5 Alasan Anda Perlu Menutup Kolom Komentar pada Postingan Tertentu
Anda masih enggan menutup kolom komentar pada postingan tertentu blog Anda? Mungkin Anda beralasan kasihan bagi yang ingin mengomentari postingan tersebut. Mungkin Anda juga takut dianggap anti kritikan. Saran saya, lebih baik kedepankan logika dulu daripada perasaan. Ngeblog juga mesti pakai pertimbangan logika.
Ada 5 alasan mengapa Anda perlu menutup kolom atau kotak komentar pada postingan tertentu, di antaranya:
- Postingan itu sudah tidak up-to-date isinya.
Bisa saja karena isinya berupa ulasan sesuatu yang masih hangat saat diposting. Nah, jika sudah berbulan-bulan, tentunya tidak jadi hangat lagi alias jadi basi. Daripada berpotensi menjadi sarang ‘spammer’, lebih baik Anda tutup saja kolom komentarnya! - Postingan itu sudah memperoleh banyak sekali komentar.
Misalnya sudah sekitar seratusan. Daripada membebani database hosting Anda, lebih baik segera ditutup saja kotak komentarnya. Ini juga bisa lebih menghemat kuota ‘disk-space’ hosting blog Anda. Bagaimanapun juga, komentar yang masuk ikut memakan space penyimpanan.

- Isi komentar-komentar yang masuk sudah lebih dari cukup untuk melengkapi isi postingan tersebut.
Misalkan saja Anda membahas suatu topik yang sangat mengundang diskusi di kolom komentar. Nah, kebetulan di postingan itu sudah masuk cukup banyak komentar dari beragam sudut pandang dan sangat melengkapi tulisan Anda. Jadi, saya rasa tidak ada masalah jika kemudian Anda tutup kotak komentarnya.
- Anda sudah tidak mood lagi membalas komentar pada postingan tersebut.
Katakanlah topiknya sudah basi atau sudah tidak menarik lagi bagi Anda untuk membahasnya jika ada komentar yang masuk. Jika demikian, buat apa Anda masih membukanya? - Topik pada postingan tersebut tidak membutuhkan diskusi atau respon pembaca.
Misalkan saja ketika saya menulis tutorial tentang cara menutup kolom komentar blog wordpress. Karena isinya sudah sangat jelas dan kemungkinan besar tidak menimbulkan pertanyaan lebih lanjut, saya pikir lebih baik ditutup saja kotak komentar pada postingan itu. Toh, nanti juga hampir bisa dipastikan bahwa tipe komentar yang masuk kurang begitu penting. Contoh lain yaitu ketika Anda menulis curhat yang menurut Anda tidak perlu dikomentari atau tidak menarik untuk dikomentari.

Manfaat menutup komentar pada posting-posting tertentu.
- Mengurangi potensi masuknya spam bot.
Cuma mengandalkan plugin anti-spam (secanggih apa pun itu) belum cukup untuk mencegah lolosnya ‘spam bot’ atau komentar spam yang dikirim secara otomatis melalui software tertentu. Buktinya, banyak pengakuan dari pengguna wordpress tentang folder spam blog mereka yang hampir selalu terisi, padahal menggunakan akismet (misalnya). Jadi, plugin anti-spam tertentu pun belum mampu langsung menghapus atau menolak masuknya ‘spam bot’ (sehingga harus dijaring dulu pada folder spam). - Mengurangi pekerjaan menghapus komentar spam yang terjaring.
Bayangkan jika setiap hari atau setiap beberapa hari sekali Anda disibukkan dengan pekerjaan men-’delete’ isi folder spam atau folder pending, kemudian melakukannya lagi pada folder trash agar benar-benar bersih/terhapus secara permanen. - Mengurangi energi dan waktu untuk membalas komentar.
Anda tidak perlu disibukkan menanggapi/merespon komentar-komentar yang masuk pada postingan-postingan yang tidak begitu penting dikomentari. Selain itu, Anda juga bisa terhindar dari perasaan tidak enak ketika mencuekkannya (karena merasa tidak mood untuk menanggapinya).
