berdiskusi. Sayangnya, saya belum banyak melihat media ini dimanfaatkan secara optimal oleh sebagian narablog. Mungkin ini juga pengaruh dari tren situs jejaring sosial — yang bisa jadi membuat banyak narablog semakin malas menulis pemikiran mereka secara lebih komprehensif.

Faktanya, beberapa rekan narablog yang dulu saya kenal punya kebiasaan menulis komentar secara proporsional dan komprehensif, kini ternyata mulai berubah. Komentar-komentar mereka sudah bergaya ‘nyeplos’ dan cenderung singkat. Seringkali terasa ‘nanggung’ dan kurang proporsional. Bahkan tak jarang cuma berisi sindiran yang terkesan asal keluar (tanpa didasari pemikiran yang panjang).

Nah, giliran ada yang merespon untuk berdiskusi lebih lanjut, ternyata mereka kurang mencerminkan kemauan yang baik untuk saling bertukar pikiran maupun pendapat. Terkesan kurang punya niat untuk mengembangkan apa yang sebelumnya dikeluarkan lewat komentar singkat. Sebenarnya niat sang perespon yaitu agar mereka sudi lebih memperjelas dan lebih banyak menguraikan dasar pemikiran mereka.

berkomentar

Contohnya, mengapa mereka punya opini A atau opini B. Mengapa mereka merasa ini harus C atau sebaiknya harus D. Alangkah lebih baik mereka memaparkan secara lebih jelas dan detail alasan atau dasar argumentasi mereka. Bukan cuma menyindir, walaupun dikemas dalam nada bergurau.

Saya beri contoh saja. Katakanlah Anda pernah berkomentar singkat bahwa ini tidak baik atau itu sebaiknya begini. Alangkah lebih baik jika opini Anda tersebut disertai dengan dasar pemikiran yang detail dan proporsional. Tak masalah jika nantinya akan jadi agak panjang lebar. Yang penting isi komentar Anda tidak menimbulkan salah tafsir, ketidak–jelasan, maupun kerancuan makna.

Komentar singkat dan padat belum tentu selalu baik dan efektif. Jika dengan komentar yang agak panjang dan proporsional bisa lebih memperjelas pemikiran/maksud Anda, saya rasa itu jauh lebih baik. Pembaca komentar Anda pun bisa memperoleh pencerahan dan pengayaan wawasan berpikir.

Kasus nyata

Pernah terjadi di salah satu blog, ada sebuah komentar yang menimbulkan salah pengertian atau salah penafsiran dari pemilik blog maupun pengunjung. Penyebabnya? Isi komentar tersebut terlalu singkat dan kurang jelas apa persisnya yang dimaksud pengomentar. Selain itu, cuma terkesan menyindir atau mengkritik, tanpa menjelaskan dasar pemikirannya secara detail atau komplit.

Baru setelah sang pengomentar memberikan komentar tambahan sebagai penjelasan lebih lanjut, salah paham atau ketidak–jelasan tersebut akhirnya hilang. Untungnya, sang pengomentar punya kemampuan memaparkan dasar opininya secara logis, jelas dan komprehensif (walaupun pada komentar pertama tidak dilakukannya).

Nah, saya rasa Anda sudah bisa menyimpulkan sendiri.

Jangan cuma jadi pengomentar yang bisanya cuma menyindir atau mengkritik secara singkat. Alangkah baiknya Anda juga sudi memaparkan landasan pemikiran Anda secara lebih lanjut. Tentunya didasari oleh semangat untuk berdiskusi dan dilandasi oleh penalaran yang seobjektif mungkin.

Saya pribadi akan sangat senang jika Anda sudi menjelaskan lebih rinci dasar pemikiran/kritikan Anda. Siapa tahu dari situ bisa memperkaya wawasan dan pengetahuan saya. Siapa tahu pula jika dari situ saya bisa menerima atau setidaknya memahami pemikiran Anda.

Ada yang punya pendapat berbeda?