Nah, Anda sudah baca alasan-alasan dan manfaat menutup kotak komentar. Sekarang saya ingin tanya, beranikah atau tergerakkah Anda menutup komentar pada postingan tertentu blog Anda?
Kalau tidak, tolong berikan saya alasannya! ;)
Tautan Cepat »» Beri Komentar | Baca Ulang Posting
Baca Komentar | Daftar Posting Terbaru
Tambah KafeGue di Facebook
Ikuti KafeGue di Twitter
Menu Lainnya »» Atas » Beranda » Arsip » Profil » Kontak » Bawah
Langganan KafeGue.com melalui Email
Langganan melalui Pembaca RSS



Google Chrome 8.0.552.237 | Windows XP
hehe.. kalau saya jujur menutup komentar pada postingan yang berpagerank mas.. tujuannya jelas untuk meredam outbond link ehehehe
Google Chrome 10.0.648.6 | Windows XP
@tomi, kalau link komentarnya no follow saya kira nggak terlalu berpengaruh sih mas.
Google Chrome 8.0.552.237 | Windows XP
@iskandaria, memang sih mas.. kalau nofollow ya gak perlu.. kalau dofollow kayak blog saya yg perlu hehehe
Google Chrome 10.0.638.0 | Windows XP
@tomi, masih betah do follow nih kayaknya..wkwkwkwk
Firefox 3.6.10 | Windows XP
@iskandaria, hehehe.. ia mas.. habis enak e hehehe
Firefox 3.6.13 | Windows XP
klo sudah kebanyakan spam baru deh di closed klo masih belum lanjut saja & jangan lupa gunakan plugin capcay biar gak diserang spam bot
Chromium 10.0.650.0 | Ubuntu 10.10
@dhikakomputer, plugin quiz juga sudah sangat ampuh kok menghalau spam bot.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
kalo saya lebih cenderung ke nomor 5 sob..hehe…tp terkadang agak malas juga nutup komentar sih
WordPress 3.0.4
[...] dari tulisannya Mas Iskandaria tentang 5 Alasan Anda Perlu Menutup Kolom Komentar pada Postingan Tertentu, maka biar lebih aksesibel lagi maka kita perlu memberi sedikit catatan kalau kolom komentar [...]
Firefox 3.6.13 | Windows 7
5 Alasan tersebut di atas sangatlah relevan, terlebih bila untuk mengindari SPAM dan Exceed disk Capacity.Sampai saat ini, saya tidak akan menutup komentar, karna saya masih mengharap kunjungan para sahabat blogger untuk memberikan input. Btw Font size disini gede-gede jadi enak dibacanya, kalo boleh nanya pakai setingan apa.. tks.
Google Chrome 10.0.638.0 | Windows XP
@tonykoes, memang sengaja saya besarin mas ukuran font-nya. Syukurlah jadi nyaman dibaca. Soalnya ada juga yang bilang jadi melelahkan mata. Bingung juga jadinya saya :P
Kalau mas Tony pengen gedein font di blog mas Tony, coba buka file dengan alamat direktori berupa:
Lalu di kolom
style.cssitu, coba cari kode berupa:#content, #content input, #content textarea { color: #333; font-size: 16px; line-height: 24px; }Cara cepat mencarinya yaitu gunakan saja shortcut Ctrl+F lalu copy-pastekan kode
font-size: 16px;pada kotak pencarian yang terbuka di browser firefox mas. Ketemu deh bagian kodenya (ditandai oleh munculnya ‘highlight’ atau stabilo).Nah, coba ubah/ganti angka pada kode
font-size-nya jadi sedikit lebih besar. Misalnya menjadi 18 atau 20. Tekan tombol save/simpan setelah itu.Semoga berhasil mas. Oya, direktori itu ada di Cpanel hostingan. Bukan di dashboard WP.
Firefox 3.6.13 | Windows 7
@iskandaria, Mantaf.. Tips langsung saya praktekkan, sekarang text area di blogku pakai size 18px,tadinya 16px. Lumayan jadi gede-gede tulisanya,maklumlah mataku dah agak soak, kebanyakan nonton bokep kali… :) Makasih Mas dah kasih bocoranya.
Google Chrome 10.0.638.0 | Windows XP
@tonykoes, akhirnya berhasil yach. Saya ikutan senang mas. Oya, nonton bokep menurut saya lebih berbahaya bagi pikiran (jadi suka piktor)..hahaha
Firefox 3.6.13 | Windows XP
@iskandaria, pengaruh dari memperbesar font apa ya mas? karena saya malah malas untuk mengscroll kebawah sangking besarnya :)
Chromium 10.0.650.0 | Ubuntu 10.10
@sh-crew, pengaruh paling baik yaitu membuat mata jadi tidak mudah capek (bikin membaca jadi lebih nyaman). Masalah capek scrolling, kalau memang itu dianggap sebuah masalah besar, coba gunakan tombol Ctrl – untuk memperkecil font. Selesai masalahnya :P
Firefox 3.6.13 | Windows XP
kalau saya tidak atau belum ada alasan apaun…
soalnya kagak ada yang komen sih…
boro boro komen… pengunjung aja sepi… :D :D
Google Chrome 8.0.552.237 | Windows 7
kalau saya jarang menutup komentar karena itu wahana bagi pembaca untuk memberi tanggapan atau sekedar meningggalkan jejak
Firefox 4.0b9 | Windows XP
Saya untuk postingan-postingan lama yang sering sekali diserang Spam, saya juga tutup, Mas Is. Daripada alert emailnya terus menghujani ponsel saya, ya saya tutup saja. Karena meski sudah masuk folder spam tapi alert emailnya tetap saja masuk ke pushmail.
Google Chrome 10.0.642.2 | GNU/Linux
@Joko Sutarto, ternyata di blogspot bisa juga ya ditutup komentarnya pada postingan tertentu. Kirain saya gak bisa Pak. Maklum, udah lama saya nggak ngutak-ngatik blogspot. Memang merepotkan sekali kalau dapat banyak alert email kayak gitu.
Firefox 3.6.10 | Ubuntu 10.10
Ah, sekarang membacanya udah dari bawah keatas ya kalau mau menelusuri diskusi dari awal hingga akhir. Bagus, saya suka bro. Tapi harus capek-capek saya scroll ke ke bawah. Eh, tapi sistem komentar bro ini membuat behavior baru bagi saya, barusan saya nyari form komentar di bagian atas list komentar, bukan dibawahnya. Apa tidak lebih baik form komentar ada diatas juga bro? Just my 2 cent of OOT.
On topic, jika memang tidak niat menerima komentar, setidaknya file statis bisa jadi pilihan. Hehehehehehe…
Google Chrome 10.0.642.2 | GNU/Linux
@ganda, hahaha. Masukan yang bagus bro (tentang menaruh kotak komentar di bagian atas). Sepertinya bakalan jadi ‘user experienxe’ yang bagus juga. Nanti saya coba kapan-kapan. Sebenarnya urutan komentar yang diubah cuma komentar induk kok. Kalau komentar reply tetap tidak berubah. Artinya, komentar reply terlama tetap di atas posisinya.
File statis? Hmm..
Firefox 3.6.3 | Windows XP
tak ada alasan kuat buat saya menutup kolom komentar,.
Google Chrome 10.0.642.2 | GNU/Linux
@situsonline, syukurlah kalau begitu mas. Tapi maksud tulisan saya di atas kan bukan menutup semuanya, tapi pada postingan tertentu saja.