Maaf, karena alasan tertentu, kotak komentar ditutup!

  1. Guusn
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7

    saya kalau kesal dengan komentar perta-max dan hanya ingin cari backlin saja mas. apalagi yang suka kritik dengan nama yang tidak jelas.

  2. bro eser
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7

    Yang lebih parah waktu meninggalkan komentar yang bersifat kritik namun ngga menuliskan nama yang jelas (anonomous). Sepertinya budaya lempar batu sembunyi tangan menjadi sebuah tradisi yang tak tahu kapan akan berakhir bro. Dalam dunia nyata saja masih banyak orang melakukan hal seperti itu, apalagi dalam dunia maya???

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.671.0 | Windows XP

    @bro eser, betul banget bro. Mungkin mau cari aman saja. Apalagi kalau cuma mau memperkeruh suasana tanpa mau bertanggung-jawab. Namun anonim tak masalah jika isi komentarnya membangun.

    bro eser
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7

    @iskandaria, saya sendiri ngga pernah menemui (membaca) jika ada komentator yang menggunakan nama anonim tapi kritikannya membangun bro…

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.673.0 | Windows XP

    @bro eser, mungkin karena kita terlalu fokus pada cara ia menyampaikan kritikan (yang bisa jadi sangat pedas). Tapi bagi saya, yang penting esensinya. Kalau esensinya positif, saya rasa tidak ada masalah dengan anonim. Kecuali kalau komentarnya terlalu kasar (misalnya pakai kata ‘goblok’ atau nama binatang).

    bro eser
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7

    @iskandaria, Setuju… asalkan komentar/kritikan yang disampaikan membangun dan tidak menggunakan kata-kata yang tidak semestinya, apapun nama yang digunakan ok-ok aja (Walaupun saya sejujurnya lebih mengharapkan jika yang memberikan masukan meninggalkan nama yang jelas)

    Nurul Imam
    Firefox 3.6.8 | Windows XP

    @bro eser, : Saya ga Bakal Di Ladenin Klo Komentar tanpa Nama.Masa mau Masukin nama Aja Ga Bisa

  3. Joko Sutarto
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP

    Wow, lama tak berkunjung ke sini lalu baca artikel ini saya jadi seperti tertohok. Jangan-jangan ini saya termasuk salah satunya yang sering suka begitu.

    Urusan komentar, saya boleh cerita, kalau saya butuh setidaknya minimal 3 kali baca sebelum kirim komentar. Bukan apa-apa, saya takut kepleset aja kata-katanya sehingga menimbulkan salah persepsi. Jadi, saya pun setuju kalau komentar, terlebih yang sifatnya berbeda pandangan harus dibuat dengan kalimat panjang yang jelas sehingga tidak terkesan seperti asal njeplak saja karena tak punya dasar argumentasi yang kuat.

    Biasanya tipe pengkomentar yang suka diskusi cenderung agak panjang kata-katanya dan suka ngecek balasannya atau berlangganan komentar lewat surel. Saya mulai hafal mana-mana blogger yang model seperti ini dan mana-mana blogger yang sekedar komentar lewat ninggalin jejak tanpa niat untuk berdiskusi.

    Dan Mas Is kayaknya tipe blogger yang senang berdiskusi tersebut karena saya lihat sering ngecek balik komentarnya. :)

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @Joko Sutarto, hehehe. Makasih kalau saya dinilai yang suka berdiskusi itu Pak. Tapi kalau komentar saya cuma basa-basi atau memang tidak perlu ditanggapi, saya biasanya tidak akan mengeceknya. Kalau Pak Joko sendiri memang tergolong komentator yang baik. Dalam arti, memang mencerminkan bahwa Pak Joko menyimak dulu isi tulisan secara seksama, baru berkomentar.

    Makasih atas tambahannya yang memperkaya tulisan saya di atas Pak.

  4. Cahya
    Firefox 3.6.13 | openSUSE

    Itulah kadang mengapa saya merasa tombol ala “like” itu perlu pada sebuah tulisan blog. Ketika kita suka, tidak bisa berpendapat banyak, tinggal klik tombol “like” atau “share” ke jejaring sosial :).

    Yah, buat yang memahami konsepnya, lumayan sih bisa menghindari mengisi borang tanggapan dengan tanggapan asal lewat.

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.671.0 | Windows XP

    @Cahya, itu kan kalau suka. Kalau tidak suka biasanya timbul komentar yang tidak begitu jelas :P Kalau begitu, tombol ‘not like’ rasanya perlu juga..xixixi

  5. Indam
    Opera Mini 4.2.21465 | J2ME/MIDP Device

    Kalau masalah koment yg terlampau singkat, itu mungkin karena buru-buru dan kurangnya waktu.
    Kalau ninggalin komentar lalu kabur, mungkin karena komentar balasanya sudah terjawab.
    Kalau berdebat kayaknya nggak deh, masih banyak yg jauh lebih penting. Lagian kalau ada komentar yg nyinggung, lepasin aja, paling2 dia lg buntu.

    iskandaria
    Firefox 4.0b12pre | Windows XP

    @Indam, masalah berdebat, mungkin agak negatif ya maknanya. Saya lebih suka menyebutnya sebagai diskusi saja ketimbang debat.

    Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @iskandaria,
    Komen kalu masukin link di moderasi ya mas IS?

    iskandaria
    Firefox 4.0b12pre | Windows XP

    @Hendro, kalau linknya lebih dari satu otomatis masuk moderasi Bang. Namun kadang satu link pun masuk moderasi. Kalau beruntung, langsung bisa lolos deh, walau cuma berisi satu link. Mohon maaf jika kurang merasa nyaman.

  6. dery
    Firefox 3.6.13 | Windows 7

    asal ceplos, gak ada dasar pemikiran yang logis..
    hmm.. mungkin hal itu sudah menjadi kebiasaan sebagian besar blogger di indonesia ya,, apalagi ada beberapa anggapan yang salah, seperti banyak berkomentar di blog lain bisa menambah trafik blog anda,, makannya banyak blogger yang asal nulis komentar, tanpa membaca apa maksud dan isi dari sebuah posting tersebut..
    form komentar bukan cuma untuk media untuk meningkatkan traffik blog saja, tapi juga menjadi nilai tambah dalam berdiskusi..

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @dery, semoga tambah banyak ya blogger Indonesia yang menyadari (bahwa banyak komentar belum tentu berpengaruh bagus pada trafik). Satu komentar yang ‘menarik’ jauh lebih berpotensi menyedot trafik daripada sepuluh komentar yang terkesan ‘biasa-biasa’ saja.

    dery
    Firefox 3.6.13 | Windows 7

    @iskandaria, mungkin berkomentar cepat tanpa dilandasi hal yang logis, sering kali terjadi ketika seseorang sudah tidak memiliki waktu dalam silaturahmi dengan banyak blogger yang telah di kenalnya..
    dan saya banyak sekali menemui hal seperti itu mas..

  7. widodo
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    2 sisi mata uang,karena terkadang niat diskusi belum tentu di amini oleh narablog,apalgi jika kita masih tergolong newbie dan belum pernah berkunjung kemudian mengkomentari beberapa hal dalam artikel yang terkadang perlu di luruskan….
    jika sang narablog bijaksana dan dewasa,beruntunglah kita..tapi jika sang narablog sudah merasa benar karena terlalu banyak sanjungan,di campakanlah kita…

    salah satu contoh ketika saya mencoba berkomentar di blog mas hengky,dan saya memang belum pernah ke sana,apa yang terjadi ketika saya mencoba mengkoreksi artikelnya yg memang perlu saya koreksi?

    komentar balasan yang kotor yg saya terima..kira2 seperti ini bunyinya;
    ” jancuk,raimu sopo,kakean cangkem kakean cocot..”