Firefox 3.6.8 | Windows XP
@situsonline, Kalau saya tak punya alasan menutup kolom komentar karena komentar di blog saya memang masih sangat jarang. Malah pengennya meningkatkan jumlah komentar… :D
Chromium 10.0.647.0 | Ubuntu 10.10
@Abu Furqan, haha. Untuk pemula, memang sebaiknya tidak menutup komentar. Namun kalau pakai moderasi, saya rasa bisa menghambat komentar yang masuk juga mas. Mungkin moderasinya nggak sengaja mas Abu lakukan kali ya. Bisa diubah pada menu setting > discussion. Ada yang harus dihilangkan centangnya.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Memang logis tuh alasan danmanfaat yang dikemukakan oleh Mas Is neh. Keknya saya perlu baca ulang satu persatu artikel di blog SGC.
Sangat jarang menutup komentar soalnya, mungkin selama bloging di SGC tidak akanlebih dari tiga artikel yang ditutup kolom komentarnya. Apa jangan-jangan cuman atu kali :D *lupa*
Google Chrome 10.0.642.2 | GNU/Linux
@Sundagasik, nutupnya nyicil aza Pak. Satu hari bisa dicicil 3 artikel aza yg ditutup misalnya. Sedikit-sedikit, lama-lama kan jadi bukti juga.
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
Kayak udah pernah baca
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@Fadel, baca di blog lain ya? Mungkin kebetulan aja kalau isinya sama. Saya malah belum pernah baca topik ini di blog lain.
Firefox 3.6.10 | Ubuntu 10.10
@iskandaria, Ya. Tak mungkin rasanya blogger sekelas bro Iskandaria melakukan pekerjaan sapel tulisan orang. :D
Chromium 10.0.647.0 | Ubuntu 10.10
@ganda, makasih bro (udah dibilang pakai istilah sekelas). Kalaupun saya pengen nulis topik yang sama, pasti akan saya tulis dengan cara sendiri.
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows XP
@ganda, Ya jelas bagat itu :P tpi beneran ernah liat kayak blognya sama :lol:
Chromium 10.0.648.0 | Ubuntu 10.10
@Fadel, dobel posting gitu maksudnya? hahaha.
Google Chrome 8.0.552.237 | Windows XP
Sempat juga pengen nutup kolom komentar blog. Alasannya karena lagi maintain banyak web bikin puyeng, ngejar deadline proyek krusial dan nggak ada waktu buat reply semua komen. Apalagi kalau komennya ada sesi konsultasi panjang lebar. Aduh, itu ujian saya yang sebenarnya. Ketahuan saya malas nih. Hehehe…
Tapi kalau saya ingat niat baik mereka buat silaturahmi mengunjungi blog (apalagi kalau koneksi internet lemot jaya), saya kok nggak tega menutup kolom komentar. Paling tidak, dengan meninggalkan link blog adalah cara paling mudah untuk berkawan. Karena bagaimanapun ngeblog untuk cari kawan, bukan untuk banyak-banyakan komen. :)
Google Chrome 10.0.638.0 | Windows XP
@Agus Siswoyo, kalau udah nggak tega, berarti unsur perasaannya masih lebih dominan dong ketimbang unsur logikanya ;) Bagi saya sih, dengan membuka kolom komentar pada posting jenis opini sudah menandakan kita menghargai mereka yang ingin bersilaturahmi. Namun kalau postingan itu sudah terlalu banyak dikomentari dan sudah basi topiknya, saya rasa tidak masalah jika ditutup komentarnya. Toh, kalau terlalu banyak komentar juga bisa memperlambat loading halaman posting tersebut (selain bisa memakan space hosting).
Google Chrome 6.0.401.1 | Windows XP
Bagus juga pada tulisan terakhir diberikan alasan mengapa komentar ditutup jadi tidak menimbulkan judge dari narablog lain. Kecuali jika memang tulisan tersebut ditujukan untuk kepentingan ilmu pengetahuan akademis seperti artikel2 kependidikan..