    jadi terkadang niat diskusi akan menjadi lain jika pihak narablog sama sekali tidak dewasa…

    Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @widodo,
    Benar saya sepakat denga mas widodo..
    Saya juga pernah mengalami berkomentar tapi ketika saya mengulasnya komentar saya malah di hapus.

    itu dulu pernah saya alami di blognya gus ikhwan sampai saya posting di joomla dan blogspot untungnya ada mas IS yang meredakan, karena sepertinya memang saya tidak bersifat dewasa, untuk membahas itu.
    namun saya punya alasan kuat berkomentar di narablog gus ikhwan..
    Pada waktu itu sesi wawancara ah,,saya lupa namanya…

    Setelah saya lihat themesnya hanya di ganti nama, kalu begitu saya juga bisa dunk buat themes..cuma ganti nama saya tau karena joomla dan wordpress engine yang pertama saya pelajari waktu kuliah bahkan itu jadi tugas.

    Kalu benar2 web depelover & desainer itu danang probo sayekti karena saya pernah bertemu beliau tidak sombong, beliau di cerca dengan kode dari depelover manapun bisa dijawab kalu tidak bisa mas danang bilang tidak bisa dan beliau mengembangkan situs instansi dengan hank jan de boer. namun mas danang orangnya tertutup dan jarang komentar di blog “blogwalking” sampai situsnya saja ga ketahuan mana yang di kelola.
    http://drupal.org/user/690640/track

    Kalu yang itu..ah..siapa namanya, lupa cuy..
    mengunjungi blog saya yang bahas PHP aja ga berani komen apa memang ga bisa komen?

    iskandaria
    Firefox 4.0b12pre | Windows XP

    @Hendro, kalau ada yang mengaku bisa membuat theme wordpress atau mengaku menciptakan theme, saya masih agak ragu sebenarnya. Apa ia memang membuatnya dari dasar atau cuma memodifikasi yang sudah ada. Kalau cuma modifikasi, saya juga bisa.

    Seseorang baru layak dianggap mampu membuat theme kalau ia memang benar-benar mengerti dasar pembuatan theme dan memang membuatnya dari dasar. Termasuk mengerti bagaimana sebuah theme dibangun dan apa saja strukturnya.

    Masalah komentar di blog gus Ikhwan, dugaan saya memang sengaja dihapus Bang. Bisa jadi karena yang punya blog merasa tidak rela idolanya dikritik. Padahal yang dikritik (Pak Zam) tidak masalah sama sekali.

    Soal yang nggak berani komen itu, saya nggak tau sih orangnya. Yang jelas bukan saya :P (soalnya pengetahuan PHP saya masih minim).

    Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @iskandaria,
    Benar mas IS ketika saya berkomentar saya masih ingat siapa komen di bawah saya dan itu tidak terhapus.
    Ketika itu saya memberikan bug PHP di themes yang dia buat “katanya” saya membarikan kode.
    Setelah beberapa menit kemudian saya refresh dan komentar menghilang.
    Danprobo pernah di perlakukan lebih dari itu tapi dia bisa menjawab kode karena dia mengerti struktural themes yang dia buat.
    frank :”You are just a designer and depelover losers from asia you can not anything”
    danprobo: “what can make my adrenaline got to be a designer and as you depelover”

    Kemudian frank memberikan satu bug di modul yang dia ciptakan, dan mas danang bisa menjawab detail. Lalu mas danang memberikan satu bug di modul yang dia ciptakan namun apa yang di jawab frank
    “where are you working now”
    “Will you work together”

    Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @Hendro,
    Tambahan:
    Saya bukannya mengkritik tapi sebenarnya menciptakan diskusi.
    Karena saya baca jawaban dari artikel dia bisa tekhnis “katanya”
    Sepertinya dia pernah berkomentar di blog bahasa inggris hanya menciptakan “nice info” dia tidak tau siapa yang mengelola blog tersebut.

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @Hendro, oh, begitu ya Bang. Oya, mohon maaf karena komen Bang Hendro yang ini ternyata masuk folder spam, soalnya mengandung kata ‘nice in-fo’ :D

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @Hendro, seru juga duel antara mas Danang dan si FRank itu. Sepertinya suatu saat nanti saya pasti akan mencoba Drupal Bang. Sementara ini wordpress dulu. Ini juga digabung ama belajar beberapa bahasa pemrograman (C#, Visual Basic, dan Delphi). Plus PHP juga.

    ardianzzz
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP

    @Hendro, Mungkin bukan nggak berani komen, tapi malas ngasih komen :P

    Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @ardianzzz,
    Bukanya malas tapi memang tidak bisa dan tidak mengerti..
    Saya yakin itu..

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @Hendro, yach. Mungkin saja begitu. Tapi itu masih lebih baik daripada nekat berkomentar, namun terkesan sok tahu.

    ardianzzz
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP

    @Hendro, Jangan terlalu yakin… :P

    ardianzzz
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP

    @Hendro, Jangan terlalu yakin… :P

    Kalaupun ada pengunjung tidak mengerti dengan tulisan kita, jangan keburu nafsu untuk menjustifikasi bahwa mereka bodoh. Coba cek kembali, apakah ada masalah dengan tulisan kita, apakah tata bahasa yang kita gunakan dapat membantu orang memahami sesuatu atau malah sebaliknya.

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @ardianzzz, +1 deh. Itu juga yang seringkali membuat saya tidak jadi berkomentar. Gimana mau kasih komen kalau tata bahasa tulisannya kacau.

    Untuk tulisan-tulisan Bang Hendro, kalau menurut saya masalah utama memang pada tata bahasa. Ada baiknya juga kita bisa lebih menyederhanakan gaya penyampaian topik yang rada teknis sifatnya.

    Kalau target pembacanya memang untuk yang masih agak awam, saya rasa kita perlu menyampaikan secara lebih sederhana dan kira-kira bisa dimengerti oleh mereka yang memang masih agak awam soal topik yang dibahas.

    Maaf kalau saya harus blak-blakan. Tulisan saya juga belum sempurna dan sebagian masih agak sulit dipahami.

    Ardianzzz
    Firefox 3.6.10 | Fedora 14

    @widodo, Wah, gaswat Gan komentarnya…

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @widodo, sayang sekali kalau begitu. Padahal mas Hengky tergolong seleb blogger yang banyak pengikutnya. Kalau bagi saya sendiri, tulisan-tulisan di blog mas Hengky sebenarnya mayoritas berisi tulisan ringan. Saya jarang menilainya terlalu serius atau sekedar mengkritisi, soalnya rata-rata memang dimaksudkan sebagai tulisan ringan.

    Joko Sutarto
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP

    @widodo, Wah, kalau itu jenis pisuhan Suroboyo kabeh, Mas. Saudaranya pisuhan Kebun binatang. HaHaHa. Masak sampai segitunya? Seumur-umur saya belum pernah ngalami komentar dibalas seperti itu. Kalau komentar saya didelete sudah pernah. Waktu itu saya ngingetin bloggernya, eh malah komentar saya dihapus. Padahal, saya ngingetin baik-baik agar jangan daftar adsense pakai cara-cara curang. :)

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @Joko Sutarto, kalau saya ngalamin di blogspot Pak. Ada yang ngatain saya pakai nama salah satu binatang, cuma karena ia nggak terima saya nulis penilaian yang agak negatif pada idolanya. Kebetulan saya kan banyak nulis review artis dan kontes di tv.

    Sampai saat ini pun, masih ada saja komentar pedas yang mampir di blogspot saya, terutama pada postingan-postingan lawas. Saya sudah malas menanggapinya karena tidak mood lagi membahas topik yang dikomentarin itu.