Nice share mas Is, :D
Firefox 3.6.13 | Windows XP
gituh ya, kalo aku nggak pernah menutup kolom komentar.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Pas banget bahas komentar, saya baru aja ganti di blogspot mas IS. Jadi kita bisa diskusi,
Kalu saya sih buat komentar ada beberapa artikel yang ga perlu di komentari, saya tutup aja
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@Hendro, mantap bang. Saya udah liat hasilnya. Tapi berhubung saya belum mempelajari JQuery dan HTML 5, saya nyimak aja dulu.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
Ini gagasan yang bagus. Ada beberapa posting lama saya yang terus2an dijejali spam. Dan saya baru tahu kalau komentar juga menuh2in database :D
Sip Mas Is, bisa dipertimbangkan nih :)
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@Darin, blog mas Darin saya lihat banyak komentar junk :) Gak masalah kalau mas Darin merasa nyaman. Namun jika jumlah komentar junk terlalu banyak, bisa juga memakan space hosting. Kecuali mas darin menyewa hosting yang kuota penyimpanannya gede.
Firefox 3.6.13 | Windows 7
hmm.. untuk artikel yang membutuhkan opini orang lain, sebaiknya komentar jangan di tutup,, tapi kalo artikel tutorial yang udah jelas ditutup aja ya mas..
wah kalo saya artikel tutorial, saya bukakan pintu komentar, biar orang bisa tanya apa yang gak dimengerti. Tapi kalo sebatas cuma, nice post, bagus tutorialnya, dan semacamnya, sangat tidak saya sukai..
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@dery, kalau tutorialnya sudah sangat jelas dan potensi salah tafsir atau kurang mengertinya sangat kecil, saya kira nggak papa ditutup. UNtuk tulisan model opini, sebaiknya memang tidak ditutup, kecuali kalau sudah lawas atau sudah terlalu banyak dikomentari.
Google Chrome 9.0.597.16 | Windows XP
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah ketika kita menutup komentar di setting > discussion pada rentang waktu tertentu maka bukan hanya komentar yang ditutup tapi trackback juga ikut ditutup, cara mengatasi agar trackback tidak ikut ditutup gimana Mas?
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows 7
@Bang Rudy Azhar, Kalau itu yang bang Rudy maksudkan berarti semua artikel dalam jangka waktu tertentu borang komentarnya akan tertutup + trackbacknya.
Kan bisa disetting per artikel bang.
Pada bagian bawah area artikel terdapat ‘discussion’ (setelah custom field), bang Rudy bisa membuang centang pada ‘Allow Comments’ dan ‘Allow trackback/pingback’, kalau hanya menutup borang komentar, cukup buang centang pada Allow Comments. CMIIW.
Google Chrome 6.0.472.14 | Windows XP
@aldy~PF, Kalau setting per artikel apa nggak capek Pak?
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@Rudy Azhar, itu bisa diakali dengan cara menyicil Bang. Saya aja pakai cara nyicil gitu. Per hari atau pada setiap kesempatan online, saya sisihkan waktu barang 3-5 menit untuk menutup komentar pada postingan tertentu. Lama-lama juga banyak kan? :) Mumpung jumlah postingan bang Rudi masih belum begitu banyak, saya rasa nggak begitu bikin capek.
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@Rudy Azhar, saya tidak menyarankan menutup dengan cara tersebut bang. Resikonya ya begitu. Bli Dani pernah menulis di blognya soal pengalaman yang kurang mengenakkan tersebut. Jadi solusi paling baik yaitu menutup secara manual saja pada posting yang memang ingin ditutup komentarnya. Cukup hilangkan centang pada ‘alllow comment’ (seperti yang saya tulis pada postingan sebelumnya yang saya tutup juga komentarnya).
Google Chrome 6.0.472.14 | Windows XP
@iskandaria, kalau kita setting dengan menambahkan kode php tertentu pada
functions.phpapa bisa Mas?, soalnyakan ada tutorial seperti itu.Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@Rudy Azhar, nggak tahu juga ya Bang. Tapi kalau pakai PHP, saya yakin bisa. Mungkin Bang Rudi bisa praktekkan dulu. Kalau berhasil, nanti bisa diposting.