  8. ardianzzz
    Firefox 3.6.10 | Fedora 14

    Pada contoh kasus, kita lihat sisi baiknya…
    Paling tidak terjadi interaksi lebih lanjut di sana. Daripada komentar panjang lebar & tinggi tapi tidak ada tindaklanjutnya…

    :D

    btw, saya sekarang memang cenderung “malas” berkomentar. :)

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @ardianzzz, betul juga ya kalau gitu :angel: Yang penting kalau ada yang minta respon lebih lanjut, ada baiknya kita meladeninya dengan proporsional aja. Biar nggak ada salah paham atau salah tafsir.

  9. rismaka EA
    Firefox 3.6.13 | Windows 7

    Terkadang diskusi yang baik dan mengalir butuh pemancing juga. Pemancing diskusi bisa jadi dari pemilik blog, bisa juga dari komentar yang masuk.

    Untuk tulisan di atas, saya rasa saya setuju dengan mas iskandar. Dan sejauh ini saya belum temukan pemancing yang tepat utk sebuah diskusi yang panjang. Jadi ya… cukup singkat saja komentar kali ini :)

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @rismaka EA, saya setuju juga soal perlunya pemancing. Komentar yang terkesan nanggung mungkin di satu sisi malah sangat baik untuk memperpanjang atau mengembangkan diskusi. Soal komentar singkat mas Adi, mungkin karena tulisan saya di atas sudah terlalu sempurna dan tidak ada lagi yang perlu ditambahkan lebih lanjut (narsis) :cool:

  10. JEREMY FADEL
    Safari 5.0.3 | Windows XP

    Tapi kadang kalau komentar setengah2 membuat diskusi semakin panjang, tapi intinya tetap aj sama “Buang2 waktu”

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @JEREMY FADEL, kalau bisa semakin memantapkan pemahaman dan memperjelas masalah, saya rasa tidak ada istilah buang-buang waktu. Tetap saja ada manfaat yang bisa dipetik dari sebuah diskusi panjang (kecuali kalau cuma pakai emosi).

    widodo
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @JEREMY FADEL, jika mengacu pada kata ‘buang2 waktu’..apa sih yg nggak buang2 waktu?..sekedar ngeblog saja sudah buang waktu..apalagi harus diskusi…

    saya nggak tahu apa jadinya negeri ini jika pola pikir generasi muda masih seperti ini..dengan diskusi kita jadi mengerti,dengan bersosialisasi akan lebih mudah untuk koreksi,baik untyuk diri sendiri maupun untuk orang lain…

    semua yang terjadi di belahan bumi berawal dari diskusi,pun proses keluarnya kamu dari perut mak kamu juga dari proses diskusi,nggak mungkin kan mak dan bapak kamu langsung main tubruk trus hamil tanpa melalui proses diskusi antar keluarga?

    jadi tidak ada waktu yang terbuang dengan diskusi,tidak ada yang rugi dengan adanya diskusi,kecuali debat kusir…

    ardianzzz
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows XP

    @widodo, haaha…. likethis… :)

    iskandaria
    Chromium 11.0.672.0 | Ubuntu 10.10

    @widodo, +++1 deh mas.

    MARIO FADEL
    Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP

    @widodo, Benar juga! saya salah berfikir 1 arah

    MARIO FADEL
    Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP

    @widodo, Tambahan saya ngeblog dapat uang jadi tak buang2 waktu

    Rizdan
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    @MARIO FADEL, waduh,…. kalau nggak dapat uang berarti buang-buang waktu dong,

    MARIO FADEL
    Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP

    @Rizdan, iya bisa jadi, tapi klw ilmu ya ga buang2

  11. Jeprie
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7

    Kadang kesalahan ada di pihak pemilik blog juga mas. Malah ada juga blog yang tidak menganjurkan penggunaan link dalam komentar. Tindakan ini malah kontra produktif. Kadang dalam komentar saya memasukkan link sebagai referensi, sayangnya komentar saya jadi masuk moderasi. Ya, jadi malas berkomentar.

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @Jeprie, sebaiknya pemilik blog memang harus mengizinkan link di dalam komentar. Kalau alasan takut disalahgunakan, saya rasa itu terlalu fobia. Kan sudah ada antispam. Blog ini sendiri saya izinkan memasukkan link dalam komentar. Kalau lebih dari satu linknya, biasanya akan masuk moderasi otomatis dulu. Kadang satu link pun bisa masuk moderasi otomatis. Saya mohon maaf jika pernah terjadi begitu mas. Bukan kesengajaan saya soalnya.

    Jeprie
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7

    @iskandaria, Kalau di blog saya, sengaja link maksimal saya set ke tiga. Di blog saya memang tidak ada banyak komentar, spam pun masih bisa ditangani Akismet. Jadi, ini tidak jadi masalah besar.

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @Jeprie, wah. Sampai 3. Tapi kalau memang jarang sekali disalahgunakan, saya rasa memang tidak ada masalah. Oya, untuk mengakali komentar kita masuk moderasi karena berisi link, ada baiknya kita membuat link tersebut tidak bisa diklik atau tidak clikable. Misalnya cukup dengan menggunakan awalan httpxxx dan tanpa menggunakan tag a.

    Jeprie
    Google Chrome 9.0.597.98 | Windows 7

    @iskandaria, Kalau masalah link saya murah hati mas. :) Tidak masalah ada banyak link keluar yang penting relevan dan sesuai dengan isi.

    Ga jadi masalah kalau pengunjung kabur. Kalau mereka mau balik, mereka bakal balik lagi. Ga perlu ditahan-tahan.

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.671.0 | Windows XP

    @Jeprie, hehehe. Saya setuju soal relevansi link itu. Sebenarnya link yang relevan di area komentar juga bisa memperkaya konten utama yang tersaji di atasnya. Masalah banyak link keluar, saya rasa itu bukan sebuah masalah besar jika situs/blog kita tidak memanfaatkan pagerank untuk monetisasi.

    ardianzzz
    Google Chrome 9.0.597.98 | GNU/Linux

    @Jeprie, +1
    Bahkan link yang relevan dianjurkan memiliki atribut follow. :D

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.680.0 | Windows XP

    @ardianzzz, maksudnya atribut do follow kali ya :p (tapi kalau di area komentar wordpress, defaultnya no follow).

  12. cahya nugraha
    Firefox 4.0b9 | Windows Vista

    waw temanya keren sob. :p

    oh ya, mungkin kalau komentar terlalu singkat juga bisa dianggap spamer gitu kan?
    contohnya aja yang di kaskus-kaskus gitu
    “nice posting”
    “info menarik”
    aduh dasar

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @cahya nugraha, kalau komentar singkat begitu sih menurut saya bukan tergolong spammer. Kecuali kalau diulang-ulang pada post yang sama :p

  13. Agus Siswoyo
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Diskusi memang salah satu bumbu penyedap dalam blogging. Tapi meskipun dibutuhkan, tetap saja bumbu harus ada takarannya. Too much spicy nggak selalu menghasilkan cita rasa enak. Contohnya garam. Meski sedikit tapi ia tetap diperlukan dalam resep masak. :)

    iskandaria
    Google Chrome 11.0.669.0 | Windows XP

    @Agus Siswoyo, intinya tetap harus memasukkan garam dan bumbu penyedap kalo gitu..hiiks

  14. kamaropini
    Firefox 3.6.13 | Windows Vista

    wah2, sering itu mas, karena biasanya baca artikelnya lagi gak kosong. setengah isi. hehe, jadi terlanjut bawa2 emosi, dan baca artikel, bum… meledak deh emosi, jadi bawaannya nyindir2 dsb… semoga saja tidak banyak lagi yang begitu.

  15. Hendro
    Firefox 3.6.13 | Windows XP

    Izinkan pemberi komentar ini menyimak terlebih dahulu.

  16. [...] pernah menganggap remeh kebiasaan berkomentar anda saat blogwalking. Boleh jadi itu adalah investasi bagi trafik blog anda (selain bagian dari upaya personal branding [...]

Blogroll :