Google Chrome 8.0.552.237 | Windows 7
Saya pernah menutup komentar artikel saya bro, dan memang seperti yang bro katakan bahwa topik tersebut tidak membutuhkan respon dari saya…
Btw ide yang bagus untuk menutup komentar pada topik yang sudah tidak up to dat lagi… Ijin praktek bro
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@eser, yang jelas akan bisa mengurangi spam-bot bro. Plugin quiz masih belum bisa menolak spam-bot secara total (karena kadang masih dijaring di folder pending/moderasi). Kalau bisa langsung menolak tanpa masuk ke folder pending sih kayaknya nggak terlalu perlu menutup komentar pada tulisan tertentu.
Firefox 3.6.13 | Windows XP
bukankah menutup kolom komentar tergantung mood dari sang narablog dan juga tergantung dari isi artikel?
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
OOT..
@Aldy
kalau yang memberi komentar itu adalah blogger,saya mereka mereka akan sangat paham,apakah komentarnya perlu di balas sang narablog atau tidak..!
seperti kata mas Aldy,tergantung komentarnya,apakah perlu di balas atau tidak,apakah komentarnya termasuk komentar kentut atau tidak,blogger pasti sangat mengerti soal ini…
salah satu contoh mungkin begini,ketika mas Is menulis artikel tutorial yang sebenarnya niat awal mas Is adalah sekedar sharing berdasar pengalaman mas Is dan sebatas kemampuan mas Is,kemudian komentar pertama berbunyi:
dan bernada memuji, serta pemberi komentar ini adalah blogger yang hampir karatan,ini justru akan membikin kikuk sang narablog,jika komentar tidak di balas bisa di anggap sombong,jika tidak di balas di takutkan ada kesan “menyombongkan diri” dari sang narablog….serba repot kalau sudah begini,jadi harusnya para bloggernya saja yang harus tahu diri dan mencoba belajar lagi bagaimana cara meningglkan komentar yg elegan, serta tidak bikin kikuk sang narablog…
mosok ngeblog udah tahunan dan hampir bangkotan komentar yang di tinggalkan hanya itu-itu saja….?
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows 7
@Agoest, Kadang menjadi dilema juga mas, tidak menjawab dikatakan sombong. Lha mau dijawab semua, kadang pekerjaan yang lebih penting menanti.
Biasanya, walau tidak membalas komentar yang masuk (jika dianggap tidak perlu), saya akan berkunjung ke blog yang telah memberikan komentar.
Kalau hanya “nice inpoh”…. wah pas hanya dibaca saja, abis mau mengomentari gimana?
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@aldy~PF, untuk narablog yang sudah cukup dewasa, saya rasa mereka sudah mengerti jika komentar basa-basi tidak ditanggapi oleh pemilik blog. Nah, yang kadang menilai sombong kan mereka yang belum terlalu dewasa dalam ngeblognya.
Namun saya sendiri butuh respon jika komentar yang saya tulis berupa saran atau masukan. Setidaknya saya tidak akan merasa dicuekkan. Kalau masih tetap tidak ditanggapi juga, berarti pemilik blog tersebut memang sombong atau kurang menghargai input yang masuk.
Chromium 9.0.597.45 | Ubuntu 10.10
@iskandaria, Saya sepakat jika komentar berupa saran/masukan harus ditanggapi.
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@Agoest, setuju mas soal harus lebih elegan lagi dalam berkomentar (jika sudah karatan). Mengenai , ya itulah yang saya kupas dalam tulisan di atas. Jadi kita sepakat dalam hal ini ;)
Google Chrome 10.0.605.0 | Windows 7
Aku pernah menutup borang komentar, tapi kemudian aku buka lagi. Dan aku tidak selalu membalas komentar yang masuk. Tergantung ini komentarnya, perlu dijawab atau tidak. Tetapi sebisanya, akan dijawab.
Chromium 10.0.645.0 | Ubuntu 10.10
@aldy~pf, sebaiknya konsisten aja Pak. Kalau dari awal memang ingin ditutup, ya terusin aja. Jadi ada baiknya dipikir matang-matang dulu jika ingin menutup komentar pada tulisan tertentu.